• Tidak ada hasil yang ditemukan

AZITROMISIN Azithromycin

Dalam dokumen AIR MURNI Purified Water (Halaman 134-138)



S U

r

r

C

500

C adalah kadar Azatioprin BPFI dalam mg per ml Larutan baku; rU dan rS berturut-turut adalah respons puncak azatioprin padaLarutan ujidanLarutan baku. Wadah dan penyimpanan Dalam wadah terlindung cahaya.

AZITROMISIN

Azithromycin

O CH3 O H3C CH3 H3C O O CH3 HO OCH3 CH3 HO OH O O CH3HO N(CH3)2 CH3 H3C OH CH3 N H3C .xH2O 9-Deokso-9a-aza-9a-metil-9a-homoeritromisin A Anhidrat[83905-01-5] BM 749,02 Monohidrat[121479-24-4] BM 767,02 Dihidrat[117772-70-0] BM 785,02 C38H72N2O12.xH2O

Azitromisin mengandung satu atau dua molekul air hidrat. Azitromisin mengandung tidak kurang dari 945 µg per mg dan tidak lebih dari 1030 µg per mg, C38H72N2O12, dihitung terhadap zat anhidrat.

PemerianSerbuk; hablur; putih.

Baku pembanding Azaeritromisin A BPFI, tidak boleh dikeringkan. Simpan dalam wadah tertutup rapat. Azitromisin BPFI, tidak boleh dikeringkan. Simpan dalam wadah tertutup rapat di lemari pembeku.Identitas Azitromisin BPFI. Azitromisin-N-Oksida BPFI. N-Demetillazitromisin BPFI. Desoaminilazitromisin BPFI, tidak boleh dikeringkan. Simpan dalam wadah tertutup rapat di lemari pendingin.

Identifikasi

A. Spektrum serapan inframerah zat yang telah didispersikan dalam kalium bromida P, menunjukkan maksimum hanya pada bilangan gelombang yang sama seperti padaAzitromisin BPFI.

B. Waktu retensi puncak utama dariLarutan ujisesuai dengan Larutan baku seperti yang diperoleh pada Penetapan kadar.

Rotasi jenis <1081> Antara -45dan -49; lakukan penetapan pada 20menggunakan larutan zat 20 mg per ml dalametanol mutlak P.

Sifat hablur<1091> Memenuhi syarat.

pH <1071> Antara 9,0 dan 11,0; lakukan penetapan menggunakan larutan zat 2 mg per ml dalam campuran metanol P-air (1:1).

Air<1031> Metode I Antara 4,0 dan 5,0%; jika pada etiket tertera dihidrat. Antara 1,8 dan 4,0%; jika pada etiket tertera monohidrat kecuali jika memenuhi syarat Susut pengeringanantara 4,0 dan 6,5%.

Susut pengeringanJika pada etiket dinyatakan sebagai azitromisin monohidrat dengan kadar air antara 4,0 dan 6,5%; lakukan penetapan dengan cara Analisis termal <741> [Catatan Jumlah zat yang digunakan untuk penetapan dapat disesuaikan dengan kepekaan alat]. Tetapkan persentase zat mudah menguap dengan alat analisis termogravimetri yang sesuai dan yang telah dikalibrasi menggunakan lebih kurang 10 mg zat yang ditimbang saksama. Panaskan hingga 150 dengan kenaikan suhu 10per menit dengan aliran gasnitrogen P 35 ml per menit. Dari termogram yang diperoleh tetapkan titik infleksi dari dua tahap kehilangan bobot pada 70dan 130: antara suhu ruang dan titik infleksi pada 70 kehilangan bobot tidak lebih dari 4,5% dan antara titik infleksi antara 70 dan 130 kehilangan bobot antara 1,8 dan 2,6%.

Sisa pemijaran <301> Tidak lebih dari 0,3%; lakukan penetapan dengan melembabkan residu dengan 2 ml asam nitrat Pdan 5 tetesasam sulfat P.

Senyawa sejenis Lakukan penetapan dengan cara Kromatografi cair kinerja tinggi seperti tertera pada Kromatografi<931>.[Catatan Lakukan Uji 1 atau Uji 2 tergantung proses produksi yang digunakan].

Uji 1

Masing-masing untuk desosaminil azitromisin, n-demetilazitromisin dan senyawa sejenis lain berturut-turut tidak lebih dari 0,3%; 0,7% dan 1,0%; jumlah semua senyawa sejenis tidak lebih dari 3,0%. [Catatan Gunakan air dengan tahanan tidak kurang dari 18 Mohm-cm].

Fase gerak Lakukan seperti tertera pada Penetapan Kadar.

Dapar kalium fosfat pH 7,5 Timbang 2,7 g kalium fosfat monobasa P, masukkan ke dalam labu tentukur 1000-ml, encerkan dengan air sampai tanda. Atur pH hingga 7,5 ± 0,1 dengan penambahankalium hidroksida 10 N.

Pengencer Buat campuran Dapar kalium fospat-asetonitril P(750:250).

Larutan baku persediaanTimbang saksama sejumlah Desosaminilazitromisin BPFI, Demetilazitromisin BPFI dan Azitromisin BPFI, larutkan dalam asetonitril P hingga kadar berturut-turut lebih kurang 45 µg per ml, 105 µg per ml dan 160 µg per ml.

Larutan bakuPipet 4 mlLarutan baku persediaanke dalam labu tentukur 200-ml, encerkan dengan Pengencer sampai tanda. Larutan ini mengandung Desosaminilazitromisin BPFI, Demetilazitromisin BPFI danAzitromisin BPFIberturut-turut lebih kurang 0,9 µg per ml; 2,1 µg per ml dan 3,2 µg per ml.

Larutan ujiTimbang saksama lebih kurang 33 mg zat masukkan ke dalam labu tentukur 100-ml, tambahkan 5 ml asetonitril P, sonikasi lebih kurang 20 detik. Encerkan dengan Pengencer sampai tanda. [Catatan Gunakan larutan dalam waktu 6 jam].

Sistem kromatografi Lakukan seperti tertera pada Kromatografi <931>. Kromatograf cair kinerja tinggi dilengkapi dengan detektor elektrokimia amperometrik dengan elektroda ganda karbon seperti kaca dengan cara elektroda satu yang diatur pada +0,70 ± 0,05 V dan elektroda dua yang diatur pada +0,85 ± 0,05 V dengan latar belakang arus optimal 95 ± 25 nanoamper dan kolom pelindung 4,6 mm x 5 cm berisi bahan pengisi L29dengan ukuran partikel 5 m dan kolom 4,6 mm x 15 cm berisi bahan pengisiL29dengan ukuran partikel 5 m atauL49dengan ukuran partikel 3 m tanpa kolom pelindung. [Catatan Pada umumnya, pertahankan elektroda satu pada 0,12 V lebih rendah dari elektroda dua dan pertahankan elektroda pada suhu tetap lebih kurang 26]. Laju alir lebih kurang 0,4 ml per menit. Lakukan kromatografi terhadap Larutan baku rekam kromatogram dan ukur respons puncak seperti tertera pada Prosedur: efisiensi kolom untuk puncak azitromisin tidak kurang dari 1500 lempeng teoritis; faktor ikutan masing-masing komponen tidak lebih dari 1,5; simpangan baku relatif untuk masing-masing komponen pada penyuntikan ulang tidak lebih dari 5%

[Catatan Waktu retensi relatif desosaminil azitromisin, demetilazitromisin dan azitromisin berturut-turut lebih kurang 0,38; 0,54 dan 1,0].

Prosedur Suntikkan secara terpisah sejumlah volume sama (lebih kurang 50l)Larutan bakudanLarutan uji ke dalam kromatograf. Lakukan kromatografi selama 3,tiga kali waktu eluasi puncak azitromisin dariLarutan baku, rekam kromatogram dan ukur respons semua puncak. Hitung persentase desosaminilazitromisin dan n-demetilazitromisin dengan rumus:

            S i r r W CP 1 , 0

C adalah kadar Azitromisin BPFI dalam g per ml Larutan baku; P adalah kandungan azitromisin dalam persen tertera pada Azitromisin BPFI; W adalah bobot zat dalam mg yang digunakan dalamLarutan uji;ridan rSberturut-turut adalah respons puncak masing-masing senyawa sejenis yang sesuai dari Larutan uji dan Larutan baku. Hitung persentase senyawa sejenis lain dengan rumus:





S i

r

r

W

CP

01

,

0

C adalah kadar Azitromisin BPFI dalam g per ml Larutan baku; P adalah kandungan azitromisin dalam persenAzitromisin BPFI; Wadalah bobot zat dalam mg yang digunakan dalam Larutan uji; ri adalah respons puncak untuk masing-masing senyawa sejenis dari Larutan uji; rSadalah respons puncak azitromisin dari Larutan baku.

Uji 2

Larutan dapar fosfat Larutkan lebih kurang 8,7 g kalium fosfat dibasa P dalam 1000 ml air, atur pH hingga 8,2 dengan penambahanasam fosfat 20 %.

Fase gerak Buat campuran asetonitril P-Larutan dapar fosfat (6:4), saring dan awaudarakan. Jika perlu lakukan penyesuaian menurutKesesuaian sistemseperti tertera padaKromatografi<931>.

Larutan baku 1 Timbang saksama sejumlah Azitromisin BPFI, larutkan dan encerkan dengan Fase gerakhingga kadar lebih kurang 35g per ml.

Larutan baku 2Timbang saksama sejumlah Identitas Azitromisin BPFI, larutkan dan encerkan dengan Fase gerakhingga kadar lebih kurang 7 mg per ml.

Larutan baku 3 Timbang saksama sejumlah Azitromisin–N-Oksida BPFI, larutkan dan encerkan denganFase gerakhingga kadar lebih kurang 14g per ml.

Larutan ujiTimbang saksama lebih kurang 70 mg zat, masukkan ke dalam labu tentukur 10-ml, larutkan dan encerkan denganFase geraksampai tanda.

Larutan kesesuaian sistem Timbang sejumlah Azaeritromisin A BPFI dan Azitromisin BPFI, larutkan dan encerkan dengan Fase gerakhingga kadar berturut-turut lebih kurang 0,07 dan 7 mg per ml.

Sistem kromatografi Lakukan seperti tertera pada Kromatografi <931>. Kromatograf cair kinerja tinggi dilengkapi dengan detektor 210 nm dan kolom 4,6 mm x 15 cm yang berisi bahan pengisi L1 dengan ukuran partikel 5 m. Laju alir lebih kurang 0,9 ml per menit. Pertahankan suhu kolom 30. Lakukan kromatografi terhadap Larutan kesesuaian system, rekam kromatogram dan ukur respons puncak seperti tertera pada Prosedur: resolusi,R, antara azaeritromisin A dan puncak azitromisin tidak kurang dari 8,0; dan faktor ikutan puncak azitromisin tidak lebih dari 2,5. [Catatan Waktu retensi relatif azaeritromisin A lebih kurang 0,47 dan azitromisin 1,00].

Prosedur Suntikkan secara terpisah sejumlah volume sama (lebih kurang 50l)Larutan baku 1, Larutan baku 2, Larutan baku 3, Larutan ujidanFase gerakke dalam kromatograf, rekam kromatogram, tetapkan puncak kromatogram Larutan uji dengan membandingkan kromatogram yang diperoleh dari Larutan baku 2 dan

Larutan baku 3 dan ukur respons puncak. Hitung persentase masing-masing cemaran dengan rumus:

                  S i r r F W CP 1

C adalah kadar Azitromisin BPFI dalam mg per ml Larutan baku 1;Padalah kemurnian Azitromisin dalam g per mg Azitromisin BPFI; F adalah faktor respons relatif seperti yang tertera padaTabel;ridanrS berturut-turut adalah respons puncak masing-masing; W adalah bobot zat dalam mg yang digunakandalam Larutan uji, cemaran dariLarutan ujidan respons puncak azitromisin dari Larutan baku 1. Masing-masing cemaran dan jumlah semua cemaran tidak lebih dari batas yang tertera padaTabelsebagai berikut:

Tabel

Komponen Waktu Retensi

Relatif Faktor Respons Relatif Batas (w/w,%) Azitromisin-N-oksida 0,20 0,45 0,40 3’-(N,N-didemetil)-3’-N-formilazitromisin 0,26 1,8 0,30

3’-N-demetil-3’-N-formilazitromisin (rotamer 1) 0,34 4,1 0,15

3’-N-demetil-3’-N-formilazitromisin (rotamer 2) 0,37 4,1 0,15

6-Demetilazitromisin (azaeritromisin A) 0,47 0,67 0,50

3’-De(dimetilamino)-3’-oksoazitromisin 0,80 1,9 0,25

2-Desetil-2-propilazitromisin 1,52 1,0 0,50

3-Deoksiazitromisin (azitromisin B) 1,60 1,0 0,50

3’-N-demetil-3’-N-[(4-metilfenil)sulfonil]azitromisin 2,14 7,0 0,50

Cemaran yang tidak diketahui - 1,0 0,20

Jumlah cemaran - - 2,0

Penetapan kadar Lakukan penetapan dengan cara Kromatografi cair kinerja tinggi seperti tertera pada Kromatografi <931>.[Gunakan air dengan tahanan tidak kurang dari 18 Mohm-cm].

Fase gerakLarutkan 5,8 gkalium fosfat monobasa P dalam 2130 ml air, tambahkan 870 mlasetonitril P. Atur pH hingga 11,0 ± 0,1, dengan penambahan lebih kurang 6 ml kalium hidroksida 10 N, saring melalui penyaring dengan porositas 0,5 m atau lebih kecil dan awaudarakan. Jika perlu lakukan penyesuaian menurut Kesesuaian sistem seperti tertera pada Kromatografi <931>.

Larutan baku persediaan Timbang saksama lebih kurang 16,5 mg Azitromisin BPFI, masukkan ke dalam labu tentukur 100-ml. Tambahkan 10 ml asetonitril P, larutkan dengan bantuan pengadukan dan sonikasi secara singkat. Encerkan denganasetonitril Psampai tanda.

Larutan bakuPipet 2 mlLarutan baku persediaanke dalam labu tentukur 100-ml, encerkan dengan Fase geraksampai tanda hingga kadarAzitromisin BPFIlebih kurang 0,0033 mg per ml.

Larutan uji Timbang saksama lebih kurang 16,5 mg zat masukkan ke dalam labu tentukur 100-ml,

tambahkan 10 ml asetonitril P dan larutkan dengan menggoyang dan menggunakan sonikasi secara singkat. Encerkan denganasetonitril Psampai tanda. Pipet 2 ml larutan ini ke dalam labu tentukur 100-ml, encerkan denganFase geraksampai tanda.

Larutan resolusi Timbang lebih kurang 8 mg Azaeritromisin A BPFI, masukkan ke dalam labu tentukur 50-ml, tambahkan 5 ml asetonitril P larutkan dengan menggoyang dan menggunakan bantuan sonikasi secara singkat. Encerkan dengan Fase gerak sampai tanda. Pipet 2 ml larutan ini dan 2 ml Larutan baku persediaan ke dalam labu tentukur 100-ml, encerkan denganFase geraksampai tanda.

Sistem kromatografi Lakukan seperti tertera pada Kromatografi <931>. Kromatograf cair kinerja tinggi dilengkapi dengan detektor elektrokimia amferometer dengan elektroda ganda karbon seperti kaca dengan cara elektroda satu yang diatur pada +0,70 ± 0,05 V dan elektroda dua yang diatur pada +0,82 ± 0,05 V dengan latar belakang arus optimal 85 ± 15 nanoamper dan kolom pelindung 4,6 mm x 5 cm yang berisi bahan pengisi L29 dengan ukuran partikel 5-m dan kolom analitik 4,6 mm x 15 cm yang berisi bahan pengisiL29

dengan ukuran partikel 5-m atau L49 dengan ukuran partikel 3-m tanpa kolom pelindung. Laju alir lebih kurang 1,5 ml per menit. Lakukan kromatografi terhadap Larutan resolusidan ukur respons puncak seperti tertera pada Prosedur: waktu retensi relatif pada kolom L29 berturut-turut lebih kurang 0,7 dan 1,0 untuk azaeritromisin A dan azitromisin. Pada kolom L49lebih kurang 0,8 dan 1,0; dan resolusi, R, antara puncak azaeritromisin A dan puncak azitromisin tidak kurang dari 2,5. Lakukan kromatografi terhadap Larutan baku dan ukur respons puncak seperti tertera pada Prosedur: faktor ikutan puncak azitromisin tidak kurang 0,9 dan tidak lebih 1,5; efisiensi kolom tidak kurang dari 1000 lempeng teoritis; simpangan baku relatif pada penyuntikan ulang tidak lebih dari 2,0%.

Prosedur Suntikkan secara terpisah sejumlah volume sama (lebih kurang 50l)Larutan bakudanLarutan uji ke dalam kromatograf, rekam kromatogram dan ukur respons puncak utama. Hitung jumlah dalam g azitromisin, C38H72N2O12 dalam tiap mg zat dengan rumus:





S U

r

r

w

WP

W adalah jumlah Azitromisin BPFI dalam mg Larutan baku; P adalah potensi azitromisin dalam g per mg Azitromisin BPFI;

w

adalah bobot azitromisin dalam mg yang digunakan dalam Larutan uji; rU dan rS berturut-turut adalah respons puncak Larutan uji dan Larutan baku.

Wadah dan penyimpananDalam wadah tertutup rapat. Penandaan Pada etiket nyatakan monohidrat atau dihidrat. Jika pada etiket sediaan dinyatakan mengandung azitromisin, yang dimaksud adalah azitromisin anhidrat, C38H72N2O12. Batas senyawa sejenisdicantumkan pada etiket jika digunakan selainUji 1.

KAPSUL AZITROMISIN

Dalam dokumen AIR MURNI Purified Water (Halaman 134-138)

Dokumen terkait