• Tidak ada hasil yang ditemukan

Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Diabetes Melitus

Dalam dokumen Laporan Pendahuluan Askep Keluarga Dm (Halaman 30-40)

PERHITUNGAN KALORI

B. Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Diabetes Melitus

Asuhan keperawatan keluarga merupakan suatu rangkaian kegiatan dalam praktek keperawatan yang diberikan pada klien sebagai anggota keluarga pada tatanan komunitas dengan menggunakan proses keperawatan, berpedoman pada standar keperawatan dalam lingkup wewenang serta tanggung jawab keperawatan (Mc Closkey & Grace, dalam Gusti 2013 : 51).

Asuhan Keperawatan Keluarga adalah suatu rangkaian yang diberikan melalui praktik keperawatan dengan sasaran keluarga. Asuhan ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah kesehatan yang dialami keluarga dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan, yaitu sebagai berikut (Suprajitno, 2004):

1. Pengkajian

Pengkajian merupakan langkah wal pelaksanaan asuhan keperawatan, agar diperoleh data pengkajian yang akurat dan sesuai dengan keadaan keluarga. Data yang diperoleh dari pengkajian

a. Berkaitan dengan keluarga 1) Data demografi dan sosiokultural 2) Data lingkungan

3) Struktur dan fungsi keluarga

4) Stress dan koping keluarga yang digunakan keluarga 5) Perkembangan keluarga

b. Berkaitan dengan individu sebagai anggota keluarga 1) Fisik

2) Mental 3) Emosi 4) Sosio 5) Spiritual

Adapun tujuan pengkajian menurut Suprjitno (2004) yang berkaitan dengan tugas keluarga dibidang kesehatan, yaitu :

a. Mengetahui Kemampuan keluarga untuk mengenal masalah kesehatan. Hal ini yang perlu dikaji adalah sejauh mana keluarga mengetahui fakta dari masalah kesehatan, meliputi pengertian, tanda dan gejala, factor penyebab dan factor yang mempengaruhi serta persepsi keluarga terhadap masalah kesehatan terutama yang dialami anggota keluarga.

b. Mengetahui kemampuan keluarga dalam mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan yang tepat, perlu dikaji tentang :

1) Kemampuan keluarga memahami sifat dan luasnya masalah. 2) Apakah masalah kesehatan dirasakan oleh keluarga?

3) Apakah keluarga merasa menyerah terhadap masalah yang dialami?

4) Apakah keluarga merasa takut terhadap akibat dari masalah kesehatan yang dialami anggota keluarga?

5) Apakah keluarga mempunyai sikap yang tidak mendukung (negative) terhadap upaya kesehatan yang dapat dilakukan pada anggota keluarga?

6) Apakah kelarga mempunyai kemampuan untuk menjangkau fasilitas pelayanan kesehatan? 7) Apakah keluarga mempunyai kepercayaan terhadap tenaga keshatan?

8) Apakah keluarga telah memperoleh informasi tentang kesehatan yang tepat untuk melakukan tindakan dalam rangka mengatasi masalah kesehatan?

c. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan keluarga kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit, perlu dikaji tentang :

1) Pengetahuan keluarga tentang penyakit yang dialami anggota keluarga (sifat, penyebaran, komplikasi, kemungkinan setelahtindakan, dan cara perawatannya)

2) Pemahaman keluarga tentang perawatan yang perlu dilakuakan anggota keluarga

3) Pengetahuan keluarga tentang peralatan, cara, dan fasilitas untuk merawat anggota keluarga yang mempunyai masalah kesehatan.

4) Pengetahuan keluarga tentang sumber yang dimiliki keluarga (anggota keluarga yang mampu dan dapat bertanggung jawab, sumber keuangan/financial, fasilitas fisik, dukungan psikososial).

5) Bagaimana sikap keluarga terhadap anggota keluarga yang sakit atau membutuhkan bantuan kesehatan.

d. Untuk mengetahui kemampuan keluarga memelihara/memodifikasi lingkungan rumah sehat yang seha, perlu dikaji tentang :

1) Pengetahuan keluarga tentang sumber yang dimiliki oleh keluarga disekitar lingkungan rumah.

2) Kemampuan keluarga melihat keuntungan dan manfaat pemeliharaan lingkungan.

3) Pengetahuan keluarga tentang pentingnya dan sikap keluarga terhadap sanitasi lingkungan yang higenis sesuai syarat kesehatan

4) Pengetahuan keluarga tentang upaya pencegahan penyakit yang dapat dilakukan keluarga 5) Kebersamaan anggota keluarga untuk meningkatkan dan memelihara lingkungan rumah yang

menunjang kesehatan keluarga.

e. Untuk mengetahui kemampuan keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan di masyaraka, perlu dikaji tentang:

1) Pengetahuan keluarga tentang keberadaan fasilitas pelayanan keshatan yang dapat dijangkau keluarga.

2) Pemahaman keluarga tentang keuntungan yang dapat diperoleh dari fasilitas kesehatan. 3) Tingkat kepercayaan keluarga terhadap fasilitas dan petugas keshatan melayani.

4) Apakah keluarga mempunyai pengalaman yang kurang menyenangkan tentang fasilitas dan petugas kesehatan yang melayani?

5) Apakah keluarga dapat menjangkau fasilitas kesehatan dan bila tidak dapat apakah penyebabnya?

Dari pengkajian Asuhan Keperawatan Keluarga di atas maka diagnosa keperawatan keluarga yang mungkin muncul pada kasus Diabetes Mellitus adalah (Mubarak, 2012) : a. Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah DM yang terjadi pada keluarga berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga tentang arti, tanda atau gejala penyakit Diabetes Mellitus.

b. Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasi penyakit Diabetes Mellitus berhubungan dengan keluarga tidak memahami mengenai sifat, berat dan luasnya masalah Diabetes Melitus.

c. Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan Diabetes Mellitus berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga tentang cara pencegahan dan perawatan Diabetes Mellitus.

d. Ketidakmampuan keluarga dalam memelihara atau memodifikasi lingkungan yang dapat mempengaruhi penyakit Diabetes Mellitus berhubungan dengan kurangnya pemahaman keluarga tentang pengaruh lingkungan terhadap faktor pencetus Diabetes Melitus.

e. Ketidakmampuan keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan guna perawatan dan pengobatan DM berhubungan dengan sikap keluarga yang kurang tepat terhadap pelayanan atau petugas kesehatan atau kurangnya pengetahuan keluarga tentang pentingnya segera datang ke tempat pelayanan kesehatan untuk pengobatan penyakit Diabetes Mellitus.

2. Menentukan Diagnosa Keperawatan

Sebelum menentukan diagnoasa keperawatan tentu harus menyusun prioritas masalah dengan menggunakan proses skoring seperti pada tabel 2.5 berikut.

Tabel 2.6

Proses skoring menggunakan skala yang telah dirumuskan oleh Balion dan Maglaya, 1978.

No Kriteria Nilai Bobot

1. 2 3 4 Sifat masalah : Tidak/kurang sehat Ancaman kesehatan Krisis

Kemungkinan masalah dapat diubah Dengan mudah

Hanya sebagian Tidak dapat

Potensi masalah untuk diubah Tinggi Cukup Rendah Menonjolnya masalah 3 2 1 2 1 0 3 2 1 1 2 1

Masalah berat harus ditangani

Masalah yang tidak perlu segera ditangani

Masalah tidak dirasakan

2 1 0

1

Skoring

1) Tentukan skor untuk setiap kriteria

2) Skor dibagi dengan angka tertinggi dan kalikan dengan bobot

3) Jumlahkan skor untuk semua kriteria

4) Skor tertinggi adalah 5 dan sama untuk seluruh bobot

3. Membuat Perencanaan

Menurut Suprajitno (2004) perencanaan keperawatan mencakup tujuan umum dan khusus yang didasarkan pada masalah yang dilengkapi dengan criteria dan standar yang mengacu pada penyebab. Selanjutnya merumuskan tindakan keperawatan yang berorientasi pada criteria dan standar.

Perencanaan yang dapat dilakukan pada Asuhan keperawatan keluarga dengan Diabetes Melitus ini adalah sebagai berikut (Mubarak, 2012):

a. Ketidak mampuan keluarga mengenal masalah Diabetes Melitus yang terjadi pada keluarga berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga tentang penyakit Diabetes Melitus. Sasaran : Setelah tindakan keperawatan keluarga dapat mengenal dan mengerti tentang penyakit

Diabetes Melitus.

Tujuan : Keluarga mengenal masalah penyakit Diabetes Melitus setelah dua kali kunjungan rumah. Kriteria : Keluarga dapat menjelaskan secara lisan tentang penyakit Diabetes Melitus

Standar : Keluarga dapat menjelaskan pengertian, penyebab, tanda dan gejala penyakit DM, serta pencegahan dan pengobatan penyakit Diabetes Melitus secara lisan.

Intervensi :

1) Jelaskan arti penyakit Diabetse Melitus.

2) Diskusikan tanda-tanda dan penyebab penyakit Diabetes Melitus. 3) Tanyakan kembali apa yang telah didiskusikan.

b. Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasi penyakit Diabetes Melitus berhubungan dengan keluarga tidak memahami mengenai sifat, berat dan luasnya masalah Diabetes Melitus.

Sasaran : Setelah tindakan keperawatan keluarga dapat mengetahui akibat lebih lanjut dari Penyakit Diabetes Melitus.

Tujuan : Keluarga dapat mengambil keputusan untuk merawat anggota keluarga dengan Diabetes Melitus setelah tiga kali kunjungan rumah.

Kriteria : Keluarga dapat menjelaskan secara lisan dan dapat mengambil tindakan yang tepat dalam merawat anggota keluarga yang sakit.

Standar : Keluarga dapat menjelaskan dengan benar bagaimana akibat DM dan dapat mengambil keputusan yang tepat.

Intervensi:

1) Diskusikan tentang akibat penyakit Diabetes Melitus.

2) Tanyakan bagaimana keputusan keluarga untuk merawat anggota keluarga yang menderita Diabetes Melitus .

c. Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan Diabetes Melitus berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga tentang cara pencegahan dan perawatan Diabetes Melitus.

Sasaran : Setelah tindakan keperawatan keluarga mampu merawat anggota keluarga yang menderita penyakit Diabetes Melitus.

Tujuan : Keluarga dapat melakukan perawatan yang tepat terhadap anggota keluarga yang menderita Diabetes Melitus setelah tiga kali kunjungan rumah.

Kriteria : Keluarga dapat menjelaskan secara lisan cara pencegahan dan perawatan penyakit Diabetes Melitus.

Standar : Keluarga dapat melakukan perawatan anggota keluarga yang menderita penyakit Diabetes Melitus secara tepat.

Intervensi:

1) Jelaskan pada keluarga cara-cara pencegahan penyakit Diabetes Melitus.

2) Jelaskan pada keluarga tentang manfaat istirahat, diet yang tepat dan olah raga khususnya untuk anggota keluarga yang menderita Diabetes Melitus.

d. Ketidakmampuan keluarga dalam memelihara atau memodifikasi lingkungan yang dapat mempengaruhi penyakit Diabetes Melitus berhubungan dengan kurangnya pemahaman keluarga tentang pengaruh lingkungan terhadap faktor pencetus Diabetes Melitus .

Sasaran : Setelah tindakan keperawatan keluarga mengerti tentang pengaruh lingkungan terhadap penyakit DM.

Tujuan : Keluarga dapat memodifikasi lingkungan yang dapat menunjang penyembuhan dan pencegahan setelah tiga kali kunjungan rumah.

Kriteria : Keluarga dapat menjelaskan secara lisan tentang pengaruh lingkungan terhadap proses penyakit Diabetes Melitus.

Standar : Keluarga dapat memodifikasi lingkungan yang dapat mempengaruhi penyakit Diabetes Melitus .

Intervensi :

1) Ajarkan cara memodifikasi lingkungan untuk mencegah dan mengatasi penyakit Diabetes Melitus misalnya :

a) Jaga lingkungan rumah agar bebas dari resiko kecelakaan misalnya benda yang tajam. b) Gunakan alat pelindung bila bekerja Misalnya sarung tangan.

c) Gunakan bahan yang lembut untuk pakaian untuk mengurangi terjadinya iritasi. 2) Motivasi keluarga untuk melakukan apa yang telah dijelaskan.

e. Ketidakmampuan keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan guna perawatan dan pengobatan DM berhubungan dengan sikap keluarga yang kurang tepat terhadap pelayanan atau petugas kesehatan atau kurangnya pengetahuan keluarga tentang pentingnya segera datang ke tempat pelayanan kesehatan untuk pengobatan penyakit Diabetes Melitus.

Sasaran : Setelah tindakan keperawatan keluarga dapat menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan.

Tujuan : Keluarga dapat menggunakan tempat pelayanan kesehatan yang tepat untuk mengatasi penyakit Diabetes Melitus setelah dua kali kunjungan rumah.

Kriteria : Keluarga dapat menjelaskan secara lisan ke mana mereka harus meminta pertolongan untuk perawatan dan pengobatan penyakit Diabetes Melitus.

Standar : Keluarga dapat menggunakan fasilitas pelayanan secara tepat.

Intervensi : Jelaskan pada keluarga ke mana mereka dapat meminta pertolongan untuk perawatan dan pengobatan Diabetes Melitus.

4. Pelaksanaan Rencana Keperawatan / Implementasi

Menurut Mubarak (2012), tahapan dimana perawat mendapatkan kesempatan untuk membangkitkan minat keluarga dalam mengadakan perbaikan kearah perilaku hidup sehat.

Implementasi yang dilakukan pada asuhan keperawatan keluarga dengan Diabetes Mellitus, yaitu :

a. Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah DM yang terjadi pada keluarga berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga tentang penyakit Diabetes Mellitus 1) Menjelaskan arti penyakit Diabetes Mellitus.

2) Mendiskusikan tanda-tanda dan penyebab penyakit Diabetes Mellitus. 3) Menanyakan kembali apa yang telah didiskusikan.

b. Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasi penyakit Diabetes Mellitus berhubungan dengan keluarga tidak memahami mengenai sifat, berat dan luasnya masalah Diabetes Mellitus, yaitu :

1) Mendiskusikan tentang akibat penyakit Diabetes Mellitus.

2) Menanyakan bagaimana keputusan keluarga untuk merawat anggota keluarga yang menderita Diabetes Mellitus.

c. Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan Diabetes Mellitus berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga tentang cara pencegahan dan perawatan Diabetes Mellitus, yaitu :

2) Menjelaskan pada keluarga tentang manfaat istirahat, diet yang tepat dan olah raga khususnya untuk anggota keluarga yang menderita Diabetes Mellitus.

d. Ketidakmampuan keluarga dalam memelihara atau memodifikasi lingkungan yang dapat mempengaruhi penyakit Diabetes Mellitus berhubungan dengan kurangnya pemahaman keluarga tentang pengaruh lingkungan terhadap faktor pencetus Diabetes Mellitus, yaitu :

1) Menjaga lingkungan rumah agar bebas dari resiko kecelakaan misalnya benda yang tajam. 2) Menggunakan alat pelindung bila bekerja Misalnya sarung tangan.

3) Menggunakan bahan yang lembut untuk pakaian untuk mengurangi terjadinya iritasi. 4) Memotivasi keluarga untuk melakukan apa yang telah dijelaskan.

e. Ketidakmampuan keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan guna perawatan dan pengobatan DM berhubungan dengan sikap keluarga yang kurang tepat terhadap pelayanan atau petugas kesehatan atau kurangnya pengetahuan keluarga tentang pentingnya segera datang ke tempat pelayanan kesehatan untuk pengobatan penyakit Diabetes Mellitus.

1) Menjelaskan pada keluarga ke mana mereka dapat meminta pertolongan untuk perawatan dan pengobatan Diabetes Mellitus.

5. Melaksanakan Evaluasi

Sesuai dengan rencana tindakan yang diberikan, tahap penilaian dilakukan untuk melihat keberhasilannya. Bila tidak/belum berhasil maka perlu disusun rencana baru yang sesuai (Mubarak, 2012).

Evaluasi yang diharapkan pada asuhan keperawatan keluarga dengan Diabetes Mellitus adalah:

a. Keluarga dapat menjelaskan secara lisan tentang penyakit Diabetes Mellitus.

b. Keluarga dapat mengambil keputusan untuk merawat anggota keluarga dengan Diabetes Mellitus.

c. Keluarga dapat melakukan perawatan yang tepat terhadap anggota keluarga yang menderita Diabetes Mellitus.

d. Keluarga dapat memodifikasi lingkungan yang dapat menunjang penyembuhan dan pencegahan.

e. Keluarga dapat menggunakan tempat pelayanan kesehatan yang tepat untuk mengatasi penyakit Diabetes Melitus

Dalam dokumen Laporan Pendahuluan Askep Keluarga Dm (Halaman 30-40)

Dokumen terkait