• Tidak ada hasil yang ditemukan

Asuhan pada Bayi Baru Lahir

Dalam dokumen STUDI KASUS Diajukan sebagai Laporan Akh (Halaman 83-93)

KALA IV JAM 10.10 WIB SUBJEKTIF

1. Keadaan Umum : baik

3.4 Asuhan pada Bayi Baru Lahir

Asuhan kebidanan pada bayi Ny. R bayi baru lahir 4 jam fisiologis

Hari, tanggal : Selasa, 12 April 2010

Tempat : BPS Bidan A

Waktu : 11.45 WIB

Subjektif

Ibu mengatakan bayinya menangis kuat, pergerakan aktif dan sudah diberikan ASI

Objektif

1. Keadaan umum : Baik, menangis spontan dan kuat

2. Tanda-tanda vital

a. Laju Jantung : 125 x/menit

b. Laju Nafas : 45 x/menit

c. Suhu : 36,90C.

3. Antropometri

a. Berat badan : 2900 gram

b. Panjang badan : 49 cm

4. Kepala

a. Ubun-ubun : Normal

b. Moulage : Tidak ada

c. Penonjolan : Tidak ada

5. Telinga : Simetris

6. Mata : Tidak ada pus

7. Hidung dan mulut

a. Bibir dan langitkan : (+)

b. Bibir sumbing : Negatif

8. Leher

a. Pembengkakan : tidak ada

b. Gumpalan : tidak ada

9. Dada

a. Bentuk : Simetris

b. Puting : Menonjol

c. Lingkar dada : 33 cm

10. Bahu, lengan dan tangan

a. Gerakan : Aktif

b. Jumlah jari : Lengkap

c. LILA : 12 cm

11. Sistem saraf : Refleks moro (+)

Refleks hisap (+) Reflek succing (+) Refleks grasfing (+) Refleks rooting (+) Refleks babynsky (+) 12. Abdomen a. Bentuk : simetris

b. Tali pusat : masih basah tidak berbau

c. Tonjolan tali pusat pada saat menangis : tidak ada 13. Kelamin laki-laki

a. Testis : Berlubang

b. Scrotum : ada

14. Tungkai dan Kaki

a. Gerakan : Normal

b. Keadaan : Normal

c. Jumlah jari : Lengkap

15. Punggung dan anus

a. Pembengkakan atau cekungan : tidak ada

b. Anus : ada

16. Kulit

a. Verniks ada

b. Warna kulit dan bibir kemerahan c. Tanda lahir tidak ada

Assesment

Bayi Ny. R Bayi baru lahir 4 jam fisiologis

Planning

1. Memberitahu hasil pemeriksaan pada ibu bahwa bayinya normal dan sehat 2. Memberi dukungan pada ibu untuk menyusui bayinya sampai umur 6

3. Mengajarkan pada ibu teknik menyusui yang baik dan benar 4. Memberitahu ibu tentang perawatan payudara

5. Mengajarkan pada ibu tentang perawatan tali pusat

6. Menganjurkan ibu untuk menjaga bayinya agar tetap hangat 7. Memberi vitamin k dan tetes mata gentamicin pada bayi 8. Menganjurkan pada ibu agar bayinya di imunisasi

9. Memberitahu tanda bahaya BBL dan tindakan apa yang harus dilakukan bila bayinya mengalami hal tersebut.

10. Mengajarkan kepada ibu tentang teknik dan posisi menyusui yang benar 11. Memberitahu ibu tentang manfaat pemberian ASI

Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir Normal 2 Hari

Tanggal pengkajian : 14 April 2010

Tempat : Rumah Pasien

Waktu : 09.30 WIB

SUBJEKTIF

Ibu mengatakan bayinya sehat dan dapat menetek dengan kuat

OBJEKTIF

1. Keadaan umum : - aktivitas dan tonus otot : aktif

- tangis bayi : kuat

- laju jantung : 120 / x / menit

- suhu : 36,50C

3. Pemeriksaan fisik

- Perut : tali pusat belum lepas (puput), tidak ada infeksi.

- Anus : Tidak ada kelainan, BAB ± 4 kali sehari, BAK ± 9 kali sehari

ASESSMENT

Bayi Ny. R bayi baru lahir 2 hari normal.

PLANNING

1. Memberitahukan ibu bahwa bayi dalam keadaan sehat dan normal

2. Menganjurkan pada ibu untuk membawa bayi ke puskesmas atau bidan untuk imunisasi sedini mungkin

3. Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir normal 4. Menjaga kehangatan tubuh bayi

5. Mengajarkan ibu tentang teknik menyusui yang benar.

6. Mengingatkan kembali ibu untuk melaksanakan ASI eksklusif dengan memotivasi ibu agar menetekan bayinya sesering mungkin

Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir Normal 14 Hari

Tanggal pengkajian : 26 April 2010

Tempat : Rumah Pasien

SUBJEKTIF

Ibu mengatakan bayinya sehat dan dapat menetek dengan kuat

Ibu mengatakan tali pusatnya sudah lepas dan bayinya telah mendapat imunisasi BCG.

OBJEKTIF

1. Keadaan umum : - aktivitas dan tonus otot : aktif

- tangis bayi : kuat

2. Tanda vital : - laju nafas : 52 x / menit

- laju jantung : 125 / x / menit

- suhu : 36,40C

3. Pemeriksaan fisik

- Perut : tali pusat telah lepas (puput), tidak ada infeksi.

- Anus : Tidak ada kelainan, BAB ± 4 kali sehari, BAK ± 8 kali sehari

ASESSMENT

Bayi Ny. R bayi baru lahir 14 hari normal.

PLANNING

1. Memberitahukan ibu bahwa bayi dalam keadaan sehat dan normal (ibu mengetahui hasil pemeriksaan)

2. Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir normal (Ibu dapat mengetahui dan dapat menyebutkan beberapa tanda bahaya pada bayi baru lahir)

( Bayi diselimuti dengan kain yang kering dan bersih)

4. Mengingatkan kembali ibu untuk melaksanakan ASI eksklusif dengan memotivasi ibu agar menetekan bayinya sesering mungkin

(ibu bersedia memberikan ASI eksklusif pada bayinya)

BAB IV PEMBAHASAN

Setelah penulis melakukan asuhan kebidanan pada pada Ny. R penulis menemukan persamaan dan tidak menemukan kesenjangan antara konsep teori dengan kenyataan dilapangan.

4.1 Kehamilan

Penulis tidak menemukan kesulitan dalam mengumpulkan data subjektif karena sikap kooperatif dari Ny. R dan keluarga. Dari data subjektif pada Ny. R, penulis tidak menemukan adanya keluhan yang berarti. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan diperoleh melalui anamnesis ibu mengatakan ini adalah kehamilan yang kelima dan pernah mengalami keguguran. Data

mengenai diimunisasi TT sebanyak 2 kali yaitu pada usia kehamilan 4 bulan dan kehamilan 5 bulan. Pemberian imunisai TT sesuai dengan teori dari Pusdiknakes (2003) Pada pemeriksaan kehamilan, ibu hamil akan mendapat imunisasi TT setelah dinyatakan hamil, umumnya jarak pemberian imunisasi pertama dengan imunisasi kedua adalah 1 bulan sehingga efektivitasnya tinggi.

Selanjutnya pada pemeriksaan payudara diperoleh data bahwa kolostrum pasien sudah keluar. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan Arif (2006) pada masa kehamilan payudara menjadi tegang dan membesar karena pengaruh estrogen dan progesteron yang merangsang duktuli dan alveoli payudara. Daerah areola menghitam karena deposit pigmen berlebihan. Terdapat kolostrum pada kehamilan lebih 12 minggu.

Berdasarkan data subjektif data objektif dapat diambl kesimpulan bahwa Ny. R usia 30 tahun G5P3A1 hamil 36-37 minggu fisiologis. Dalam melaksanakan pengkajian terhadap Ny. R penulis tidak menemukan terjadinya masalah potensial sehingga dapat menentukan perencanaan asuhan sesuai dengan kebutuhan ibu hamil.

4.2 Persalinan

Data yang diperoleh berupa ibu merasa mules-mules sebagai tanda kelahiran. Hal ini sesuai dengan Handaya (2008) sebagai salah satu tanda persalinan tiba adalah adanya rasa mules-mules yang sering, teratur dan keluar lendir darah adanya his yang datang leih kuat, sering dan teratur dan

juga keluar lendir yang bercampur darah (show) yang lebih banyak karena robekan-robekan kecil pada serviks.

4.3 Nifas

Menurut Depkes RI (2004:1-2) subjektif yaitu suatu informasi yang diceritakan oleh ibu tentang apa yang dirasakannya, apa yang sedang dialaminya dan apa yang telah dialaminya. Data subjektif juga meliputi informasi tambahan yang diceritakan oleh anggota keluarga tentang status klien. Data subjektif dikumpulkan dengan cara berbicara dengan ibu mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai kondisi ibu, mengamati tingkah laku ibu apakah ibu terlihat sakit, nyaman atau terganggu (kesakitan).

Hal ini telah sesuai dengan tindakan yang telah dilakukan oleh penulis dalam mengumpulkan data subjektif. Dalam kasus ini yaitu asuhan nifas normal pada Ny. R, data subjektif yang diperoleh penulis sudah lengkap dan penulis tidak mengalami hambatan dalam pengumpulan data, hal yang terjadi adalah fisiologis dan kenyataan ini telah sesuai dengan teori pada asuhan nifas normal yang dikemukakan oleh Saifuddin (2002:124) yang mengemukakan bahwa dalam pengambilan data subjektif yaitu dengan cara anamnesis yang meliputi : Riwayat Ibu, Riwayat Sosial-Ekonomi : Respon ibu dan keluarga terhadap bayi, kebiasaan minum, merokok, dan menggunakan obat. Dan Riwayat Bayi

Dalam asuhan nifas normal pengumpulan data subjektif sangatlah penting, karena dengan mengetahui keluhan-keluhan yang dirasakan klien bisa

mendeteksi lebih awal hal-hal apa saja yang mungkin bisa terjadi pada klien. Apabila klien dalam keadaan normal atau fisiologis maka untuk memberikan asuhan pada masa nifas menjadi wewenang bidan untuk memberikan asuhan yang sesuai dengan standar asuhan nifas normal, dalam Standar Kompetensi Inti Bidan yang ke-5 yang dinyatakan oleh ICM (1999) yaitu bidan memberikan asuhan pada ibu nifas dan menyusui yang bermutu tinggi dan tanggap terhadap budaya setempat.

4.4 Bayi Baru Lahir

Berdasarkan hasil anamnesis penulis menemukan kenyataan bahwa data subjektif yang dikumpulkan diantaranya ibu mengatakan bahwa bayi lahir spontan, bayi langsung menangis kuat segera setelah lahir. Berdasarkan hasil anamnesis tersebut dapat dikemukakan bahwa bayi baru lahir dalam keadaan normal. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan Saifuddin (2002:352) penilaian awal bayi baru lahir dengan tiga hal saja yaitu apakah bayi menangis kuat, apakah warna kulit bayi kemerahan dan bagaimana pergerakan bayi tersebut. Bila bayi menangis kuat segera setelah lahir, berwarna kemerahan dan bergerak aktif maka dapat dipastikan bahwa bayi dalam kondisi stabil. Dengan data subjektif tersebut penulis menemukan bahwa baik dari riwayat persalinan maupun keadaan bayi baru lahir memiliki persamaan dengan indikator bayi baru lahir normal.

BAB V

Dalam dokumen STUDI KASUS Diajukan sebagai Laporan Akh (Halaman 83-93)

Dokumen terkait