• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bacalah wacana berikut!

Dalam dokumen DOKUMEN PRIBADI SANGAT TIDAK RAHASIA (Halaman 29-38)

Seorang siswa melakukan percobaan menyelidiki faktor-faktor penyebab korosi pada besi. Bahan besi yang digunakan adalah paku yang telah diamplas. Diagram percobaan yang dilakukan adalah sebagai berikut.

Keterangan:

● Indikator fenolptalein membentuk warna merah muda jika terdapat ion π‘‚π»βˆ’.

● πΆπ‘ŽπΆπ‘™2 anhidrat merupahkan zat yang higroskopis (menyerap air), sehingga udara dalam tabung bebas uap air.

● Air yang sudah dididihkan kehilangan oksigen terlarut.

● 𝐾3𝐹𝑒(𝐢𝑁)6 membentuk kompleks warna biru jika terdapat ion 𝐹𝑒2+. Setelah 2 hari kemudian diperoleh data sebagai berikut.

Berdasarkan percobaan tersebut, faktor penyebab terjadinya korosi besi adalah . . . .

A. besi memiliki kemampuan mengalami reduksi > dari Zn.

B. adanya ion π‘‚π»βˆ’ (suasana basa) di sekitar besi

C. 𝐸° reduksi besi < 𝐸° reduksi air D. besi merupakan oksidator kuat

E. adanya gas oksigen dan uap air di sekitar besi.

Pembahasan:

Paku nomor 1 terbuka terhadap oksigen dan uap air, mengakibatkan karat.

Jawab: E.

31. Berikut ini adalah pasangan senyawa karbon.

Pasangan senyawa karbon yang benar adalah . . . . A. (1) dan (2)

B. (1) dan (3) C. (2) dan (3) D. (2) dan (4) E. (3) dan (4) Pembahasan:

Nomor (1) bukanlah isomer, karena bentuk dan rumus molekulnya sama.

Nomor (2) adalah isomer posisi, karena gugus fungsi yaitu ikatan rangkap berpindah posisi (2 metil 2 butena).

Nomor (3) adalah isomer fungsi, karena propanon merupakan isomer fungsi

dari propanal

Nomor (4) bukanlah isomer, karena asam karboksilat tidak berisomer fungsi dengan alkohol (3 metil butanol).

Jawab: C.

32. Perhatikan rumus struktur senyawa 𝐢3𝐻6𝑂 berikut ini!

Perbedaan sifat kimia senyawa (1) dan senyawa (2) yang tepat adalah . . . .

Senyawa (1) Senyawa (2)

A Dapat direduksi menjadi senyawa yang bereaksi dengan natrium

Dapat direduksi menjadi senyawa yang tidak bereaksi dengan natrium B Dapat dioksidasi menjadi alkohol

primer

Dapat dioksidasi menjadi alkohol sekunder

C Dapat diidentifikasi dengan pereaksi tollens menghasilkan cermin perak

Tidak dapat bereaksi dengan pereaksi tollens

D Daapat dioksidasi menghasilkan senyawa yang dapat memerahkan lakmus biru

Tidak dapat dioksidasi menjadi senyawa organik lainnya.

E Dapat bereaksi dengan logam natrium

Tidak dapat bereaksi dengan logam natrium

Pembahasan:

Senyawa (1) adalah propanal yang jika dioksidasi akan menjadi senyawa asam karboksilat (memerahkan lakmus biru). Dapat diidentifikasi dengan pereaksi Fehling karena membentuk endapan merah bata. Dapat juga diidentifikasi dengan pereaksi Tollen’s karena membentuk cermin perak.

Senyawa (2) adalah propanon (keton), yang merupakan hasil oksidasi dari alkohol sekunder (2 propanol). Keton tidak dapat dioksidasi dengan pereaksi Fehling maupun Tollen’s.

Jawab: C / D.

33. Polimer yang terbentuk jika 2 jenis monomer berikut ini

Heksanadiol diklorida + 1,6 diamino heksana akan menghasilkan nilon 6.6 Jawab: C.

34. Pembakaran sempurna gas etanol sebagai bahan bakar alternatif mengikuti persamaan reaksi berikut. 𝐢2𝐻5𝑂𝐻(𝑔) + 𝑂2(𝑔) β†’ 𝐢𝑂2(𝑔) + 𝐻2𝑂(𝑔) (belum setara). Jika pada pembakaran tersebut dibutuhkan 5,6 L dan volum etonol yang dibakar yang dibakar 1,12 L, massa air yang terbentuk diukur pada keadaan STP adalah . . . . (π‘€π‘Ÿ 𝐻2𝑂 = 18)

[soal kurang jelas karena 5,6 L tidak dijelaskan senyawa apaan]

A. 1,8 g Kita anggap bahwa yang 5,6 L adalah oksigen.

Karena etanol 1,12 L, maka etanol habis bereaksi sementara oksigen tidak habis bereaksi. Air yang terbentuk adalah 3 . 1,12 = 3,36 L

𝐻2𝑂 = 3,36

35. Untuk menentukan kadar gula dalam tubuh pasien digunakan pereaksi . . . . A. Fehling, karena pereaksi ini lebih spesifik untuk mengidentifikasi gugus aldehid.

B. Molish, karena pereaksi ini dapat mengidentifikasi zat golongan karbohidrat.

C. Milon, karena pereaksi ini dapat menentukan adanya fenol dalam protein D. Ninhidrin, karena pereaksi ini dapat mendeteksi asam amino

E. Seliwanof, karena pereaksi ini dapat membedakan gula aldosa dan ketosa.

Pembahasan:

Untuk menentukan kadar gula darah digunakan pereaksi Fehling karena lebih spesifik untuk mengidentifikasi gugus aldehid.

Jawab: A.

36. Biodisel merupakan salah satu bahan bakar terbarukan alternatif yang dibuat dari minyak nabati/lemak hewani alami maupun minyak jelantah. Proses

pembuatan biodisel melibatkan reaksi transesterifikasi minyak/lemak dengan pereaksi alkohol dan basa kuat menghasilkan monoalkilester dan gliserin sebagai hasil samping.

Biodisel memiliki karakteristik pembakaran yang mirip dengan solar dari minyak bumi, namun emisi pembakaran biodisel lebih ramah lingkungan dibandingkan solar sehingga dapat digunakan sebagai bahan bakar tersendiri maupun dicampur dengan solar untuk mereduksi emisi gas beracun hasil pembakaran solar. Solar merupakan bahan bakar yang berasal dari pengolahan minyak bumi yang kandungannya terdiri atas senyawa-senyawa alkana rantai panjang 𝐢16 βˆ’ 𝐢20. Selain itu, solar mengandung senyawa nitrogen dan sulfur yang pada

pembakarannya menghasilkan senyawa beracun. Campuran biodisel dan solar di Indonesia disebut biosolar. Biodisel dapat dicampur pada berbagai perbandingan dengan solar. Campuran 5% biodisel dan 95% solar diberi kode B5.

Pasangan berikut yang menunjukkan rumus struktur dari komponen utama biodisel dan petroleum diesel (solar), berturut-turut adalah . . . .

Pembahasan:

Biodisel merupakan senyawa monoalkilester dan solar merupakan senyawa alkana rantai panjang seperti ditunjukkan pada opsi D.

Jawab: D.

37. Data suatu unsur sebagai berikut.

● Hidroksidanya bersifat basa lemah

● Dapat bereaksi dengan air panas

● Merupakan reduktor kuat

● Senyawanya digunakan sebagai obat maag Unsur yang memiliki sifat tersebut adalah . . . . A. natrium

B. magnesium C. aluminium D. silikon E. pospor Pembahasan:

Logam yang hidroksidanya merupakan basa lemah adalah Magnesium.

Basa lemah digunakan sebagai obat maag adalah 𝑀𝑔(𝑂𝐻)2. Jawab: B.

38. Bacalah wacana berikut!

Prinsip kerja sabun saat digunakan adalah . . . . A. mengendapkan kotoran

B. menaikkan tegangan permukaan air hingga bagian ekor akan mudah mengikat air.

C. bagian kepala dari sabun mengikat air dan tersuspensi dalam air membentuk misel yang tidak mudah mengendap

D. menetralkan muatan kotoran

E. bagian ekor menarik air hingga kotoran mudah lepas Pembahasan:

Sabun memiliki bagian ekor dan kepala. Bagian ekor bersifat hidrofobik (tidak suka air), bagian ini berfungsi untuk menyerap minyak atau kotoran dan akan membentuk misel. Bagian kepala bersifat hidrofilik (suka air), bagian ini akan menyerap air sehingga misel (kotoran atau minyak yang sudah tersuspensi) terbawa bersama air ketika dibilas.

Jawab: C.

www.maretong.com

39. Rangkaian persamaan reaksi karbon.

Jenis reaksi pada I, II, dan III berturut-turut merupakan reaksi . . . . A. adisi, eliminasi, subtitusi

B. eliminasi, adisi, subtitusi C. adisi, subtitusi, eliminasi D. eliminasi, subtitusi, adisi E. subtitusi, adisi, eliminasi Pembahasan:

● Reaksi adisi adalah reaksi penghilangan ikatan rangkap seperti I, dimana ikatan rangkap berubah menjadi ikatan tunggal

● Reaksi subtitusi adalah reaksi pertukaran seperti II, dimana molekul OH diganti oleh atom Cl

● Reaksi eliminasi adalah reaksi pembentukan ikatan rangkap seperti III, dimana ikatan tunggal di sebelah kiri berubah menjadi ikatan rangkap di sebelah kanan.

Jawab: C.

www.maretong.com

40. Perhatikan data berikut!

No Kation Anion Rumus Kimia Nama Senyawa

(1) π‘π‘Ž+ 𝑁𝑂3βˆ’ π‘π‘Ž3𝑁𝑂 Natrium Nitrat

(2) 𝐾+ 𝑆𝑂42βˆ’ 𝐾2𝑆𝑂4 Kalium Sulfat

(3) 𝑀𝑔2+ 𝑃𝑂43βˆ’ 𝑀𝑔2(𝑃𝑂4)3 Magnesium Fosfat (4) 𝐴𝑙3+ 𝐢𝑂32βˆ’ 𝐴𝑙2(𝐢𝑂3)3 Alumunium Karbonat Berdasarkan data tersebut, pasangan data yang berhubungan secara tepat adalah . . . .

A. (1) dan (2) B. (1) dan (3) C. (2) dan (3) D. (2) dan (4) E. (3) dan (4) Pembahasan:

π‘π‘Ž++ 𝑁𝑂3βˆ’ β†’ π‘π‘Žπ‘π‘‚ (Natrium Nitrat) Γ— 𝐾++ 𝑆𝑂42βˆ’ β†’ 𝐾2𝑆𝑂4 (Kalium Sulfat) √

𝑀𝑔2++ 𝑃𝑂43βˆ’ β†’ 𝑀𝑔3(𝑃𝑂4)2 (Magnesium Fosfat) Γ— 𝐴𝑙3++ 𝐢𝑂32βˆ’ β†’ 𝐴𝑙2(𝐢𝑂3)3 (Alumunium Karbonat) √ Jawab: D.

www.maretong.com

Dalam dokumen DOKUMEN PRIBADI SANGAT TIDAK RAHASIA (Halaman 29-38)

Dokumen terkait