memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara-perkara ditingkat pertama antara orang-orang yang beragana Islam dibidang Perkawinan, Perceraian, Kewarisan, Wasiat, Hibah yang dilakukan
berdasarkan hukum islam, Wakaf dan Shadaqah.
99. Dalam putusan permohonan talak yang telah berkekuatan hukum tetap dan telah ditetapkan
sidang penyaksian ikrar talak, maka tenggang waktu yang diberikan kepada Pemohon untuk
96 A. Tiga B. Satu C. Enam D. Dua belas PEMBAHASAN : C
PASAL 131 AYAT (4) Kompilasi Hukum Islam (KHI) : “Bila suami tidak mengucapkan ikrar talak dalam tempo 6 (enam) bulan terhitung sejak putusan Pengadilan Agama tentang izin ikrar talak baginya mempunyai kekuatan hukum yang tetap, maka hak suami untuk mengikrarkan talak gugur dan ikatan perkawinan tetap utuh”.
100. Suatu perceraian dianggap telah terjadi beserta akibat hukumnya apabila …..
A. Diucapkan ikrar talaknya oleh sisuami dihadapan dua orang saksi
97
B. Sejak putusan pengadilan mempunyai kekuatan hukum yang tetap
C. Apabila amar putusan Pengadilan mengabulkan seluruh tuntutan hak dari salah satu pihak yang berperkara
D. Apabila disaksikan dan disetujui oleh wali hakim
PEMBAHASAN : B
PASAL 34 AYAT (2) PP RI NO. 9 TAHUN 1975 : Suatu perceraian dianggap terjadi beserta segala akibat-akibatnya terhitung sejak saat pendaftarannya pada daftar pencatatan kantor pencatatan oleh Pegawai Pencatat, kecuali bagi mereka yang beragama Islam terhitung sejak jatuhnya putusan Pengadilan Agama yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap.
101. Waktu tunggu bagi seorang janda apabila
perkawinan putus karena kematian, waktu tunggu ditetapkan selama ….. Hari
98 A. Seratus Dua Puluh
B. Seratus Dua Puluh Lima C. Seratus Tiga Puluh
D. Seratus Tiga Puluh Lima
PEMBAHASAN : C
PASAL 153 AYAT (2) HURUF a Kompilasi Hukum Islam (KHI) : “Waktu tunggu bagi seorang janda ditentukan sebagai berikut : apabila perkawinan putus karena kematian walaupun qobla al dukhul, waktu tunggu ditetapkan 130 (seratus tiga puluh) hari.
102. Biaya perkara dalam bidang perkawinan dibebankan kepada …..
A. Pihak Penggugat B. Pihak yang Kalah
99 C. Pihak Tergugat
D. Pihak Penggugat dan Tergugat
PEMBAHASAN : A
PASAL 89 AYAT (1) UU NO. 7 TAHUN 1989 : Biaya perkara dalam bidang-bidang Hukum Perkawinan dibebankan kepada Penggugat/Pemohon.
103. Dalam Hukum Acara Peradilan Agama dikenal dengan Talak Ba’in Kubraa. Apa arti dari Talak Bain Kubraa tersebut …..
A. Talak Kesatu
B. Talak kesatu dan Kedua
C. Talak yang terjadi untuk ketiga kalinya D. Jawaban A dan B adalah Benar
PEMBAHASAN : C
100
Ba’in Kubraa adalah talak yang terjadi untuk ketiga kalinya. Talak jenis ini tidak dapat dirujuk dan tidak dapat dinikahkan kembali, kecuali apabila
pernikahan itu dilakukan setelah bekas istri
menikah dengan orang lain dan kemudian terjadi perceraian ba’da al dukhul dan habis masa iddahnya.
104. Perjanjian yang diucapkan calon mempelai pria setelah akad nikah yang dicantumkan dalam Akta Nikah berupa janji talak yang digantungkan kepada suatu keadaan tertentu yang mungkin terjadi dimasa yang akan datang disebut …..
A. Khuluk
B. Talak Bain Kubraa C. Taklik talak
D. Mut’ah
101
PASAL 1 HURUF e Kompilasi Hukum Islam (KHI) : Taklik talak ialah Perjanjian yang diucapkan calon mempelai pria setelah akad nikah yang dicantumkan dalam Akta Nikah berupa janji talak yang
digantungkan kepada suatu keadaan tertentu yang mungkin terjadi dimasa yang akan datang.
105. Dalam hal perkawinan tidak dapat dibuktikan dengan akta nikah maka pihak yang berkepentingan dapat mengajukan perkara ke Pengadilan Agama yaitu perkara ….. A. Cerai Talak B. Cerai Gugat C. Itsbat Nikah D. Rujuk PEMBAHASAN : C
102
Dalam hal perkawinan tidak dapat dibuktikan
dengan akta nikah, dapat diajukan istbat nikahnya ke Pengadilan Agama
106. Itsbat nikah yang dapat diajukan ke Pengadilan Agama terbatas mengenai hal-hal yang berkenaan …..
A. Adanya perkawinan dalam rangka penyelesaian perceraian
B. Hilangnya Akta Nikah
C. Adanya keraguan tentang sah atau tidaknya salah satu syarat perkawinan
D. Jawaban A, B dan C adalah benar
PEMBAHASAN : D
PASAL 7 AYAT (3) Kompilasi Hukum Islam (KHI) : Itsbat nikah yang dapat diajukan ke Pengadilan Agama terbatas mengenai hal-hal yang berkenaan
103
Adanya perkawinan dalam rangka penyelesaian perceraian ; Hilangnya Akta Nikah ; Adanya
keraguan tentang sah atau tidaknya salah satu syarat perkawinan ; Adanya perkawinan yang terjadi sebelum berlakunya UU No. 1 Tahun 1974 dan Perkawinan yang dilakukan oleh mereka yang tidak mempunyai halangan perkawinan menurut undang-undang No. 1 Tahun 1974.
107. Jika upaya perdamaian terhadap pasangan suami isteri tidak tercapai, maka perceraian hanya dapat dilakukan di ….
A. Dikantor KUA Setempat B. Didepan Penghulu
C. Didepan sidang Pengadilan Agama D. Didepan kedua orang tua
104
PASAL 115 Kompilasi Hukum Islam (KHI) :
Perceraian hanya dapat dilakukan di depan sidang Pengadilan Agama setelah Pengadilan Agama
tersebut berusaha dan tidak berhasil mendamaikan kedua belah pihak.
108. Berikut ini yang tidak merupakan alasan perceraian adalah ...
A. Salah satu pihak zina
B. Salah satu pihak meninggalkan pihak lainnya selama 2 tahun berturut-turut
C. Salah satu pihak melakukan kekejaman
D. Salah satu pihak tidak mempunyai pekerjaan tetap
PEMBAHASAN : D
PASAL 39 AYAT (2) UU NO. 1 TAHUN 1974 Jo. PASAL 19 PP NO. 9 TAHUN 1975 Jo. PASAL 116
105
Kompilasi Hukum Islam : Perceraian dapat terjadi karena alasan-alasan : Salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabok, pemadat, penjudi dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan ; salah satu
pihak meninggalkan pihak lain selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di laur kemampuannya ; salah satu pihak mendapat hukuman penjara 5
(lima) tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung ; salah satu pihak
melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak yang lain ; salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya
sebagai suami atau isteri ; antara suami dan istri
terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga ; suami melanggar taklik talak ;
106
terjadinya ketidakrukunan dalam rumah tangga.
109. Yang menyebabkan putusanya perkawinan antara suami isteri untuk selamanya disebut ... A. Li’an
B. Khuluk
C. Talak Ba’in Kubraa D. Talak Sunny
PEMBAHASAN : A
PASAL 125 Kompilasi Hukum Islam (KHI) : Li’an menyebabkan putusanya perkawinan antara suami isteri untuk selama-lamanya.
110. Peradilan dilakukan Demi Keadilan Berdasarkan Ke-Tuhanan Yang Maha Esa. Berdasarkan ketentuan tersebut maka setiap
penetapan dan diputuskan oleh Pengadilan Agama haruslah dimulai dengan ...
107
A. Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa
B. Bismillahirrahmanirrahim diikuti dengan Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa C. Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa D. Bismillahirrahmanirrahim, Dengan Rahmat Tuhan diikuti dengan Demi Keadilan Berdasarkan
Ketuhanan Yang Maha Esa
PEMBAHASAN : B
PASAL 57 AYAT (2) UU NO. 7 Tahun 1989 : Tiap penetapan dan putusan dimulai dengan kalimat BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM diikuti dengan DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA.
HUKUM ACARA PERADILAN HUBUNGAN