Bab II Pengelolaan Kasus
2.2 Asuhan Keperawatan Kasus
2.2.1 Pengkajian
FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT
I. BIODATA
IDENTITAS PASIEN
Nama : An.T Jenis Kelamin : Laki-Laki Umur : 26 hari Status Perkawinan : -
Agama : Kristen Protestan Pendidikan : -
Pekerjaan : -
Alamat : Desa Pertabah Singkil, Aceh Tanggal Masuk RS : 9 Mei 2014
Ruangan/Kamar : K.Perinatologi Golongan Darah : -
Tanggal Pengkajian : 2-6 Juni 2014
Diagnosa Medis : Acute Respiratory Distress Syndrome
II. KELUHAN UTAMA
Sesak nafas dan sianosis dialami oleh pasien. Hal ini dialami pasien ± 4 jam setelah dilahirkan.
III. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG A.Provocation/Palliative
1. Apa Penyebabnya
Hal ini terjadi karena An.T sempat terminum air ketuban sehingga air ketuban menjadi kering ketika An.T lahir.
2. Hal-hal yang memperbaiki keadaan
B.Quantity/quality
1. Bagaimana dirasakan
An.T tampak terkejut, berhenti menangis atau menangis tidak kuat. 2. Bagaiman dilihat
An.T terlihat lemah, pucat, dan rewel.
C.Region
1. Dimana lokasinya
Sesak terjadi pada daerah dada An.T. 2. Apakah menyebar
Tidak menyebar
D.Severety
Tidak dapat dikaji
E.Time
Sesak terjadi dengan waktu yang tidak teratur.
IV. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU A. Penyakit yang pernah dialami
Tidak ada penyakit yang pernah dialami
B. Pengobatan atau tindakan yang dilakukan
Tidak ada pengobatan yang dilakukan
C. Pernah dirawat atau pernah dioperasi
An.T pernah dirawat di RS.Singkil.
D. Lama dirawat
± 2 hari.
E. Alergi
Pasien tidak pernah mengalami alergi terhadap makanan dan obat.
F. Imunisasi
V. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA A. Orang tua
Orang tua pasien tidak mempunyai masalah kesehatan
B. Saudara kandung
Orang tua pasien mengatakan saudara kandung pasien tidak pernah mengalami penyakit yang serius.
C. Penyakit keturunan
Orang tua pasien mengatakan tidak mempunyai penyakit keturunan dalam keluarga
D. Anggota keluarga yang menggalami gangguan jiwa
Orang tua pasien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa.
E. Anggota keluarga yang meninggal
Orang tua pasien mengatankan tidak ada anggota keluarga yang meninggal
VI. RIWAYAT KEADAAN PSIKOSOSIAL A. Persepsi pasien tentang penyakitnya
An.T belum mengerti tentang penyakitnya.
B. Konsep Diri
a. Gambaran diri : Gambaran diri An.T tidak dapat dikaji
b. Ideal diri : Ideal diri An.T tidak dapat dikaji
c. Harga diri : Harga diri An.T tidak dapat dikaji
d. Peran diri : Peran diri An.T tidak dapat dikaji
e. Identitas : An,T anak ke-2 dari 2 bersaudara.
C. Keadaan Emosi
D. Hubungan Sosial
a. Orang yang berarti
Orang yang berarti bagi An.T adalah orang tuanya terutama ibu An.T. b. Hubungan dengan keluarga
An.T anak ke 2 dari 2 bersaudara. c. Hubungan dengan orang lain
Orang tua pasien mengatakan ia memiliki hubungan baik dengan orang lain d. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain
Ada hambatan dalam berhubungan dengan orang lain yaitu bayi belum dapat berbicara.
e. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan : An.T beragama Kristen Protestan.
b. Kegiatan ibadah : An.T belum busa melakukan kegiatan ibadah.
VII. STATUS MENTAL
- Tingkat kesadaran : Compos Mentis
VIII.PEMERIKSAAN FISIK A.Keadaan umum
Sesak nafas dialami sejak 4 jam setelah pasien dilahirkan.
B.Tanda-tanda vital
a. Suhu tubuh : 37,2 oC b. Tekanan darah : -
c. Nadi : 145 x/menit d. Pernafasan : 80x/menit
e. Skala nyeri : Tidak dapa dikaji f. TB : 51cm
C.Pemeriksaan head to toe 1. Kepala dan rambut
a. Bentuk : Bulat dan simetris.
b. Ubun-ubun : Ubun-ubun An.T belum tertutup rapat. c. Kulit kepala : Kulit kepala An.T bersih.
Rambut
a. Penyebaran dan keadaan rambut : Penyebaran rambut merata di kepala, dan tidak mudah di cabut.
b. Bau : Rambut An.T tidak berbau.
c. Warna rambut : Warna kulit An.T berwarna hitam.
Wajah
a. Warna kulit : Warna kulit An.T putih. b. Struktur wajah : Struktur wajah simetris.
2. Mata
a. Kelengkapan dan kesimetrisan : Struktur mata An.T lengkap dan simetris antara mata kanan dan mata kiri.
b. Palpebra : Tidak ada edema pada palpebra.
c. Konjungkiva dan sklera : Konjungtiva pasien tidak anemis dan sklera berwarna putih.
d. Pupil : Pupil pasien isikor kanan dan kiri,
reflex pupil sebagi respon terhadap cahaya. e. Cornea dan iris : Tidak terjadi pengapuran katarak pada
mata klien dan tidak ada peradangan pada mata pasien.
f. Visus : Visus belum dapat dikaji, An.T berkedip pada pemunculan sinar terang.
3. Hidung
a. Tulang hidung dan posisi septum nasi : Tulang hidung simetris dan posisi septum, nasi ditengah.
b. Lubang hidung : Lubang hidung bersih dan simetris.
c. Cuping hidung :Ada pergerakan cuping hidung saat bernafas.
4. Telinga
a. Bentuk telinga : Bentuk telinga An.T normal.
b. Ukuran telinga : Ukuran telinga pasien simetris kiri dan kanan. c. Lubang telinga : Lubang telinga pasien tidak ada kelainan. d. Ketajaman pendengaran : Pasien memiliki ketajaman pendengaran yang
baik, reflex terkejut ditimbulkan oleh bunyi keras dan tiba-tiba.
5. Mulut dan faring
a. Keadaan bibir : Mukosa bibir tidak kering.
b. Keadaan gusi dan gigi : Gusi normal dan gigi belum tumbuh. c. Keadaan lidah : Tidak ada kelainan pada lidah pasien. d. Orofaring : Tidak ada kelainan orofaring pada pasien.
6. Leher
a. Posisi trakea : Posisi trakea An.T simetris.
b. Thyroid : Thyroid di garis tengah, nodus limfe dan massa tidak ada.
c. Suara : Suara hanya terdengar dalam ketika An.T menangis kuat dan kencang.
d. Kelenjar limfe : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe. e. Vena jugularis : Tidak ada distensi vena jugularis. f. Denyut nadi karotis : Denyut nadi karotis pasien teraba.
D.Pemeriksaan integumen
a. Kebersihan : Kebersihan kulit pasien terjaga. b. Kehangatan : Ekstremitas pasien teraba hangat. c. Warna : Warna kulit An.T putih.
d. Turgor : Turgo kulit kembali < 2 detik.
e. Kelembaban : Kelembaban kulit pasien teraba hangat. f. Kelainan pada kulit : Tidak ada kelainan pada kulit pasien
E.Pemeriksaan payudara dan ketiak
a. Ukuran dan bentuk : Ukuran dan bentuk payudara An.T normal. b. Warna payudara dan areola : Warna payudara An.T putih dan areola
An.T cokelat c. Kondisi payudara dan puting : normal. d. Produksi ASI : -
e. Aksila dan clavicula : Tidak ada kelainan pada aksila dan clavicula An.T.
F. Pemeriksaan thoraks/dada
a. Inspeksi thoraks : Normal dan simetris.
b. Pernafasan (frekuensi, irama) : 148 x/ menit, iramat tidak teratur
c. Tanda kesulitan bernafas : An.T sulit bernafas ditandai dengan sesak.
G.Pemeriksaan paru
a. Palpasi getaran suara : Fremitus taktil simetris kiri dan kanan. b. Perkusi : Resonan.
H.Pemeriksaan jantung
a. Inspeksi : Tidak ada kelainan pada jantung An.T
b. Palpasi : Iktus cordis pada ics 5 mid clavicula sinistra teraba teratur c. Perkusi : Batas jantung intercostal (4 dan 5)
d. Auskultasi : Bunyi jantung 1 dan 2 terdengar jelas dan normal, bunyi tambahan tidak ada
I. Pemeriksaan abdomen
a. Inspeksi (bentuk,benjolan) : Pada saat di inspeksi abdomen tidak ada benjolan dan abdomen tidak terjadi distensi b. Auskultasi : Pada saat di auskultasi peristaltic pasien 10
x/menit dan tidak ada suara tambahan c. Palpasi : Pada saat di palpasi tidak ada nyeri tekan d. Perkusi : Pada saat abdomen pasien diperkusi
berbunyi tympani
J. Pemeriksaan kelamin dan daerah sekitarnya
a. Genitalia (rambut pubis, lubang uretra) :
1. Rambut pubis : Rambut pubis An.T belum tumbuh 2. Lubang uretra : ada dan normal.
b. Anus dan perineum (lubang anus, kelainan pada anus, perineum) : 1. Lubang anus : ada
2. Kelainan pada anus : tidak ada 3. Perineum : normal
K.Pemeriksaan muskuluskeletal/ekstremitas (kesimetrisan, kekuatan otot, edema)
L.Pemeriksaan neurologi (Nervus cranialis)
GCS : 15, E = 4, M = 6, V = 5 Tidak ada meningeal sign
M. Fungsi Motorik
An.T mampu mengangkat kepala 45º, menggerakkan kepala ke kanan dan kiri sehingga mampu melihat wajah orang lain.
N. Fungsi Sensorik (identitas sentuhan, tes tajam tumpul, panas dingin, getaran)
- Terdapat respon An.T ketika diberi sentuhan
- Untuk pemeriksaan nyeri terjadi penarikan pada ekstremitas An.T.
VIII. POLA KEBIASAAN SEHARI-HARI I. Pola makanan dan minuman
a. Frekuensi makanan/hari : 4 kali sehari.
b. Nafsu/selera makan : Nafsu selera makan An.T ada c. Nyeri ulu hati : -
d. Alergi : Tidak ada alergi terhadap makanan dan obat
e. Mual dan muntah : Tidak ada mual & muntah
f. Waktu pemberian makan : Waktu pemberikan makan pasien
pagi pukul 7.00 & 10.00 WIB, siang pukul 13.00 & 15.00WIB, dan malam 18.00 & 21.00WIB
g. Jumlah dan jenis makan : Susu SGM = 30cc h. Waktu dan pemberian cairan/minum : 180-200cc
II. Perawatan diri/personal hygiene
a. Kebersihan tubuh : Baik
b. Kebersihan gigi dan mulut : An.T belum bisa membersihkan gigi dan mulut secara mandiri.
c. Kebersihan kuku kaki dan tangan : An.T belum bisa membersihkan kuku dan tangan secara mandiri.
1. Pola kegiatan/aktivitas
a. Uraian aktivitas pasien untuk mandi, makan, eliminasi, ganti pakaian dilakukan secara mandiri, sebahagian, atau total
Pasien belum mampu melakukan aktivitas secara mandiri. b. Uraikan aktivitas ibadah pasien selama dirawat/sakit
Pasien belum beribadah karna masih kecil.
2. Pola eliminasi
a. BAB
1) Pola BAB : Normal
2) Karakter feses : Kuning, lembek 3) Riwayat perdarahan : tidak ada 4) BAB terakhir : 3 Juni 2014 5) Diare : Tidak diare
6) Pengguanaan laksatif : Tidak ada penggunaan laksanatif a. BAK
1) Pola BAK : Terpasang Pampers 2) Karakter Urine : Kuning
3) Nyeri/rasa terbakar/kesulitan BAK: Tidak ada 4) Pengunaan diuretik : Tidak ada 5) Upaya mengatasi masalah : -
Hasil Pemeriksaan panjang/diagnostic
- Diagnosis Medis : Respiratory Distress - Pemeriksaan Diagnostik/Penunjang medis : • Laboratorium
- Analisa Gas Darah Tanggal : 28-5-2014
Nama Hasil Nilai normal pH 7,458 arteri: 7,35-7,45/ vena : 7,3-7,41 PCO2 41.9 arteri: 35-45/mmHg vena : 41-51/mmHg PO2 59,4 arteri: 80-100/mmHg vena : 30-50 mmHg TCO2 31,2 arteri: 23-27/mmol/l vena : 24-29 mmol/l HCO3 29,9 arteri: 22-26/mmol/l vena : 23-28/mmol Base excess 5,8 arteri (-2) – (+2) O2 Saturasi 90.8 Arteri : 95-98%
Vena : 89-98%
• Rontgen Thorax • ECG
Tidak dilakukan pemeriksaan • USG
TERAPI OBAT-OBATAN
Nama Obat : Inj.Meropenem Dosis obat : 65mg/12jam
• Efek terapi dari pemberian Meropenem yaitu:
Meropenem adalah antibiotik carbapenem dengan aktivitas spektrum luas terhadap beberapa patogen. Berasal dari Streptomyces cattleya, struktur kimia mirip dengan beta laktam. Sifat fisikokimia dari obat ini adalah kristal putih tidak berwarna, sangat sukar larut dalam air, sangat sedikit larut dalam alkohol, praktis tidak larut dalam aseton dan eter, larut dalam dimethylformamid. Larutan 1% dalam air mempunyai pH 4,0-6,0. Sub kelas terapi adalah antibakteri dan kelas terapinya yaitu anti infeksi
Sama seperti antibiotik beta-laktam lainnya, dikarenakan meropenem merupakan antibiotik ”time dependence”, maka parameter farmakokinetik / farmakodinamik yang berkaitan dengan efficacy pengobatan adalah T>MIC (durasi kadar obat lebih tinggi dari MIC) dan metode optimal untuk mempertahankan kadar obat adalah dengan cara memberikan obat secara infus kontinu.
• Efek samping dari pemeberian Meropenem yaitu:
-Kardiovaskuler(1-10%), Gangguan pembuluh darah perifer (<1%), - SSP: Sakit kepala (25-8%), nyeri (5%). Dermatologi: ruam
(92-3%),termasuk moniliasis daerah diaper pada anak, pruritis (1%).
Saluran cerna: Diare (4-5%), mual/muntah (1-8%), konstipasi (1-7%)moniliasis oral (sampai 2% pada pediatri), glositis. Hematologi: anemia (sampai 6%). Lokal Inflamasi pada tempat suntikan (2%), flebitis/tromboplebitis (1%), reaksi temapt suntikan (1%). Pernafasan: apnea (1%).
Lain-lain: Sepsis (2%), shok sepsis (1%). <1% terbatas yang penting dan mengancam jiwa: Agitasi/delirium, agranulositosis, angioedem, aritmia, peningkatan bilirubin, bradikardia, peningkatan BUN, peningkatan kreatinin, kolestatik, jaundis, penurunan waktu protrombin, dispepsia.
2.2.2 ANALISA DATA
No. Data Penyebab
Masalah Keperawatan
1
Ds :
Ibu An.T mengatakan bahwa sesak nafas sejak 4 jam setelah dilahirkan. Do : - RR : 78x/menit - Ada pergerakan cuping hidung saat bernafas. - Ada retraksi dinding dada
An.T teminum air ketuban
Air ketuban menutupi jalan pernafasan
Fungsi paru menurun Surfaktan menurun
Menurunnya ventilasi
CO2 meningkat
Sesak nafas
Gangguan pola nafas
Gangguan pola nafas
2.
Ds :
Ibu An.T mengatakan bahwa ketika An.T dilahirkan air ketuban kering
Do :
RR :78x/menit (adanya sesak nafas) Adanya retraksi dinding dada
Adanya pergerakan cuping hidung saat bernafas
Nilai AGD tidak stabil
An,T minum air ketuban
Air ketuban menumpuk dalam paru
Imaturasi paru Ketidakstabilan alveola Penurunan pengiriman O2 dan CO2 Gangguan pertukaran gas
(pH=7,458 HCO3= 29,9)
Nilai AGD tidak stabil
Sesak nafas Gangguan pertukaran gas 3 Ds : - Do: T : 37,2oC - Ada terpasang infuse - Pemberian obat melalui intravena Metabolisme An.T belum stabil Rentan terkena kuman penyakit Adanya pemasangan infuse
Pemberian obat injeksi melalui intravena
Resiko infeksi
2.2.3 RUMUSAN MASALAH
a. Masalah Keperawatan
• Ketidak efektifan pola nafas • Gangguan pertukaran gas • Resiko infeksi
b. Diagnosa Keperawatan
1. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan fungsi paru-paru menurun sehingga menurunnya ventilator dan CO2 meningkat serta berkurangnya jumlah cairan surfaktan ditandai dengan RR= 78 x/menit, retraksi dinding dada, adanya pergerakan cuping hidung saat bernafas.
2. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan gangguan penurunan pertukaran O2 dan CO2 ditandai dengan RR=78x/menit, adanya retraksi dinding dada, pergerakan cuping hidung saat bernafas, nilai AGD tidak stabil (pH=7,458 dan HCO3= 29,9).
3. Resiko infeksi berhubungan dengan metabolisme tubuh belum stabil sehingga kuman penyakit rentan masuk ke tubuh An.T ditandai dengan adanya terpasang infuse dan pemberian obat melalui intravena.
2.2.4 PERENCANAAN KEPERAWATAN DAN RASIONAL
Hari/ Tanggal
No.Dx Perencanaan keperawatan
Selasa 3-6-2014
1 Tujuan dan Kriteria Hasil
- Tujuan : Pola nafas efektif
- Kriteria hasil: - Status pernafasan baik dan ventilasi tidak terganggu
- RR= 40-60x/menit.
-Tidak ada pergerakan cuping hidung. saat bernafas.
- Tidak ada retraksi dinding dada. - Irama pernafasan teratur.
Rencana Tindakan Rasional
- Pantau, kecepatan dan kedalaman irama, usaha respirasi, dan pergerakan dada pada pernafasan pasien. - Auskultasi bunyi nafas, perhatikan area penurunan/tidak adanya ventilasi dan adanya bunyi nafas tambahan.
- Pantau pola
pernafasan pasien - Beri posisi hiper
ekstensi pada kepala An.T
- Mengetahui status pernafasan paisen.
- Bunyi nafas sering menurun pada dasar paru selama periode pembedahan sehubungan dengan terjadinya atelektasis
- Memantau pola pernafasan pasien
- Meningkatkan pengembangan paru dan membuka jalan nafas pasien.
- Beri terapi O2
melalui nasal kanul
sebanyak ½ liter/menit. - Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat injeksi Meropenem 65mg/12jam
- Mempertahankan oksigen arteri pasien.
- Membantu proses pengoptimalan pola pernafasan pasien.
Hari/ tanggal
No.Dx Perencanaan keperawatan
Selasa 3-6-2014
2 Tujuan dan Kriteria Hasil
- Tujuan : Pertukaran gas dan status pernafasan efektif - Kriteria hasil: RR= 40-60x/menit
HR= 110-150 x/menit
Tidak ada retraksi dinding dada
Nilai AGD stabil(pH ,PaCO2, PaCO2, HCO3 stabil) Sesak nafas berkurang
Irama pernafasan teratur
Rencana Tindakan Rasional
- Kaji bunyi paru, frekuensi
kedalaman nafas pernafasan pasien. - Pantau hasil gas
darah (AGD) misalnya pH, PaO2,
PaCO2, dan HCO3
yang meningkat. - Jelaskan pemberian
terapi oksigen melalui nasal kanul yang digunakan pasien kepada keluarga pasien
- Beri posisi hiper ekstensi pada kepala An.T
- Mengetahui status pernafasan An.T
- Hasil AGD dapat menunjukkan kemunduran atau peningkatan tingkat respirasi pasien.
- Keluarga pasien perlu mengetahui kegunaan pemberian terapi oksigen melalui nasal kanul.
- Meningkatkan pengembangan paru dan membuka jalan nafas pasien
- Beri terapi O2
melalui nasal kanul
sebanyak ½ liter/menit. - Kolaborasi dengan dokter tentang kebutuhan akan pemeriksaan gas darah arteri (GDA) sesuai dengan adanya perubahan kondisi pasien. - Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat injeksi Meropenem dengan dosis 65mg/12jm.
- Mempertahankan oksigen arteri pasien.
- Hasil GDA dapat menunjukkan status keadaan umum pasien serta tingkat respirasi pasien.
- Membantu proses pengoptimalan tingkat respirasi pasien.
Hari/ Tanggal
No.Dx Perencanaan keperawatan
Selasa 3-6-2014
3 Tujuan dan Kriteria Hasil
- Tujuan : Faktor resiko akan hilang dengan keadekuatan status imunitas pasien.
- Kriteria hasil: Tanda-tanda vital normal
Terbebas dari tanda dan gejala infeksi
Tidak ada masalah pada tempat pemasangan infuse dan pemberian obat melalui intravena
Rencana Tindakan Rasional
- Pantau tanda-tanda vital An.T
- Pantau tanda –tanda terjadinya infeksi. - Kaji faktor yang
meningkatkan serangan infeksi (misalnya status imun pasien). - Lakukan tindakan aseptik sebelum melakukan tindakan keperawatan (misalnya memberi susu, memberi injeksi melalui intra vena, memasang infus ).
- Mengetahui perkembangan tanda-tanda vital An.T.
- Mengetahui terjadinya infeksi.
- Peningkatan status imun pasien menjadi indikator ada/tidaknya resiko infeksi terjadi.
- Mengurangi resiko infeksi pada pasien.
- Ajarkan kepada keluarga pasien untuk mencuci tangan sebelum mengunjungi atau berkontak langsung dengan pasien.
- Dengan cara mencuci tangan mampu mengurang kuman penyakit.
2.2.5 PELAKSANAAN KEPERAWATAN Hari/ Tgl N o. D x Implementasi keperawatan Evaluasi (SOAP) Selasa, 3 Juni 2014
1. - Mengkaji pola pernafasan dan irama pernafasan An.T
- Memberi posisi hiper ekstensi pada kepala An.T
- Memantau tanda-tanda vital An.T
- Memantau pemberian terapi O2 ½ l/menit melalui nasal kanul.
- Memberi medikasi obat melaui intra vena An.T
Inj.Meropenem 65mg/12jam
S :
Ibu An.T mengatakan bahwa An.T masih rewel dan masih sesak nafas.
O :
RR = 68 x/menit
Nadi = 150x/menit
T = 37,2oC
A:
Tanda-tanda vital belum stabil
(RR = 68 x/menit)
Pasien masih sesak nafas
Irama pernafasan belum teratur
P: Intervensi dilanjutkan:
Memberikan terapi oksigen
Memberi posisi hiper ekstensi pada kepala An.T
Selasa, 3 Juni 2014
2
2.
- Mengkaji bunyi paru, frekuensi kedalaman nafas, retraksi dinding dada pernafasan pasien.
- Memantau hasil gas darah (AGD) misalnya pH, PaO2, PaCO2, dan HCO3 yang meningkat
- Memantau pemberian terapi O2 ½ l/menit melalu nasal kanul.
- Memberi medikasi obat melaui intra vena An.T
Inj.Meropenem 65mg/12jam
S :
Ibu An.T mengatakan bahwa sesak nafas masih dialami oleh An.T
O:
RR=68x/menit
HR = 150 x/menit
T = 37,2oC
Adanya retraksi dinding dada
pH : 7,458
HcO3 : 29,9
A:
Tanda-tanda vital belum stabil
(RR = 68 x/menit)
Nilai AGD belum stabil
Retraksi dinding dada belum normal
P:
Intervensi dilanjutkan
Memantau bunyi paru, frekuensi kedalaman nafas, retraksi dinding dada pernafasan pasien.
Memberikan terapi oksigen
Selasa, 3 Juni 2014
3
- Memantau tanda-tanda vital An.T - Melakukan tindakan aseptic sebelum melakukan tindakan keperawatan kepada An.T (misalnya memberi susu, memberi terapi obat dengan injeksi melalui intravena, memasang infuse ) - Memantau faktor-faktor yang meningkatkan serangan infeksi (misalnya status imun pasien). - Memberikan medikasi obat melalui intravena. Injeksi Meropenem 65mg/12jam. - Memantau infuse yang terpasang pada An.T - Mengajarkan kepada keluarga pasien untuk mencuci tangan sebelum mengunjungi pasien. S: - O: RR = 68x/menit HR = 150x/menit T = 37,2oC
Tidak ada tanda-tanda infeksi
A:
Tanda-tanda vital belum stabil (RR = 68x/menit).
P: Intervensi dilanjutkan
Memantau tanda-tanda vital An.T Melakukan tindakan aseptic
sebelum melakukan tindakan keperawatan kepada An.T(misalnya memberi susu, memberi terapi obat dengan injeksi melalui intravena, memasang infuse )
Memantau faktor yang meningkatkan serangan infeksi (misalnya status imun pasien).
Memberikan medikasi obat melalui intravena. Injeksi Meropenem 65mg/12jam Memantau infuse yang terpasang pada An.T Mengajarkan kepada keluarga pasien untuk mencuci tangan sebelum mengunjungi pasien.
PELAKSANAAN KEPERAWATAN Hari/ Tgl N o. D x Implementasi keperawatan Evaluasi (SOAP) Rabu, 4 Juni 2014
1. - Mengkaji pola pernafasan dan irama pernafasan An.T
- Memberi posisi hiper ekstensi pada kepala An.T
- Memantau tanda-tanda vital An.T
- Memantau pemberian terapi O2 ½ l/menit melalui nasal kanul.
- Memberi medikasi obat melalui intra vena An.T
Inj.Meropenem 65mg/12jam
S :
Ibu An.T mengatakan bahwa sesak nafas pasien berkurang
O :
RR = 62x/menit
Nadi = 140x/menit
T = 36.8oC
Irama pernafasan belum teratur
A:
RR belum stabil(62x/menit)
Irama pernafasan belum teratur
P: Intervensi dilanjutkan:
Memberikan terapi oksigen
Memberi posisi hiper ekstensi pada kepala An.
Memberi injeksi Meropenem 65mg/12jam
Rabu, 4 Juni 2014
2
2.
Mengkaji bunyi paru, frekuensi kedalaman nafas, retraksi dinding dada pernafasan pasien.
- Memantau hasil gas darah (AGD) misalnya pH, PaO2, PaCO2, dan HCO3 yang meningkat
- Memantau pemberian terapi O2 ½ l/menit melalui nasal kanul.
- Memberi medikasi obat melaui intra vena An.T
Inj.Meropenem 65mg/12jam
S :
Ibu An.T mengatakan bahwa sesak nafas An.T berkurang
O:
RR=62x/menit
HR = 140 x/menit
T = 36,8 oC
Retraksi dinding dada berkurang
AGD An.T belum diperiksa
A:
AGD belum diperiksa
RR belum stabil(62x/menit)
P:
Intervensi dilanjutkan
Memantau bunyi paru, frekuensi kedalaman nafas, retraksi dinding dada pernafasan pasien.
Memberikan terapi oksigen
Memberi injeksi Meropenem 65mg/12jam
Rabu,
4 Juni 2014
3
- Memantau tanda-tanda vital An.T - Melakukan tindakan
aseptik sebelum tindakan
keperawatan
Kepada An.T(misalnya memberi susu, memberi
terapi obat dengan injeksi melalui intravena,
memasang infuse ) - Memantau faktor-faktor yang meningkatkan serangan infeksi (misalnya status imun pasien) - Memberikan medikasi obat melalui intravena. Injeksi Meropenem 65mg/12jam - Memantau infuse yang terpasang pada An.T S: - O: RR = 62x/menit HR = 140x/menit T = 36,8oC
Infuse terpasang dengan baik
Tidak ada tanda-tanda infeksi
A:
RR belum stabil (62x/menit)
P: Intervensi dilanjutkan
Memantau tanda-tanda vital An.T
Melakukan tindakan aseptic
sebelum melakukan tindakan kepada An.T
Memantau faktor-faktor yang meningkatkan serangan infeksi (misalnya status imun pasien).
Memberikan medikasi obat melalui intravena. Injeksi Meropenem 65mg/12jam.
- Mengajarkan kepada keluarga pasien untuk mencuci tangan sebelum mengunjungi pasien.
Memantau infuse yang dipasang pada An.T
Mengajarkan kepada keluarga pasien untuk mencuci tangan sebelum mengunjungi pasien
PELAKSANAAN KEPERAWATAN Hari/ Tgl N o. D x Implementasi keperawatan Evaluasi (SOAP) Kamis, 5 Juni 2014
1. - Mengkaji pola pernafasan dan irama pernafasanAn.T
- Memberi posisi hiper ekstensi pada kepala An.T
- Memantau tanda-tanda vital An.T
- Memantau pemberian terapi O2 ½ l/menit melalu nasal kanul.
- Memberi medikasi obat melaui injeksi pada intra vena An.T
Inj.Meropenem 65mg/12jam
S :
Ibu An.T mengatakan bahwa sesak nafas An.T berkurang
O :
RR = 68 x/menit
Nadi = 148x/menit
T = 36,8oC
A:
Masalah teratasi sebagian:
RR belum stabil (68 x/menit)
Irama pernafasan belum teratur
P: Intervensi dilanjutkan:
Memberikan terapi oksigen
Memberi posisi hiper ekstensi pada kepala An.T
Memberi injeksi Meropenem 65mg/12jam
Kamis, 5 Juni 2014
2
- Mengkaji bunyi paru, frekuensi kedalaman nafas, retraksi dinding dada
pernafasan pasien.
- Memantau hasil gas darah(AGD) misalnya pH, PaO2, PaCO2, dan HCO3yang meningkat
- Memantau pemberian terapi O2 ½ l/menit melalui nasal kanul.
- Memberi medikasi obat melalui intra vena An.T
Inj.Meropenem 65mg/12jam
S :
Ibu An.T mengatakan bahwa sesak nafas berkurang
O:
RR=68x/menit
HR = 148 x/menit
T = 36,8oC
Retraksi dinding dada berkurang
Nilai AGD belum diperiksa
A:
RR belum stabil (68 x/menit)
Irama pernafasan belum teratur
Nilai AGD belum diperiksa
P:
Intervensi dilanjutkan
Memantau bunyi paru, frekuensi nafas kedalaman, retraksi dinding dada pernafasan pasien.
Memberikan terapi oksigen
Memberi injeksi Meropenem 65mg/12jam
Kamis, 5 Juni 2014
3
- Memantau tanda-tanda vital An.T -- Melakukan tindakan aseptic sebelum melakukan tindakan keperawatan kepada An.T (misalnya memberi susu,