BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.3 Asuhan Keperawatan Kasus
BIODATA
IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. H
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Umur : 40 Tahun
Statur Perkawinan : Sudah Menikah
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Jln. Aceh Kec. Percut Tanggal Masuk RS : 1 Juni 2014
No.Register : 00.92.39.74
Ruangan/Kamar : Ruang E.Terpadu/ Kamar 2 Golongan Darah : -
Tanggal Pengkajian : 2 Juni 2014 Tanggal Operasi : -
Diagnosa Medis : Gastritis
I. KELUHAN UTAMA :
Saat dikaji Tn. H terlihat gelisah, klien mengatakan nyeri pada daerah epigastrik dan tidak menyebar, nyeri seperti perih dan terbakar, nyeri hilang timbul, nyeri lebih terasa setelah makan. Selain itu klien mengeluhkan perubahan selera makan dan mual (nausea).
II. RIWAYAT KESEHATAN SEKARANG
A. Provocative/palliative
1. Apa penyebabnya
Tn.H mengatakan penyebabnya di karenakan terlambat makan dan sering mengkonsumsi obat pereda nyeri untuk asam urat selama 10 tahun. Obat yang dikonsumsi Tn.H seperti piroxicam (obat golongan NSAID).
2. Hal-hal yang memperbaiki keadaan
Tn. H mengatakan hal yang memperbaiki keadaan adalah saat di berikan obat antasid.
B. Quantity/quality
1. Bagaimana dirasakan
Tn. H mengatakan nyeri pada daerah epigastrik (pada daerah abdomen kuadran kiri atas) seperti rasa perih dan terbakar, skala nyeri 6 (sedang) dari skala nyeri 10.
2. Bagaimana dilihat
Terlihat wajahnya Tn.H tampak meringis kesakitan dan telihat memegangi daerah yang sakit
C. Region
1. Dimana lokasinya
Pada daerah epigastrik (pada abdomen kuadran kiri atas). 2. Apakah menyebar
Tidak adanya penyebaran nyeri yang dialami.
D. Severity
Tn.H mengatakan keadaan nyeri yang dialami sekarang mengganggu aktivitas.
E. Time
Tn. H mengatakan nyeri hilang timbul. Tetapi akan terasa nyeri apabila setelah makan.
III. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU
A. Penyakit yang pernah dialami
Tn. H mengatakan pernah menderita asam urat.
B. Pengobatan/tindakan yang dilakukan
C. Pernah dirawat/dioperasi
Tn. H mengatakan pernah dirawat di rumah sakit.
D. Lama dirawat
Tn. H mengatakan pernah dirawat selama 2 minggu karena gastritis.
E. Alergi
Tn. H tidak mengalami riwayat alergi.
F. Imunisasi
Tn. H tidak mendapatkan imunisasi lengkap.
IV. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU
A. Orang Tua
Tn. H mengatakan orang tua (ayah Tn.H) menderita penyakit hipertensi.
B. Saudara Kandung
Saudara kandung Tn. H tidak ada mengalami penyakit yg berarti
C. Penyakit keturunan yang ada
Pada garis keturunan, keluarga Tn.H memiliki penyakit keturunan yaitu hipertensi yang diturunkan oleh ayah Tn.H
D. Anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa
Jika ada, hubungan keluarga : tidak ada
Gejala : tidak ada
Riwayat pengobatan/perawatan : tidak ada
E. Anggota keluarga yang meninggal
Tn. H mengatakan ada anggota keluarga yg meninggal yaitu kakak Tn. H.
F. Penyebab meninggal
Tn. H mengatakan Tidak tahu apa penyebabnya meninggal.
V. RIWAYAT KEADAAN PSIKOLOGI
A. Persepsi Pasien tentang penyakitnya
Tn.H mengatakan keadaan sekarang yang dialami adalah akibat kelalaiannya.
B. Konsep Diri
− Gambaran Diri : Tn. H mengatakan ingin segera sembuh.
− Ideal Diri : Tn. H percaya bahwa ia akan
− Harga Diri : Tn. H mengatakan tidak malu dengan kondisinya sekarang.
− Peran Diri : Tn. H merupakan seorang ayah
dalam keluarganya.
− Identitas : Tn. H ingin cepat sembuh dan
segera pulang
C. Keadaan Emosi
Keadaan emosi masih dapat terkontrol.
D. Hubungan Sosial
− Orang yang berarti :
Tn. H mengatakan orang yang berarti adalah keluarganya seperti ibu, istri dan anak-anaknya
− Hubungan dengan keluarga :
Tn. H mengatakan menjalin hubungan baik dengan keluarga − Hubungan dengan orang lain :
Tn. H dapat berinteraksi dengan orang yang ada di sekitarnya − Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain :
Tidak ada hambatan dalam berhubungan, keluarga dan tetangga sering menjenguk klien selama dirawat di rumah sakit.
E. Spiritual
− Nilai dan keyakinan Tn. H beragama Islam. − Kegiatan ibadah
Tn. H mengatakan selama dirawat, Tn. H tidak melakukan sholat hanya berdoa saja untuk kesembuhannya.
VI. STATUS MENTAL
− Tingkat Kesadaran : Composmentis
− Penampilan : Rapi
− Pembicaraan : Sesuai
− Alam kesadaran : Lesu
− Afek : Sesuai
− Persepsi : Tidak ada
− Proses piker : Sesuai pembicaraan
− Isi piker : Pasien tidak menunjukan
gejala-gejala diatas
− Waham : Tidak ada waham
− Memori : Masih dapat mengingat kejadian
dulu dan sekarang
VII. PEMERIKSAAN FISIK
A. Keadaan umum
Tingkat kesadaran composmentis dengan GCS: 15 (E4V5M6), terlihat lemah, pucat, megurangi aktifitas dengan orang lain.
B. Tanda-tanda vital − Suhu tubuh : 37,5o C − Tekanan darah : 110/80 mmHg − Nadi : 80x/menit − Pernafasan : 22x/menit − Skala nyeri : 6 − TB : 165 cm − BB : 70 kg
C. Pemeriksaan Head to toe
Kepala dan rambut
− Bentuk : Simetris
− Ubun-ubun : Normal, tidak ada ditemukan
tonjolan
− Kulit kepala : Bersih, tidak ada di temukan ketombe
Rambut
− Penyebaran dan keadaan rambut : rambut bersih dan rapi
− Bau : tidak ada bau
Wajah
− Warna kulit : sawo matang
− Struktur wajah : simetris
Mata
− Kelengkapan dan kesimetrisan : lengkap dan simetris antara mata kiri dan kanan
− Palpebra : tidak dilakukan pemeriksaan
− Konjungtiva dan sclera : konjungtiva tidak pucat dan skelera berwarna putih
− Pupil : tidak dilakukan pemeriksaan
− Kornea dan iris : transparan, halus, bersih dan jernih
− Visus : tidak dilakukan pemeriksaan
− Tekanan bola mata : tidak dilakukan pemeriksaan Hidung
− Tulang hidung dan posisi septum nasi : tidak ditemukan adanya kelainan dan letaknya di medial
− Lubang hidung cuping hidung : simetris antara keduanya, tidak ada sekret
− Cuping hidung : normal dan tidak ada pernafasan cuping hidung
Telinga
− Bentuk telinga : Normal, simetris antara telinga kiri dan kanan
− Ukuran telinga : Normal, sama ukurannya antara telinga kiri dan kanan
− Lubang telinga : bersih, tidak ada terlihat serumen − Ketajaman pendengaran : dapat mendengarkan dengan baik Mulut dan faring
− Keadaan bibir : bibir tampak lembab
− Keadaan gusi dan gigi : gusi dan gigi terlihat bersih, tidak ditemukan adanya karies pada gigi.
− Keadaan lidah : berwarna merah muda dan terlihat bersih
Leher
− Posisi trachea / thyroid : normal, teraba pada kedua sisi
− Suara : normal, suara terdengar dengan
jelas
− Kelenjar limfa : tidak ada pembesaran kelelenjar getah bening
− Vena jugularis : tampak ketika berbicara − Denyut nadi karotis : teraba
Pemeriksaan integument
− Kebersihan : kulit bersih
− Kehangatan : kulit klien teraba hangat
− Warna : kulit berwarna sawo matang
− Turgor : kembali < 2 detik
− Kelembaban : baik
− Kelainan pada kulit : tidak ada kelainan pada kulit Pemeriksaan thoraks/dada
− Inspeksi thoraks (normal, burrel chest, funnel chest, pigeon chest, flail chest, kifos koliasis): normal
− Pernafasa (frekwensi,irama): frekwensi 22x/menit, irama vesikuler
− Tanda kesulitan bernafas: tidak ada tanda kesulitan bernafas ditandai dengan cuping hidung tidak ada.
Pemeriksaan abdomen
− Inspeksi (bentuk, benjolan): bentuk normal dan tidak ada terlihat kelainan
− Auskultasi: 13 kali/menit
− Palpasi (tanda nyeri tekan, benjolan, ascites, hepar, lien) : terdapat nyeri tekan pada abdomen kuadran kiri atas (daerah ulu hati), tidak ada benjolan .
VIII.POLA KEBIASAAN SEHARI-HARI
I. Pola makan dan minum
− Frekuensi makan/hari : 3 kali / hari
− Nafsu/selera makan : tidak baik, terlihat pasien hanya menghabiskan ¼ porsi nasi
− Nyeri ulu hati : ada nyeri ulu hati
− Alergi : klien tidak ada riwayat alergi − mual dan muntah : ada mual tetapi tidak muntah
− Waktu pemberian makanan : pagi: 08.00 wib, siang: 14.00 wib, malam: 19.00 wib
− Jumlah dan jenis makanan : Jenis makanan yang diberikan yaitu nasi bubur, dengan lauk 1 tahu dan 1 potong ikan gulai tanpa santan, dan 1 potong buah semangka.
− Waktu pemberian cairan/minuman : pasien terpasang cairan infuse RL 20 tetes / menit, minum apabila haus dan dalam sehari klien menghabiskan 8 gelas air mineral.
− Masalah makan dan minum (kesulitan menelan, mengunyah) :
Tidak ada kesulitan untuk makan dan minum, tidak ada kesulitan menelan dan mengunyah
II. Perawatan diri/personal hygiene
− Kebersihan tubuh : klien tidak mandi selama dirawat di rumah sakit, klien hanya dilap saja pada pagi hari oleh keluarga.
− Kebersihan gigi dan mulut : bersih, tidak terdapat plak gigi dan karies
− Kebersihan kuku kaki dan tangan : bersih, tidak ada terdapat kotoran pada kuku
III. Pola kegiatan/aktivitas
− Uraian aktivitas pasien untuk mandi, makan, eliminasi, ganti pakaian dilakukan secara mandiri, sebahagian atau total :
Saat ini pasien dalam melakukan kegiatan membutuhkan bantuan dari orang lain.
− Uraikan aktivitas ibadah pasien selama dirawat/sakit :
Untuk saat ini pasien tidak ada melakukan kegiatan ibadah tetapi hanya berdoa saja.
IV. Pola eliminasi
1. BAB
− Pola BAB : 1 kali / hari
− Karakter feses : normal
− Riwayat perdarahan : tidak ada pendarahan
− BAB terakhir : tanggal 31 may 2014
− Diare : tidak ada diare
− Penggunaan laksatif : tidak ada penggunaan laksatif
2. BAK
− Pola BAK : 5 kali / hari
− Karakter urine : normal
− nyeri/rasa terbakar/kesulitan BAK : tidak ada kesulitan BAK − Riwayat penyakit ginjal/kandung kemih : tidak ada
− Penggunaan diuretic : tidak ada penggunaan diuretik
− Upaya mengatasi masalah : tidak ada
V. Mekanisme koping
− Adaptif
2.3.2 Analisa Data
No. Data Etiologi Masalah
1. DS:
− Klien mengatakan nyeri di daerah ulu hati (epigastrik) dan tidak menyebar, nyeri dirasakan seperti perih dan terbakar, keadaan nyeri hilang timbul, nyeri lebih terasa setelah makan, klien mengatakan mengkonsumsi obat pereda nyeri asam urat yaitu piroxicam.
DO :
− Wajah klien terlihat meringgis kesakitan − Klien terlihat memegangi
daerah yang sakit
− Berfokus pada diri sendiri − Perubahan selera makan − Mengurangi interaksi
dengan oran lain
− Prilaku ekspresif (gelisah) − TD : 110/80 mmHg − Teamperature: 37.50c − HR: 80 kali / menit − RR : 22 kali / menit − Skala nyeri: 6 Obat-obatan AINS (Analgetik dan Anti
Inflamasi)
Menghambat prostaglandin
Vasodilatasi di lapisan mukosa
Produksi mukus lambung turun
Proteksi lapisan mukosa turun
Peningkatan produksi asam lambung
Iritasi dinding lambung
Peradangan lapisan mukosa lambung
Nyeri
2. DS :
− Klien mengeluh nyeri pada ulu hati (epigastrik)
− Klien mengatakan tidak selera makan
DO :
− Klien terlihat lemah − Klien terlihat mual − Membran mukosa pucat − Klien hanya
mengahabiskan ¼ porsi makan
− Terpasang cairan infuse RL 20 tetes/menit
Diet nyang tidak baik
Lambung kosong
Peningkatan produksi asam lambung
Iritasi dinding lambung
Peradangan lapisan mukosa lambung
Asam lambung meningkat
Sensasi kenyang
Anoreksia
Penurunan selera makan
Risiko nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Risiko nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
2.3.3 Rumusan Masalah Keperawatan 1. Nyeri akut
2. Risiko nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Diagnosa Keperawatan (Prioritas)
a. Nyeri akut berhubungan dengan agen-agen penyebab cedera kimia ditandai dengan skala nyeri 6, klien tampak meringis, perubahan selera makan, gelisah, mengurangi interaksi dengan orang lain, TD : 110/80 mmHg, Temp: 37.50c, HR: 80 kali / menit, RR : 22 kali / menit.
b. Resiko ketidakseimbangan nutrisi; kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan pemenuhan nutrisi tidak adekuat ditandai dengan klien mengeluh nyeri
pada epigestrik, klien mengatakan tidak selera makan, klien terlihat lemah, mual, membran mukosa pucat, klien hanya mengahabiskan ¼ porsi makan.
2.3.4 Perencanaan Keperawatan Dan Rasional
Hari/Tanggal No.
Dx Perencanaan Keperawatan
Senin, 02 Juni 2014
1. Tujuan dan Kriteria Hasil :
1. Mempertahankan teknik relaksasi secara individual yang efektif untuk mencapai kenyamanan.
2. Mempertahankan tingkat nyeri pada skala 2 atau kurang ( dengan skala 0-10).
3. Melaporkan kesejahteraan fisik dan psikologis.
4. Melaporkan nyeri kepada penyedia pelayanan kesehatan. 5. Menggunakan tindakan mengurangi nyeri dengan
anlgetik dan nonanalgetik dengan tepat. 6. Tanda- tanda vital dalam batas normal.
Rencana Tindakan Rasional
NIC Manajemen nyeri; dengan aktivitas;
a. Lakukan pengkajian nyeri yang komprehensif meliputi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas atau keparahan nyeri, dan faktor prespitasinya.
b. Lakukan perubahan posisi dan relaksasi
a. Untuk mengetahui tingkat nyeri pasien
b. Untuk mengurangi tingkat nyeri pasien, memperlancar sirkulasi darah dan
merileksasikan otot-otot yang kaku.
c. Bantu pasien untuk lebih berfokus pada aktivitas, bukan pada nyeri dan rasa tidak nyaman dengan melakukan pengalihan melalui televisi, radio, tape, dan interaksi dengan pengunjung.
d. Kendalikan faktor lingkungan yang dapat memengaruhi respons pasien terhadap ketidaknyaman (misalnya, suhu ruangan, pencahayaan, dan kegaduhan).
Aktifitas kolaboratif;
Kolaborasi dalam pemberian analgetik.
c. Metode distraksi untuk mengalihkan fokus pasien terhadap nyeri.
d. Suhu, lingkungan dan pencahayaan yang kurang baik dapat menjadi faktor
predisposisi terjadinya nyeri.
e. Membantu mempercepat meredanya nyeri secara farmakologi.
Hari/Tanggal No.
Dx Perencanaan Keperawatan
Selasa, 03 Juni 2014
2. Tujuan dan Kriteria Hasil :
1. Melaporkan tingkat energi yang adekuat. 2. Mengungkapkan tekad untuk mematuhi diet. 3. Menoleransi diet yang dianjurkan.
Rencana Tindakan Rasional
Manajemen nutrisi; dengan aktivitas;
a. Identifikasi faktor pencetus mual
b. Ketahui makanan kesukaan pasien
c. Tentukan kemampuan pasien untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.
d. Berikan pasien minuman dan makanan bergizi, tinggi
protein, tinggi kalori yang siap dikonsumsi.
e. Pertahankan makan pasien sesuai jadwal makan.
Aktivitas kolaboratif ; Berikan obat antiemetik dan/atau analgesik sebelum makan atau sesuai dengan jadwal yang dianjurkan
a. Mengetahui intervensi selanjutnya. b. Meningkatkan selera makan sehingga meningkatkan intake bagi tubuh. c. Memudahkan dalam memenuhi kebutuhan dan membantu dalam intervensi selanjutnya. d. Meningkatkan asupan
gizi yang adekuat mempercepat proses penyembuhan
e. Meningkatkan proses pencernaan dan toleransi pasien terhadap nutrisi yang diberikan dan dapat meningkatkan kerjasama pasien saat makan.
f. Sebagai terapi untuk menghambat rangsangan mual dan muntah.
2.3.5 Pelaksanaan Keperawatan Hari/ Tanggal No. Dx Implementasi keperawatan Evaluasi (SOAP) Selasa/ 03 Juni 2014
1. Manajemen nyeri; dengan aktivitas; − Melakukan pengkajian nyeri yang
komprehensif meliputi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas atau keparahan nyeri, dan faktor prespitasinya. − Melakukan perubahan posisi dan
relaksasi
− Membantu pasien untuk lebih berfokus pada aktivitas, bukan pada nyeri dan rasa tidak nyaman dengan melakukan pengalihan melalui televisi, radio, tape, dan interaksi dengan pengunjung. − Mengendalikan faktor lingkungan
yang dapat memengaruhi respons pasien terhadap ketidaknyaman (misalnya, suhu ruangan, pencahayaan, dan kegaduhan)
Aktifitas kolaboratif ;
− Berkolaborasi dalam pemberian analgetik.
S:
Klien mengatakan nyeri pada daerah epigastrik bersifat perih dan
terbakar, intensitas nyeri hilang timbul, nyeri lebih terasa setelah makan O:
Klien tampak meringis kesakitan, berkeringat dingin, memegangi area yang sakit, merubah posisi, saat nyeri muncul klien tidak menggunkan teknik relaksasi dan tidak mengikuti arahan dari perawat, masih berfokus pada diri sendiri, skala nyeri 6. Namun, setelah pemberian obat analgesik klien terlihat lebih
nyaman. TD : 120/90 mmHg HR : 80 kali/menit RR : 20 Kali/menit T : 370 C A:
Masalah belum teratasi. P:
2. Manajemen nutrisi; dengan aktivitas; − Mengidentifikasi faktor pencetus mual − Mengetahui makanan kesukaan pasien − Menentukan kemampuan pasien untuk
memenuhi kebutuhan nutrisi. − Memberikan pasien minuman dan
makanan bergizi, tinggi protein, tinggi kalori yang siap dikonsumsi.
− Mempertahankan makan pasien sesuai jadwal makan.
Aktivitas kolaboratif;
Memberikan obat antiemetik dan/atau analgesik sebelum makan atau sesuai dengan jadwal yang dianjurkan.
S :
− Klien mengatakan nyeri pada epigastrik. − Klien mengatakan mual
dan tidak selera makan O :
− Klien terlihat lemah − Klien hanya
menghabiskan ¼ porsi makan. A :
Masalah belum teratasi. P:
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
1. Hasil pengkajian dengan masalah kebutuhan dasar nyeri pada Tn. H . Klien mengatakan nyeri di daerah epigastrik seperti rasa perih dan terbakar, nyeri hilang timbul, nyeri lebih terasa setelah makan, terlihat memegangi daerah yang sakit, klien terlihat gelisah, klien meringis kesakitan, perubahan selera makan, mengurangi interaksi dengan orang lain, TD 110/80,Temp 37,50c, HR 80 x/menit, RR 22 x/menit..
2. Setiap masalah keperawatan yang ditemukan pada Tn.H dibuat suatu perencanaan untuk memecahkan masalah yang disusun sesuai dengan perencanaan dan prioritas masalah serta dengan sarana dan fasilitas yang tersedia dirumah sakit.
3. Implementasi yang dilakukan penulis pada Tn. H sesuai dengan rencana tindakan yang sudah disusun sebelumnya dan disesuaikan dengan sarana dan fasilitas yang ada dirumah sakit.
3.2 Saran
Adapun saran-saran yang dapat penulis simpulkan adalah sebagai berikut : 1. Bagi rumah sakit
− Diharapkan lebih mengutamakan dan menjaga kesterilan alat serta lebih mengutamakan kepentingan pribadi.
2. Bagi Perawat
− Pada saat melakukan pengkajian pada klien , perawat berperan aktif, menanyakan kepada klien tentang apa yang dirasakan klien dan keluarga selama menderita penyakit ini agar perawat menegakkan diagnosa keperawatan yang aktif.
− Diagnosa keperawatan yang ditegakkan hendaknya diberitahukan kepada klien untuk mempermudah melaksanakan intervensi keperawatan.
− Dalam merencanakan pemecahan masalah hendaknya klien dan keluarga di ikutsertakan, sehingga terjalin kerja sama yang baik untuk mempermudah pemecahan masalah.
− Diharapkan kepada perawat memberikan healths education, kepada klien dan keluarga agar rutin minum obat secara teratur, dosis tepat, waktu tepat
3. Bagi klien dan keluarga
− Perlu memperhatikan pola istirahat tidur klien agar klien dapat tidur dengan tenang dan jam istirihat tidur klien terpenuhi,
− Dan disaran untuk membatasi aktivitas yang akan mengganggu keadaan keadaan klien, istirahat cukup sering yang dapat menghilangkan rasa nyeri.
DAFTAR PUSTAKA
Gustin, Rahmi Kurnia. 2012. Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Gastritis pada Pasien yang Berobat Jalan di Puskesmas Gulai Boncah Kota Bukit Tinggi Tahun.2011. http:// www.google. com/search? q=jurnal +gastritis&ie=utf8&oe=t&rls=org.mozilla:en-US:official&
client=client=firefox-beta. Diakses tanggal 21 Juni 2014.
Hidayat, A. Aziz Alimul. 2009. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia- Aplikasi Konsep dan Proses. Jakarta : Salemba Medika.
Herdman, T. Heather. 2012. Diagnosis Keperawatan Defenisi dan Klasifikasi 2012-2014. Jakarta: ECG.
Kozier, Barbara. Erb, Glenora. Berman, Audrey. dan Snyder, Shirlee J, (2010). Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses & Praktik. Edisi 7. Volume 2. Jakarta : EGC.
Lusianah dan Suratun. 2010. Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Sistem Gastrointestinal. Jakarta: TIM.
Mubarak, Iqbal Wahit. (2005). Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia, Teori dan Aplikasi dalam Praktik. Jakarta: EGC.
Potter, P. A. & Perry, A. G. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses dan Praktik. Edisi 4 vol. 2. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Prasetyo, Sigit Nian. 2010. Konsep dan Proses Keperawatan Nyeri. Edisi Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Smaltzer, Suzane C. dan Bare, G Brenda, (2001). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. Edisi 8. Volume 2. Jakarta: EEG.
Wilkinson, J, M & Ahern, N, R. 2011. Buku Saku Diagnosa Keperawatan (edisi 9). Jakarta: EGC.
Catatan Perkembangan
Implementasi dan Evaluasi Keperawatan No.
DX
Hari/
Tanggal Pukul Tindakan Keperawatan Evaluasi
1 Rabu 04 Juni 2014 08.30 WIB 09.20 WIB 10.20 WIB 11.00 WIB
Manajemen nyeri; dengan aktivitas;
− Melakukan pengkajian nyeri yang komprehensif meliputi lokasi,
karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas atau keparahan nyeri, dan faktor
prespitasinya.
− Melakukan perubahan posisi dan relaksasi − Membantu pasien untuk
lebih berfokus pada
aktivitas, bukan pada nyeri dan rasa tidak nyaman dengan melakukan
pengalihan melalui televisi, radio, tape, dan interaksi dengan pengunjung. − Mengendalikan factor
lingkungan yang dapat memengaruhi respons pasien terhadap ketidaknyaman (misalnya, suhu ruangan, pencahayaan, dan kegaduhan) S :
Klien mengatakan nyeri sesekali muncul, dalam seharian ini nyeri muncul lebih kurang 3 kali dengan durasi sekitar 2-3 menit.
O :
Klien tampak meringis kesakitan bila nyeri muncul, memejamkan mata menahankan sakit, memegangi area yang sakit, merubah posisi, klien menggunakan teknik
relaksasi nafas dalam untuk meredakan nyeri, skala nyeri 6. TD : 120/70 mmHg HR : 82 kali/menit RR : 20 Kali/menit T : 370C A :
Masalah teratasi sebagian.
P :
13.00 WIB Aktifitas kolaboratif ; Berkolaborasi dalam pemberian analgetik. 1 Kamis 05 Juni 2014 08.30 WIB 09.00 WIB 12.00 WIB 12.20 WIB
Manajemen nyeri; dengan aktivitas;
− Melakukan pengkajian nyeri yang komprehensif meliputi lokasi,
karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas atau keparahan nyeri, dan faktor
prespitasinya.
− Melakukan perubahan posisi dan relaksasi − Membantu pasien untuk
lebih berfokus pada
aktivitas, bukan pada nyeri dan rasa tidak nyaman dengan melakukan
pengalihan melalui televisi, radio, tape, dan interaksi dengan pengunjung. − Mengendalikan faktor
lingkungan yang dapat memengaruhi respons pasien terhadap ketidaknyaman (misalnya, suhu ruangan, pencahayaan, dan kegaduhan) S :
Klien mengatakan nyeri sudah jarang muncul. Klien sudah bisa selera makan. Klien mengatakan sudah mulai merasa lebih baik, ketika nyeri muncul klien menggunakan teknik relaksasi (nafas dalam).
O:
Klien merubah posisi untuk menghindari munculnya nyeri TD : 120/80 mmHg HR : 80 kali/menit RR : 18 Kali/menit T : 370C A:
Masalah teratasi sebagian
P:
13.00 WIB
Aktifitas kolaboratif ; − Berkolaborasi dalam