BAB II PENGELOLAAN KASUS
2.3 Asuhan Keperawatan Kasus
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dan sesuai dengan jadwal praktik mahasiswa di Kelurahan Sari Rejo Medan Polonia, mahasiswa mulai melakukan pengkajian keperawatan pada Ny. S yang dilakukan secara lengkap terdapat di lampiran.
A. Biodata
Ny. S merupakan seorang wanita yang berusia 72 tahun, suami Ny. S telah meninggal dunia. Pendidikan terakhir Ny. S adalah sekolah dasar (SD), bekerja sebagai ibu rumah tangga dan beragama Islam. Ny. S beralamat di Jl.
Teratai No. 35, Kelurahan Sari Rejo Medan Polonia.
B. Keluhan Utama
Dalam pengkajian yang dilakukan pada Ny. S, keluarga mengatakan Ny.
S sering lupa (pikun) akan aktifitas yang telah dilakukannya.
C. Riwayat Kesehatan Sekarang
Ny. S mengatakan bahwa dirinya selalu melakukan aktifitas kebersihan dirinya secara baik dan teratur, akan tetapi keluarga mengatakan bahwa Ny. S tidak melakukan kebersihan diri dengan baik dan benar dikarenakan beliau pelupa (pikun).
D. Riwayat Kesehatan Masa Lalu
Keluarga mengatakan bahwa klien memilki riwayat penyakit stroke di masa lalu dan hipertensi sampai sekarang, saat ini klien menerima terapi obat-obatan yang membantunya untuk menurunkan tekanan darah. Keluarga mengatakan bahwa Ny. S belum pernah dioperasi dan tidak memiliki riwayat alergi.
E. Genogram
Ket :
: : Laki-laki
: Perempuan
: Meninggal
: Klien
Ny. S mengatakan bahwa suaminya telah meninggal. Klien memiliki 2 orang anak perempuan dan 2 orang anak laki-laki. Anak pertama sudah menikah dan memiliki dua orang anak. Anak kedua juga sudah menikah dan memilik tiga orang anak. Anak ketiga telah meninggal dunia. Anak keempat merupakan seorang perempuan dan belum menikah.
F. Riwayat Kesehatan Keluarga
Klien mengatakan bahwa suaminya meninggal karena terkena serangan jantung. Klien juga mengatakan bahwa anak ketiganya meninggal karena kanker darah.
G. Riwayat Kesehatan Psikososial
Persepsi klien tentang dirinya, klien mengatakan bahwa dirinya bersih.
Konsep diri, klien berperan sebagai ibu dari 4 orang anaknya.
Hubungan sosial, klien mengatakan orang yang berarti di dalam hidupnya adalah anak dan cucunya. Hubungan klien dengan orang lain kurang baik karena orang-orang menganggapnya pelupa (pikun).
Spiritual, klien menganut agama Islam dan percaya akan adanya Tuhan Yang Maha Esa di dunia ini.
H. Status Mental
1. Tingkat Kesadaran
Tingkat kesadaran klien lansia compos mentis.
2. Penampilan
Saat dilakukan pengkajian, penampilan klien lansia tampak kurang bersih, pakaian sering tidak diganti setelah mandi, tercium bau pesing dari tubuh klien lansia, kuku terlihat panjang dan mulut berbau tidak sedap.
3. Pembicaraan
Klien lansia selalu berbicara dengan nada yang keras, cepat, tampak berfikir pada waktu berbicara, dan mampu memulai pembicaraan pada saat diwawancara.
4. Interaksi Selama Wawancara Klien tidak mudah tersinggung.
5. Persepsi
Klien lansia mengatakan bahwa dirinya selalu membersihkan seluruh bagian tubuh ketika mandi walaupun pada kenyataannya klien tidak tampak bersih.
6. Proses Pikir
Klien lansia tampak mengulangi perkataannya agar lawan bicaranya percaya dan tertarik dengan apa yang dikatakannya.
7. Isi Pikir
Jika klien lansia diberikan pertanyaan maka klien lansia mampu menjawab pertanyaan yang sesuai dengan jawaban dari pertanyaan tersebut.
8. Memori
Klien kurang mampu mengingat kejadian jangka pendek maupun jangka panjang.
berantakan ketika
makan/minum.
DO:
- Klien tampak kurang bersih.
- Kuku terlihat panjang.
- Badan klien tampak kotor dan berbau pesing.
- Mulut
mengeluarkan bau tidak sedap.
2. DS:
1. Keluarga mengatakan bahwa klien jarang bergaul maupun bersosialisasi dengan orang lain karena klien takut adanya penolakan.
Gangguan proses pikir Gangguan kognitif.
2. Klien mengatakan lingkungannya tidak mengerti sama sekali tentang klien.
DO:
1. Klien sering duduk
menyendiri di teras rumah.
2. Kurang dalam kontak mata.
3. Klien tidak ingin
pembicaraanya dipotong.
2.3.3 Masalah Keperawatan
a. Defisit perawatan diri (mandi, berhias, makan/minum dan eliminasi).
b. Gangguan kognitif.
2.3.4 Intervensi Keperawatan
Diagnosa Perencanaan
Defisit
perawatan diri (mandi, berhias, makan/minum
Tujuan dan criteria hasil : NOC
Dalam waktu 4 hari klien akan mampu menunjukkan perawatan diri dengan indikator :
1. Klien tidak mengaalami defisit perawatan diri.
mandiri.
3. Klien mampu melakukan berhias/berpakaian secara baik.
4. Klien mampu melakukan makan/minum dengan baik.
5. Kilen mampu melakukan BAB/BAK secara mandiri.
Rencana tindakan Rasional NIC
1. Latih klien cara-cara perawatan diri a. Jelaskan
pentingnya menjaga kebersihan diri.
b. Jelaskan alat-alat untuk menjaga kebersihan diri.
c. Jelaskan cara-cara melakukan
b. Menyisir rambut.
c. Berhias.
3. Latih klien makan
a. Jelaskan tempat BAB/BAK secara
c. Jelaskan cara
Tujuan dan kriteria hasil : NOC
1. Klien dapat membuat keputusan.
2. Klien dapat menunjukkan proses pikir yang logis, terorganisasi.
3. Klien dapat berespon dengan tepat terhadap isyarat komunikasi dan lingkungan.
4. Klien akan mencapai fungsi kognitif yang optimal 5. Klien mampu berpartisipasi dalam kegiatan
keagamaan.
Rencana tindakan Rasional NIC
1. Gangguan kognitif merupakan
2. Respon kognitif
modifikasi lingkungan untuk fisik untuk meningkatkan keamanan.
3. Persiapkan untuk berinteraksi
5. Beri umpan balik
2.3.5 Implementasi dan Evaluasi
Hari/
Tanggal
Diagnosa Implementasi Evaluasi
Kamis,
1. Melatih klien cara-cara perawatan diri
kebersihan diri.
4. Mengajarkan klien melakukan
a. Menjelaskan
4. Memberi dukungan kepada klien dan keluarga saat periode disorientasi klien.
5. Memberi umpan balik positif dan penguatan untuk perilaku yang sesuai.
berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan.
O: Klien mulai dapat berkomunikasi dengan anggota keluarga dan lingkungan sekitar.
A: Gangguan kognitif (+)
P: Intervensi dilanjutkan.
- Bantu klien berpartisipasi pada kegiatan keagamaan.
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Setelah dilakukan proses keperawatan pada Ny. S yang dimulai dari Pengkajian, Perencanaan, Implementasi dan Evaluasi disimpulkan diagnosa keperawatan yang di peroleh dari Ny. S adalah :
1. Defisit perawatan diri (mandi, berhias, makan/minum dan eliminasi) berhubungan dengan ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktifitas sendiri ditandai dengan klien lansia hanya mandi 1x sehari, tidak mengganti pakaian setelah mandi, tidak memotong kuku tangan dan kaki.
2. Gangguan kognitif berhubungan dengan gangguan proses pikir ditandai dengan klien jarang bergaul maupun bersosialisai dengan orang lain karena takut adanya penolakan.
Adapun intervensi dan implementasi yang utama dilakukan pada Ny. S telah diperbuat adalah meningkatkan kemampuan klien lansia untuk melakukan dan menyelesaikan perawatan diri secara mandiri dengan perencanaan sebelumnya sehingga hasilnya sudah mendekati kriteria hasil yang sudah ditetapkan.
Sedangkan evaluasi hasil dari asuhan keperawatan Ny. S dengan masalah defisit perawatan diri di Kelurahan Sari Rejo Medan Polonia dimana kedua masalah itu belum teratasi sepenuhnya dan intervensi masih perlu untuk dilanjutkan dibantu oleh keluarga.
3.2 Saran
Dalam upaya meningkatkan pelayanan keperawatan, pengetahuan dan pemahaman tentang asuhan keperawatan pada klien lansia dengan masalah defisit perawatan diri, penulis menekankan pentingnya mengatasi atau mengurangi masalah defisit perawatan diri yang bisa terjadi pada klien lansia dapat terpenuhi dengan baik.
a. Bagi Institusi Pendidikan
Hasil karya tulis ilmiah ini diharapkan dapat menjadi informasi tambahan bagi institusi pendidikan keperawatan dalam mempersiapkan
mahasiswa untuk dapat memberikan asuhan keperawatan professional pada lansia yang mengalami defisit perawatan diri.
b. Bagi Praktek Keperawatan
Perawat diharapkan dapat memberikan pelayanan yang optimal dalam pemenuhan kebutuhan dasar klien lansia yang mengalami defisit perawatan diri dan melibatkan keluarga dalam merawat klien lansia.
c. Bagi Klien Lansia
Sebaiknya klien lansia mampu menjalin kerja sama yang baik dengan perawat dan tim kesehatan lainnya, serta untuk mempercepat proses perawatan klien lansia sekaligus meningkatkan kesiapan keluarga dalam merawat klien lansia.
d. Bagi Mahasiswa
Mahasiswa yang hendak melakukan asuhan keperawatan hendaknya lebih dahulu memahami tentang kebutuhan dasar klien lansia yang terkait dengan masalah defisit perawatan diri sehingga mahasiswa dapat memberikan asuhan keperawatan yang bersifat komprehensif.
DAFTAR PUSTAKA
Basford, L. (2006). Teori dan Praktik Keperawatan: Pendekatan Integral pada Asuhan Pasien. Jakarta: EGC.
Stockslager, J.L., Schaeffer, L. (2007). Buku Saku Asuhan Keperawatan Geriatrik. Edisi 2. Jakarta: EGC.
Hidayat. A.A.A, (2009). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi konsep dan Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Mubarak, W.I. (2005). Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia Teori dan Aplikasi Dalam Praktik. Jakarta: EGC.
Nugroho, W. (2009). Keperawatan Gerontik & Geriatric. Edisi 3. Jakarta: EGC.
Kitson, A. (1990). The Dialetics of Dementia, With Particular Reference to Alzheimer’s Disease, Ageing and Society. 10.
Tarwoto & Wartonah. (2003). Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan: Salemba Medika: Jakarta.
Arjatmo, T. & Utama, H. (1995). Ilmu Keperawatan gerontik. Edisi 4. Jakarta:
EGC.
Smeltzer. (2001). Kemampan Perawatan Diri Pasien Lansia. Jakarta: EGC.
Potter, A.P. & Perry, A.G. (2006), Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses dan Praktik. Edisi Keempat, Jakarta: EGC.
Stanley & Patricia. (2006). Fundamentals of Nursing : Concepts, Procces and Pratice. Edisi 3. St. Louis: Mosby Year Book.
Stuart & Sundeen. (1991). Buku Saku Keperawatan. Edisi 5. Jakarta: Buku Kedokteran. EGC.
Nursalam. (2011). Model Asuhan Keperawatan terhadap Peningkatan Adaptasi Kognisi. Jurnal Ners.
Notoadmojo. (1997). Pengetahuan Kognitif. Jakarta: Rineka Cipta.
LAMPIRAN
CATATAN PERKEMBANGAN Hari/Tanggal
/Pukul
Implementasi Keperawatan Evaluasi ( SOAP )
Kamis, 08 Juni 2017 10.00 WIB
Dx 1
1. Melatih klien cara-cara perawatan diri
a. Menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan diri.
b. Menjelaskan alat-alat untuk menjaga kebersihan diri.
c. Menjelaskan cara-cara melakukan kebersihan
b. Menyisir rambut.
c. Berhias.
3. Melatih klien makan /minum secara mandiri a. Menjelaskan cara
mempersiapkan makan/minum.
b. Menjelaskan cara makan/minum yang tertib.
S: Klien mengatakan merasa segar dan nyaman setelah mandi.
- Kulit klien terlihat bersih.
A: Defisit perawatan diri (mandi, berhias,
makan/minum dan eliminasi) (+)
P: Intervensi dilanjutkan.
Bantuan perawatan diri (Eliminasi).
- menjelaskan cara
c. Menjelaskan cara merapikan peralatan makan/minum setelah dipakai.
d. Mempraktekkan cara makan sesuai dengan tahapan makan yang baik.
4. Mengajarkan klien melakukan BAB/BAK secara mandiri
a. Menjelaskan tempat BAB/BAK secara mandiri.
b. Menjelaskan cara membersihkan diri setelah BAB/BAK.
c. Menjelaskan cara membersihkan tempat BAB/BAK.
membersihkan diri setelah BAB/BAK yang baik dan benar.
Hari/Tanggal /Pukul
Implementasi Keperawatan Evaluasi ( SOAP )
Jumat, 09 Juni 2017
10.00 WIB
Dx 2
1. Meminimalkan ketakutan, kekhawatiran, firasat atau
3. Mempersiapkan untuk berinteraksi dengan kontak mata dan sentuhan, jika diperlukan.
4. Memberi dukungan kepada klien dan keluarga saat periode disorientasi klien.
5. Memberi umpan balik positif dan penguatan untuk perilaku yang sesuai.
S: Klien mengatakan sudah mampu mengatasi rasa takut, khawatir dan ketidaknyamanannya.
- Klien mengatakan sudah mampu berinteraksi dengan keluarga dan lingkungan.
- Klien mengatakan belum mau
berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan.
O: Klien mulai dapat berkomunikasi dengan
LEMBAR KONSULTASI KTI Nama : Jessica Yolanda S
NIM : 142500062
Pembimbing : Jenny Marlindawani Purba, SKp, MNS, Ph.D
Judul : Asuhan Keperawatan Pada Ny. S dengan Prioritas Masalah Kebutuhan Dasar : Personal Hygiene di Kelurahan Sari Rejo Medan Polonia