• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PENGELOLAAN KASUS

B. Asuhan Keperawatan Kasus

Pengkajian dalam laporan karya tulis ilmiah ini menggunakan format yang telah ditentukan seperti berikut ini.

FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI

RUMAH SAKIT UMUM DR.PIRNGADI MEDAN

I. BIODATA

INDENTITAS PASIEN

Nama : Ny. O

Jenis Kelamin : Perempuan

Umur : 60 tahun

Status Perkawaninan : Belum Menikah

Agama : Kristen Katolik

Pendidikan : SLTA

Pekerjaan : Wiraswasta

Alamat : Teluk GONG Jl. D .GG. F/8

Tanggal Masuk RS : 17/05/2014

No. Register : 00.92.60.44

Ruangan/Kamar : RRG

Golongan Darah : -

Tanggal Pengkajian : 02 Juni 2014

Tanggal Operasi : -

Diagnosa Keperawatan : Gangguan Afek Bipolar

II. KELUHAN UTAMA

Ny.O dibawa ke rumah sakit dengan keadaan depresi berat dan ada luka tusukan dibagian dada karena pencobaan bunuh diri yang pertama kali dilakukan dirumah klien.

III. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU A. Penyakit yang pernah dialami

B. Pengobatan /tindakan yang dilakukan :

Klien tidak pernah mendapatkan tindakan pengobatan.

C. Pernah dirawat/dioperasi

Klien pernah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan luka ringan.

D. Lama dirawat

Klien dirawat selama 2 hari di rumah sakit.

E. Alergi

Klien alergi makanan seafood seperti udang dan kerang.

IV. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA

A. Orang Tua

Kedua orang tua klien meninggal karena penyakit hipertensi dan Diabetes Millietus/ DM

B. Saudara Kandung

Klien mempunyai saudara kandung yang juga menderita penyakit DM.

C. Penyakit keturunan yang ada

Keluarga klien mempunyai penyakit keturunan DM

D. Anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa

Tidak ada anggota keluarga klien yang mengalami gangguan jiwa.

E. Anggota keluarga yang meninggal

Tidak ada anggota keluarga yang sudah meninggal

F. Penyebab meninggal

Tidak ada

V. RIWAYAT KEADAAN PSIKOSOSIAL A. Persepsi tentang penyakitnya

Klien mengatakan bahwa penyakitnya dapat segera disembuhkan, jika terus melakukan pengobatan dirumah sakit.

B. Konsep diri

Gambaran diri :

Klien merasa malu karena fungsi tubuh kaki kanannya yang melemah hanya menyusahkan orang lain.

Ideal diri :

Klien berprilaku baik terhadap orang lain dan tidak ingin lagi mengakhiri hidupnya.

Harga diri :

Klien mengatakan apa yang menjadi haknya harus kembali padanya dan orang yang menipu dirinya mendapatkan hukuman.

Peran diri :

Klien berharap dapat kembali berkerja dan berguna bagi masyarakat.

Identitas diri :

Klien menyadari keputusan mengakhiri hidup itu adalah salah dan ingin menjalani kehidupannya dengan baik.

C. Keadaan emosi :

Labil, klien terkadang merasa senang, kadang juga merasa sedih.

D. Hubungan sosial:

− Orang yang berarti: Orangtua klien

− Hubungan dengan keluarga: kurang baik, karena klien mengatakan sudah ditipu oleh keluarganya sendiri yaitu adik kandunngnya.

− Hubungan dalam berhubungan dengan orang lain: Cukup baik, karena klien mau berinteraksi dengan orang di ruangan klien dirawat.

E. Spritual

− Nilai dan keyakinan: klien menganut agama Kristen Katolik

− Kegiatan ibadah: selama dirawat dirumah sakit klien tidak pernah beribadah karena ketidakmampuan fisik klien

VI. STATUS MENTAL

− Tingkat kesadaran : Compos mentis, pasien dalam keadaan sadar ketika di beri pertanyaan

− Penampilan : Tidak rapi, klien berpenampilan acak-acakan

− Alam perasaan : Lesu, saat diajak berbicara klien tampak lemah dan putus asa

− Pembicaraan : Cepat, klien menjawab pertanyaan dengan cepat sehingga apa yang klien ucapkan

− Afek : Labil, klien tampak sedih, tetapi kadang senang.

− Interaksi selama wawancara : Mudah tersingung, klien mudah sedih ketika diingatkan masalah lalunya.

− Proses piker : Flight of ideas, klien sering tidak mau melanjutkan pembicaraan yang masih dibahas, dan langsung membuka pembicaraan yang baru.

− Isi piker : obsesi, klien selalu berkeinginan untuk menemui adiknya.

VII. PEMERIKSAAN FISIK A. Keadaan umum

Klien sulit untuk mengerakkan kakinya sehingga hanya dapat terbaring di tempat tidur dan tidak dapat melakukan aktivitas apapun tanpa bantuan orang lain. B. Tanda-tanda Vital − Suhu tubuh : 36,5 0C − Tekanan darah : 130/90 mmHg − Nadi : 74x/i − Pernafasan : 14x/i − TB : 150 cm − BB : 60 kg

C. Pemeriksaan Head to Toe

Kepala

− Bentuk : Simetris,

− Kulit kepala : kurang bersih, ditemukan banyak ketombe

Rambut

− Penyebaran dan keadaan rambut : penyebaran rambut subur, mudah rontok, rambut kusam

− Bau : berbau apek

Wajah

− Warna kulit : putih

− Struktur wajah : struktur wajah bulat

Mata

− Kelengkapan dan kesimetrisan : kedua mata lengkap dan simetris

− Konjungtiva dan sclera : konjungtiva tidak anemis, sclera bewarna putih dan tidak ikterik

− Pupil : tidak dilakukan pemeriksaan

− Cornea dan iris : tidak dilakukan pemeriksaan

− Visus : tidak dilakukan pemeriksaan

− Tekanan bola mata : tidak ada

Hidung

− Tulang hidung dan posisi septum nasi : tulang hidung dan septum nasi berada dalam posisi normal

− Lubang hidung : tidak ada perdarahan,

kebersihan kurang baik

− Cuping hidung : tidak ada

Telinga

− Bentuk telinga : normal dan simetris

− Ukuran telinga : ukuran telinga dalam batas normal

− Lubang telinga : ada kotoran, tidak ada infeksi

− Ketajaman pendengaran : tidak dilakukan pemeriksaan

Mulut dan Faring

− Keadaan bibir : mukosa bibir kering,

− Keadaan gusi dan gigi : menggunakan gigi palsu, tidak ada perdarahan pada gusi

− Keadaan lidah : tidak ada lesi dan perdarahan pada lidah

Leher

− Posisi trachea : dalam posisi normal

− Thyroid : tidak ada pembesaran thyroid

− Suara : klien dapat berbicara dengan

jelas

− Kelenjar limfe : tidak ada pembesaran kelenjar

− Vena jugularis : tidak ada pembesaran vena jugularis

− Denyut nadi karotis : denyut nadi teraba

Pemeriksaan integumen

− Kebersihan : kurang bersih, kulit kotor

− Kehangatan : kulit hangat

− Warna : putih

− Turgor : kulit kembali cepat

− Kelembaban : lembab

− Kelainan pada kulit : lecet pada kaki, pungung.

Pemeriksaan payudara dan ketiak

− Ukuran dan bentuk : normal

− Warna payudara dan areola : putih kemerahan, areola cokelat

− Kondisi payudara dan putting : benjolan tidak ada, putting bewarna cokelat

Pemeriksaan thoraks/dada

− Inspeksi thoraks : dada simetris

− Pernafasan (frekuensi, irama) : 14x/i, irama normal

− Tanda kesulitan bernafas : tidak ditemukan kesulitan

Pemeriksaan paru

− Palpasi getaran suara : getaran suara sama

− Perkusi : bunyi resonan

− Auskultasi : vesikular

Pemeriksaan Abdomen

− Inspeksi : tidak ada benjolan, dan tidak

ada distensi pada abdomen

− Palpasi : nyeri tekan tidak dirasakan oleh klien.

Pemeriksaan kelamin dan daerah sekitarnya

− Genetalia : rambut pubis sedikit, kebersihan kurang baik,

− Anus dan perineum : tidak dilakukan pemeriksaan karena kelemahan fisik klien

Pemeriksaan muskuloskletal/ekstremitas

Fungsi motorik : pada eksteremitas bawah kekuatan otot: 1 dimana otot klien tidak dapat berpindah tetapi kontraksi otot dapat dirasakan. Pada ektremitas atas kekuatan otot : 3 dimana otot klien dapat bergerak secara bebas dan hanya dapat melawan gravitasi

Fungsi sensorik : Klien dapat mengindentifikasi sentuhan tes tajam , tumpul, panas, dingin, getaran.

VIII.POLA KEBIASAAN SEHARI-HARI I. Pola makan dan minum

− Frekuensi makan/hari : 3x/hari

− Nafsu/ selera makan : baik, klien memakan habis porsi makanannya.

− Nyeri ulu hati : tidak ada

− Alergi : seafood seperti udang dan kerang

− Mual dan muntah : tidak ada

− Tampak makan memisahkan diri : klien makan bersama dengan teman sekamarnya

− Waktu pemberian makan : pagi pukul 07.00 wib, siang pukul 12.00 wib, malam pukul 18.00 wib

− Jumlah dan jenis makanan : 1 porsi jenis makanan nasi

− Waktu pemberian minum : sesering mungkin

II. Perawatan diri/Personal Hygiene

− Kebersihan tubuh : kurang bersih, kotor

− Kebersihan gigi dan mulut : mulut berbau, gigi kotor, ada caries pada gigi

− Kebersihan kuku kaki dan tangan : kuku panjang dan kotor

III. Pola kegiatan/aktivitas

Uraian aktivitas klien pasien untuk mandi makan,eliminasi,ganti pakaian dilakukan secara mandiri,sebagian, atau total :

Klien melakukan aktivitas makan secara sebagian dikarenakan klien tidak mampu untuk mengambil makanannya sendiri, untuk aktivitas eliminasi urine klien menggunakan kateter urine dan eliminasi fekal dibantu secara total, aktivitas mandi dilakukan secara total dikarenakan klien sama sekali tidak mampu untuk mengakses kamar mandi ganti pakaian dilakukan klien secara sebagian dengan bantuan orang lain.

Uraikan aktivitas ibadah pasien selama dirawat/sakit :

Selama dirawat dirumah sakit klien tidak pernah melakukan kegiatan ibadah

IV. Pola eliminasi 1. BAB

− Pola BAB : 1x/hari

− Karakter feses : tidak dilakukan pemeriksaan

− Riwayat pendarahan : tidak ada perdarahan

− BAB terakhir : sehari yang lalu

− Diare : tidak pernah

− Penggunaan laksatif : tidak ada

2. BAK

− Pola BAK

− Karakter urine : warna urine kuning pekat

− Nyeri/rasa terbakar/kesulitan BAK : tidak ada

V. Mekanisme koping

2. Analisa Data

No. Data Penyebab Masalah

Keperawatan 1. DS: klien mengatakan

sulit untuk berjalan sehingga hanya dapat terbaring ditempat tidur

DO:

− kebersihan tubuh: kurang baik

− kuku kaki dan tangan panjang − mulut: mukosa kering, berbau − gigi : kotor − Rambut : berbau, ketombe (+)

− Kulit : ada lecet pada punggung, dan gatal-gatal pada kaki. − Fungsi motorik/kekuatan otot : pada eksteremitas bawah kekuatan otot: 1 dimana otot klien

tidak dapat berpindah tetapi kontraksi otot dapat

Gangguan Muskuloskletal

Pada eksteremitas bawah kekuatan otot: 1 dimana

otot klien tidak dapat berpindah tetapi kontraksi otot dapat dirasakan. Pada ektremitas atas kekuatan otot: 3 dimana otot klien dapat bergerak secara bebas dan hanya dapat

melawan gravitasi

Ketidakmampuan mengakses kamar mandi

Defisit perawatan diri : Mandi

2

ektremitas atas

kekuatan otot: 3 dimana otot klien dapat bergerak secara bebas dan hanya dapat melawan gravitasi

DS: klien mengatakan tidak mampu mengambil makanannya sendiri. DO: − Fungsi motorik/kekuatan otot : pada eksteremitas bawah kekuatan otot: 1 dimana otot klien

tidak dapat berpindah tetapi kontraksi otot dapat dirasakan. Pada ektremitas atas kekuatan otot: 3 dimana otot klien dapat bergerak secara bebas dan hanya.

− Klien tampak

lemah dan hanya dapat terbaring ditempat tidur

Gangguan Muskuloskletal

Pada eksteremitas bawah kekuatan otot: 1 dimana

otot klien tidak dapat berpindah tetapi kontraksi otot dapat dirasakan. Pada ektremitas atas kekuatan otot: 3 dimana otot klien dapat bergerak secara bebas dan hanya dapat

melawan gravitasi

Ketidakmampuan mengambil makanan

Defisit perawatan diri: makan

3 DS: klien mengatakan tidak dapat mengenakan pakaian tanpa bantuan orang lain

DO :

− Klien tampak tidak rapi

− Rambut klien aca-acakan

− Klien tidak mampu mengambil pakaian sendiri − Fungsi motorik/kekuatan otot : pada eksteremitas bawah kekuatan otot: 1 dimana otot klien

tidak dapat berpindah tetapi kontraksi otot dapat dirasakan. Pada ektremitas atas kekuatan otot: 3 dimana otot klien dapat bergerak secara bebas dan hanya.

− Klien tampak

lemah dan hanya dapat terbaring ditempat tidur

Gangguan Muskuloskletal

Pada eksteremitas bawah kekuatan otot: 1 dimana

otot klien tidak dapat berpindah tetapi kontraksi otot dapat dirasakan. Pada ektremitas atas kekuatan otot: 3 dimana otot klien dapat bergerak secara bebas dan hanya dapat

melawan gravitasi

Ketidakmampuan mengenakan atribut

pakaian

Defisit perawatan diri: berpakaian

4. DS: klien mengatakan tidak mampu berpindah ke kamar mandi untuk melakukan eliminasi DO: − Fungsi motorik/kekuatan otot : pada eksteremitas bawah kekuatan otot: 1 dimana otot klien

tidak dapat berpindah tetapi kontraksi otot dapat dirasakan. Pada ektremitas atas kekuatan otot: 3 dimana otot klien dapat bergerak secara bebas dan hanya.

− Klien tampak

lemah dan hanya dapat terbaring ditempat tidur

− Klien tidak mampu membersihkan diri setelah melakukan eliminasi tanpa bantuan orang lain

Gangguan Muskuloskletal

Pada eksteremitas bawah kekuatan otot: 1 dimana

otot klien tidak dapat berpindah tetapi kontraksi otot dapat dirasakan. Pada ektremitas atas kekuatan otot: 3 dimana otot klien dapat bergerak secara bebas dan hanya dapat

melawan gravitasi

Ketidakmampuan naik ketoilet, melakukan hygiene eliminasi yang

tepat

Defisit perawatan diri: eliminasi

5. DS: klien mengatakan sulit untuk berjalan sehingga hanya dapat terbaring ditempat tidur

DO:

− Terdapat luka lecet pada lapisan kulit (epidermis) yang terkelupas pada bagian punggung.

− Warna kulit yang terkelupas bewarna merah.

− Kehangatan kulit normal

− Tekstur kulit kasar

Imobilisasi Fisik

Penekanan tubuh yang terlalu lama Kerusakan pada permukaan kulit (epidermis) Kerusakan integritas kulit 3. Masalah Keperawatan

a. Defisit perawatan diri: mandi b. Defisit perawatan diri: berpakaian c. Defisit perawatan diri: eliminasi d. Defisit perawatan diri: makan e. Kerusakan integritas kulit

4. Diagnosa Keperawatan

1. Defisit perawatan diri: mandi b/d gangguan muskuloskletal d/d pada ekstremitas bawah kekuatan otot: 1 dimana otot klien tidak dapat berpindah tetapi kontraksi otot dapat dirasakan, pada ektremitas atas kekuatan otot 3 dimana otot klien dapat bergerak secara bebas dan hanya dapat melawan gravitasi, klien tidak mampu untuk mandi sendiri,

2. Defisit perawatan diri: berpakaian b/d gangguan muskuloskletal d/d pada eksteremitas bawah kekuatan otot: 1 dimana otot klien tidak dapat berpindah tetapi kontraksi otot dapat dirasakan, pada ektremitas atas kekuatan otot 3 dimana otot klien dapat bergerak secara bebas dan hanya dapat melawan gravitasi , klien

1. Defisit perawatan diri : eliminasi b/d gangguan muskuloskletal d/d pada eksteremitas bawah kekuatan otot: 1 dimana otot klien tidak dapat berpindah tetapi kontraksi otot dapat dirasakan, pada ektremitas atas kekuatan otot 3 dimana otot klien dapat bergerak secara bebas dan hanya dapat melawan gravitasi , ktidak mampu berpindah ke toilet

2. Defisit perawatan diri : makan b/d gangguan muskuloskletal d/d pada eksteremitas bawah kekuatan otot: 1 dimana otot klien tidak dapat berpindah tetapi kontraksi otot dapat dirasakan, pada ektremitas atas kekuatan otot 3 dimana otot klien dapat bergerak secara bebas dan hanya dapat melawan gravitasi , klien tidak mampu makan sendiri.

3. Kerusakan integritas kulit b/d imbobilisasi fisik d/d adanya luka lecet dan kulit terkelupas pada lapisan kulit (epidermis) di bagian punggung.

5. Perencanaan Hari/ Tanggal No. Dx Perencanaan keperawatan Selasa 03-06-2014

1 Tujuan dan kriteria hasil

Tujun dan Kriteria Hasil :

Dalam 1x8 jam klien akan mampu mendemonstrasikan Mobilitas

dengan indikator 2 pada kriteria hasil:

• Klien akan mampu melakukan pergerakan otot dan sendi.

Tujuan dan Kriteria Hasil

Dalam 1x8 jam klien akan mampu menunjukkan Perawatan diri mandi dengan indikator 5 pada kriteria hasil :

• Klien akan menerima bantuan atau perawatan total dtari pemberi asuhan, jika diperlukan

• Klien akan mampu membersihkan dan mengeringkan tubuh

• Klien akan mampu melakukan perawatan mulut

• Klien akan mampu mempertahankan mobilitas yang diperlukan untuk kamar mandi dan menyediakan perlangkapan mandi

2 Tujuan dan Kriteria Hasil

Dalam 1x8 jam klien akan mampu menunjukkan Perawatan diri berpakaian dengan indikator 5 pada kriteria hasil :

• Klien akan menerima perawatan dari pemberi asuhan

• Mengenakan pakain secara rapi

• Menunjukkan rambut yang dan bersih.

3 Tujuan dan Kriteria Hasil

Dalam 1x8 jam klien akan mampu menunjukkan Perawatan diri makan dengan indikator 5 pada kriteria hasil :

• Klien akan mampu makan secara mandiri ; memasukkan makanan ke dalam mulut

4 Tujuan dan Kriteria Hasil

Dalam 1x8 jam klien akan mampu menunjukkan Perawatan diri eliminasi dengan indikator 5 pada kriteria hasil :

• Klien akan menerima bantuan dari pemberi asuhan

• Klien akan mampu mengenali dan mengetahui kebutuhan untuk eliminasi

• Klien akan mengenali dan berespon terhadap urgensi untuk berkemih dan/atau defekasi

• Klien akan mampu memebersihkan diri setelah eliminasi

Selasa 03-06-2014

No.

Dx Rencana tindakan Rasional

1 NIC : Terapi latihan fisik; mobilitas sendi/ Exercise theraphy; joint mobility

Dengan aktivitas:

1. Mendorong klien untuk melakukan aktivitas range of motion secara terartur.

2. Memperagakan aktivitas range of motion kepada klien, dengan bantuan sesuai indikasi

NIC:Bantuan perawatan mand/ Self assistance bathing

Dengan aktivitas:

1. Pertimbangkan budaya pasien ketika mempromosikan aktivitas perawatan diri.

1. Range of motion berguna melatih kekuatan otot dan persendian klien 2. Agar klien dapat

melakukan

aktivitas ROM secara mandiri atau dengan bantuan dengan orang lain

1. Kebudayaan dan nilai pribadi mempengaruhi kemampuan perawatan Personal hygiene sebab seseorang

2. Pertimbangkan usia klien ketika

mempromosikan aktivitas perawatan diri.

3. Pertimbangkan privacy klien ketika melakukan aktivitas perawatan diri.

4. Tentukan jumlah dan jenis bantuan yang dibutuhkan.

5. Pantau integritas kulit.

dari latar belakang kebudayaan yang berbeda akan mengikuti praktik perawatan Personal higiene yang berbeda. 2. Perubahan fisik karena faktor usia membuat seseorang tidak perduli akan kebersihan tubunhya 3. Tanpa memperhatikan kecacatannya, klien harus mendapatkan privasi yang diperlukan dengan hormat saat melakukan perawatan diri. 4. Perawatan diri

tidak berarti klien harus melakukan segala sesuatu untuk dirinya sesuai dengan rencana perawat. 5. Kerusakan kulit mungkin terjadi

6. Letakkan handuk, sabun dan peralatan lain yang diperlukan di didekat kamar mandi.

7. Pantau pembersihan kuku sesuai dengan kemampuan perawatan diri.

8. Fasilitasi sikat gigi yang sesuai.

9. Fasilitasi klien untuk mandi sendiri.

10.Pertahankan ritual kebersihan

karena imobilisasi tubuh yang terlalu lama. 6. Mengurangi resiko cidera karena kelemahan fisik saat melakukan perawatan diri. 7. Kebersihan gigi penting untuk meningkatkan kenyamanan, dan selera makan klien. 8. Kebersihan kuku sangat penting dalam mencegah resiko terjadinya penyakit. 9. Meningkatkan kemandirian pasien dalam melakukan perawatan diri. 10.Mempertahankan rutinitas perawatan diri klien.

2 NIC:Bantuan perawatan diri

berpakaian/Self assistance dressing Dengan aktivitas:

1. Fasilitasi klien untuk memilih pakaian yang tersedia.

1. Memberi pilihan kepada individu dan melibatkannya dalam rencana perawatannya

2. Sediakan pakaian pasien ditempat yang mudah untuk dijangkau.

3. Beri bantuan dalam berpakaian jika diperlukan.

4. Fasilitasi klien untuk menyisir rambutnya sendiri.

5. Pertahankan privasi klien ketika klien berpakaian sendiri akan mengurangi perasaan tidak berdaya. 2. Mengurangi resiko cidera karena kelemahan fisik saat melakukan perawatan diri. 3. Meningkatkan kemandirian pasien dalam melakukan perawatan diri. 4. Meningkatkan kemandirian pasien dalam melakukan perawatan diri. 5. Klien harus mendapatkan privasi yang diperlukan dengan hormat saat melakukan perawatan diri.

3 NIC : Bantuan perawatan diri makan/ Self care assistance feeding Dengan aktivitas:

1. Buka penutup makanan

2. Beri tempat, dan posisi yang nyaman kepada klien untuk makan

1. Memudahkan klien untuk memulai makan.

2. Memberikan kenyamanan

3. Gunakan peralatan makan yang tidak mudah pecah jika diperlukan

mengkonsumsi makanannya. 3. Mencegah terjadi kecelakaan yang berakibat resiko kecelakaan.

4 NIC : Bantuan perawatan diri eliminasi/ Self assistance toileting

1. Bantu pasien ke kamar mandi

2. Bantu membuka pakaian klien saat melakukan eliminasi

3. Pertahankan privacy klien selama melakukan eliminasi

4. Fasilititasi alat kebersihan eliminasi setelah selesai melakukan eliminasi

5. Bantu untuk membersihkan atau menyiram kamar mandi setelah selesai.

1. Memudahkan klien untuk melakukan eliminasi

2. Kelemahan fisik yang dialami klien akan membuat kesulitan membuka pakaian sebelum melakukan eliminasi. 3. Klien harus mendapatkan privasi yang diperlukan dengan hormat saat melakukan perawatan diri. 4. Mempertahankan kebersihan diri klien 5. Mempertahankan kebersihan lingkungan disekitar klien.

Selasa 03-06-2014

5. Tujuan:.

Dalam 1x8 jam klien akan mampu menunjukkan integeritas jaringan : kulit dan membran mukosa yang dibuktikan oleh indikator 5 dengan kriteria hasil:

• Klien akan mampu menunjukkan rutinitas perawatan kulit atau perawatan kulit yang optimal

• Keutuhan kulit membaik.

Selasa

03-06-2014 Rencana tindakan Rasional

NIC : Surveilans kulit/ Skin Surveillance

Dengan aktivitas:

1. Observasi perbedaan warna, kehangatan, bengkak, pulsasi, teksture, edema adanya ruam dan luka lecet pada kulit

2. Periksa kesesakan dari dari pakaian

3. Bersihkan kulit dengan sabun anti bakteri yang cocok.

1. Perbedaan warna, kehangatan yang abnormal dll, menunjukkan adanya kerusakan pada integritas kulit. 2. Kesesakan pakaian akan meningkatkan keperahan dari kerusakan kulit. 3. Mencegah terjadinya resiko infeksi

NIC: Manajemen area penekanan/ Pressure management

Dengan aktivitas:

1. Berikan tindakan untuk mencegah keparahan yang lebih lanjut seperti terlalu lama berbaring, membuat jadwal perpindahan posisi.

2. Jaga tempat tidur klien tetap bersih dan kering

3. Ubah imobilisasi pasien setiap 2 jam menurut jadwal yang telah ditentukan.

NIC : Pemberian obat/ Skin care; topical treatment

Dengan aktivitas:

1. Memberikan obat kulit anti inflamasi yang cocok, pada area kulit yang rusak. 1. Terlalu lama berbaring meningkatkan kerusakan pada kulit. 2. Kebersihan tempat tidur berpengaruh terhadap. 3. Mobilisasi mencegah terjadinya kerusakan kulit. 1. Mempercepat penyembuhan luka dan mencegah infeksi

6. Pelaksanaan Keperawatan No.

Dx Hari/Tanggal Implementasi Keperawatan Evaluasi (SOAP) 1 Rabu

04-06-2014

Bantuan perawatan diri mandi : 1. Mempertimbangkan budaya pasien ketika mempromosikan aktivitas perawatan diri. 2. Mempertimbangkan usia klien ketika mempromosikan aktivitas perawatan diri. 3. Mempertimbangkan privacy

klien ketika melakukan aktivitas perawatan diri

4. Menentukan jumlah dan jenis bantuan yang dibutuhkan

5. Memantau integritas kulit. 6. Meletakkan handuk,sabun

dan peralatan lain yang diperlukan di didekat kamar mandi

7. Memantau pembersihan kuku sesuai dengan kemampuan perawatan diri.

8. Memfasilitasi sikat gigi yang sesuai

9. Memfasilitasi klien untuk mandi sendiri

10.Mempertahankan ritual kebersihan

S: Klien mengatakan merasa segar dan nyaman setelah mandi

O:

− Klien tampak berpakaian dengan rapi dan bersih.

− Ketombe pada rambut berkurang.

− Kulit klien terlihat bersih.

− Klien mampu

melakukan perawatan mulut secara mandiri

− Klien masih sangat membutuhkan bantuan pemberi asuhan.

A: Masalah teratasi sebagian

P: Dalam 1x8 jam klien akan mampu menunjukkan

perawatan diri: mandi

dengan indikator 5. Rencana tindakan selanjutnya:

1. Bantuan perawatan diri mandi

2 Rabu 04-06-2014

Bantuan perawatan diri berpakaian:

1. Memfasilitasi klien untuk memilih pakaian yang tersedia.

2. Menyediakan pakaian pasien ditempat yang mudah untuk dijangkau 3. Memberi bantuan dalam

berpakaian jika diperlukan 4. Memfasilitasi klien untuk

menyisir rambutnya sendiri

5. Mempertahankan privasi klien ketika klien berpakaian

S: O:

− Klien terlihat rapi setelah dibantu mengenakan pakaian

− Rambut tertata dengan baik

− Klien masih belum berpakaian secara mandiri

A: masalah teratasi sebagian

P: Dalam 1x8 jam klien akan mampu menunjukkan perawatan diri: berpakaian dengan indikator 5. Rencana tindakan selanjutnya:

1. Bantuan perawatan diri: berpakaian

3 Rabu 04-06-2014

Bantuan perawatan diri eliminasi :

1. Membantu pasien ke kamar mandi

2. Membantu membuka

pakaian klien saat melakukan eliminasi

3. Mempertahankan privacy klien selama melakukan eliminasi

4. Memfasilitasi alat

kebersihan eliminasi

S: klien mengatakan ingin melakukan eliminasi

O:

− Eliminasi klien berjalan dengan baik

Dokumen terkait