PENJELASAN ISTILAH
BAB DELAPAN KESIMPULAN
Buku ini ditulis dengan tujuan spesifik mengundang tanggapan dari semua saingan Islam pada zaman modern yang mengklaim memiliki kebenaran. Buku ini juga mengundang tanggapan dari beraneka ragam sekte yang sekarang tinggal di rumah Islam – sekte-sekte yang terobsesi dengan melancarkan perang terhadap orang-orang yang mengejar ilmu spiritual Islam otentik (yakni al-Ihsan atau
Tasawuf).
Salah satu tujuan penulisan buku ini adalah untuk berusaha membawa kejelasan mengenai topik Ya’juj dan Ma’juj yang akan menghalau lapisan jaring laba-laba yang terakumulasi sejak lama. Jaring laba-laba ini membuat topik Ya’juj dan Ma’juj menjadi tidak mungkin atau sulit dimengerti. Bahkan kami temukan dalam Ensiklopedia Yahudi yang secara misterius menambahkan banyak jaring laba-laba (tebal sekali jaring laba-laba di situ) ketika memilih materi yang menggambarkan Ya’juj dan Ma’juj. Karena buku ini sekarang selesai, kami dapat, barangkali, mengambil kebebasan berbagi jaring laba-laba meriah itu dengan para pembaca:
“Mereka bertubuh kecil, setengah ukuran seorang manusia (laporan lain, dalam Yakut, i.113, menyatakan mereka lebih besar). Sangat buas, mereka memiliki cakar alih-alih kuku, gigi seperti singa, rahang seperti unta, dan rambut yang sepenuhnya menyembunyikan tubuh. Telinga mereka, berambut di satu sisi, begitu besarnya sehingga mereka menggunakan salah satunya untuk alas tidur dan yang lain untuk selimut. Mereka hidup terutama dengan memakan ikan, yang secara ajaib tersedia untuk mereka. Mereka seperti binatang dalam perilaku mereka; dan Mas’udi memasukkan mereka ke dalam kelas binatang buas. Mereka biasa merusak negeri, melahap segala tanaman hijau; dan adalah untuk mencegah hal ini sehingga orang-orang yang hidup di dekat mereka meminta Alexander membangun dinding untuk mengurung mereka. Bahkan dikatakan mereka kanibal.” (Ensiklopedia Yahudi, Artikel tentang Ya’juj dan Ma’juj oleh Emil G. Hirsh dan Mary Montgomery).
Buku ini telah menyajikan argumen-argumen yang menegaskan bahwa Ya’juj dan Ma’juj adalah manusia. Mereka dilepas ke dunia sudah sangat lama dan menjalankan, dengan Perang Salib Eropa, usaha ‘seribu-tahun’ membebaskan
qaryah (‘kota’) Jerusalem dan membawa Bani Israil kembali memiliki Tanah Suci
lagi. Dengan melakukan usaha itu, mereka memenuhi peran yang digambarkan dalam Al-Qur’an yang diberkahi Surat al-Anbiyah: 94-95.
160
Kami mengenali Ya’juj yang proaktif ada di dalam aliansi misterius Kristen-Yahudi Barat Eropa yang menciptakan peradaban sekuler Barat modern dan aliansi rangkap tiga Inggris-Amerika-Israel. Kami mengenali Ma’juj yang reaktif saat ini ada di Rusia. Al-Qur’an dengan ketat melarang umat Muslim mempertahankan, dengan aliansi Kristen-Yahudi, tepatnya jenis ikatan persahabatan dan aliansi yang Kerajaan Saudi Arabia dan kaum elite penguasa Pakistan (contohnya) telah bangun dengan Inggris dan AS. Al-Qur’an menyatakan perbuatan itu yang dilakukan rezim Saudi, juga sebagian besar pemerintah di negara Muslim dan para ulama yang mendukung pemerintah tersebut, bahwa
mereka termasuk dalam aliansi itu alih-alih dalam komunitas Islam (Qur’an,
al-Maidah 5:51). Meskipun demikian, karena Rusia tidak menjadi bagian dalam aliansi Kristen-Yahudi Barat, maka tidak ada larangan umat Muslim memasuki aliansi dengan Rusia. Hal ini mungkin terjadi karena Nabi yang diberkahi meramalkan bahwa “kalian akan membentuk aliansi dengan Rum”.
Sejumlah besar Tanda-tanda Kiamat (yakni Hari Akhir) yang diramalkan Nabi Muhammad (sallalahu ‘alaihi wa sallam) berhubungan dengan peradaban Barat yang diciptakan oleh aliansi Kristen-Yahudi, contohnya: “wanita akan berpakaian
seperti pria” (dengan demikian revolusi feminis menggoda wanita untuk
memegang peran fungsional pria dalam kehidupan bermasyarakat), “wanita akan
berpakaian tetapi telanjang” (dan ini akan membangkitkan revolusi seks di mana
seks pada akhirnya bebas tersedia bagi semua orang seperti cahaya matahari),
“orang-orang akan melakukan hubungan seks di tempat umum seperti keledai”
(dengan demikian kesukaan aneh seks di tempat umum alih-alih di tempat pribadi), “pria akan berpakaian seperti wanita” (dan ini mensyaratkan agar jenggot dicukur), “Dajjal akan menunggangi keledai yang berjalan secepat awan
dan memiliki telinga yang sangat lebar” (yakni pesawat terbang modern), dll.
Peradaban Barat itu muncul dalam proses sejarah atas keputusan Tuhan dengan sebuah misi pertama-tama menggoda manusia masuk ke dalam dekapannya kemudian bercampur baur atau bergabung dengan seluruh manusia yang tergoda, ke dalam satu masyarakat global tidak bertuhan. Sembilan ratus sembilan puluh sembilan dari setiap seribu manusia pada akhirnya akan menjadi anggota masyarakat global itu. Seluruh manusia masyarakat global yang ditandai Ya’juj dan Ma’juj dalam dekapannya, dan yang meniru jalan hidup yang pada intinya tidak bertuhan dan dekaden, kemudian akan dituntun menyusuri jalan menuju api neraka.
Peradaban sekuler Barat modern berhasil menggoda seluruh manusia (kecuali umat Muslim sejati) karena mereka menipu manusia dengan klaim menakjubkan atas fajar sekuler baru dalam sejarah manusia yang muncul dari Barat alih-alih Timur. Agama ‘Kebenaran’, yang terbit di atas dunia yang dibawa oleh Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad (keselamatan atas mereka dan atas semua Nabi Tuhan Yang Maha Esa
161
lainnya), dibuat menjadi kuno, usang, ketinggalan zaman, dan disimpan di museum sejarah. Meskipun demikian, “matahari terbit dari barat” itu adalah matahari terbit palsu yang akan dikenali dan ditolak umat Muslim sejati.
Aliansi Kristen-Yahudi juga menciptakan pemerintah-dunia Ya’juj dan Ma’juj dengan obsesi misterius membebaskan Tanah Suci – dengan demikian melakukan Perang Salib Eropa. Pemerintah-dunia itu pada akhirnya berhasil membawa Yahudi Bani Israil kembali ke Tanah Suci untuk memilikinya lagi setelah 2000 tahun mereka diasingkan atas keputusan Tuhan. Aliansi itu pun berhasil merestorasi Negara Suci Israel (gadungan) di Tanah Suci dan sekarang berusaha membuat Israel gadungan itu berstatus negara penguasa dunia. Semua hal ini dilakukan agar makhluk jahat, yang diciptakan dan diprogram oleh Allah SWT, yakni Dajjal al-Masih palsu, dapat memerintah dunia dari Jerusalem kemudian menyatakan diri sebagai al-Masih asli.
Meskipun demikian, Al-Qur’an telah memberi kita informasi bahwa Allah SWT suatu hari akan membuat benturan Ya’juj dan Ma’juj terjadi. Segera setelah kami mengenali Rusia sebagai Ma’juj dalam Al-Qur’an, kami dapat memperkirakan benturan ‘perang-bintang’ yang menghancur-luluhkan dunia akan terjadi saat Ya’juj (yakni aliansi ‘Barat’ Inggris-Amerika-Israel) dengan Ma’juj akan “menerjang satu sama lain” seperti gelombang (Qur’an, al-Kahfi 18:99). Dalam prosesnya, mereka tidak hanya akan menghancurkan diri mereka dan mungkin sebagai besar Amerika Utara dan Eropa, tetapi juga meninggalkan penindas Negara Israel Euro-Yahudi yang sombong dalam keadaan sepenuhnya tanpa daya pertahanan. Armagedon itu sekarang sudah begitu dekat sehingga anak-anak yang sekarang sekolah seharusnya dapat hidup untuk melihatnya.
Kami telah, dalam bab sebelumnya, membahas berbagai implikasi yang ditimbulkan dari lepasnya Ya’juj dan Ma’juj ke dunia. Implikasi paling mengerikan adalah ramalan bahwa 999 dari setiap 1000 manusia akan memasuki api neraka. Itu tentu saja termasuk sejumlah besar umat Muslim. Sebagai tambahan, ada ramalan mengerikan tentang “kebinasaan bangsa Arab” yang akan terjadi ketika Khabats (seperti telanjang dan seks di tempat umum) berlaku di dunia. Nabi Muhammad menyebutkan Khabats ketika dia meramalkan bahwa seks-keledai di tempat umum suatu hari akan terjadi.
Peringatan untuk orang-orang (khususnya umat Muslim) yang membaca buku ini adalah jika mereka hidup dalam masyarakat yang sudah terjerumus ke dalam
Khabats (seperti AS, Inggris, banyak bagian Eropa, dll.), atau melakukan Khabats, mereka pasti termasuk bagian dari masyarakat itu atau mereka dianggap
salah satu dari mereka dan akan berbagi hukuman yang menunggu orang-orang seperti itu. Karena Nabi meramalkan bahwa wanita adalah kaum terakhir yang mengikuti Dajjal, maka implikasinya yaitu kaum wanita akan memandu jalan
162
menuju Khabats ini. Adalah dalam konteks ini, kami menyarankan pembentukan Desa Muslim di wilayah pedesaan terpencil.
Buku ini juga ditulis dengan tujuan spesifik mengundang tanggapan dari saingan Islam pada zaman modern yang mengklaim memiliki kebenaran. Buku ini pun mengundang tanggapan dari beraneka ragam sekte yang sekarang tinggal di rumah Islam – sekte-sekte yang terobsesi melancarkan perang terhadap orang-orang yang mengejar ilmu spiritual Islam otentik (yakni al-Ihsan atau Tasawuf).
Ilmu spiritual dikejar untuk mendapatkan Nur (yakni cahaya). Hanya dengan
Nur yang datang dari Allah SWT sehingga seseorang dapat melihat dan
memahami dunia modern aneh (yang tanpa cara itu tidak dapat dilihat atau dipahami), dan hanya orang-orang yang dapat menjelaskan kenyataan dunia saat ini yang dapat mengesahkan klaim mereka atas kebenaran. Buku ini, ditulis dari sudut pandang Islam, memegang klaim untuk dengan benar menjelaskan
kenyataan dunia aneh saat ini ketika persitiwa-peristiwa dengan cepat terungkap
yang semuanya berhubungan dengan grande finale di Tanah Suci. Dengan menjelaskan peristiwa-peristiwa yang belum terungkap sebagaimana nantinya itu terjadi, buku ini menyediakan bukti yang mengesahkan klaim Islam atas kebenaran.
Penulis menghargai ilmu pengetahuan, dan memiliki rasa hormat terbesar kepada hamba-hamba Allah SWT yang diberkahi dengan ilmu pengetahuan. Dia berdoa semoga buku yang sederhana ini diberkahi sehingga dapat membuat kontribusi positif pada perkembangan ilmu pengetahuan. Amin!
Umat Muslim yang membaca buku ini dan diyakinkan dengan bukti yang disajikan dan tafsir Al-Qur’an dan Hadits di dalamnya, seharusnya saat ini bersungguh-sungguh dalam keputusan mereka untuk mengikuti Nabi Muhammad
(sallalahu ‘alaihi wa sallam) alih-alih masyarakat global Ya’juj dan Ma’juj. Masyarakat global itu sudah memeluk sebagian besar manusia dalam pelukannya yang merusak – terutama merusak iman kepada Allah SWT dan perilaku saleh.
Selanjutnya, para anggota kelompok dan gerakan sekte seperti Syi’ah, Ahmadiyah, Wahabi, Tabligh Jama’ah, gerakan Islam modern, dan sekte kalangan Elite Sufi yang diyakinkan oleh argumen-argumen yang diangkat dalam buku ini, seharusnya saat ini juga dengan kritis memeriksa keabsahan afiliasi sekte Islam mereka.
Akhirnya, sementara pandangan yang diungkap dalam Pendahuluan yang ditulis dengan cerdas oleh Dr. Tammam Adi sebagian besar sama dengan pandangan penulis yang diungkap dalam isi buku ini, ada beberapa perbedaan di antara keduanya, dan adalah harapan kami bahwa perbedaan-perbedaan ini, juga buku ini secara keseluruhan, dapat membangkitkan penelitian lebih jauh mengenai
163
topik ini sehingga semakin memperluas batas-batas ilmu pengetahuan, Insya
Allah.
164