Seorang siswa melakukan percobaan menyelidiki faktor-faktor penyebab korosi pada besi. Bahan besi yang digunakan adalah paku yang telah diamplas. Diagram percobaan yang dilakukan adalah sebagai berikut.
Keterangan:
β Indikator fenolptalein membentuk warna merah muda jika terdapat ion ππ»β.
β πΆππΆπ2 anhidrat merupahkan zat yang higroskopis (menyerap air), sehingga udara dalam tabung bebas uap air.
β Air yang sudah dididihkan kehilangan oksigen terlarut.
β πΎ3πΉπ(πΆπ)6 membentuk kompleks warna biru jika terdapat ion πΉπ2+. Setelah 2 hari kemudian diperoleh data sebagai berikut.
Berdasarkan percobaan tersebut, faktor penyebab terjadinya korosi besi adalah . . . .
A. besi memiliki kemampuan mengalami reduksi > dari Zn.
B. adanya ion ππ»β (suasana basa) di sekitar besi
C. πΈΒ° reduksi besi < πΈΒ° reduksi air D. besi merupakan oksidator kuat
E. adanya gas oksigen dan uap air di sekitar besi.
Pembahasan:
Paku nomor 1 terbuka terhadap oksigen dan uap air, mengakibatkan karat.
Jawab: E.
31. Berikut ini adalah pasangan senyawa karbon.
Pasangan senyawa karbon yang benar adalah . . . . A. (1) dan (2)
B. (1) dan (3) C. (2) dan (3) D. (2) dan (4) E. (3) dan (4) Pembahasan:
Nomor (1) bukanlah isomer, karena bentuk dan rumus molekulnya sama.
Nomor (2) adalah isomer posisi, karena gugus fungsi yaitu ikatan rangkap berpindah posisi (2 metil 2 butena).
Nomor (3) adalah isomer fungsi, karena propanon merupakan isomer fungsi
dari propanal
Nomor (4) bukanlah isomer, karena asam karboksilat tidak berisomer fungsi dengan alkohol (3 metil butanol).
Jawab: C.
32. Perhatikan rumus struktur senyawa πΆ3π»6π berikut ini!
Perbedaan sifat kimia senyawa (1) dan senyawa (2) yang tepat adalah . . . .
Senyawa (1) Senyawa (2)
A Dapat direduksi menjadi senyawa yang bereaksi dengan natrium
Dapat direduksi menjadi senyawa yang tidak bereaksi dengan natrium B Dapat dioksidasi menjadi alkohol
primer
Dapat dioksidasi menjadi alkohol sekunder
C Dapat diidentifikasi dengan pereaksi tollens menghasilkan cermin perak
Tidak dapat bereaksi dengan pereaksi tollens
D Daapat dioksidasi menghasilkan senyawa yang dapat memerahkan lakmus biru
Tidak dapat dioksidasi menjadi senyawa organik lainnya.
E Dapat bereaksi dengan logam natrium
Tidak dapat bereaksi dengan logam natrium
Pembahasan:
Senyawa (1) adalah propanal yang jika dioksidasi akan menjadi senyawa asam karboksilat (memerahkan lakmus biru). Dapat diidentifikasi dengan pereaksi Fehling karena membentuk endapan merah bata. Dapat juga diidentifikasi dengan pereaksi Tollenβs karena membentuk cermin perak.
Senyawa (2) adalah propanon (keton), yang merupakan hasil oksidasi dari alkohol sekunder (2 propanol). Keton tidak dapat dioksidasi dengan pereaksi Fehling maupun Tollenβs.
Jawab: C / D.
33. Polimer yang terbentuk jika 2 jenis monomer berikut ini
Heksanadiol diklorida + 1,6 diamino heksana akan menghasilkan nilon 6.6 Jawab: C.
34. Pembakaran sempurna gas etanol sebagai bahan bakar alternatif mengikuti persamaan reaksi berikut. πΆ2π»5ππ»(π) + π2(π) β πΆπ2(π) + π»2π(π) (belum setara). Jika pada pembakaran tersebut dibutuhkan 5,6 L dan volum etonol yang dibakar yang dibakar 1,12 L, massa air yang terbentuk diukur pada keadaan STP adalah . . . . (ππ π»2π = 18)
[soal kurang jelas karena 5,6 L tidak dijelaskan senyawa apaan]
A. 1,8 g Kita anggap bahwa yang 5,6 L adalah oksigen.
Karena etanol 1,12 L, maka etanol habis bereaksi sementara oksigen tidak habis bereaksi. Air yang terbentuk adalah 3 . 1,12 = 3,36 L
π»2π = 3,36
35. Untuk menentukan kadar gula dalam tubuh pasien digunakan pereaksi . . . . A. Fehling, karena pereaksi ini lebih spesifik untuk mengidentifikasi gugus aldehid.
B. Molish, karena pereaksi ini dapat mengidentifikasi zat golongan karbohidrat.
C. Milon, karena pereaksi ini dapat menentukan adanya fenol dalam protein D. Ninhidrin, karena pereaksi ini dapat mendeteksi asam amino
E. Seliwanof, karena pereaksi ini dapat membedakan gula aldosa dan ketosa.
Pembahasan:
Untuk menentukan kadar gula darah digunakan pereaksi Fehling karena lebih spesifik untuk mengidentifikasi gugus aldehid.
Jawab: A.
36. Biodisel merupakan salah satu bahan bakar terbarukan alternatif yang dibuat dari minyak nabati/lemak hewani alami maupun minyak jelantah. Proses
pembuatan biodisel melibatkan reaksi transesterifikasi minyak/lemak dengan pereaksi alkohol dan basa kuat menghasilkan monoalkilester dan gliserin sebagai hasil samping.
Biodisel memiliki karakteristik pembakaran yang mirip dengan solar dari minyak bumi, namun emisi pembakaran biodisel lebih ramah lingkungan dibandingkan solar sehingga dapat digunakan sebagai bahan bakar tersendiri maupun dicampur dengan solar untuk mereduksi emisi gas beracun hasil pembakaran solar. Solar merupakan bahan bakar yang berasal dari pengolahan minyak bumi yang kandungannya terdiri atas senyawa-senyawa alkana rantai panjang πΆ16 β πΆ20. Selain itu, solar mengandung senyawa nitrogen dan sulfur yang pada
pembakarannya menghasilkan senyawa beracun. Campuran biodisel dan solar di Indonesia disebut biosolar. Biodisel dapat dicampur pada berbagai perbandingan dengan solar. Campuran 5% biodisel dan 95% solar diberi kode B5.
Pasangan berikut yang menunjukkan rumus struktur dari komponen utama biodisel dan petroleum diesel (solar), berturut-turut adalah . . . .
Pembahasan:
Biodisel merupakan senyawa monoalkilester dan solar merupakan senyawa alkana rantai panjang seperti ditunjukkan pada opsi D.
Jawab: D.
37. Data suatu unsur sebagai berikut.
β Hidroksidanya bersifat basa lemah
β Dapat bereaksi dengan air panas
β Merupakan reduktor kuat
β Senyawanya digunakan sebagai obat maag Unsur yang memiliki sifat tersebut adalah . . . . A. natrium
B. magnesium C. aluminium D. silikon E. pospor Pembahasan:
Logam yang hidroksidanya merupakan basa lemah adalah Magnesium.
Basa lemah digunakan sebagai obat maag adalah ππ(ππ»)2. Jawab: B.
38. Bacalah wacana berikut!
Prinsip kerja sabun saat digunakan adalah . . . . A. mengendapkan kotoran
B. menaikkan tegangan permukaan air hingga bagian ekor akan mudah mengikat air.
C. bagian kepala dari sabun mengikat air dan tersuspensi dalam air membentuk misel yang tidak mudah mengendap
D. menetralkan muatan kotoran
E. bagian ekor menarik air hingga kotoran mudah lepas Pembahasan:
Sabun memiliki bagian ekor dan kepala. Bagian ekor bersifat hidrofobik (tidak suka air), bagian ini berfungsi untuk menyerap minyak atau kotoran dan akan membentuk misel. Bagian kepala bersifat hidrofilik (suka air), bagian ini akan menyerap air sehingga misel (kotoran atau minyak yang sudah tersuspensi) terbawa bersama air ketika dibilas.
Jawab: C.
www.maretong.com
39. Rangkaian persamaan reaksi karbon.
Jenis reaksi pada I, II, dan III berturut-turut merupakan reaksi . . . . A. adisi, eliminasi, subtitusi
B. eliminasi, adisi, subtitusi C. adisi, subtitusi, eliminasi D. eliminasi, subtitusi, adisi E. subtitusi, adisi, eliminasi Pembahasan:
β Reaksi adisi adalah reaksi penghilangan ikatan rangkap seperti I, dimana ikatan rangkap berubah menjadi ikatan tunggal
β Reaksi subtitusi adalah reaksi pertukaran seperti II, dimana molekul OH diganti oleh atom Cl
β Reaksi eliminasi adalah reaksi pembentukan ikatan rangkap seperti III, dimana ikatan tunggal di sebelah kiri berubah menjadi ikatan rangkap di sebelah kanan.
Jawab: C.
www.maretong.com
40. Perhatikan data berikut!
No Kation Anion Rumus Kimia Nama Senyawa
(1) ππ+ ππ3β ππ3ππ Natrium Nitrat
(2) πΎ+ ππ42β πΎ2ππ4 Kalium Sulfat
(3) ππ2+ ππ43β ππ2(ππ4)3 Magnesium Fosfat (4) π΄π3+ πΆπ32β π΄π2(πΆπ3)3 Alumunium Karbonat Berdasarkan data tersebut, pasangan data yang berhubungan secara tepat adalah . . . .
A. (1) dan (2) B. (1) dan (3) C. (2) dan (3) D. (2) dan (4) E. (3) dan (4) Pembahasan:
ππ++ ππ3β β ππππ (Natrium Nitrat) Γ πΎ++ ππ42β β πΎ2ππ4 (Kalium Sulfat) β
ππ2++ ππ43β β ππ3(ππ4)2 (Magnesium Fosfat) Γ π΄π3++ πΆπ32β β π΄π2(πΆπ3)3 (Alumunium Karbonat) β Jawab: D.
www.maretong.com