BAB II TINJAUAN TEORITINJAUAN TEORI
D. ASUHAN KEBIDANAN
1. Asuhan Kebidanan Kehamilan
Pengkajian data ibu hamil saat pasien masuk yang dilanjutkan secara terus-menerus selama proses asuhan kebidanan berlangsung. Data dapat dikumpulkan dari berbagai sumber melalui tiga macam teknik, yaitu wawancara (anamnesis), observasi dan pemeriksaan fisik.
Menurut Walyani (2015), asuhan kebidanan pada ibu hamil meliputi: a. Pengkajian
1) Data Subyektif
Data subjektif adalah data yang didapatkan dari hasil wawancara (anamnesa) langsung kepada klien, keluarga dan tim kesehatan lainnya. Data subyektif mencakup semua keluhan dari klien terhadap masalah kesehatannya.
Data subyektif terdiri dari: a) Biodata
(1) Nama ibu dan suami: untuk dapat mengenal atau memanggil nama ibu dan untuk mencegah kekeliruan bila ada nama yang sama.
(2) Umur: dalam kurun waktu reproduksi sehat, dikenal bahwa usia aman untuk kehamilan dan persalinan adalah 20-30 tahun. (3) Suku/bangsa: untuk menegetahui kondisi sosial budaya ibu yang
(4) Agama: dalam hal ini berhubungan dengan perawatan penderita yang berkaitan dengan ketentuan agama, antara lain dalam keadaan yang gawat ketika memberi pertolongan dan perawatan dapat diketahui dengan siapa harus berhubungan, misalnya agama islam memanggil ustad dan sebagainya.
(5) Pendidikan: mengetahui tingkat intelektual tingkat pendidikan yang dapat mempengaruhi sikap perilaku kesehatan seseorang. (6) Pekerjaan: hal ini untuk mengetahui taraf hidup dan sosial
ekonomi agar nasehat kita sesuai. Pekerjaan ibu perlu diketahui untuk mengetahui apakah ada pengaruh pada kehamilan seperti bekerja di pabrik rokok, percetakan dan lain-lain.
(7) Alamat: hal ini untuk mengetahui ibu tinggal dimana, menjaga kemungkinan bila ada ibu yang namanya bersamaan. Ditanyakan alamatnya, agar dapat dipastikan ibu yang mana hendak ditolong itu. Alamat juga diperlukan bila mengadakan kunjungan kepada penderita.
(8) Telepon: ditanyakan bila ada, untuk memudahkan komunikasi. (9) No.RMK (Nomor Rekam Medik): nomor rekam medik biasanya
digunakan di Rumah Sakit, Puskesmas, atau Klinik. b) Keluhan utama
Keluhan utama ditanyakan untuk mengetahui alasan pasien datang ke fasilitas pelayanan kesehatan.
(1) Riwayat keluhan utama
Riwayat keluhan utama ditanyakan dengan tujuan untuk mengetahui sejak kapan seorang klien merasakan keluhan tersebut.
(2) Riwayat menstruasi
Beberapa data yang harus kita peroleh dari riwayat menstruasi antara lain yaitu menarche (usia pertama kali mengalami menstruasi yang pada umumnya wanita Indonesia mengalami menarche pada usia sekitar 12 sampai 16 tahun),
siklus menstruasi (jarak antara menstruasi yang dialami dengan menstruasi berikutnya dalam hitungan hari yang biasanya sekitar 23 sampai 32 hari), volume darah (data ini menjelaskan seberapa banyak darah menstruasi yang dikeluarkan, biasanya acuan yang digunakan berupa kriteria banyak atau sedikitnya), keluhan (beberapa wanita menyampaikan keluhan yang dirasakan ketika mengalami menstruasi dan dapat merujuk kepada diagnose tertentu. Riwayat menstruasi klien yang akurat biasanya membantu penepatan tanggal perkiraan yang disebut taksiran partus. Perhitungan dilakukan dengan menambahkan 9 bulan dan 7 hari pada Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) atau dengan mengurangi bulan dengan 3, kemudian menambahkan 7 hari dan 1 tahun.
(3) Riwayat perkawinan
Meliputi umur saat menikah, lama pernikahan, status pernikahan.
(4) Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
Menurut Marmi (2014), riwayat kehamilan, persalinan dan nifas antara lain:
(a) Kehamilan
Riwayat kehamilan adalah informasi esensial tentang kehamilan terdahulu mencakup bulan dan tahun kehamilan tersebut berakhir, usia gestasi pada saat itu. Adakah gangguan seperti perdarahan, muntah yang sangat (sering), toxemia gravidarum.
(b) Persalinan
Riwayat persalinan pasien tersebut spontan atau buatan, aterm atau prematur, perdarahan, ditolong oleh siapa (bidan, dokter).
Riwayat nifas yang perlu diketahui adakah panas atau perdarahan, bagaimana laktasi.
(d) Anak
Yang dikaji dari riwayat anak yaitu jenis kelamin, hidup atau tidak, kalau meninggal berapa dan sebabnya meninggal, berat badan waktu lahir.
(5) Riwayat kontrasepsi
Menurut Walyani (2015), yang perlu dikaji dalam riwayat KB diantaranya metode KB apa yang selama ini ia gunakan, berapa lama ia telah menggunakan alat kontrasepsi tersebut dan apakah ia mempunyai masalah saat menggunakan alat kontrasepsi tersebut.
(6) Riwayat kesehatan ibu
Riwayat kesehatan ini dapat kita gunakan sebagai penanda (warning) akan adanya penyulit masa hamil. Adanya perubahan fisik dan fisiologis pada masa hamil yang melibatkan seluruh sistem dalam tubuh akan mempengaruhi organ yang mengalami gangguan. Beberapa data penting tentang riwayat kesehatan pasien yang perlu diketahui adalah apakah pasien pernah atau sedang menderita penyakit seperti jantung, diabetes mellitus, ginjal, hipertensi/dipotensi dan hepatitis (Romauli, 2011).
(7) Riwayat kesehatan keluarga
Riwayat kesehatan keluarga meliputi penyakit apa saja yang pernah diderita oleh keluarga khususnya keluarga inti yang dapat berdampak pada ibu seperti penyakit - penyakit kronis, penyakit degeneratif (diabetes), penyakit menular seperti TBC, dan apakah ibu punya keturunan kembar. Penyakit dikategorikan “ya” apabila penyakit tersebut di diagnosa oleh dokter dan mendapatkan pengobatan/perawatan. (8) Riwayat psikososial
Riwayat psikososial memberikan informasi tentang bagaimana respon ibu dan keluarga terhadap kehamilan ibu saat ini. Dan bentuk-bentuk dukungan keluarga kepada ibu dalam masa kehamilan. Tempat dan petugas yang diinginkan untuk menolong persalinan. Beban kerja dan kegiatan ibu sehari-hari, jenis kelamin yang diharapakan untuk kehamilan ini, pengambilan keputusan dalam keluarga jika terjadi hal yang membutuhkan tindakan medis. Perilaku yang mempengaruhi ibu dan keluarga yang mempengaruhi kesehatan misalnya merokok, miras, konsumsi, obat terlarang dan minum kopi.
(9) Riwayat sosial dan kultur
Riwayat sosial dan kultur (seksual, kekerasan dalam rumah tangga, kebiasaan merokok, menggunakan obat-obatan dan minuman alkohol, pembuat keputusan dalam keluarga, jumlah keluarga yang membantu di rumah, respon ibu dan keluarga terhadap kehamilan dan kesiapan persalinan, kebiasaan pola makan, minum, kondisi rumah, sanitasi, listrik, alat masak, pilihan tempat melahirkan, keputusan untuk menyusui), kebiasaan melahirkan di tolong oleh siapa dan apakah ada pantangan makanan selama kehamilan dan kepercayaan-kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan.
2) Data Obyektif
Setelah data subyektif kita dapatkan, untuk melengkapi data kita dalam menegakkan diagnose, maka kita harus melakukan pengkajian data obyektif melalui pemeriksaan inspeksi, palpasi, auskultasi dan perkusi yang dilakukan secara berurutan. Menurut Hidayat dkk (2012), data-data yang perlu dikaji adalah sebagai berikut :
a) Pemeriksaan fisik umum : b) Keadaan umum : baik.