• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagian 6. Mensinkronisasi file referensi dengan akun Mendeley online

2.4.2 Atribut Usability

Menurut (ISO-9241-11) karakteriktik usability dapat diukur melalui:

(1) effectiveness, which is the accuracy and completenesswith which users achieve certain goals. Indicatorsofeffectiveness include quality of solution and error rates. (2)Efficiency, which is the relation between (a) the accuracy andcompleteness with which users achieve certain goals and (b) theresources expended in achieving them. Indicators of efficiencyinclude task completion time and learning time.and (3)Satisfaction, which is the users' comfort with and positiveattitudes towards the use of the system.

Mengukur usability adalah bagaimana sistem/produk kita bisa menyelesaikan tugas pengguna dengan baik. Dalam (ISO-9241-11, 1998) disimpulkan bahwa standar usability yang baik yaitu effective, efficient, dan satisfaction (kepuasan) adalah sebagai berikut:

1. Efektivitas, yaitu keakuratan dan kelengkapan dimana pengguna mencapaitujuan tertentu. Indikator efektivitas meliputi kualitas dari solusi dantingkat. kesalahan.

2. Efisiensi, yaitu hubungan antara (a) keakuratan dan kelengkapan dimanapengguna mencapai tujuan tertentu dan (b) sumber daya yang dikeluarkandalam mencapainya. Indikator efisiensi meliputi waktu penyelesaian tugasdan waktu belajar.

3. Satisfaction, yang merupakan kenyamanan pengguna dengan dan sikap positif terhadap penggunaan sistem.

Sudah jelas bahwa sebaiknyav sebagai pengguna dapat melakukan secara efektif (berpacu pada hasil), efisien (berpacu pada caranya), dan satisfication

(mendapatkan kepuasan). Cara mengukur dan menilai usability sebuah situs bersifatrelatif dan bergantung pada bagaimana pengguna dapatmenyelesaikan sekumpulan task. Jakob (2012) menyatakan bahwa atribut yang dapat dijadikan patokan dalam mengukur usability, antara lain: learnability, efficiency, memorability, errors dan satisfaction. Patokan dalam mengukur usability, antara lain:

1. Learnability: How easy is it for users to accomplish basic tasks the first time they encounter the design?

2. Efficiency: Once users have learned the design, how quickly can they perform tasks?

3. Memorability: When users return to the design after a period of not using it, how easily can they reestablish proficiency?

4. Errors: How many errors do users make, how severe are these errors, and how easily can they recover from the errors?

5. Satisfaction: How pleasant is it to use the design?

Dari uraian tersebut dapat diartikan bahwa atribut yang dapat dijadikan patokan dalam mengukur usability adalah:

1. Learnability (mudah dipelajari): Seberapa mudahkah pengguna menyelesaikan tugas sederhana pada saat pertama kali penggunaan desain?

2. Efficiency (efisiensi): Setelah pengguna mempelajari desain perangkat lunak, seberapa cepatkah mereka dapat menyelesaikan tugas?

3. Memorability (mudahdiingat): Ketika pengguna tidak menggunakan desain setelah beberapa waktu, seberapa mudah mereka mengembalikan keahlian mereka?

4. Errors (jumlah kesalahan): Berapa kali pengguna membuat kesalahan, seberapa parahkah kesalahan tersebut, dan bagaimana mereka dapat memperbaiki kesalahan tersebut?

5. Satisfaction (kepuasan): Seberapa memuaskankah desain tersebut menurut pengguna?

Berdasarkan ISO/IEC 9126 yang dikutip Kristanto (2013 : 8) pada perangkat lunak terdapat 6 karakteristik (termasuk kategori usabilitas), antara lain:

1. Functionality (Fungsionalitas):

Kemampuan software untuk menyediakan fungsi sesuai kebutuhan pengguna ketika digunakan dalam kondisi tertentu

Tabel 2.1 Sub-karakteristik Fungsionalitas No. Sub-karakteristik Deskripsi

1. Suitability Kemampuan software untuk menyediakan serangkaian fungsi yang sesuai untuk tugas-tugas tertentu dan tujuan pengguna dalam menggunakan aplikasi tersebut.

2. Accuracy Kemampuan software untuk memberikan hasil yang presisi dan benar sesuai dengan kebutuhan yang di dibutuhkan oleh penggunanya.

3. Security Kemampuan software untuk mencegah akses yang tidak diinginkan, menghadapi hacker maupun otorisasi dalam modifikasi data yang dilakukan oleh penggunanya.

4. Interoperability Kemampuan software untuk berinteraksi dengan satu atau lebih sistem tertentu.

5. Compliance Kemampuan software dalam memenuhi standar dan kebutuhan sesuai peraturan yang berlaku dan yang dibutuhkan penggunanya.

2. Reability (Reabilitas/kehandalan):

Kemampuan software untuk mempertahankan tingkat kinerja tertentu dapat dilihat pada table 2.2 sebagai berikut:

Tabel 2.2 Sub-karakteristik Reabilitas No. Sub-karakteristik Deskripsi

1. Maturity Kemampuan software untuk menghindari kegagalan sebagai akibat dari kesalahan dalam software yang bias ditangulangi dengan mudah.

2. Fault tolerance Kemampuan software untuk mempertahankan kinerjanya jika terjadi kesalahan software yang tidak diinginkan.

3. Recoverability Kemampuan software untuk membangun kembali tingkat kinerja ketika terjadi kegagalan sistem, termasuk data dan koneksi jaringan jika mengalami masalah.

3. Usability (Usabilitas/kebergunaan):

Kemampuan software untuk dipahami, dipelajari, digunakan, dan menarik bagi pengguna dapat dilihat pada table 2.3 sebagai berikut:

Tabel 2.3 Tabel Sub-karakteristik Usabilitas No. Sub-karakteristik Deskripsi

1. Understandability Kemampuan software dalam kemudahan untuk dipahami cara penggunaannya oleh pengguna.

2. Learnability Kemampuan software dalam kemudahan untuk dipelajari oleh pengguna yang mengunakannya

3. Operability Kemampuan software dalam kemudahan untuk dioperasikan dan digunakan oleh penggunanya

4. Attractiveness Kemampuan software dalam menarik dan memikat pengguna untuk mengunakan aplikasi tersebut.

4. Efficiency (Efisiensi):

Kemampuan software untuk memberikan kinerja yang sesuai dan relatif terhadap jumlah sumber daya yang digunakan pada saat keadaan tersebut dapat dilihat pada table 2.4 adalah sebagai berikut:

Tabel 2.4 Sub-karakteristik Efisiensi No. Sub-karakteristik Deskripsi

1. Time behavior Kemampuan software dalam memberikan respon dan waktu dalam pengolahan informasi yang sesuai pada saat melakukan fungsinya.

2. Resource behavior/

Resource utilisation

Kemampuan software dalam menggunakan sumber daya yang dimilikinya ketika melakukan fungsi yang ditentukan sesuai dengan intruksi yang diberikan pengguna aplikasi.

5. Maintainability (Pemeliharaan):

Kemampuan software untuk dimodifikasi yang meliputi koreksi, perbaikan, atau adaptasi terhadap perubahan lingkungan, persyaratan, dan spesifikasi fungsional dapat dilihat pada table 2.5 adalah sebagai beriku:

Tabel 2.5 Tabel Sub-karakteristik Pemeliharaan No. Sub-karakteristik Deskripsi

1. Analyzability Kemampuan software dalam mendiagnosis kekurangan atau penyebab kegagalan yang dialami oleh penggunanya.

2. Changeability Kemampuan software untuk dimodifikasi informasi tertentu sesuai dengan yang diinginkan oleh penggunanya.

3. Stability Kemampuan software untuk meminimalkan efek tak terduga dari modifikasi software jika terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan penggunanya.

4. Testability Kemampuan software untuk dimodifikasi dan divalidasi software lain.

6. Portability (Portabilitas):

Kemampuan software untuk ditransfer dari satu lingkungan ke lingkungan lain dapat lihat pada table 2.6 adalah sebagai berikut:

Tabel 2.6 Tabel Sub-karakteristik Portablitas No. Sub-karakteristik Deskripsi

1. Adaptability Kemampuan software untuk diadaptasikan pada lingkungan yang berbeda-beda atau pada suatu perangkat yang baru.

2. Instalability Kemampuan software untuk diinstal dalam lingkungan yang berbeda-beda atau pada perangkat baru.

3. Co-existence Kemampuan software untuk berdampingan dengan software lainnya dalam satu lingkungan dengan berbagi sumber daya.

4. Replaceability Kemampuan software untuk digunakan sebagai pengganti software lainnya.

Dengan demikian, karakteristik usabilitas menjadi salah satunya dengan karakteristik-karakteristik lainnya dari ISO/IEC 9126 yang mempunyai 4 sub-karakteristik dan sangat berbeda dengan sub-karakteristik usabilitas dari ISO 9241-11.

Berdasarkan pendapat tersebut, karakteristik/atribut pada usablitas bisa dijadikan alat pengukuran dalam menganalisis usabilitas suatu perangkat lunak aplikasi.

Penelitian ini menggunakan metode teori karakteristik usabilitas ISO/IEC9126-2 karena akan diterapkan untuk mengukur kebergunaan dan pemanfaatan perangkat lunak Mendeley dengan fitur-fitur yang digunakan.

Berdasarkan usabilitas ISO/IEC9126-2 terdapat 4 karakteristik yang akan digunakan sebagai operasional term yaitu sebagai berikut.

Tabel 2.7 Deskripsi metrik pada sub-karakteristik Usabilitas

No .

Karakteristik Metrics

1. Understandability - Completeness of description (Kelengkapan deskripsi) Metrik ini bertujuan menilai fungsi atau jenis fungsi yang akan dipahami setelah membaca gambaran produk perangkat lunak yang akan digunakan oleh pengguna aplikasi Mendeley.

Menilai fungsi yang dimaksud adalah layanan apa saja yang harus disediakan oleh sistem, bagaimana reaksi sistem terhadap sebuah masukan, serta bagaimana perilaku sistem pada situasi tertentu (Hussain, 2007)

- Demonstration accessibility (Demonstrasi kemudahkan akses)

Metrik ini bertujuan menilai pada demonstrasi/tutorial yang dapat diakses oleh pengguna aplikasi mendeley baik melalui buku mengenai tutorial aplikasi Mendeley. maupun sumber youtube. Accessibility adalah situs yang tersedia, dan fungsionalitasnya bisa dioperasikan, secara harfiah, oleh siapa saja yang menggunakan aplikasi menurut (Meggin Kearney

seorang developers 2018)

https://developers.google.com/web/fundamentals/accessibility/

?hl=id

- Demonstration accessibility in use (Demonstrasi kemudahan akses yang digunakan)

Metrik ini bertujuan menilai pada tutorial yang dapat diakses oleh pengguna kapanpun dan harus benar-benar dapat diaplikasikan pada perangkat selama mengoperasikan berlangsung. Aksesibilitas mengacu sejauh mana perangkat, produk atau layanan dapat diakses oleh orang sebanyak mungkin. Hal ini dapat hanya didefinisikan sebagai

"kemampuan untuk mengakses" ketika mengambil manfaat dari setiap entitas atau sistem. Namun, makna aksesibilitas dapat bervariasi dari pelanggan ke konsumen, hal itu perlu dioperasionalkan secara berbeda (Baker 2002)

- Demonstration effectiveness (Efektivitas demonstrasi) Metrik ini bertujuan seberapa bernilainya fungsi yang dapat dioperasikan oleh pengguna dan apakah berjalan sukses dan lancar setelah mengikuti demonstrasi atau sumber tutorial yang digunakan. Efektivitas adalah kemampuan menghasilkan hasil yang diinginkan atau kemampuan untuk menghasilkan output yang diinginkan. Ketika sesuatu dianggap efektif, itu berarti ia memiliki hasil yang diharapkan atau diinginkan, atau menghasilkan kesan bagus dalam pengunaannya.

- Evident functions (Fungsi nyata)

Metrik ini bertujuan menilai fungsi atau jenisnya dari aplikasi yang dapat diidentifikasi oleh pengguna perangkat lunak berdasarkan kondisi awal yang dilihat oleh pengguna secara

nyata. Menurut IFPUG (International Function Point User Goup), adalah salah satu metode yang digunakan untuk mendapatkan ukuran fungsionalitas (unctional size) perangkat lunak, yaitu ukuran yang menunjukkan seberapa besar fungsi yang disediakan oleh perangkat lunak kepada user-nya . Tujuan utama dari pengukuran perangkat lunak dengan Function Point adalah untuk mendapatkan ukuran biaya yang dikeluarkan untuk aplikasi, durasi waktu yang dibuthkan dalam menggunakan aplikasi dalam pembuatan tugas,

- Function understand-ablility (Fungsi kemampuan memahami)

Metrik ini bertujuan menilai pengguna aplikasi seberapa banyak fungsi pada perangkat lunak yang dapat dipahami dengan benar oleh pengguna aplikasi tersebut. Kemampuan produk perangkat lunak untuk menyediakan fungsi yang dinyatakan memenuhi dan mengandung yang dibutuhkan ketika perangkat lunak digunakan dalam kondisi tertentu.

Fungsionalitas merupakan atribut yang menjaga keberadaan fungsi dan sifat spesifik mereka. Fungsi adalah sesuatu yang memenuhi atau mengandung kebutuhan. Fungsionalitas dinilai dengan mengevaluasi fitur dan kemampuan dari program, sifat umum dari fungsi yang dikirimkan dan keamanan sistem secara keseluruhan

- Understandble input & output (Input & output yang mudah memahami)

Metrik ini bertujuan untuk pengguna aplikasi yang dapat memahami apa yang diperlukan data sebagai masukan dan apa yang disediakan sebagai keluaran oleh sistem software.

Perangkat input dan output sendiri sering disebut dengan istilah I/O, yang artinya adalah bagian sistem mikroprosesor yang berfungsi menghubungkan dan menyambungkan alat/perangkat luar dengan komputer. input sendiri pada aplikasi mendeley yaitu informasi yang diinput ke mendeley itu sendiri sehingga menghasilkan sitasi yang disebut sebagai data outputnya.

2. Operability - Operational consistency in use (Konsistensi operasional yang digunakan)

Metrik ini bertujuan seberapa konsisten atau tidaknya pada komponen antarmuka aplikasi bagi pengguna selama mengoperasikan sistem tersebut. konsisten dari aplikasi Mendeley dapat dilihat dari menu yang digunakan, halaman bantuan, konsisten terhadap warna, tampilan, kapitalisasi, ukuran tulisan, dan lain-lain harus digunakan secara keseluruhan.

- Error correction (Koreksi kesalahan)

Metrik ini bertujuan pada pengguna aplikasi dapat mengoreksi kesalahan pada tugas dan mengetahui jenis kesalahan untuk insiden percobaan secara pertimbangkan. Error pada komputer adalah kekeliruan, ketidaktepatan atau kesalahan yang dapat disebabkan oleh software atau perangkat lunak, hardware atau perangkat keras, dan human error yang berarti kesalahan dikarenakan pengguna.

- Error correction in use (Koreksi kesalahan yang digunakan)

Metrik ini bertujuan pengguna aplikasi dapat memulihkan atau mencoba kembali tugas jika muncul kesalahan dan juga memulihkan masukan dengan mudah.

- Default value availability in use (Standar nilai ketersediaan yang digunakan)

Metrik ini bertujuan agar pengguna perangkat lunak dapat memilih standar nilai parameter operasional yang nyaman pada saat menggunakan aplikasi. Standar dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah ukuran tertentu yang dipakai sebagai patokan, sedangkan nilai berarti banyak sedikitnya isi, kadar, dan mutu

- Message understandability in use (Pesan yang mudah dipahami saat digunakan)

Metrik ini bertujuan bagi pengguna software dapat memahami pesan dari sistem, menghapal pesan penting dari software, dan muncul atau tidaknya pesan yang menyebabkan keterlambatan dalam pemahaman pengguna aplikasi sebelum memulai tindakan lanjut dalam menggunakan aplikasi.

- Self-explanatory error messages (Pesan kesalahan cukup jelas)

Metrik ini bertujuan pengguna menilai kesalahan yang mengusulkan tindakan pemulihan yang benar. Dengan demikian pengguna perangkat lunak sudah mengetahui dengan jelas kesalahan yang dialami tanpa memerlukan sistem bantuan untuk mengetahui kesalahan yang dialami pengguna aplikasi.

- Operational error recoverability in use (Pemulihan kesalahan operasional yang digunakan)

Metrik ini bertujuan untuk pengguna aplikasi dapat memulihkan situasi kesalahan yang terburuk. Metrik tersebut dapat mempertimbangkan kombinasi jumlah eror dimana pengguna diperingatkan/tidak oleh sistem dan jumlah kesepakatan yang dimana pengguna berhasil/tidaknya untuk memulihkan situasi tersebut dengan baik dan benar.

- Time between human error operations in use (Waktu antara kesalahan teknis operasi yang digunakan)

Metrik ini bertujuan untuk pengguna aplikasi dapat

mengoperasikan dan menggunakan perangkat lunak dalam waktu lama tanpa adanya kesalahan teknis atau error pada saat menggunakan aplikasi.

- Undoability (Kemudahan membatalkan)

Metrik ini bertujuan untuk pengguna aplikasi yang seringkali memperbaiki kesalahan input data dengan berhasil melakukan pembatalan kesalahan sistem dengan benar sehingga kesalahn dapat dihindari.

- Customisability (Kemampuan penyesuaian)

Metrik ini bertujuan untuk pengguna aplikasi dapat menyesuaikan prosedur operasional yang nyaman, menginstruksi dari penggunam untuk menyesuaikan template prosedur operasi dengan tujuan untuk mencegah kesalahan mereka, dan menilai fungsi yang dapat disesuaikan.

- Operation procedure reduction (Pengurangan prosedur operasi)

Metrik ini bertujuan untuk pengguna aplikasi mengurangi prosedur operasi yang nyaman. Tahapan kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas, metode langkah demi langkah secara pasti dalam memecahkan suatu masalah dalam penggunaan aplikasi mendeley.

- Physical accessibility (Kemampuan akses fisik)

Metrik ini bertujuan menilai fungsi yang dapat diakses oleh pengguna perangkat lunak dengan kondisi cacat fisik, misalnya kebutaan. Dalam Permen PU No. 30 Tahun 2006 ini disebutkan bahwa pedoman teknis Kemampuan akses fisik tersebut dibuat untuk memenuhi beberapa prinsip aksesibilitas, yakni “keselamatan”, “kemudahan”, “kegunaan” dan

“kemandirian”: ...”1) Keselamatan, yaitu setiap aplikasi yang bersifat umum harus dapat membatu kerja penggunanya dalam pembuatan tugas 2) Kemudahan, dapat memudahkan kerja penggunanya; 3) Kegunaan, yaitu harus dapat digunakan oleh pengguna yang mempergunakannya; 4) Kemandirian, yaitu setiap orang harus bisa mencapai, masuk dan mempergunakan aplikasi tersbut.”

3. Learnability - Ease of function learning (Kemudahan fungsi pembelajaran)

Metrik ini bertujuan mengetahui waktu pengguna menggunakan perangkat lunak untuk mempelajari cara menggunakan suatu fungsi sistem perangkat lunak yang digunakan oleh pengguna. Menurut Levie & Lents (1982) yang di kutip oleh mokhammad (2018) dalam jurnal fungsi media pembelajaran mengemukakan empat fungsi pembelajaran, yaitu : 1. Fungsi atensi adalah menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi

pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran, 2. Fungsi afektif adalah dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar. Gambar atau lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa, 3. Fungsi kognitif adalah memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar, 4. Fungsi kompensatoris adalah memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali.

- Ease of learning to perform a task in use (Kemudahan belajar melakukan kerja/tugas yang digunakan)

Metrik ini bertujuan mengetahui durasi waktu yang dibutuhkan oleh pengguna perangkat lunak untuk mempelajari cara melakukan atau pembuatan tugas pada aplikasi yang digunakan secara efisien sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan bagi pengguna aplikasi sesuai dengan apa yang diinginkan. Kemudahan belajar dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah sesuatu yang dapat mempermudah dan memperlancar usaha seseorang dalam memperoleh kepandaian atau ilmu yang ingin dipelajarinya.

- Help accessibility (Bantuan kemudahan akses)

Metrik ini bertujuan menilai pada topik bantuan yang dapat ditemukan oleh pengguna aplikasi yang digunakan. Menurut Schlager dan Ostrom (1992) bantuan akses adalah bantuan untuk memasuki memakai dan memanfaatkan kawasan atau zona-zona tertentu.

- Effectiveness of the user documentation and/or help system (Efektivitas dari dokumentasi pengguna dan/atau sistem bantuan)

Metrik ini bertujuan menilai tugas yang dapat diselesaikan dengan benar setelah pengguna menggunakan atau membaca dokumentasi dan/atau menggunakan sistem bantuan dalam pengunaan aplikasi. Efektivitas dalam Wikipedia adalah kemampuan menghasilkan hasil yang diinginkan atau kemampuan untuk menghasilkan output yang diinginkan.

Ketika sesuatu dianggap efektif, itu berarti ia memiliki hasil yang diharapkan, atau menghasilkan kesan yang dalam dan hidup.

- Effectiveness of the user documentation and/or help system in use (Efektivitas dari dokumentasi pengguna dan/atau sistem bantuan yang digunakan)

Metrik ini bertujuan menilai fungsi yang dapat digunakan dengan benar setelah pengguna membaca atau menggunakan

sistem bantuan baik menggunakan buku panduan maupun memlaui sumber internet.

4. Attractiveness - Attractive interaction (Sistem interface yang menarik) Metrik ini bertujuan mengetahui ketertarikan antarmuka perangkat lunak terhadap pengguna, apakah pengguna nyama mengunakan aplikasi dan tertarik untuk menggunakan aplikasi tersebut dalam menyelesaikan tugas dari pengguna. Kriteria website yang baik dapat menarik pengguna untuk menggunakannya menurut Fitria Ekarini Prodi Teknik Elektronika dan Informatika, Pascasarjana UNY dalam penelitian terdahulu” ada beberapa hal antara lain:

kegunaannya; Sistem Navigasi (Struktur), Desain Visual (Graphic Design), Konten (Contents), Kompabilitas (Compability), Lamanya Proses (Loading Time), Fungsionalitas (Fungsionality), Aksesibilitas (Accesibility), dan Interaktivitas (Interactivity).

- Interface appearance customisability (Kemudahan penyesuaian penampilan antarmuka)

Metrik ini bertujuan menilai elemen antarmuka yang dapat disesuaikan dalam tampilan perangkat lunak dengan tujuan untuk memuaskan/menarik pengguna dalam mengunakan aplikasi termasuk pada elemen warna, format gambar, maupun tema yang digunakan. Menurut Vau ghan (2011) yang dikutip oleh Yulyani Arifin dalam penelitiannya Penerapan Interactive Multimedia Untuk Perangkat Ajar Persiapan Toefl Berbahasa Indonesia. Dalam menerapkan multimedia yang interaktif dalam aplikasi harus mengabungkan antara multimedia dan kontrol dari pengguna. Elemen multimedia yang digunakan terdiri dari teks berupa informasi soal latihan dan penjelasan tentang apa yang harus dilakukan, gambar berupa icon menu yang ada pada menu, audio yang digunakan untuk modul reading, serta video yang menampilkan panduan awal dalam menggunakan.

BAB III

METODE PENELITIAN