• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV KONSEP DESAIN Konsep Umum Perancangan

Bali Music Independent Centre ini merupakan sebuah fasilitas untuk masyarakat yang menjadi member dalam Indie Club, dan juga diperuntukkan untuk

Entrance Area cafe

Area kasir Rest room

Bagan 3.2 Pola Aktivitas Konsumen

March Shop

Entrance Area kasir

Bagan 3.3 Pola Aktivitas Konsumen

Rest room

Jalur pegawai Ruang pegawai gudang

Dapur

Area café March Shop

Bagan 3.4 Pola Aktivitas Pegawai

18 masyarakat umum, berfungsi sebagai tempat yang dapat memudahkan masyarakat pencinta musik, khususnya musik Indie, untuk memperoleh informasi-informasi dalam konteks musik Indie, saling berinteraksi antar sesama pecinta musik Indie, mengadakan pertunjukan-pertunjukan musik (musik Indie), selain itu juga sebagai tempat yang memberikan nilai edukatif dan rekeratif.

Dengan keberadaan Bali Music Independent Centre ini dapat memberikan kontribusi yang sangat baik dalam perkembangan musik,khususnya musik Indie, Indonesia (khususnya Bali), untuk dapat menyelenggarakan acara-acara yang bertemakan musik Indie itu sendiri.

Alasan utama dalam pemilihan tema adalah di sesuaikan dengan musik Indie itu sendiri yaitu sebuah jenis musik yang identik dengan karakter kreatif, ekspresif, dinamis, oleh karena itu pemilihan tema ini sangat mendukung setiap kegiatan-kegiatan yang akan diadakan pada Bali Music Independent Centre .

Gaya yang diangkat adalah Urban, dimana urban sendiri memiliki makna yaitu sifatnya progresif, adanya suatu perubahan yang dinamis atau bergerak, rasional, yang dalam pengaplikasian terhadap perancangan interior tidak baku dengan bentuk-bentuk tertentu, dan hal-hal lain akan tetapi tetap mengutamakan aspek fungsional, dianggap sesuai dengan karakter Indie itu sendiri yang cenderung berubah ubah dan temporer. Dalam hal yang umum urban berarti perkotaan sedangkan berdasarkan konteks desain, urban adalah membuat sesuatu hubungan antara gerakan manusia, tempat dan bentuk suatu perkotaan serta alam, pengelolaan hidup, kelangsungan hidup dan ekonomi kedalam penciptaan tempat - tempat dengan keindahan dengan identitas yang berbeda Dan hal ini lebih terfokus pada psikis suatu daerah Bali yang bergerak dalam bidang daerah yang kreatif.

19 Unsur – Unsur Visual

Unsur-unsur visual yang akan diterapkan di dalam perencanaan dan perancangan Bali Music Independent Centre ini, adatah antara lain:

a. Konsep Bentuk

Bentuk-bentuk yang didinginkan pada perancangan Bali Music Independent Centre ini adalah bentuk - bentuk ekspresionis , imajinatif , dinamis, ergonomis. Dalam artian bentuk bentuk itu semua muncul terjadi begitu saja , tidak mempunyai aturan baku .

b. Konsep Wama

Penggunaan warna pada Bali Music Independent Centre ini, didasari pada upaya perwujudan apresiasi yang mewakili jiwa Indie dari para kaum yang berjiwa muda sebagai pengguna itu sendiri, yaitu suasana akrab dan nyaman. Untuk itu warna-warna yang digunakan adalah warna-warna yang berani dan menghasilkan kesan inovasi kreatif, dimana mencerminkan suasana yang diinginkan.

c. Konsep Material

Konsep material yang digunkan pada perencanaan Desain interior Bali Music Independent Centre ini adalah material-material yang bersih umumnya product fabrikan tapi tidak menutup kemungkinan eksperimen material dan bersifat tidak terlalu sulit untuk dibentuk, untuk melakukan permainan-permainan bentuk, sesuai dari penggayaan yang dipilih, dan juga material-material yang kan mengalmi pengolahan dari warna, dan akn dilakukan finishing, sesuai dengan yang diinginkan, sehingga image yang diharapkan tercapai. Secara keseluruhan elelmen-elemen interior (dinding, lantai, ceiling, furniture, dll) yang ada pada perancangan Desain Interior Bali Music Independent Centre ini, akan menggunakan material yang mengalami pengolahan, baik dari bentuk, warna, hingga sampai pada saat tahap finishing.

20 d. Konsep lantai

Agar tidak terkesan membosankan, treatment pada lantai sebaiknya perlu diperhatikan. Dengan menggunakan cara permainan pola pada material serta naad, akan menjadikan lantai terlihat lebih menarik dan dinamis. Selain itu, lantai yang tidak menggunakan naad akan mendapatkan pengolahan khusus yaitu dengan memberikan warna yang lebih cerah pada bagian yang memiliki hubungan dengan dinding. Hal ini dimaksudkan agar pengolahan yang dilakukan tidak akan memberikan kesan yang monoton.

e. Konsep Dinding

Dinding tidak hanya sebatas sebagai pembatas ruang namun juga dijadikan sebagai elemen pendukung. Dinding tidak dibuat pasif, diam, tidak berbicara, namun dibuat menarik dan dinamis. Dinding yang dibuat harus mempertimbangkan aspek keamanan dengan menggunakan permukaan yang rata, serta penggunaan wall treatment untuk mendukung suasana. Selain itu, dinding menggunakan material awet dan tahan lama. Untuk area publik seperti lobby, dan Gallery, dinding dapat dibuat atraktif dengan backdrop dan wall treatment dengan bias lampu. Penggunaan naad horizontal dapat membuat dinding lebih berarti. Selain sebagai penghubung dinding dengan lantai, penggunaan plint dapat memudahkan dalam maintenance.

f. Konsep Plafon

Sama halnya dengan dinding, plafon tidak dibiarkan polos. Pada bagian enterance dapat menggunakan up ceiling, dengan bagian ceiling yang dibuat lebih tinggi untuk memberikan kesan menerima. Drop ceiling dapat digunakan pada beberapa area publik seperti area tunggu lobby untuk mengikat furniture yang ada di bawahnya. Bentuk ceiling yang organis dapat membantu dalam memberikan arah.

21 g. Konsep Fumiture

Penggunaan jenis furniture harus juga mendapatkan perhatian khusus. Bila dilihat dari segi perawatannya, furniture yang digunakan haruslah yang memiliki kemudahan serta fungsionalis dalarp pemakaiannya. Selain untuk meminimalkan kemungkinan menempelnya debu serta kotoran pada sela-sela detail, penggunaan furniture dengan bentuk sederhana dan simpel juga dapat mendukung konsep modern yang diterapkan. Material yang berasal dari industri akan dipadu - padankan dengan material yang bersumber dari alam. Seperti besi stainless dengan kayu yang dibera finishing, material kaca dan material kayu, dan lain sebagainya.

Hubungan Antar Ruang

Berikut ini adalah bagan yang menunjukkan hubungan kedekatan antar ruang pada perancangan Desain Interior Bali Music Independent Centre :

22 Analisis Zonasi dan Sirkulasi

Sonasi pada lantai satu dikelompokkan berdasarkan aktivitas pengunjung dan karyawan. Zona public berada pada area yang berhubungan langsung dengan entrance. Zona public pada lantai satu meliputi area Kafe, area Bar, area Kasir dan area lounge. Untuk Zona Semi Private sendiri meliputi Ruang Artis, Rest Room, ,Store March, dan Area Stage. Sedangkan Zona Private berada pada area yang berdekatan dengan sirkulasi khusus karyawan, zona ini meliputi Pantry, Locker, Toilet Pegawai, Service Room, Kitchen, Ready Stock Kitchen, Ready Stock Store.

Nama Ruang Keterangan

Main Entrance Berada di bagian luar bangunan, sebagai akses keluar masuk utama serta penghubung antara ruang luar dan ruang dalam.

Lounge Area Berada di dalam bangunan yang berdekatan dengan Bar area, dan chasier area untuk memudahkan pengunjung apabila ingin memesan makanan dan minuman serta melakukan transaksi pembayaran.

Store March Berada berdekatan dengan main entrance yang memiliki akses tersendiri untuk pengunjung yang hanya ingin berbelanja di store march agar tidak menganggu pengunjung yang berada di area café.

Chasier Area Chasier Area berdekatan dengan area café, dan area lounge untuk mempermudah para pengunjung saat melakukan tranksaksi.

Bar Area Bar area berdekatan dengan chasier area serta lounge area dan café area untuk memudahkan pengunjung apabila ingin memesan minuman.

Artis Room Artis Room berada berdekatan dengan Stage Area serta memiliki akses keluar masuk tersendiri agar tidak menganggu pengunjung pada area café.

Stage Area Stage area letaknya berdekatan dengan artis room, untuk mempermudah akses bagi para penghibur ketika akan melakukan live perfomance.

23 Rest Room Berada dekat dengan Lounge Area, Café Area, Bar

areasehingga memudahkan para pengunjung untuk mengaksesnya.

Pantry Pantry terletak dibagian khusus karyawan berdekatan dengan locker sehingga memudahkan para karyawan untuk beraktivitas.

Locker locker berada dekat dengan pantry dan memiliki akses tersendiri agar tidak menganggu para pengunjung.

Toilet Pegawai Terletak berdekatan dengan service room dan mudah diakses oleh karyawan.

Service Room Service room berdekatan dengan dapur dan toilet sehingga memudahkan karyawan untuk mengakses peralatan kebersihan.

Kitchen Dapur terletak berdekatan dengan ready stock kitchen, bar dan kasir sehingga memudahkan dalam hal penyajian.

Ready Stock Kitchen Berdekatan dengan dapur untuk memudahkan dalam mengambil bahan – bahan makanan untuk di masak dan disajikan.

Ready Stock Store Berada didalam area store march untuk mempermudah penyimpanan stok pada store march.

Nama Ruang Keterangan

Manager room berdekatan dengan admin room dan letaknya menghadap area café sehingga memudahkan para pengunjung yang ingin meminta ijin untuk melakukan pameran dan mengawasi kegiatan di area café.

Admin room Berada dekat dengan manager room dan toilet sehingga tidak mengganggu pengunjung gallery

toilet Berada dekat dengan manager room ,admin room serta control room sehingga memudahkan akses pengelola.

Control room Letaknya di bagian barat bangunan yang mengarah langsung pada stage area sehingga dapat mengontrol kegiatan di area stage.

24 Analisis Elemen Pembentuk Ruang

Dalam perancangan Desain interior Bali Music Independent Centre ini menggunakan konsep “Urban”. Konsep ini secara fisik akan terlihat dalam elemen -elemen interior yang dirancang. Dalam pengaplikasian konsep ini suasana interior yang ingin dicapai adalah suasana yang imajinatif namun tetap ergonomis dimana sesuai dengan konsep urban tersebut. Terdapat beberapa unsur penggunaan material yang digabungkan sehingga tercipta sebuah desain yang berbeda Berikut ini adalah penjabaran tentang elemen interior pada perancangan ini

1. Lantai

25 Tabel Analisis Lantai

Area / Ruang Jenis Lantai Keterangan

- Café area - Main entrance - Bar area - Store march - Gallery Bahan : Semen Finishing : Epoxy Tekstur : Halus

Penggunaan bahan semen epoxy dengan tekstur halus berguna untuk memperluas ruang.

- Lounge area - Stage area

Bahan : kayu sungkai Finishing : Natural Clear : semi doff

Bahan Parquete digunakan untuk menambah kesan hangat pada area lounge dan stage sehingga terkesan lebih akrab.

26 - Admin room - Manager room - Control room - Artis room - Pantry - Locker - Kitchen Bahan : Granito

Kode : Salsa rustic temple Warna : hitam

Dim : 60 x 60 cm Finishing : halus Pola : Diagonal

Untuk memberi kesan tegas pada ruangan digunakan keramik berwarna hitam serta finishingnya halus. Agar tidak terlihat monoton pola lantai yang digunakan adalah diagonal.

- Rest room - Toilet lt.2 - Toilet pegawai - Service room - Ready stock store - Ready stock kitchen

Bahan : Keramik Merk : ASIAN TILE Warna : hitam Dim : 20 x 20 cm tekstur : Kasar Pola : Diagonal

Menggunakan keramik berwarna hitam untuk menyesuaikan dengan ruangan yang lain. Digunakan keramik dengan tekstur kasar agar tidak licin dan terjadi kecelakaan.

2. Dinding

Dinding pada Desain Interior Bali Music Independent Centre hampir di seluruh ruangan menggunakan finishing semen epoxy. Dibeberapa area seperti area lounge menggunakan partisi dengan material kayu mahoni yang difungsikan juga sebagai penutup dari peredam suara di dinding tersebut. Pada Store March menggunakan bahan batu bata yang dinishing dengan cat dinding berwarna putih.

3. Plafon

Plafon pada area lounge , area bar, area Stage dibuat dengan sistem lambersering dengan bahan kayu ulin yang difinishing natural. Sedangkan pada area dan ruangan lainnya plafon menggunakan material gypsum.

27 Analisis Elemen Pelengkap Pembentuk Ruang

Elemen pelengkap pembentuk ruang seperti pintu hanya terdapat pada ruang - ruang tertutup yang terjaga privasinya seperti pada manager room, kitchen, admin room, control room, locker, ready stock, dan rest room. Sedangkan area café pada lantai satu tidak terdapat penggunanan pintu karena ruangnya merupakan sebuah area dimana terdapat beberapa area yang menjadi satu yaitu lounge area, dan café area serta bar area. Sedangkan untuk jendela terdapat pada bagian publik seperti store march sehingga berguna memperlihatkan display yang ada.

Analisis Fasilitas

Fasilitas yang di desain untuk Bali Music Independent Centre disesuaikan dengan nilai ergonomis bagi penggunanya, sehingga tidak menimbulkan cedera pada saat digunakan. Fasilitas juga didesain berdasarkan fungsi dengan memperhatikan nilai estetika. Fasilitas yang ada dalam Bali Music Independent Centre tidak hanya bermanfaat bagi aktifitas namun dapat menjadi unsur estetis ruangan. Oleh karena itu desain yang digunakan dipilih untuk mewakili tema dan konsep yang ingin ditampilkan. Material yang berasal dari industri akan dipadu - padankan dengan material yang bersumber dari alam. Seperti besi stainless dengan kayu yang diberi finishing, material kaca dan material kayu, dan lain sebagainya.

28 Sofa pada area Café menggunakan bahan multiplek yang difinishing HPL dengan tekstur kayu natural serta di furnishing menggunakan kulit sintetis. Sedangkan pada sofa area Lounge menggunakan material stainlees yang difurnishing dengan kulit sintetis serta disablon dengan motif yang memiliki hubungan dengan musik.

Meja Bar menggunakan material Kayu mahoni dengan finishing natural, dan top table menggunakan material granite warna hitam agar tidak mudah kotor atau terkena noda.

Meja makan pada area Lounge menggunakan material kayu mahoni yang difinishing natural serta pada bagian kaki meja dipadukan dengan stainless.

Gambar Meja Bar

29 Analisa Utilitas

Pencahayaan

Bangunan Bali Music Independent Centre menghadap ke arah Timur. Area paling timur adalah Lounge area dan Store march. Untuk efisiensi cahaya maka optimalisasi pencahayaan alami pada pagi hari dilakukan dengan memberi celah masuk cahaya yang optimal dimana pada bagian Timur diletakan jendela-jendela pada store march. Pengoptimalan cahaya di setiap ruang dibantu dengan pencahayaan buatan yang dihitung kebutuhannya sesuai yang ditentukan oleh fungsi ruang.

Visualisasi Desain

30 Gambar 4.12 Area Bar

31 Gambar 4.14 Area café

32 Gambar 4.16 Area Gallery

33 E.BAB V PENUTUP

Kesimpulan

Perkembangan musik Indie di Indonesia menuntut agar adanya sebuah fasilitas yang benar-benar dapat memberikan kontribusi yang sangat baik bagi para masyarakat pencinta dan penikmat music indie Indonesia umumnya, khususnya masyarakat warga Bali

Musik indie selalu berkembang pesat dari waktu ke waktu; hal ini dapat dilihat dari banyaknya bermunculan para peminat musik indie dan anak-anak muda berbakat dalam bidang seni musik, juga banyaknya pertunjukan musik indie. Hai inilah yang menjadi tuntutan para penggemar maupun musisi musik indie untuk memiliki suatu fasilitas yang dapat mengakomodasi seluruh kebutuhan mereka.

Karena itu adanya Bali Music Independent Centre dalam perencanaan ini pada dasarnya bertujuan untuk menyediakan fasilitas multi fungsi yang khusus mewadahi para penggemar musik indie agar dapat berkumpul bersama dan dapat menjadi suatu kesatuan yang utuh dan lebih mengangkat perkembangan kegiatan apresiasi musik dan hiburan musik, khususnya musik indie, selain itu dengan adanya perencanaan Bali Music Independent Centre ini diharapkan dapat lebih meningkatkan apresiasi masyarakat tentang musik Indie.

Saran

Dalam pengadaan fasilitas pada Bali Music Independent Centre ini masalah utama diangkat adalah perencanaan pada interior bangunannya, yang didalamnya harus mempertimbangkan banyak aspek diantaranya adalah aspek pengguna aspek bangunan yang menyangkut perencanaan system lingkungan interior, struktur dan Dengan memperhatikan seluruh aspek yang ada diharapkan Bali Music Independent Centre ini dapat menjadi suatu fasilitas yang baik yang dapat memberikan suasana baru bagi ruang Daerah Bali yang bersifat rekreatif dan edukatif bagi masyarakat

34 pada umumnya dan para penggemar musik indie pada khususnya sehingga keberadaannya memang dirasakan perlu bagi masyarakat luas.

Dokumen terkait