Post operasi adalah masa yang dimulai ketika masuknya pasien keruang pemulihan dan berakhir dengan evaluasi tindak lanjut pada tatanan klinik ataudirumah. Setelah pembedahan, perawatan klien dapat menjadi kompleks akibatfisiologis yang mungkin terjadi. Untuk mengkaji kondisi pasca atau post operasiini, perawat mengandalkan informasi yang berasal dari hasil pengkajian keperawatan preoperative. Pengetahuan yang dimiliki klien tentang prosedur pembedahan dan hal - hal yang terjadi selama pembedahan berlangsung.Informasi ini membantu perawat mendeteksi adanya perubahan. Tindakan pasca operasi dilakukan dalam 2 tahap, yaitu periode pemulihan segera dan pemulihan berkelanjutan setelah fase pasca operasi. Untuk klien yang menjalani bedah sehari, pemulihan normalnya terjadi dalam 1 sampai 2 jam dan penyembuhan dilakukan di rumah. Untuk klien yang dirawat di rumah sakit pemulihan terjadi selama beberapa jam dan penyembuhan berlangsung selama 1hari atau lebih tergantung pada luasnya pembedahan dan respon klien.
2. Perawatan Pasien Di Ruang Pemulihan / Recovery Room
Uraian diatas telah membahas tentang hal yang diperhatikan pada pasien post anaesthesi. Untuk lebih jelasnya maka dibawah ini adalah petunjuk perawatan / observasi diruang pemulihan :
Posisi kepala pasien lebih rendah dan kepala dimiringkan pada pasien dengan pembiusan umum, sedang pada pasein dengan anaesthesi regional posisi semi fowler.
Pasang pengaman pada tempat tidur.
Monitor tanda vital : TN, Nadi, respirasi / 15 menit. Penghisapan lendir daerah mulut dan trakhea. Beri O2 2,3 liter sesuai program.
Observasi adanya muntah. Catat intake dan out put cairan.
Beberapa petunjuk tentang keadaan yang memungkinkan terjadinya situasi krisis
Tekanan sistolik < 90 –100 mmHg atau > 150 – 160 mmH, diastolik < 50 mmHg atau > dari 90 mmHg.
HR kurang dari 60 x menit > 10 x/menit. Suhu > 38,3 o C atau kurang dari 35 o C.
Meningkatnya kegelisahan pasien Tidak BAK + 8 jam post operasi.
3. Pengeluaran dari Ruang Pemulihan / Recovery Room Kriteria umum yang digunakan dalam mengevaluasi pasien : Pasien harus pulih dari efek anaesthesi.
Tanda-tanda vital harus stabil.
Tidak ada drainage yang berlebihan dari tubuh. Efek fisiologis dari obat bius harus stabil.
Pasien harus sudah sadar kembali dan tingkat kesadaran pasien telah sempurna.
Urine yang keluar harus adekuat ( 1cc/ Kg/jam). Jumlahnya harus dicatat dan dilaporkan. Semua pesan harus ditulis dan dibawa ke bangsal masing-masing.
Jika keadaan pasien membaik, pernyataan persetujuan harus dibuat untuk kehadiran pasien tersebut oleh seorang perawat khusus yang bertugas pada unit dimana pasien akan dipindahkan.
Staf dari unit dimana pasien harus dipindahkan, perlu diingatkan untuk menyiapkan dan menerima pasien tersebut.
4. Pengangkutan Pasien keruangan
Hal - hal yang harus diperhatikan selama membawa pasien ke ruangan antara lain : Keadaan penderita serta order dokter.
Usahakan pasien jangan sampai kedinginan.
Kepala pasien sedapat mungkin harus dimiringkan untuk menjaga bila muntah sewaktu - waktu, dan muka pasien harus terlihat sehingga bila ada perubahan sewaktu - waktu terlihat.
5. Asuhan Keperawatan Pada Pasien Post Operasi a) Pengkajian awal
1. Status Respirasi Meliputi :
Kedalaman pernafasaan. Kecepatan dan sifat pernafasan. Bunyi nafas 2. Status sirkulator Meliputi : Nadi Tekanan darah Suhu Warna kulit 3. Status neurologis
Meliputi : tingkat kesadaran
4. Balutan Meliputi :
Keadaan drain.
Terdapat pipa yang harus disambung dengan sistem drainase.
5. Kenyamanan Meliputi : Terdapat nyeri Mual Muntah 6. Keselamatan Meliputi :
Diperlukan penghalang samping tempat tidur. Kabel panggil yang mudah dijangkau.
Alat pemantau dipasang dan dapat berfungsi. 7. Perawatan
Cairan infus, kecepatan, jumlah cairan, kelancaran cairan.
Sistem drainase : bentuk kelancaran pipa, hubungan dengan alat penampung, sifat dan jumlah drainage.
8. Nyeri Meliputi : Waktu Tempat. 9. Frekuensi. 10. Kualitas.
11. Faktor yang memperberat / memperingan.
A. Data Subyektif
Pasien hendakanya ditanya mengenai gejala-gejala ketidaknyamanan setelah ditempatkan ditempat tidur dengan posisi tubuh yang menunjang. Pertanyaan-pertanyaan yang langsung misalnya : Bagai a a perasaa a da? , dapat e perlihatka data ula da yeri ta pa e fokuska pada daerah yang spesifik, dimana tidak ada keluhan. Penginderaan rasa nyeri sering kali meningkat pada waktu ini akibat pemindahan dari brankard ke tempat tidur. Sangat penting untuk mengetahui lokasi, bentuk serangan dan perubahan intensitas rasa nyeri, dan bukan menyangka bahwa nyeri berasal dari torehan.
Mual jarang timbul setelah pasca anaesthesi baru. Sangat besar kemungkinan terjadi mual bila perut mengalami manipulasi yang ekstensif pada waktu prosedur bedah atau telah mendapat narkotika yang cukup banyak.
B. Data Objektif 1. Sistem Respiratori 2. Status sirkulatori 3. Tingkat Kesadaran 4. Balutan 5. Posisi tubuh
6. Status Urinari / eksresi.
C. Pengkajian Psikososial
Yang perlu diperhatikan : umur, prosedur pembedahan, efek samping dari prosedur pembedahan dan pengobatan, body image dan pola / gaya hidup. Juga tanda fisik yang menandakan kecemasan termasuk denyut nadi, tekanan darah, dan kecepatan respirasi serta ekspresi wajah.
6. Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium berdasarkan pada prosedur pembedahan, riwayat medis, dan manifestasi klinik post operasi.
Pemeriksaan laboratorium lab post operasi secara umum anatara lain :
1. Analisa serum dan elektrolit, glukosa dan pemeriksaaan darah lengkap.
2. Pemeriksaann urine sekitar setiap 4 jam untuk klien dengan resiko dehidrasi dan insufisisensi ginjal.
7. Masalah Keperawatan Yang Lazim Muncul A. Diagnosa Umum
1) Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan efek samping dari anaesthesi. 2) Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan luka post operasi.
3) Nyeri akut berhubungan dengan proses pembedahan.
4) Resiko injury berhubungan dengan kelemahan fisik, efek anaesthesi, obat-obatan ( penenang, analgesik ) dan imobilisasi terlalu lama.
B. Diagnosa Tambahan
1) Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan peningkatan produksi sekret. 2) Kurang pengetahuan berhubungan dengan salah memahami informasi.
3) Cemas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang prosedur pembedahan. 4) Nausea berhubungan dengan efek anaesthesi, narkotika, ketidaseimbangan elektrolit. 5) Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri.
6) Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksoia, lemah, nyeri, mual.
DAFTAR PUSTAKA
1) http://www.scribd.com/doc/54740478/Makalah-KMB-1-Monitoring-Pre-Dan-Post 2) http://www.scribd.com/doc/76227258/patofisiologi
3) Somantri Irman. (2009). ( Asuhan Keperawatan pada klien dengan gangguan sistem pernafasan )(Edisi 2). Jakarta: Salemba Medika.
4) Muttaqin Arif.(2008). (Asuhan Keperawatan pada klien dengan gangguan sistem pernafasan).Jakarta : Salemba Medika.