• Tidak ada hasil yang ditemukan

Data penelitian kapasitas antioksidan meliputi data total antioksidan pada serum/plasma dan data kapasitas antioksidan. Data tersebut diperoleh dari hasil analisis laboratorium dan hasil studi pustaka.

E.

TAHAPAN PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan dalam 6 tahap, yaitu 1) Tahap Sosialisasi, 2) Tahap pengambilan darah responden sebelum intervensi 3) Tahap Pemberian produk ke keluarga responden 4) Monitoring penggunaan produk, 5) Tahap pengambilan darah setelah intervensi, dan 6) Tahap analisis laboratorium sampel darah.

1.

Tahap Sosialisasi (Penyuluhan)

Dalam penelitian ini, Produk SawitA yang digunakan merupakan produk baru, tidak banyak orang mengenal produk tersebut. Sebelum dilakukan uji organoleptik maka dilakukan sosialisasi untuk memperkenalkan produk ini meliputi penggunaan dan manfaatnya. Sosialisasi Produk SawitA dilakukan di tempat yang strategis, yaitu di balai desa. Sosialisasi ini diadakan selama tiga kali dalam dua bulan, selama kegiatan yaitu di awal, di tengah dan di akhir kegiatan.

Dalam sosialisasi tahap awal, kegiatan diawali dengan wawancara mengenai karakteristik keluarga dan pengetahuan responden di awal mengenai minyak sawit, dimana peneliti mendatangi rumah setiap responden. Pada kegiatan selanjutnya, semua responden dikumpulkan di balai desa, pada kegiatan ini responden diberi penyuluhan mengenai minyak sawit dan produk-produknya serta mengenai manfaat dari produk tersebut. Selain itu, juga dijelaskan mengenai cara penggunaan Produk SawitA. Kemudian pada sosialisasi tahap pertengahan, dilakukan penguatan dan perbaikan-perbaikan tentang informasi yang telah diberikan sebelumnya. Selain itu responden juga diajarkan aplikasi penggunaan Produk SawitA pada berbagai jenis masakan seperti nasi goreng dan telur goreng. Pada sosialisasi akhir, dilakukan penguatan informasi kembali dan mengajak responden untuk tetap mengkonsumsi Produk SawitA secara terus menerus serta dilakukan wawancara untuk melihat seberapa besar penambahan pengetahuan responden terhadap manfaat minyak sawit dan produknya. Pada kegiatan sosialisasi terakhir, dilakukan juga lomba masak dan lomba cepat tepat mengenai pengetahuan responden terhadap Produk SawitA.

33

2.

Tahap Pengambilan Darah Responden Sebelum Intervensi

Pengambilan darah sebelum intervensi ditujukan bagi responden yang bersedia untuk diambil darahnya dan telah menandatangani surat persetujuan pengambilan darah. Pengambilan darah ini dilakukan oleh perawat yang telah memiliki sertifikat berkompeten terhadap pekerjaan tersebut yang berasal dari puskesmas Kecamatan Dramaga. Selanjutnya darah tersebut dibawa ke laboratorium oleh peneliti dan dilakukan perlakuan pendahuluan untuk mendapatkan serum/plasma dan eritrosit, disimpan pada freezer dengan suhu minus 25 oC untuk uji selanjutnya.

3.

Tahap Pemberian Produk ke Keluarga Responden

Uji penggunaan di rumah (HUTs) dilakukan untuk menilai penerimaan atribut produk meliputi rasa, aroma, warna, serta atribut keseluruhan. Selain itu, untuk melihat perilaku responden terhadap konsumsi Produk SawitA. Perilaku konsumsi dapat dilihat dari frekuensi penggunaan produk dalam seminggu, serta cara penyajian dan variasi masakan. Pemakaian Produk SawitA sepenuhnya diserahkan kepada responden. Jenis dan jumlah bahan makanan yang digunakan pun tidak dibatasi. Penggunaan metode HUTs dapat diketahui mengenai informasi marketing produk untuk pengembangan produk selanjutnya, misalnya informasi mengenai kemasan produk, isi dari produk, serta cara konsumsi produk.

Produk SawitA diberikan kepada responden setiap dua minggu sekali atau tergantung dari penggunaan responden, namun penggunaan yang disarankan adalah dua ml atau satu sendok makan setiap hari untuk setiap responden, karena sudah dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin A responden.

4.

Monitoring Penggunaan Produk

Monitoring adalah kegiatan untuk mengetahui kegiatan responden terhadap penggunaan Produk SawitA. Kegiatan ini dilakukan satu hingga dua kali dalam seminggu selama penelitian berlangsung, dengan cara mendatangi langsung rumah responden. Hal ini perlu dilakukan mengingat pengujian dilakukan di rumah masing-masing responden sehingga tidak dapat dikontrol secara penuh oleh peneliti. Selain itu responden juga memiliki pekerjaan dan tanggung jawab lain disamping partisipasinya dalam kegiatan penelitian sehingga harus selalu diingatkan dalam pengkonsumsian produk. Dalam kegiatan monitoring, dilakukan pengontrolan terhadap pemakaian Produk SawitA dengan melihat isi produk dalam kemasan, apabila isi produk telah mencapai kurang dari setengah botol maka responden mendapatkan tambahan satu botol Produk SawitA baru. Kemudian responden diwawancarai mengenai responnya terhadap Produk SawitA yang telah diberikan yaitu penerimaan atribut produk (rasa, warna dan aroma), dan keluhan-keluhan responden terhadap Produk SawitA serta cara konsumsi produk.

Beberapa contoh pertanyaan yang ditanyakan misalnya: seberapa sering responden mengkonsumsi, cara mengkonsumsi Produk SawitA atau dapat diketahui penerimaan responden terhadap Produk SawitA dengan menanyakan, misalnya: Adakah bau yang dihasilkan oleh produk ini? Apakah anda merasa terganggu?.

5.

Tahap Pengambilan Darah Responden Setelah Intervensi

Tahapan pengambilan darah setelah intervensi selama dua bulan juga dilakukan oleh perawat yang memiliki sertifikat berkompeten terhadap pekerjaan tersebut. Pengambilan darah tersebut

34 dilakukan terhadap responden yang sama yaitu yang telah diambil darahnya pada pengambilan darah sebelum intervensi. Darah tersebut juga mengalami perlakuan pendahuluan sebelum pada akhirnya siap untuk dilakukan analisis.

6.

Tahap Analisis Laboratorium Sampel Darah

a.

Persiapan sampel serum/plasma dan eritrosit

Untuk sampel plasma, darah diambil dengan menggunakan venojack bervolume 10 mL yang telah berisi antikoagulan (EDTA). Sementara untuk sampel serum dengan menggunakan syringe

sebanyak 12 ml tanpa antikoagulan. Sampel darah yang telah didapat kemudian dimasukkan ke dalam

falcon steril dan disentrifus 1500 rpm selama 10 menit untuk sampel plasma dan 4000 rpm 30 menit untuk sampel serum. Maka untuk sampel plasma diperoleh tiga lapisan (plasma, buffy coat,eritrosit), lapisan teratas kemudian dipisahkan sehingga diperoleh plasma. Untuk sampel serum akan diperoleh dua lapisan. Bagian teratas kemudian dipisahkan sehinga diperoleh serum. Sampel serum dan plasma yang telah didapatkan dimasukkan ke dalam beberapa eppendorf dan disimpan pada suhu -25 oC. Sampel eritrosit diperoleh dari persiapan sampel plasma dan serum, yaitu bagian dasar berwarna merah pada falcon hasil sentrifus. Sampel tersebut juga disimpan pada suhu -25 oC.