C. Bayi Baru Lahir 1. Definisi
6. Asuhan Bayi Baru Lahir Normal
Asuhan bayi baru lahir dibagi menjadi asuhan segera bayi baru lahir, dan asuhan bayi baru lahir,di antaranya adalah sebagai berikut :
a. Asuhan Segera Bayi Baru Lahir
Asuhan segera pada bayi baru lahir adalah asuhan yang diberikan pada bayi tersebut selama jam pertama setelah kelahiran (Prawirohardjo, 2010).
Aspek – aspek penting dari asuhan segera bayi yang baru lahir : 1) Jagalah agar bayi tetap kering dan hangat.
2) Usahakan adanya kontak antara kulit bayi dengan kulit ibunya sesegera mungkin.
Asuhan segera setelah melahirkan menurut Prawirohardjo,2010 adalah sebagai berikut :
1) Sambil secara cepat menilai pernapasannya, letakkan bayi dengan handuk di atas perut ibu.
2) Dengan kain bersih dan kering atau kasa lap darah atau lendir dari wajah bayi untuk mencegah jalan udaranya terhalang. Periksa ulang pernapasan bayi. Catatan : sebagian besar bayi akan menangis atau bernapas secara spontan dalam waktu 30 detik setelah lahir.
3) Bila bayi tersebut menangis atau bernapas (terlihat dari pergerakan dada paling sedikit 30 x/menit), biarkan bayi tersebut dengan ibunya.
4) Bila bayi tersebut tidak bernapas dalam waktu 30 detik, SEGERALAH CARI BANTUAN, dan mulailah langkah-langkah resusitasi bayi tersebut.
Klem Dan Potong Tali Pusat
1) Klemlah tali pusat dengan dua buah klem, pada titik kira-kira 2 dan 3 cm dari pangkal pusat bayi (tinggalkan kira-kira satu cm di antara klem-klem tersebut).
2) Potonglah tali pusat di antara kedua klem sambil melindungi bayi dari gunting dengan tangan kiri Anda.
3) Pertahankan kebersihan pada saat memotong tali pusat. Ganti sarung tangan Anda bila ternyata sudah kotor. Potonglah tali pusatnya dengan pisau atau gunting yang steril atau disinfeksi tingkat tinggi (DTT).
4) Periksa tali pusat setiap 15 menit. Apabila masih terjadi perdarahan, lakukan pengikatan ulang yang lebih ketat.
Jagalah Bayi Agar Tetap Hangat
Bayi baru lahir tetap dijaga kehangatannya dengan cara sebagai berikut.
1) Pastikan bayi tersebut hangat dan terjadi kontak antara kulit bayi dengan kulit ibu
2) Gantilah handuk/kain yang basah, dan bungkus bayi tersebut dengan selimut dan jangan lupa memastikan bahwa kepala telah terlindungi dengan baik untuk mencegah keluarnya panas tubuh.
3) Pastikan bayi tetap hangat dengan memeriksa telapak bayi setiap 15 menit :
a) Apabila telapak bayi terasa dingin, periksalah suhu aksila bayi.
b) Apabila suhu bayi kurang dari 36,5ºC, segera hangatkan bayi tersebut.
c)
Kontak Dini Dengan Ibu
1) Berikan bayi kepada ibunya secepat mungkin. Kontak dini antara ibu dan bayi penting untuk :
a) Kehangatan – mempertahankan panas yang benar pada bayi baru lahir.
b) Ikatan batin dan pemberian ASI.
2) Doronglah ibu untuk menyusui bayinya apabila telah “siap” (dengan menunjukkan refleks rooting). jangan paksakan bayi untuk menyusu.
Pernapasan
Sebagian besar bayi akan bernapas secara spontan . pernapasan bayi sebaiknya diperiksa secara teratur untuk mengetahui adanya masalah.
1) Periksa penarpasan dan warna kulit bayi setiap 5 menit. 2) Jika bayi tidak segera bernapas, lakukan hal-hal berikut :
a) Keringkan bayi dengan selimut atau handuk yang hangat.
3) Jika bayi masih belum mulai bernapas setelah 60 detik mulai resusitasi.
4) Apabila bayi sianosi (kulit biru) atau sukar bernapas (frekuensi pernapasan kurang dari 30 atau lebih dari 60 kali/menit). Berilah oksigen kepada bayi dengan kateter nasal atau nasal prongs.
Perawatan Mata
Menurut sondakh, 2013, bayi baru lahir harus diberikan Obat mata eritromisin 0,5% atau tetrasiklin 1% dianjurkan untuk pencegahan penyakit mata karena klamidia (penyakit menular seksual). Obat mata perlu diberikan pada jam pertama setelah persalinan. Yang lazim dipakai adalah larutan Perak Nitrat atau Neosporin dan langsung diteteskan pada mata bayi segera setelah lahir.
b. Asuhan Bayi Baru Lahir
Dalam waktu 24 jam, bila bayi tidak mengalami masalah apapun, berikanlah asuhan berikut :
1) Hindari memandikan bayi hinga sedikitnya enam jam dan hanya setelah itu jika tidak terdapat masalah medis dan jika suhu nya 36,5ºC atau lebih.
2) Bungkus bayi dengan kain yang kering dan hangat, kepala bayi harus tertutup.
Pemeriksaan Fisik Bayi
Lakukan pemeriksaan fisik yang lebih lengkap. Ketika memeriksa bayi baru lahir ingat butir-butir penting berikut :
1) Gunakan tempat yang hangat dan bersih untuk pemeriksaan. 2) Cuci tangan sebelum dan sesudah pemeriksaan, gunakan
sarung tangan dan bertindak lembut pada saat menangani bayi.
3) Lihat, dengarkan, dan rasakan tiap-tiap daerah, dimulai dari kepala dan berlanjut secara sistematik menuju jari kaki.
4) Jika ditemukan faktor risiko atau masalah, carilah bantuan lebih lanjut yang memang diperlukan.
5) Rekam hasil pengamatan.
Berikan Vitamin K
Untuk mencegah terjadinya perdarahan karena desifiensi vitamin K pada bayi baru lahir, lakukan hal-hal berikut :
1) Semua bayi baru lahir normal dan cukup bulan perlu diberi vitamin K peroral 1mg/hai selama tiga hari.
2) Bayi risiko tinggi diberi vitamin K parenteral dengan dosis 0,5 – 1 mg I.M.
Identifikasi Bayi
Alat pengenal untuk memudahkan identifikasi bayi perlu dipasang segera pascapersalinan. Alat pengenal yang efektif harus diberikan kepada setiap bayi baru lahir dan harus tetap di tempatnya sampai waktu bayi dipulangkan.
1) Alat yang digunakan, hendaknya kebal air, dengan tepi yang halus tidak mudah melukai, tidak mudah sobek, dan tidak mudah lepas.
(1) Nama (bayi, ibunya), (2) Tanggal lahir,
(3) Nomor bayi, (4) Jenis kelamin, (5) Unit.
3) Di setiap tempat tidur harus diberi tanda dengan mencantumkan nama, tanggal lahir, nomor identifikasi.
4) Sidik telapak kaki bayi dan sidik jari ibu harus dicetak di catatan yang tidak mudah hilang. Ukurlah berat lahir, panjang bayi, lingkar kepala, lingkar perut dan catat dalam rekam medis.
Perawatan Lain-lain
Perawatan lain-lain pada bayi baru lahir menurut Sondakh, 2013 h.161 sebagai berikut :
1) Lakukan perawatan tali pusat
a) Pertahankan sisa tali pusat dalam keadaan terbuka agar terkena udara dan tutupi dengan kain bersih secara longgar.
b) Lipatlah popok di bawah sisa tali pusat.
c) Jika tali pusat terkena kotoran atau tinja, cuci dengan sabun dan air bersih, dan keringkan betul-betul.
2) Dalam waktu 24 jam dan sebelum ibu dan bayi dipulangkan ke rumah, berikan imunisasi – BCG, polio oral, dan hepatitis B.
3) Orang tua diajarkan tanda- tanda bahaya bayi dan mereka diberitahu agar merujuk bayi dengan segera untuk perawatan lebih lanjut jika ditemui hal-hal sebagai berikut :
a) Pernapasan sulit atau lebih dari 60kali/menit.
b) Warna kuning terutama pada 24 jam pertama, biru atau pucat.
c) Tali pusat merah, bengkak, keluar cairan, bau busuk, berdarah.
d) Infeksi, suhu meningkat, merah, bengkak, keluar cairan (nanah), bau busuk, pernapasan sulit.
e) Feses/kemih : tidak berkemih dalam 24 jam, feses lembek, sering kejang, tidak bisa tenang, menagis terus-menerus. 4) Orangtua diajarkan cara merawat bayi dan melakukan
perawatan harian untuk bayi baru lahir, meliputi :
a) Pemberian ASI sesuai dengan kebuthan setiap 2-3 jam, mulai dari hari pertama.
b) Menjaga bayi dalam keadaan bersih, hangat dan kering serta mengganti popok.
c) Menjaga tali pusat dalam keadaan bersih dan kering. d) Menjaga keamanan bayi terhadap trauma dan infeksi.
D. NIFAS