BAB II PENGELOLAAN KASUS
B. Asuhan Keperawatan Kasus
1. Pengkajian
Riwayat keluarga, klien adalah kepala keluarga dengan usia 67 tahun, klien bertempat tinggal di Jln.Sm.raja, Gg. Jadi No.7. klien tinggal bersama anak, menantu dan 2 orang cucu, klien memiliki 8 anak dengan 6 orang anak laki-laki dan 2 orang anak perempuan dan 20 cucu, klien memeluk agama islam dengan suku jawa, pendidikan terakhir klien adalah SD, sebelumnya klien bekerja sebagai pedagang kaki lima, namun karena ketidakmampuannya untuk melakukan pekerjaan berat klien memutuskan untuk tidak berdagang lagi, dan sekarang klien hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga.
Riwayat kebutuhan nutrisi, klien mengatakan cara penyajian makanan dengan terbuka dan dalam mengelola air minum klien memasaknya terlebih dahulu, klien juga mengatakan dalam mengelola makanan terlebih dahulu dipotong lalu dicuci, klien mengatakan 3 kali makan dalam sehari, pada pagi hari klien makan jam 10.00, pada siang hari jam 14.00 dan pada malam hari jam 20.00 WIB, klien juga mengatakan nafsu makannya berkurang pada saat maagnya kambuh, Pasien mengatakan sebelumnya suka tidak teratur makan, namun semenjak klien mempunyai sakit maag klien lebih sering makan sedikit tapi sering untuk menghindari nyeri dan mual
Riwayat kebutuhan istirahat dan tidur, klien mengatakan tidak mengalami gangguan tidur, klien tidur nyenyak dengan waktu tidur dari jam 22.00-05.00 WIB, klien tidur siang pada pukul 14.00 sampai pukul 15.00 WIB. Klien mengatakan bisa tidur kapan saja terutama saat klien sedang menonton.
Riwayat aktifitas dan olahraga, klien mengatakan senang berolahraga, namun karena ketidakmampuan klien dalam berjalan jauh ataupun berdiri terlalu lama sehingga klien tidak pernah lagi mengikuti olahraga.
Riwayat ekonomi, klien mengatakan bahwa sarana ekonomi yang ada diwilayah tempat tinggal yaitu pasar, penghasilan rata-rata keluarga setiap bulannya Rp.500.000-Rp.1.000.000-, klien tidak memiliki tabungan, jaminan yang keluarga klien miliki yaitu BPJS, klien mengatakan bahwa penghasilan
keluarga untuk biaya hidup mencukupi, dan yang mengelola keuangan dalam keluarga klien adalah anaknya.
Riwayat sosial, klien mengatakan hubungan antar-keluarga sangat dekat, dan dalam kegiatan dimasyarakat klien mengikuti perwiritan.
Riwayat pendidikan, klien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang mengikuti pendidikan diluar pendidikan formal, klien juga mengatakan tidak bisa membaca dan tidak ada anggota keluarga yang mempunyai keterampilan khusus. Pandangan klien terhadap pendidikan anggota keluarga positif.
Riwayat psikologis, klien mengatakan bahwa pola komunikasi dalam keluarga terbuka, bahasa yang digunakan adalah bahasa indonesia. Pada pola pertahanan, mekanisme penanggulangan masalah dalam keluarga yaitu bersama sama untuk menyelesaikannya, dan jika salah satu anggota keluarga mengalami masalah maka respon keluarga membantu mencari jalan keluar.
Riwayat spiritual, klien mengatakan bahwa anggota keluarga taat dalam menjalankan ibadah.
Pada pola Eliminasi, klien mengatakan BAB 1x dalam sehari, BAK 5x dalam sehari, tidak ada keluhan apapun pada pola eliminasi klien.
Riwayat faktor lingkungan, jenis rumah klien petak, status rumah milik sendiri dengan beratapkan seng, dan memiliki 2 jendela dan setiap harinya dibuka, pencahayaan rumah baik dengan penerangan yang digunakan adalah listrik, lantai rumah klien yaitu semen, vektor yang banyak disekitar rumah dan membahayakan kesehatan adalah nyamuk, dan kucing, kebersihan dalam rumah cukup bersih, jika rumah tidak bersih disebabkan oleh debu dan halaman rumah tampak bersih. klien mengatakan memiliki sumber air sendiri yaitu pam, dan untuk kebutuhan minum, air diambil dari sumur bor, tempat penyimpanan air tertutup, klien juga mengatakan jarang sekali menguras tempat penampungan air, air minum yang digunakan terlebih dahulu dimasak dengan kualitas sumber air tak berbau, tak berasa, tak berwarna, sumber air yang digunakan untuk kebersihan juga berasal dari pam, jarak sumber air dengan tempat penampungan limbah <10 m. Rumah klien memiliki saluran pembuangan air limbah yaitu selokan, kondisi saluran pembuangan air limbah terbuka tergenang, cara pembuangan sampah keluarga dengan dibakar dan tempat pembuangan sampah tidak terpelihara. klien tidak
memiliki kandang ternak, klien memiliki tempat pembuangan tinja yaitu septic tank, dengan kondisi terpelihara, jarak pembuangan tinja dengan sumber air >10 m.
Riwayat komunikasi dan transportasi, klien mengatakan mendapat informasi tentang kesehatan melalui penyuluhan di Puskesmas/Posyandu, sarana transportasi yang digunakan keluarga adalah kendaraan sendiri, dan biasanya klien pergi ke pelayanan kesehatan dengan menggunakan sepeda motor.
Riwayat pelayanan kesehatan dan sosial, klien mengatakan ada keluargayang memiliki penyakit Asma, yaitu alm.ayah klien. Klien juga menderita Asma dan Asam lambung, dan cara mengatasinya berobat ke perawat/bidan, resiko tinggi dalam keluarga yaitu lansia, keluarga juga mendapatkan pembinaan dari tenaga kesehatan dan keluarga juga memberi tanggapan baik mengenai petugas kesehatan, Riwayat kesehatan terdahulu pasien belum pernah mempunyai penyakit gastritis (maag). Pasien juga mengatakan tidak mempunyai riwayat alergi terhadap makanan atau obat-obatan.
Keluhan utama yang dirasakan oleh klien adalah nyeri yang menyebar sampai ke bagian ulu hati. Riwayat kesehatan sekarang, klien merasakan mual tapi tidak ingin muntah klien juga mengatakan bisa sampai keringat dingin, nyeri bertambah ketika selesai makan. Setiap maag klien kambuh, klien dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan, jika maag klien kambuh tekanan darah bisa sampai 150/80 mmHg, suhu 370c, respirasi 26 kali per menit, nadi 92 kali per menit dan mendapat obat oral yaitu Antasida Doen dan Mylanta sirup.
Pola kognitif, selama sakit klien tampak sadar, penglihatan dan pendengaran normal dan tidak menggunakan alat bantu dan klien mengatakan nyeri bertambah setelah selesai makan, dan nyeri menyebar sampai ke ulu hati.
Riwayat keluarga, klien adalah ibu rumah tangga dengan usia 45 tahun, klien bertempat tinggal di jalan pembangunan baru No.40, klien tinggal bersama suami dan 2 orang anak dengan 1 laki-laki dan 1 perempuan dan 1 menantu, klien memiliki 1 cucu perempuan, klien memeluk agama islam suku batak karo, pendidikan terakhir klien adalah SMP, sebelumnya klien bekerja di hotel, namun dikarenakan klien tidak diperbolehkan oleh suami untuk bekerja dan sekarang klien hanya bekerja menjadi ibu rumah tangga.
Riwayat kebutuhan nutrisi klien mengatakan cara penyajian makanan dengan terbuka dan dalam mengelola air minum klien memasaknya terlebih dahulu, klien juga mengatakan dalam mengelola makanan terlebih dahulu dipotong lalu dicuci, klien mengatakan 2 kali makan dalam sehari, pada pagi hari klien makan jam 08.00 WIB dan pada malam hari jam 20.00 WIB, klien juga mengatakan tidak nafsu makan pada saat maagnya kambuh, perut terasa kenyang. klien mengatakan sebelumnya sewaktu bekerja di hotel klien suka tidak teratur makan/terlambat makan.
Riwayat kebutuhan istirahat dan tidur, klien mengatakan tidak mengalami gangguan tidur, klien dapat tidur dengan nyenyak dengan waktu tidur dari jam 22.00-05.00 WIB, klien tidur siang pada pukul 14.00 sampai pukul 15.00 WIB.
Riwayat aktifitas dan olahraga, klien mengatakan senang berolahraga, klien mengikuti senam yang diadakan di kelurahan siti rejo setiap jam 17.00 WIB.
Riwayat ekonomi, klien mengatakan bahwa sarana ekonomi yang ada diwilayah tempat tinggal yaitu pasar, penghasilan rata-rata keluarga setiap bulannya > Rp.1.000.000-, klien memiliki tabungan, jaminan yang keluarga klien miliki yaitu BPJS, klien mengatakan bahwa penghasilan keluarga untuk biaya hidup mencukupi, dan yang mengelola keuangan dalam keluarga adalah klien sendiri.
Riwayat sosial, klien mengatakan hubungan antar-keluarga sangat dekat, dan saling berkomunikasi, sesekali ada pertemuan keluarga untuk membina tali kasih keluarga. Selain itu dalam kegiatan dimasyarakat klien selalu mengikuti kegiatan sosial dan pertemuan-pertemuan masyarakat, seperti: arisan, perwiritan, rekreasi dll.
Riwayat pendidikan, klien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang mengikuti pendidikan diluar pendidikan formal, klien juga mengatakan tidak ada yang tidak bisa membaca dan tidak ada anggota keluarga yang mempunyai keterampilan khusus. Pandangan klien terhadap pendidikan anggota keluarga positif.
Riwayat psikologis, klien mengatakan bahwa pola komunikasi dalam keluarga terbuka, bahasa yang digunakan adalah bahasa indonesia. Pada pola
pertahanan, mekanisme penanggulangan masalah dalam keluarga yaitu bersama sama untuk menyelesaikannya, dan jika salah satu anggota keluarga mengalami masalah maka respon keluarga membantu mencari jalan keluar.
Riwayat spiritual, klien mengatakan bahwa anggota keluarga taat dalam menjalankan ibadah, khususnya melaksanakan sholat lima waktu dan aktif mengikuti kegiatan agama atau pengajian.
Pada pola Eliminasi, klien mengatakan BAB 2x dalam sehari, pada pagi hari pukul 05.00 pagi dan pukul 08.00 pagi, BAK 5x dalam sehari.
Riwayat faktor lingkungan, jenis rumah klien petak, status rumah ngontrak dengan beratapkan seng, dan tidak memilki jendela, pencahayaan rumah kurang baik, penerangan yang digunakan adalah listrik, lantai rumah klien yaitu keramik, vektor yang banyak disekitar rumah dan membahayakan kesehatan adalah nyamuk, dan lalat, kebersihan dalam rumah bersih, jika rumah tidak bersih disebabkan oleh debu, klien tidak memiliki halaman rumah. klien mengatakan memiliki sumber air sendiri yaitu pam, dan untuk kebutuhan minum, air diambil dari sumur bor, tempat penyimpanan air tertutup, klien juga mengatakan 2x dalam seminggu menguras tempat penampungan air, air minum yang digunakan terlebih dahulu dimasak dengan kualitas sumber air tak berbau, tak berasa, tak berwarna, sumber air yang digunakan untuk kebersihan juga berasal dari pam, jarak sumber air dengan tempat penampungan limbah <10 m. Rumah klien memiliki saluran pembuangan air limbah yaitu selokan, kondisi saluran pembuangan air limbah terbuka tergenang, cara pembuangan sampah keluarga dengan di buang di tempat pembuangan sampah, klien tidak memiliki kandang ternak, klien memiliki tempat pembuangan tinja yaitu septic tank, dengan kondisi terpelihara, jarak pembuangan tinja dengan sumber air >10 m.
Riwayat komunikasi dan transportasi, klien mengatakan mendapat informasi tentang kesehatan melalui penyuluhan di Puskesmas/Posyandu, sarana transportasi yang digunakan keluarga adalah kendaraan sendiri, dan biasanya klien pergi ke pelayanan kesehatan dengan menggunakan sepeda motor.
Riwayat pelayanan kesehatan dan sosial, klien mengatakan ada keluarga yang memiliki penyakit DM, yaitu abang klien. klien hanya memiliki penyakit Asam lambung, dan cara mengatasinya berobat ke perawat/bidan, keluarga juga
mendapatkan pembinaan dari tenaga kesehatan dan keluarga juga memberi tanggapan baik mengenai petugas kesehatan, Riwayat kesehatan terdahulu pasien sudah 12 tahun mempunyai penyakit gastritis (maag). Pasien juga mengatakan tidak mempunyai riwayat alergi terhadap makanan atau obat-obatan.
Keluhan utama yang dirasakan oleh klien adalah nyeri yang menyebar sampai ke bagian ulu hati. Riwayat kesehatan sekarang, klien merasakan mual dan muntah, klien juga mengatakan perut selalu terasa kenyang. Setiap maag klien kambuh, klien dibawa ke bidan SAM untuk dilakukan pemeriksaan, jika maag klien kambuh tekanan darah bisa sampai 160/100 mmHg, suhu 370c, respirasi 20 kali per menit, nadi 84 kali per menit dan mendapat obat oral yaitu Antasida.
Pola kognitif, selama sakit klien tampak sadar, penglihatan dan pendengaran normal dan tidak menggunakan alat bantu dan klien mengatakan nyeri bertambah jika terlambat makan, dan nyeri menyebar sampai ke ulu hati.
2. Analisa Data
a. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan peningkatan kadar asam lambung.
No. Data Penyebab Masalah
Keperawatan 1. DS:
- Klien mengatakan nyeri terasa setelah selesai makan - Klien mengatakan perut
terasa nyeri jika terlambat makan dan nyerinya hilang timbul jika epigastrium di tekan
- Klien mengeluh sering merasa mual dan muntah DO:
- Nyeri tekan pada daerah ulu hati (epigastrium) dengan skala nyeri 3
Peningkatan kadar asam lambung Gangguan rasa nyaman (Nyeri) 2. DS:
- Klien mengatakan nafsu makan berkurang pada saat maag kambuh.
- Klien mengeluh sering merasa mual tetapi tidak ingin muntah
- Klien mengatakan hanya 2 kali makan dalam sehari - Klien mengatakan kalau dia hilang selera makan - Klien sering merasa
Rasa tidak nyaman setelah makan,
anoreksia, mual, muntah
Risiko tinggi nutrisi kurang dari
kenyang DO:
- Wajah klien kelihatan pucat.
- Klien tampak lemah dan tidak berenergi.
- Klien tidak menghabiskan 1 porsi nasi dengan lauk dan sayur.
3. DS:
- Klien mengatakan selama ini sering sekali
mengkonsumsi tape, nangka dan makanan pedas.
DO:
- Klien tampak bertanya kepada saya mengenai makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi pasien gastritis
Kurang informasi
Kurang pengetahuan tentang diit gastritis
3. Rumusan Masalah
Setelah dilakukan analisa terhadap data hasil pengkajian, diperoleh data subjektif, antara lain klien mengatakan nyeri bertambah setelah selesai makan, nyeri menyebar sampai ke ulu hati, mengeluh keringat dingin dan sesak napas,perut terasa nyeri jika terlambat makan dan nyerinya hilang timbul jika epigastrium di tekan dan mengeluh sering merasa mual dan muntah. Data objektif yang diperoleh, yaitu nyeri tekan pada daerah ulu hati (epigastrium), tekanan darah 160/80 mmHg, nadi 96 kali per menit, frekuensi pernafasan 20 kali per menit, suhu 36,50c. Diagnosa dari dokter adalah peningkatan kadar asam lambung, riwayat sebelum sakit, klien juga mengatakan sering makan tidak teratur/ tidak tepat waktu.Berdasarkan data yang didapat maka penulis menuliskan prioritas masalah keperawatan nyeri akut dan ditegakkan diagnosa keperawatan utama yaitu nyeri akut berhubungan dengan peningkatan kadar asam lambung.
4. Diagnosa Keperawatan
a. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan peningkatan kadar asam lambung ditandai dengan nyeri tekan pada daerah ulu hati (epigastrium) b. Risiko nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan denganrasa tidak
nyaman setelah makan, anoreksia, mual, muntah ditandai dengan wajah kelihatan pucat,tampak lemah dan tidak berenergi.
c. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi ditandai dengan klien tampak bertanya mengenai makanan yang boleh dikonsumsi dan tidak boleh dikonsumsi untuk gastritis.
5. Perencanaan Keperawatan dan Rasional
a. Diagnosa utama pada klien yaitu nyeri berhubungan dengan peningkatan kadar asam lambung.
Hari/ Tanggal No. Dx Perencanaan keperawatan 1. Tujuan :
Nyeri dapat berkurang/hilang. Kriteria Hasil :
Nyeri hilang/terkontrol, tampak rileks dan mampu tidur/istirahat, skala nyeri menunjukkan angka 0.
Rencana Tindakan Rasional a. Kaji dan catat keluhan
nyeri termasuk lokasi, lamanya, intensitas skala nyeri (0-10).
b. Berikan makan sedikit tapi sering.
c. Jelaskan agar klien menghindari makanan
yang merangsang
lambung, seperti makanan pedas, asam dan mengandung gas.
d. Atur posisi tidur yang nyaman bagi klien.
e. Anjurkan klien melakukan teknik relaksasi, seperti tarik nafas dalam, mendengarkan musik,
a. Untuk menentukan intervensi dan mengetahui efek terapi.
b. Makanan sebagai penetralisasi asam lambung. c. Makanan yang merangsang dapat mengiritasi mukosa lambung.
d. Posisi yang nyaman dapat menurunkan nyeri.
e. Teknik relaksasi dapat mengalihkan perhatian klien sehingga dapat menurunkan nyeri.
nonton TV, membaca. f. Berikan terapi analgesik
dan antasid.
f. Untuk menghilangkan nyeri lambung.
2. Tujuan: Gangguan nutrisi teratasi
Mengetahui masalah yang dia alami dengan memberikan informasi terhadap masalah dari klien
Kriteria Hasil:
Mempertahankan masukan makanan yang adekuat. Rencana Tindakan : Rasional: a. Kaji status nutrisi dan pola
makan klien.
b. Jelaskan agar klien menghindari minuman yang mengandung kafein. c. Timbang berat badan klien
setiap hari dengan alat ukur yang sama.
d. Berikan terapi
multivitamin dan antasid sesuai program medik.
a. Sebagai dasar untuk menentukan intervensi
b. Kafein dapat
merangsang aktivitas gaster.
c. Untuk mengetahui status nutrisi klien.
d. Untuk meningkatkan nafsu makan dan menghilangkan mual. 3. Tujuan
Mengetahui masalah yang dia alami dengan memberikan informasi terhadap masalah dari klien
Kriteria Hasil :
klien tahu tentang penyakitnya
Rencana Tindakan : Rasional: a. Kaji tingkat pengetahuan
tentang penyakitnya a. Untuk mengetahui sampai mana pengetahuan klien sehingga memudahkan untuk memberikan penyuluhan
b. Berikan pendidikan kesehatan tentang penyakitnya
c. Motivasi klien
untuk melakukan anjuran dalam pendidikan
kesehatan
d. Beri kesempatan untuk klien bertanya tentang penyakitnya.
b. Untuk menambah informasi
c. Untuk menambah semangat dan harapanya klien mau melakukan hal positif untuk kesehatan d. Untuk menambah
6. Implementasi Keperawatan dan Evaluasi Hari/ Tanggal No. Dx Implementasi Evaluasi Selasa/ 17 mei 2016
1. a. Mengkaji dan mencatat keluhan nyeri termasuk lokasi, lamanya nyeri, karakteristik nyeri,
b. Karakteristik : intensitas nyeri sedang
c. Memberikan makan sedikit tapi sering
d. Menjelaskan agar klien menghindari makanan yang merangsang peningkatan gas pada lambung, seperti makanan pedas, asam dan mengandung gas.
e. Memberikan klien posisi yang nyaman pada waktu tidur atau duduk.
f. Mengajarkan tehnik relaksasi seperti tarik nafas dalam, mendengarkan musik, nonton TV dan membaca.
g. Memberikan terapi analgesik dan antasid.
h. Mengkaji tanda-tanda vital klien. TD= 110/80mmHg HR= 82x/menit RR= 24x/menit T= 36,70c S : Klien melaporkan nyerinya berkurang O : Klien tampak tenang, klien dapat mengontrol nyeri yang dirasakan. A : Masalah sebagian Teratasi : Nyeri berkurang denhan skala nyeri 2 P : intervensi dilanjutkan Mengajarkan penggunaan teknik relaksasi.
Rabu 18 mei 2016
2. a. Mengkaji status nutrisi dan pola makan klien.
b. Menjelaskan agar klien menghindari minuman yang mengandung kafein.
c. Menimbang berat badan klien setiap hari dengan alat ukur yang sama.
d. Memberikan terapi multivitamin dan antasid sesuai program medik. S : Klien mengatakan sudah bisa menghabiskan makanan yang disajikan O:
Makanan klien habis A : Masalah teratasi P : Intervensi dihentikan Rabu/ 19 mei 2016
3. a. Mengkaji tingkat pengetahuan tentang penyakitnya
b. Memberikan pendidikan
kesehatan tentang
penatalaksanaan nyeri pada gastritis
c. Memotivasi klien
untuk melakukan anjuran dalam pendidikan kesehatan d. Memberi kesempatan untuk
klien bertanya tentang penyakitnya. S : Klien mengatakan mengerti tentang penatalaksanaan nyeri gastritis, mengetahui tentang diet gastritis yang benar
O :
Klien terlihat tidak bingung lagi.
A :
Masalah teratasi P :
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Salah satu masalah kesehatan yang kita hadapi sekarang ini adalah penyakit saluran pencernaan seperti gastritis. Masyarakat pada umumnya mengenal gastritis dengan sebutan penyakit maag yaitu penyakit yang menurut mereka bukan suatu masalah yang besar, misalnya jika merasakan nyeri perut maka mereka akan langsung mengatasinya dengan makan nasi, kemudian nyerinya hilang, penyakit gastritis ini bila tidak di atasi dengan cepat maka dapat menimbulkan perdarahan (hemorhagastritis) sehingga banyak darah yang keluar dan berkumpul di lambung, selain itu juga dapat menimbulkan tukak lambung, kanker lambung sehingga dapat menyebabkan kematian (Hirlan, 2009).
Gastritis berarti inflamasi mukosa lambung (gaster = lambung; itis = inflamasi atau radang). Gastritis khronis tingkat ringan sampai sedang sering ditemukan pada masyarakat, terutama sekali pada orang dewasa (Herman, Rahmatina B, 2004). Gastritis merupakan peradangan mukosa lambung yang bersifat akut, kronik difus, atau lokal dengan karakteristik anoreksia, rasa penuh, tidak enak pada epigastrik, mual dan muntah. Gastritis dibedakan menjadi 2 jenis yaitu gastritis akut dan gastritis kronik. Gastritis akut merupakan peradangan pada mukosa lambung yang menyebabkan erosi dan perdarahan mukosa lambung. Sedangkan gastritis kronik, merupakan gastritis yang terkait dengan atropi mukosa gastrik sehingga produksi asam lambung menurun dan menimbulkan ulserasi peptik. Gastritis kronis dapat diklasifikasikan pada tipe A atau tipe B. Tipe A merupakan gastritis autoimun adanya antibody terhadap sel parietal menimbulkan atropi mukosa lambung. Pada 95% pasien dengan anemia pernisiosa dan 60% pasien dengan gastritis atropi kronik memiliki antibody terhadap sel parietal. Biasanya kondisi ini merupakan tendensi terjadinya Ca Lambung pada fundus atau korpus.Tipe B merupakan gastritis yang terjadi akibat infeksi oleh helicobacter pylori (Suratun dan lusianah, 2010).
Digestif adalah penguraian material menjadi serpihan kecil atau molekul yang dapat lebih mudah digerakkan ke sepanjang saluran pencernaan dan
diabsorpsi oleh epitelium saluran pencernaan. Kondisi ini bisa dilakukan sebelum atau sesudah ingesti. Kondisi sebelum ingesti misalnya pada makanan produk siap saji dengan kebutuhan material makanan dikemas dalam bentuk yang sudah lembut. Aktivitas digestif dilakukan dengan proses penghancuran mekanik dan kimia pada material makanan. Proses mekanik oleh gigi dan diikuti pemipihan material oleh lidah merupakan salah satu contoh proses digestif di rongga mulut. Peran hormonal dan enzim memengaruhi proses digesti secara kimia. Sebagai contoh, peran enzim amilase (ptialin) yang menguraikan zat tepung menjadi maltose di rongga mulut. (Muttaqin, Arif & Sari Kumala, 2011).
Dasar dari proses digestif adalah hidrolisis oleh enzim pencernaan yang jenisnya berbeda untuk setiap golongan makanan, namun semua enzim pencernaan adalah dari golongan protein. Digestif dibagi menjadi tiga bagian yaitu ; Digestif karbohidrat yang dilakukan di dalam mulut, lambung dan usus kecil. Digestif Protein yang dilakukan di dalam lambung dan usus kecil, Digestif Lemak yang dilakukan di dalam lambung dan usus kecil (Herman, Rahmatina B, 2004)
Tinjauan terhadap beberapa negara di dunia yang dilakukan oleh World Health Organitation (WHO) mendapatkan hasil persentase gastritis di dunia, diantaranya Inggris 22%, China 31%, Jepang 14,5%, Kanada 35% dan Perancis 29,5%. Menurut WHO di Indonesia angka kejadian gastritis di beberapa daerah juga cukup tinggi dengan prevalensi 274,396 kasus dari 238,452,952 jiwa penduduk. Menurut Maulidiyah (2006), di kota Surabaya angka kejadian gastritis sebesar 31,2%, Denpasar 46%, dan kejadian gastritis yang tertinggi terdapat di kota Medan yaitu sebesar 91,6% (Gustin, 2012).
B. TUJUAN a. Tujuan Umum
Untuk memperoleh informasi asuhan keperawatan pada Ny.R/Ny.E dengan masalah kebutuhan dasar nyeri pada digestif di Lingkungan I, Kelurahan Siti Rejo II, Kecamatan Medan Amplas.
b. Tujuan Khusus
1. Penulis mampu melakukan pengkajian pada Ny.R/Ny.E dengan masalah kebutuhan dasar digestif pada Gastritis.
2. Penulis mampu merumuskan diagnosa keperawatan pada Ny.R/Ny.E