BAB II PENGELOLAAN KASUS
B. Asuhan Keperawatan Kasus
1. Pengkajian
I. BIODATA Identitas Pasien
Nama : Ny.S Jenis Kelamin : Perempuan Umur : 71 tahun Status Perkawinan : Janda Agama : Islam Pendidikan : Tamat SD Pekerjaan : Tidak bekerja
Alamat : Jl. Bajak III Lingkungan VII Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas
II. Keluhan Utama
Ny.S mengatakan kedua kakinya sering kebas dan terasa ngilu terutama pada pagi hari dan saat udara dingin. Ny.S juga mengatakan bahwa menurut dokter yang merawatnya saat sakit 1 minggu yang lalu, ia terkena penyakit rematik.
III.Riwayat Kesehatan Sekarang A. Provocative / palliative
1. Apa penyebabnya :
Ny.S mengatakan tidak tahu penyebab penyakit rematik yang dideritanya. Ny.S juga mengatakan bahwa penyakit yang dideritanya karena proses penuaan dan itu hal yang wajar
2. Hal-hal yang memperbaiki keadaan :
Ny.S mengatakan jika penyakit rematik kambuh, ia hanya mengusuk kakinya dengan minyak urut.
B. Quantity / quality
1. Bagaimana dirasakan
Ny.S mengatakan merasa nyeri seperti ngilu dan keram pada kedua kakinya. Ny.S juga merasa lebih mudah lelah jika bergerak saat rematik kambuh.
2. Bagaimana dilihat
Ny.S tampak meringis dan memegang lututnya yang nyeri dan kelelahan saat disuruh berjalan mengelilingi sekitar rumahnya saat rematiknya kambuh.
C. Region
1. Dimana lokasinya
Ny.S mengatakan nyeri pada kedua ekstremitas bawah, terutama pada lutut.
2. Apakah menyebar
Ny.S mengatakan nyeri pada kedua kakinya tersebut menyebar ke seluruh bagian kaki dan pinggang.
D. Severity
Ny.S mengatakan hal tersebut menganggu aktivitasnya karena Ny.S sulit untuk berpindah tempat seperti ke dapur, ke ruang menonton, dan ke teras rumah.
E. Time
Ny.S mengatakan nyeri pada kedua kaki dirasakan pada waktu yang tidak menentu, namun paling sering saat pagi hari dan saat udara dingin.
IV.Riwayat Kesehatan Masa Lalu A. Penyakit yang pernah dialami
Ny.S mengatakan sudah mengetahui bahwa ia memiliki penyakit rematik saat dirawat di Rumah Sakit, namun gejala yang dirasakan sudah ada sejak 1 tahun.
B. Pengobatan / tindakan yang dilakukan
Ny.S mengatakan pernah mendapatkan pengobatan dan tindakan medis saat dirawat di Rumah Sakit. Namun Ny.S tidak mengingat nama obat yang diberikan selama sakit.
C. Pernah dirawat / dioperasi
Ny.S mengatakan pernah dirawat selama 3 hari di Rumah Sakit, tepatnya 1 minggu yang lalu sebelum dilakukan pengkajian. Ny.S mengatakan tidak pernah melakukan tindakan operasi.
D. Lama dirawat
Ny.S mengatakan pernah dirawat selama 3 hari di Rumah Sakit. E. Alergi
Ny.S mengatakan tidak ada alergi makanan / minuman dan obat. F. Imunisasi
Ny.S mengatakan tidak mengetahui mengenai kelengkapan imunisasi pada dirinya.
V. Riwayat Kesehatan Keluarga A. Orang tua
Ny.S mengatakan kedua orangtuanya sudah meninggal karena faktor usia yang sudah tua dan tidak mengetahui penyakit apa yang pernah dialami kedua orangtuanya.
B. Saudara kandung
Ny.S mengatakan saudara kandungnya masih hidup dan tidak ada yang memiliki penyakit yang sama.
C. Penyakit keturunan yang ada
D. Anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa
Ny.S mengatakan tidak ada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa.
E. Anggota keluarga yang meninggal
Ny.S mengatakan 2 orang anggota keluarganya sudah meninggal, yaitu anak ke-4 dan suaminya.
F. Penyebab meninggal
Ny.S mengatakan anak ke-4 meninggal akibat demam tinggi dan suaminya meninggal karena faktor usia yang sudah tua.
VI.Riwayat keadaan psikososial
A. Persepsi pasien tentang penyakitnya
Ny.S mengatakan penyakitnya terjadi adalah hal yang wajar karena usianya sudah tua. Ny.S pasrah dengan penyakitnya dan yakin bahwa masih ada Allah SWT yang selalu menemaninya.
B. Konsep Diri
Gambaran diri : Ny.S mampu menerima keadaannya sekarang namun tidak nyaman dengan kondisinya. Ideal diri : Ny.S mengatakan bahwa ia yakin penyakitnya
akan sembuh.
Harga diri : Ny.S mengatakan tidak malu dengan kondisinya yang semakin tua dan semakin melemah. Ia juga merasa masih mampu memberikan kasih sayang kepada anak dan cucunya.
Peran diri : Ny.S berperan sebagai Ibu dan nenek di dalam keluarganya terkadang tidak mampu melakukan pekerjaan rumah dan menjaga cucunya.
Identitas : Ny.S adalah seorang ibu dari 10 anak-anaknya yang merasa terganggu dengan kondisinya. C. Keadaan emosi : Menurut anaknya, Ny.S adalah orang yang sabar
dan tenang dalam menghadapi masalah. Namun sulit diajak untuk melakukan pemeriksaan kesehatan karena takut ketahuan penyakit apa yang dialaminya
D. Hubungan Sosial
Orang yang berarti : Pasien mengatakan anaknya sangat berarti.
Hubungan dengan keluarga : Hubungan dengan keluarga tidak ada masalah.
Hubungan dengan orang lain : Pasien mengatakan tidak suka keluar rumah karena jika kumpul-kumpul dengan tetangga hanya bergosip dan ia merasa lebih baik menjaga cucu dirumah. Tetapi Ny.S masih sering bertegur sapa dengan tetangganya yang lewat dari depan rumahnya.
Hambatan dalam berhubungan:Tidak ada hambatan dalam berhubungan dengan orang lain dengan orang lain karena pasien termasuk
E. Spiritual
Nilai dan keyakinan : Pasien menganut agama Islam dan mengikuti keyakinan sesuai ajaran agama Islam.
Kegiatan Ibadah : Pasien masih melakukan sholat 5 waktu dan wirit.
VII. Status Mental
Tingkat Kesadaran : Kesadaran pasien compos mentis.
Penampilan : Pasien menggunakan pakaian yang rapi dan bersih
Pembicaraan : Pasien berbicara dengan nada yang normal dan tidak cepat.
Alam Perasaan : Pasien tampak keletihan dan lesu. Afek : Ekspresi pasien sesuai dengan
pembicaraan. Pasien tertawa saat ada hal lucu dan tampak sedih saat cerita tentang kondisinya.
Interaksi selama wawancara : Pasien tampak kooperatif dan memberikan respon yang baik.
Waham : Tidak ada waham pada pasien.
Persepsi : Pasien mengatakan keadaannya sekarang adalah proses hidup yang harus dilalui tanpa harus mengeluh.
Memori : Tidak ada gangguan pada memori pasien Proses pikir : Tidak ada masalah pada proses pikir pasien
Isi pikir : Tidak ada masalah pada isi pikir pasien.
VIII. Pemeriksaan Fisik A. Keadaan umum
Keadaan pasien compos mentis, tampilan sesuai dengan usia, wajah tampak lemas, akral hangat, badan tampak bersih.
B. Tanda-tanda vital
Suhu tubuh : 37oC
Tekanan darah : 150/90 mmHg Nadi : 88x/menit Pernafasan : 22x/menit
Skala nyeri : 4 (nyeri sedang). Nyeri seperti keram.
TB : 148cm
BB : 55kg
C. Pemeriksaan Head to toe 1. Kepala dan rambut
Bentuk : Bulat dan simetris
Ubun-ubun : Datar dan tidak ada benjolan ataupun cekungan. Kulit kepala : Tidak ada lesi dan tampak kebersihan kulit kepala
kurang baik. 2. Rambut
Penyebaran dan keadaan rambut : Rambut gelombang berwarna putih dan penyebaran tidak merata karena sering rontok.
Bau : Rambut pasien sedikit berbau karena pasien malas keramas. Warna kulit : Berwarna coklat
3. Wajah
Warna kulit : Sawo matang
Struktur wajah : Simetris kiri dan kanan serta tidak ada lesi. 4. Mata
Kelengkapan dan kesimetrisan : Mata lengkap dan simetris kanan dan kiri
Palpebra : Normal. Kulit keriput berwarna sawo matang dan tidak ada lesi.
Konjungtiva dan sklera : Konjungtiva tidak anemis dan sklera tidak ikterik.
Pupil : Normal. Berbentuk bulat, letak sentral, dan isokor. Respon pupil terhadap peningkatan cahaya konstriksi dan dilatasi terhadap penurunan cahaya.
Cornea dan iris : Normal. Kornea transparan dan halus. Visus : Pandangan masih baik dan masih dapat
membedakan warna. 5. Hidung
Tulang hidung dan posisi septum nasi : Normal. Tulang hidung tepat di garis tengah wajah.
Lubang hidung : Simetris, kebersihan cukup, dan tidak ada benjolan.
Cuping hidung : Tidak ada pergerakan cuping hidung saat bernafas 6. Telinga
Bentuk telinga : Simetris kiri dan kanan Ukuran telinga : Normal
Lubang telinga : Bersih dan tidak ada serumen Ketajaman pendengaran : Pendengaran pasien cukup baik 7. Mulut dan faring
Keadaan bibir : Bibir lembab, simetris, berwarna coklat, halus, dan tidak ada kelainan.
Keadaan gusi dan gigi : Gusi berwarna merah tua, halus, lembab, dan tidak ada perdarahan. Gigi pasien hanya tersisa empat buah.
Keadaan lidah : Berwarna merah muda, tidak ada lesi dan pembengkakan, dan tidak ada perdarahan. 8. Leher
Posisi trachea : Keadaan simetris.
Thyroid : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid Suara : Suara pasien normal dan jelas
Vena jugularis : Teraba
9. Pemeriksaan integumen
Kebersihan : Kulit bersih dan pasien mandi 2x1 hari. Kehangatan : Akral hangat
Warna : Sawo matang dan tidak pucat Turgor : >2 detik
Kelembaban : Normal
Kelainan pada kulit : Tidak ada kelainan 10.Pemeriksaan payudara dan ketiak
Ukuran dan bentuk : Simetris kiri dan kanan Warna payudara dan areola : Warna payudara sama dengan
warna kulit, yaitu sawo matang dan areola berwarna kecoklatan.
Kondisi payudara dan putting : Payudara sudah tidak kencang dan puting tidak masuk kedalam. 11.Pemeriksaan thoraks / dada
Inspeksi thoraks : Bentuk dada normal Pernafasan (frekuensi, irama) : 22x/menit, irama regular
Tanda Kesulitan Bernafas : Tidak ada kesulitan bernafas dan tidak ada tidak ada sesak nafas 12.Pemeriksaan paru
Palpasi getaran suara : Getaran terasa saat pasien mengucapkan kata-kata
Auskultasi : Suara nafas bronkovesikuler, suara ucapan normal, dan tidak ada suara tambahan 13.Pemeriksaan jantung
Inspeksi : Warna kulit dada normal, tidak sianosis, dan tidak ada pembengkakan dada
Palpasi : Denyutan teraba, tidak ada massa atau benjolan Perkusi : Terdengar bunyi dullness
Auskultasi : Tidak ada bunyi tambahan 14.Pemeriksaan Abdomen
Inspeksi( bentuk, benjolan) : Normal, bentuk simetris, dan tidak ada benjolan
Auskultasi : Peristaltik usus 12x/menit Palpasi : Tidak ada nyeri tekan, tidak ada
benjolan, tidak teraba pembesaran hepar.
Perkusi : Suara timphany 15.Pemeriksaan kelamin dan daerah sekitarnya
Genitalia ( rambut pubis, lubang uretra ) : Ny.S mengatakan
kebersihan baik, penyebaran rambut pubis merata, berwarna hitam, dan tidak ada kelainan pada lubang uretra.
Anus dan perineum : Tidak ada kelainan
16.Pemeriksaan muskuloskeletal/ekstremitas (kesimetrisan, kekuatan otot, edema)
Kesimetrisan : Ekstremitas atas simetris dan ekstremitas bawah simetris
Kekuatan otot : Kekuatan otot ekstremitas atas dan bawah 5 (Gerakan aktif terhadap tahanan penuh ). Edema : Tidak ada edema
17.Pemeriksaan Neurologi (Nervus Cranialis)
NI/Olfaktorius : Ny.S mampu membedakan bau-bauan dengan baik saat kedua mata ditutup dan salah satu lubang hidung ditutup.
NII/Optikus : Pandangan sedikit kabur dan masih mampu membedakan warna.
NIII/Okulomotorius : mampu mengangkat kelopak mata, tidak NIV/Troklearis, terdapat edema pada kelopak mata, kelopak NVI/Abdusen mata tidak Ny.S jatuh, reaksi pupil
terhadap cahaya normal, gerakan mata keatas dan kebawah normal, gerakan mata ke segala arah normal, ukuran mata simetris.
NV/Trigeminus : Ny.S mampu mengunyah dan mampu menggerakkan rahang, mampu membedakan rasa panas dan dingin, mampu merasakan nyeri, ada reflex berkedip saat didekatkan kapas secara tiba-tiba.
NVII/Fasialis : Wajah simetris, mampu menggerakkan otot wajah dan mulut.
NVIII/Vestibulocochlearis: Keseimbangan pasien terjaga saat bergerak NIX/Glosofaringeus, : Proses menelan normal, pengecapan NX/Vagus normal,palatum lunak dan sedikit
terangkat,letak uvula ditengah, reflex gag pasien normal.
NXI/Asesorius : Gerakan bahu simetris kiri dan kanan NXII/ Hipoglosus : Gerakan lidah pasien normal.
18.Fungsi motorik
Cara berjalan : Normal dan tidak membutuhkan bantuan. Romberg test : Dapat berdiri tegak dan mudah lelah jika
berdiri terlalu lama.
Pronasi-supinasi test : Pasien mampu mengubah posisi telungkup secara mandiri. Supinasi pasien baik, pasien mampu menekuk kaki secara mandiri.
19.Fungsi sensorik
Identifikasi sentuhan ringan : Pasien mampu menyatakan area kulit yang disentuh.
Tes tajam-tumpul : Pasien mampu membedakan benda tajam ataupun benda tumpul yang disentuhkan dikulitnya
Tes panas dingin : Pasien mampu membedakan sensasi panas dan dingin yang disentuhkan kekulitnya.
Tes getaran : Pasien merasakan getaran yang disentuhkan padanya
20.Refleks
Refleks bisep : Terangsang dengan baik pada motorik atas baik kanan maupun kiri
Refleks trisep : Terangsang dengan baik pada motorik atas baik kanan maupun kiri
Refleks patellar : Terangsang dengan baik pada motorik bawah baik kanan maupun kiri
Refleks tendon Achilles : Terangsang dengan baik pada motorik bawah baik kanan maupun kiri
Refleks plantar : Terangsang dengan baik pada motorik atas baik kanan maupun kiri
IX.Pola kebiasaan sehari-hari A. Pola makan dan minum
Frekuensi makan /hari : 3kali/hari
Nafsu / selera makan : Nafsu makan pasien baik Nyeri ulu hati : Tidak ada nyeri ulu hati
Alergi : Tidak ada riwayat alergi makanan pada pasien
Mual dan muntah : Tidak ada mual muntah
Waktu pemberian makan : Pagi jam 10.00 Wib, siang jam 14.00 Wib dan malam jam 20.00 Wib
Jumlah dan jenis makan : Jumlah tergantung dari selera makan pasien. Jenis makanan dengan tekstur lunak dilengkapi lauk pauk.
Masalah makan dan minum : Tidak ada masalah dalam kesulitan mengunyah dan menelan
B. Perawatan diri/personal hygiene
Kebersihan tubuh : Kebersihan baik dan pasien mandi 2x/hari
Kebersihan gigi dan mulut : Baik, pasien masih menggosok giginya yg tersisa setiap kali mandi Kebersihan kuku kaki dan tangan : Baik. Kuku kaki dan tangan bersih
dan tidak panjang karena pasien selalu memotong kuku jika sudah mulai panjang
C. Pola kegiatan/aktivitas
Aktivitas mandi, makan, eliminasi, dan ganti pakaian : Pasien masih mampu melakukannya secara mandiri
Aktivitas ibadah pasien selama dirawat/sakit : Saat dirawat di Rumah Sakit 1 minggu yang lalu, pasien hanya sholat, berdoa, dan mengaji di tempat tidur.
D. Pola eliminasi 1. BAB
Pola BAB : 1 kali/hari
Karakter feses : Konsistensi lembek Riwayat perdarahan : Tidak ada
BAB terakhir : Pagi sekitar jam 06.30 Wib Diare : Pasien sedang tidak diare
Penggunaan laksatif : Tidak pernah menggunakan laksatif 2. BAK
Pola BAK : 6-7x sehari
Karakter urin : Normal berwarna kuning Nyeri/rasa terbakar/kesulitan BAK : Tidak ada nyeri, rasa
terbakar, dan kesulitan saat BAK
Riwayat penyakit ginjal/kandung kemih : Tidak ada riwayat penyakit Penggunaan diuretik : Tidak ada penggunaan
diuretik
Upaya mengatasi masalah : Tidak ada masalah
E. Mekanisme koping : Ketika Ny.S ada masalah, maka ia mengatasinya dengan cara berbicara pada orang lain khususnya kepada anaknya. Ny.S sulit untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan.
2. Analisa Data
No Data Penyebab Masalah
1. DS:
1.P (Provoking) : Arthritis rematoid 2.Q (Quality):
Ny.S mengatakan nyeri seperti kesemutan, linu, dan keram.
3.R (Region):
Ny.S mengatakan nyeri pada kedua lutut dan menyebar ke seluruh bagian kaki dan pinggang.
4.S (Severity):
Skala intensitas nyeri : 4 ( nyeri seperti keram).
5.T (Time):
Saat pagi hari dan udara dingin. DO:
1. TD: 150/90 mmHg 2. Nadi: 88x/menit 3. Pernafasan: 22x/menit 4. Suhu: 37oC
5. Ny.S tampak memegangi dan mengurut kakinya. Gangguan muskuloskeletal : arthritis rematoid Nyeri 2. DS:
1. Ny.S mengatakan tidak sanggup berjalan jauh dan mudah lelah
DO:
1. Ny.S lebih banyak duduk
2. Ny.S sulit untuk berjalan dan melakukan aktivitas secara perlahan.
Nyeri dan ketidaknyamanan
Intoleransi aktivitas
3. Rumusan Masalah
A. Masalah Keperawatan
1. Ganggguan rasa nyaman : nyeri 2. Intoleransi aktivitas
B. Diagnosa Keperawatan (Prioritas)
1. Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan gangguan muskuloskeletal: arthritis rematoid ditandai dengan Ny.S mengatakan sering merasa kesemutan, linu, dan keram pada ekstremitas bawah yaitu lutut.
2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan nyeri dan ketidaknyamanan ditandai dengan Ny.S mengatakan tidak sanggup berjalan jauh dan mudah lelah terutama saat rematik kambuh.
4. Perencanaan
Diagnosa Perencanaan Keperawatan 1. Gangguan rasa nyaman : nyeri Tujuan:
1. Nyeri berkurang / hilang Kriteria Hasil:
1. Menunjukkan nyeri hilang/terkontrol 2. Terlihat rileks, dapat tidur atau
beristirahat dan berpartisipasi dalam aktivitas sesuai kemampuan
3. Menggabungkan ketrampilan relaksasi dan aktivitas hiburan ke dalam program kontrol/nyeri.
Rencana Tindakan Rasional 1. Kaji keluhan nyeri,
kualitas,lokasi, intensitas (skala 0-10), dan waktu. Catat faktor yang mempercepat dan tanda rasa sakit nonverbal. 2. Berikan matras/kasur lembut
dan bantal kecil. Tingggikan linen tempat tidur sesuai kebutuhan.
3. Berikan posisi nyaman waktu tidur/duduk di kursi. Tingkatkan istirahat di tempat tidur sesuai indikasi.
4. Anjurkan sering mengubah posisi. Bantu bergerak di tempat tidur, sokong sendi yang sakit di atas dan di bawah, serta hindari gerakan menyentak.
5. Anjurkan mandi air hangat/pancuran pada waktu bangun. Sediakan waslap hangat untuk mengompres sendi yang sakit.
6. Berikan masase yang lembut 7. Gunakan teknik manajemen
nyeri, misal, relaksasi dan distraksi, sentuhan terapeutik, biofeedback, visualisasi, pedoman imajinasi, dan hipnotis diri.
1. Membantu kebutuhan manajemen nyeri dan keefektifan program.
2. Matras lembut dan bantal kecil mencegah pemeliharaan kesejajaran tubuh yang tepat, mengistirahatkan sendi yang sakit. Peninggian linen tempat tidur menurunkan tekanan sendi yang terinflamasi/nyeri.
3. Penyakit berat/ekserbasi, tirah baring diperlukan untuk membatasi nyeri atau cidera sendi.
4. Mencegah terjadinya kelelahan umum dan kekakuan sendi. Menstabilkan sendi serta mengurangi gerakan dan rasa sakit pada sendi.
5. Panas meningkatkan relaksasi otot dan mobilitas, menurunkan rasa sakit dan kekakuan di pagi hari. Sensitivitas pada panas dapat hilang dan luka dermal dapat sembuh.
6. Meningkatkan relaksasi atau mengurangi ketegangan otot.
7. Meningkatkan relaksasi, memberikan rasa kontrol, dan meningkatkan kemampuan koping.
8. Memfokuskan kembali perhatian, memberikan stimulasi, meningkatkan rasa percaya diri dan perasaan sehat.
8. Libatkan dalam aktivitas hiburan yang sesuai situasi individu.
Diagnosa Perencanaan Keperawatan 2.Intoleransi Aktivitas Tujuan:
1. Kemajuan kemampuan aktivitas Kriteria Hasil:
1. Menoleransi aktivitas yang biasa dilakukan 2. Menunjukkan toleransi aktivitas
Rencana Tindakan Rasional 1. Menganjurkan pasien untuk
melakukan aktivitas lebih lambat atau dalam jangka waktu yang lebih singkat diselingi istirahat yang lebih banyak
2. Minimalkan efek kemunduran kondisi karena pengaruh tirah baring yang lama dan immobilisasi 3. Menganjurkan individu bangun dari posisi tidurnya tiga kali sehari, tingkatkan latihan selama 15 menit setiap hari.
4. Memberikan dukungan yang cukup dan pilih cara berjalan yang aman bagi pasien
5. Mengajarkan individu untuk istirahat selama satu jam pertama setelah makan
6. Atur jadwal dan target aktivitas fungsional secara bertahap
1. Penggunaan energi yang cukup mampu mengatasi dan mencegah kelelahan dan mengoptimalkan fungsi.
2. Tirah baring yang lama dan immobilisasi menyebabkan intoleransi aktivitas
3. Gerakan tubuh secara perlahan mampu meningkatkan
4. Memastikan keselamatan dan mencegah jatuh
5. Istirahat mengurangi kelelahan 6. Aktivitas yang semakin bertambah
secara perlahan melatih pasien untuk meningkatkan kemampuan aktivitas
Catatan Perkembangan
Hari/tanggal No.Dx Implementasi Keperawatan Evaluasi (SOAP) Rabu, 20 Mei
2015
1. 1. Mengkaji keluhan nyeri, kualitas, lokasi, intensitas (skala 0-10), dan waktu 2. Memberikan posisi nyaman
waktu tidur/duduk di kursi 3. Menganjurkan sering
mengubah posisi
4. Memberikan masase yang lembut seperti, menggosok halus pada daerah nyeri 5. Menganjurkan mandi air
hangat
6. Mengajarkan dan menganjurkan Ny.S untuk memilih teknik manajemen nyeri seperti relaksasi (klien memejamkan matanya dan bernafas secara perlahan dan nyaman. Irama yang konstan dapat dipertahankan dengan cara menghitung lambat dalam hati saat bersamaan dengan inhalasi dan ekhalasi), distraksi visual (melihat pemandangan dan menonton televisi), dan distraksi pendengaran
(mendengarkan musik yang S : 1.Kualitas(Quality): Ny.S mengatakan nyeri seperti kesemutan, linu, dan keram. 2.Lokasi(Region): Ny.S mengatakan nyeri pada kedua lutut dan menyebar ke seluruh bagian kaki dan pinggang. 3.Intensitas(Severity):
Skala intensitas nyeri : 4 ( nyeri seperti keram). 4.Waktu(Time):
Saat pagi hari dan udara dingin. O : 1.TD: 150/80 mmHg 2.Nadi: 92x/menit 3.Respirasi: 24x/menit 4.Suhu: 370C 5.Ny.S tampak mengurut dan memegangi kakinya
disukai, suara burung, atau suara gemercik air).
7. Mengajarkan Ny.S melakukan aktivitas hiburan sesuai situasi dan kemampuan.
6.Ny.S
mempraktekkan teknik relaksasi, distraksi visual, dan distraksi pendengaran A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan 1.Anjurkan mengubah posisi dan mandi air hangat 2.Anjurkan Ny.S melakukan distraksi visual dan pendengaran Rabu, 20 Mei 2015
2. 1. Mengatur penggunaan energi dengan menganjurkan pasien untuk melakukan aktivitas lebih lambat atau dalam jangka waktu yang lebih singkat diselingi istirahat yang lebih banyak
2. Menganjurkan individu bangun dari posisi tidurnya tiga kali sehari, tingkatkan latihan selama 15 menit setiap hari.
S : Ny.S mengatakan cepat lelah ketika melakukan aktivitas. O : pasien sulit beraktivitas A : masalah teratasi sebagian P : intervensi dilanjutkan
3. Memberikan dukungan yang cukup dan pilih cara berjalan yang aman bagi pasien 4. Mengatur jadwal dan target
aktivitas fungsional secara bertahap
Hari/tanggal No. Dx Implementasi Evaluasi Kamis, 21 Mei
2015
1. 1. Mengevaluasi skala nyeri yang dirasakan
2. Memberikan masase yang lembut
3. Mengevaluasi kembali tindakan posisi nyaman waktu tidur/duduk di kursi 4. Menganjurkan sering
mengubah posisi
5. Mengevaluasi dan mengobservasi Ny.S dalam melakukan masase yang lembut
6. Menganjurkan kembali mandi air hangat
7. Mengevaluasi manajemen nyeri yang dipilih oleh Ny.S, yaitu teknik relaksasi , dan distraksi visual.
S:
1.Ny.S mengatakan nyeri dan keram pada kakinya sudah sedikit berkurang. O: 1.Skala nyeri :4 (nyeri seperti keram) Ny.S nyaman dengan masase yang diberikan 2.Ny.S mampu melakukan teknik relaksasi dan distraksi visual A: Masalah teratasi sebagian P:intervensi dilanjutkan
Kamis, 21 Mei 2015
2. 1. Mengobservasi Ny.S dalam melakukan aktivitas dan anjurkan kembali pasien untuk melakukan aktivitas lebih lambat atau dalam jangka waktu yang lebih singkat diselingi istirahat yang lebih banyak
2. Mengevaluasi pasien dalam melakukan tindakan bangun dari posisi tidurnya tiga kali sehari dan meningkatkan latihan selama 15 menit setiap hari.
3. Melakukan target aktivitas fungsional yang telah dijadwalkan (berjalan 8m dan jarak bertambah setiap hari).
S :
1.Ny.S mengatakan tidak mudah lelah ketika melakukan aktivitas secara perlahan.
O:
-Ny.S tampak tenang dalam melakukan aktivitas. A: : Masalah teratasi sebagian P:intervensi dilanjutkan
Hari/tanggal No. Dx Tindakan Keperawatan Evaluasi Jumat, 22
Mei 2015
1. 1. Mengkaji kurangnya intensitas nyeri, yaitu skala 0 2. Mengajarkan keluarga untuk menganjurkan pasien memilih posisi nyaman waktu tidur/duduk di kursi 3. Menganjurkan keluarga
untuk melakukan masase yang lembut pada kaki