HASIL DAN PEMBAHASAN
4. Aspek Pengontrolan (Controlling)
Controlling, pengendalian, atau pengawasan dan evaluasi dalam manajemen sering disebut sebagai fungsi dasar terakhir dari manajemen. Hal tersebut karena seluruh fungsi dasar manajemen yang dilakukan pada akhirnya akan diawasi serta dikendalikan dan dievaluasi agar sesuai dengan tujuannya.
Beberapa kasus yang perlu dikendalikan dalam suatu organisasi meliputi tugas yang tidak terselesaikan, waktu penyelesaian yang tidak ditepati, anggaran yang berlebih, dan adanya berbagai kegiatan yang menyimpang dari perencanaan yang disusun. Data Aspek Pengontrolan Smartfarming dimasing masing lokasi dapat dilihat pada Tabel 16.
Tabel 16 Tabulasi data Aspek Pengontrolan
Pemilihan
Jawaban Nilai ASPEK PENGONTROLAN
Gapoktan Mujagi
P4S Tani
Mandiri YUM BUF Poktan Gede Harepan
Kebun Aki Nini
Sering 5 8 2 12 3 11 7
Selalu 4 2 8 0 0 0 3
Kadang -
Kadang 3 2 1 0 9 0 2
Jarang 2 0 1 0 0 1 0
Tidak
Pernah 1 0 0 0 0 0 0
Total 54 47 60 42 57 53
Rata - rata 52,1
*Catatan : Total Skors adalah Total Perkalian antar masing masing Frekuensi Jawaban dengan Nilai
55
Berdasarkan hasil pengolahan data tabulasi pada tabel diatas dapat diketahui bahwasa dari ke 6 lokasi smartfarming, Rata – rata skors yang diperoleh sebesar 52,1 poin, dengan perolehan skor tertinggi diraih oleh Yayasan Usana Mulia dengan perolehan sebesar 60 poin, untuk poin terendah di dapat oleh PT. BUF dengan jumlah skor 42 poin. Untuk detail tabulasi data dapat dilihat pada Lampiran 5.
Untuk Skor yang diperoleh oleh YUM sebesar 60 persen dikarenakan untuk YUM menjawab semua pertanyaan dengan jawaban Sering sebanyak 12 Kali, untuk jawaban Selalu 0, jawaban Kadang – kadang 0, jawaban Jarang 0, dan jawaban Tidak Pernah 0. Berdasarkan Presentase data Aspek Pengontrolan dapat disimpulkan bahwa untuk Yayasan Usaha Mulia menjawab Sering dengan presentase jawaban sebesar 100%, jawaban Selalu sebesar 0%, jawaban Kadang – Kadang sebesar 0% dan jawaban Jarang 0%, Tidak Pernah Sebesar 0%.
Berdasarkan pengamatan di Lapangan untuk Yum mendapatkan skor terbesar dikarenakan untuk yum sering melakukan pengamatan terhadap tanaman baik minggu – 1 hingga minggu – 4, untuk teknis budaya pun selalu dilakukan pengontrolan setiap harinya, melihat perkembangan tanaman yang ditanam, untuk operasional greenhouse juga selalu diperhatikan, untuk greenhouse di YUM memiliki pengaturan rotasi tanaman sebagai contoh : jika greenhouse ditanami selada air setelah itu di panen maka dari sebelum melakukan penanaman selada air maka ada rencana untuk menanam kale setelah selada. Greenhouse di Yum juga memiliki SOP baik dari cara penanaman dan untuk SDM. Administrasi di Yum tertata dengan baik dimana nanti penanggung jawab bidang pertanian bapak ole memberikan hasil pencatatan terhadap admin, lalu admin melakukan pengecekan sebelum data dikirim ke Yum pusat yang terletak di Jakarta Selatan. Untuk disiplin penerapan petunjuk teknis dan SOP serta disiplin jam kerja di Yum juga sering diterapkan dimana artinya setiap posisi selalu bertanggungjawab atas tupoksinya serta kewajibannya terhadap jam kerja.
Pemecahan masalah baik Teknis maupun Non Teknis dilakukan secara musyawarah dan kekeluargaan agar mencapai suatu mufakat untuk kepentingan bersama. Untuk evaluasi pencapaian target produksi sering dilakukan guna mengevalluasi hal yang masih kurang dari hasil produksi sebelumnya, dan evaluasi pencapaian target produksi dilakukan sebelum produksi maupun setelah produksi.
56
Pengaruh Manajemen Terhadap Kinerja Organisasi
Aspek Aspek manajemen memiliki peran penting dalam kinerja suatu organisasi, jika perusahaan memiliki aspek manajemen yang baik, maka perusahaan tersebut sangat mudah untuk melakukan perkembangan. Berdasarkan data yang di ambil di lapangan, data dapat dilihat pada Tabel 17.
Tabel 17 Rangkuman Skor Aspek Manajemen
Berdasarkan tabel data tabulasi yang ditunjukan Tabel 17. Dapat disimpulkan bahwa Kelompok Tani Gede Harepan memiliki total point atau skor tertinggi dari jumlah skor keseluruhan ke 4 Aspek manajemen, dimana untuk skor yang diraih kelompok tani gede harepan adalah 305 point. Sedangkan untuk skor terendah diperoleh PT. Bina Usaha Flora dan Kebun Aki Nini. Untuk rata – rata jumlah skor yang didapat oleh ke 6 lokasi smartfarming berjumlah sebesar 276,2. Dapat ditarik kesimpulan bahwasanya untuk poktan gede harepan memiliki poin terbesar di akhir karena poktan gede harepan memiliki point terbesar pada aspek pengorganisasiaan dan aspek pengarahan, dengan jawaban yang cukup lumayan jauh dibanding ke 4 tempat lainnya sedang kan untuk posisi kedua di raih oleh Yayasan Usaha Mulia dengan perbedaan skor sebesar 2 point. Posisi ke tiga di raih oleh Gapoktan Multi Tani Jaya Giri dengan perolehan 288 point, dan posisi ke empat di isi oleh P4S Tani Mandiri dengan perolehan skor sebesar 255. Sedangkan posisi ke lima dan ke enam di isi oleh Kebun Aki Nini dan PT. Bina Usaha Flora, masing masing memiliki point yang sama dengan perolehan skor 253. Data persentase perolehan skor total perjawaban responden bisa dilihat pada Gambar 17.
Nama TOTAL SKOR ASPEK MANAJEMEN
Jumlah Skor Responden Perencanaan Pengorganisasian Pengarahan Pengontrolan
Gapoktan Mujagi 72 104 58 54 288
P4S Tani Mandiri 77 77 54 47 255
Yayasan Usaha Mulia 80 101 62 60 303
Bina Usaha Flora 60 94 57 42 253
Poktan Gede Harepan 75 105 67 58 305
Kebun Aki Nini 70 83 47 53 253
Rata – rata 276,2
57
Gambar 17 Perolehan Nilai Total Perlokasi Smart Farming
Berdasarkan Gambar pie chart diatas dapat disimpulkan bahwasanya untuk total nilai antar lokasi sebagai berikut : Poktan Gede Harepan memperoleh 19%
Total poin, untuk Yayasan Usaha Mulia memperoleh 18% Total poin, Mujagi 17%
Total poin, P4S Tani Mandiri 16% Total poin, serta Kebun Aki Nini dan Bina Usaha Flora sebesar 15% Total poin dengan perolehan presentase 100% dimana ditarik kesimpulan bahwa untuk semua data valid dengan 0 missing.
Evaluasi Kesesuaian Tempat Pemagangan
Selain menilai aspek manajemen smartfarming dari ke 6 lokasi, penulis juga melakukan penelitian terkait kesesuaian tempat pemagangan dari ke 6 lokasi, hasil dari perhitungan ini dapat menjadi pertimbangan, sesuai atau tidaknya pemagangan yang dilakukan dan dapat menjadi bahan evaluasi jika terdapat kekurangan dari ke 6 lokasi smartfarming yang diteliti oleh peneliti. Penilaian dilakukan dengan cara melakukan wawancara terkait standar pemagangan yang telah ditetapkan. Untuk variabel yang digunakan ada 3, dengan masing masing variable Calon Tempat pemagangan (X1), Persyaratan Tempat Pemagangan (X2), dan Persyaratan tempat pemagangan (X3), Untuk data hasil wawancara dapat dilihat pada Tabel 18. Untuk Instrumen Pertanyaan dapat dilihat pada Lampiran 6.
17%
16%
15% 18%
19%
15%
PEROLEHAN NILAI TOTAL PER-LOKASI
Gapoktan Mujagi P4S Tani Mandiri Yayasan Usaha Mulia Bina Usaha Flora Poktan Gede Harepan Kebun Aki Nini
58
Tabel 18 Tabulasi data persyaratan pemagangan Nama Rangkuman Pemagangan Jumlah
Skor
Responden X1 X2 X3
Gapoktan Mujagi 3 2 7 12
P4S Tani Mandiri 3 3 5 11
Yayasan Usaha Mulia 3 2 6 11
Bina Usaha Flora 2 1 4 7
Poktan Gede Harepan 3 2 7 12
Kebun Aki Nini 1 1 4 6
Cara perhitungan untuk kuesioner tempat pemagangan adalah pemberian Skor 1 untuk jawban YA dan Skor 0 untuk jawaban TIDAK. Jika Melihat pada Lampiran 4. X1 terdapat 3 Pertanyaan, X2 terdapat 4 Pertanyaan sedangkan X3 Terdapat 7 Pertanyaan. Berdasarkan pembacaan Tabel 18 dapat diketahui untuk perolehan skor yang didapat dari tabulasi data diatas adalah :
1. Gapoktan Mujagi
Gapoktan Mujagi X1 Menjawab sebanyak 3 kali YA tanpa menjawab jawaban Tidak. X2 Gapoktan mujagi menjawab YA sebanyak 2 kali dan Tidak sebanyak 2 kali. X3 Gapoktan Mujagi Menjawab Ya semua tanpa memberikan jawaban Tidak Sehingga memperoleh skor 12.
2. P4S Tani Mandiri
P4S Tani Mandiri menjawab X1 dengan jawaban Ya sebanyak 3 Kali dengan jawaban tidak 0 kali, X2 P4S Tani Mandiri menjawab 3 kali jawaban Ya dan 1 jawban Tidak dari 4 pertanyaan yang terlampir, X3 P4S Tani Mandiri Menjawab 5 Kali Ya dan 2 jawaban Tidak, sehingga memperoleh total skor 11.
3. Yayasan Usaha Mulia
Yayasan Usaha Mulia menjawab 3 Kali Jawaban Ya dan jawaban Tidak 0 Kali, X2 Yum menjawab 2 jawaban Ya dan 2 jawaban Tidak. X3 Yum Menjawab 6 Jawaban Ya dan 1 jawaban Tidak, sehingga Total Skor 11.
4. PT. Bina Usaha Flora
PT. Bina Usaha Flora menjawab X1 dengan 2 jawaban Ya dan 1 jawaban Tidak, X2 Buf Menjawab 1 jawaban Ya dan 3 jawaban Tidak, X3 Buf Menjawab 4 jawaban Ya dan 3 jawaban Tidak. Sehingga memiliki jumlah skor sebanyak 7.
59 5. Poktan Gede Harepan
Poktan Gede Harepan menjawab 3 pertanyaan dengan jawaban Ya dan 1 jawaban Tidak, X2 Poktan Gede Harepan menjawab 2 pertanyaan dengan jawaban Ya dan 2 jawaban Tidak, X3 Poktan Gede Harepan menjawab 7 pertanyaan dengan jawaban Ya dan 0 jawaban Tidak. Skor total dari Poktan gede harepan sebesar 12.
6. Kebun Aki Nini
Kebun Aki Nini menjawab 1 pertanyaan dengan jawaban Ya dan 2 Pertanyaan dijawab dengan jawaban Tidak, X2 Kebun Aki Nini menjawab 1 jawaban Ya dan 3 jawaban Tidak. X3 Kebun Aki Nini menjawab 4 jawaban Ya dan 3 jawaban Tidak, Kebun Aki Nini memiliki total skor sebesar 6.
Berdasarkan data Tabel 18 dapat disimpulkan untuk Gapoktan Mujagi dan Poktan Gede Harepan memperoleh jumlah skor total sebanyak 12 poin, P4S Tani Mandiri dan Yayasan Usaha Mulia memiliki total skor yang sama sebanyak 11 Poin, dan untuk PT. Bina Usaha Flora sebesar 7 Poin dan Kebun Aki Nini sebanyak 6 Poin.
6 Lokasi smartfarming yang diteliti sebelumnya sudah pernah melaksanakan kegiatan pemagangan akan tetapi ada beberapa yang sudah melaksanakan kegiatan pemagangan bersertifikat yang sesuai dengan ketentuan seperti contohnya pemberian sertifikat hasil pemagangan terhadap peserta magang, dan ada beberapa lokasi yang belum melaksanakan kegiatan pemagangan bersertifikat sesuai dengan ketentuan. Untuk sarana dan prasarana dari ke 6 Lokasi sudah terhitung lengkap ada yang menyediakan tempat pemondokan bagi peserta magang ada yang belum menyediakan tempat pemondokan untuk peserta magang, selain itu ada beberapa lokasi yang menyediakan tempat uji kompetensi dan jika tidak memiliki tempat uji kompetensi ada beberapa lokasi smartfarming yang bekerjasama dengan pihak lain untuk melakukan uji kompetensi di lokasi itu. dan untuk ke 6 lokasi smartfarming tersebut bersedia kembali untuk menjadi tempat pemagangan. Semua lokasi yang diteliti sudah layak melakukan pemagangan akan tetapi ada beberapa lokasi yang perlu membuat silabus, kurikulum hingga sertifikat bagi para peserta magang.
60