• Tidak ada hasil yang ditemukan

Backwash Condenser

Dalam dokumen LAPORAN KERJA PRAKTEK PT PJB SERVICES (Halaman 45-50)

LAPORAN KERJA PRAKTEK PT PJB SERVICES

25. Chloronation Plant

2.6 Penurunan Tingkat Kevakuman Kondensor .1 Terjadi Fouling pada Kondensor

2.7.1 Backwash Condenser

Backwash kondensor merupakan salah satu usaha untuk menjaga

performa kondensor dengan cara membalik arah aliran kondensor. Fungsinya yaitu untuk membersihkan kondensor dari kotoran yang menyumbat dan mengganggu proses aliran cooling water dengan cara membalik arah alirannya, bahasa mudahnya untuk flushing kotoran - kotoran yang mengganggu aliran air laut ke kondensor khususnya yang berada di inlet tube kondesor. Kondensor di-design dengan dua sisi yang arah alirannya berlawanan.

Tujuan dari backwash kondensor ini dimaksudkan agar aliran cooling

water lebih baik, lebih lancar sehingga proses perpindahan panas anatara steam

dan air laut (proses kondensasi) berjalan lebih baik dan lebih cepat. Hasilnya yaitu peningkatan vakum kondensor sehingga efisiensi unit kembali bertambah. selain itu dengan adanya backwash kondensor ini differential

pressure inlet dan outlet kondensor akan lebih rendah.

Dalam penentuan kapan proses backwash kondensor itu dilaksanakan sebenarnya lebih dominan dilihat dari Differential Pressure antara Inlet dan

Outlet pressure kondensor atau pressure drop sea water inlet dan outlet

kondensor. Hal ini karena tujuan kita melakukan backwash kondensor yaitu membuang kotoran, sampah, yang menghalangi aliran sea water (plugging)

tube kondensor. Efek dari plugging tube ini akan meyebabkan aliran sea water

terhalang dan jumlah flow rate sea water yang masuk ke tube-tube kondensor akan berkurang (ibaratnya mampet), sehingga inlet pressure akan tinggi dan

Laporan Kerja Praktek 46 Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS Surabaya

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT PJB SERVICES

2.7.2 Cleaning Tubes Condenser

Gambar 2.41 Cleaning Tube Condenser

Tube-tube kondensor sangat mungkin terjadi endapan di permukaannya,

sehingga perlu dilakukan cleaning. Cleaning kondensor ini dapat dilakukan dalam dua metode, yaitu secara online dimana dilakukan ketika unit turbin uap dalam keadaan normal operasi dan offline ketika turbin uap dalam keadaan

stand by. Untuk cleaning tube dalam keadaan online ini sebenarnya sangat

penting karena dengan hal ini performa kondensor akan tetap selalu terjaga.

Cleaning tube secara online dapat dilaksanakan dengan cara menggunakan

Laporan Kerja Praktek 47 Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS Surabaya

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT PJB SERVICES

Dalam system Ball Clening ini, fungsinya adalah untuk membersihkan permukaan tube-tube kondensor. Sistem Ball Cleaning menggunakan Bola (

Tapproge ) sebagai alat untuk membersihkan tube kondensor. Bola ini akan

diikutkan aliran pada kondensor, masuk di water box inlet kondensor ikut aliran kondensor dan keluar di water box outlet kondensor kemudian bola-bola tersebut ditangkap oleh Catcher dan diarahkan ke ball collector.

Gambar 2.42 Ball Cleaning Condenser 2.7.3. Checking Air Leakage in Condenser

Air leakage test pada kondensor bisa dilakukan dengan berbagai cara,

diantaranya yaitu pengujian dengan gas tracer seperti dengan menggunakan gas helium atau halogen. Selain itu juga bisa dilakukan air leakage test secara

ultrasonic ataupun secara thermograph, selain itu tes leak dengan air

merupakan salah satu yang paling murah dan banyak dilakukan. Perlu diketahui juga bahwasanya pada PLTU biasanya memiliki peralatan khusus untuk tes leak pada tube baik itu kondensor maupun heat transfer equipment lainnya.

Laporan Kerja Praktek 48 Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS Surabaya

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT PJB SERVICES

Metode maintenance ini sudah banyak digunakan pada berbagai pembangkit di Indonesia. Selain lebih praktis dan efisien, metode checking air

leakage juga termasuk dalam metode maintenance yang tergolong murah

dalam segi ekonomis. Saat ini banyak dikembangkan untuk menambah daya bangkitan kondensor dan menaikkan efisieni termal dari sebuah PLTU.

Gambar 2.43 Checking Air Leakage 2.8 Siklus Rankine

Siklus Rankine adalah siklus daya uap yang digunakan untuk menghitung atau memodelkan proses kerja mesin uap / turbin uap. Siklus ini bekerja dengan fluida kerja air. Semua PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) bekerja berdasarkan prinsip kerja siklus Rankine. Siklus Rankine pertama kali dimodelkan oleh: William John Macquorn Rankine, seorang ilmuan Scotlandia dari Universitas Glasglow. Untuk mempelajari siklus Rankine, terlebih dahulu kita harus memahami tentang T-s diagram dan H-s diagram.

T-s diagram adalah diagram yang menggambarkan hubungan antara temperatur (T) dengan entropi (s) fluida pada kondisi tekanan, entalpi, fase dan massa jenis tertentu. Jadi pada diagram T-s terdapat besaran-besaran tekanan,

Laporan Kerja Praktek 49 Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS Surabaya

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT PJB SERVICES

massa jenis, temperatur, entropi, entalpi dan fase fluida. Sedangkan diagram h-s menggambarkan hubungan antara energi total (entalpi (h)) dengan entropi (s). Sama seperti diagram T-s, untuk setiap fluida memiliki diagram h-s nya sendiri-sendiri. Kedua diagram ini dapat digunakan untuk menghitung kinerja pembangkit listrik tenaga uap dengan menggunakan siklus Rankine.

Siklus kerja PLTU yang merupakan siklus tertutup dapat digambarkan dengan diagram T – s (Temperatur – entropi). Siklus ini adalah penerapan siklus rankine ideal. Adapun urutan langkahnya adalah sebagai berikut :

Gambar 2.44 Diagram T – s Siklus PLTU (Siklus Rankine)

a – b : Air dipompa dari tekanan P2 menjadi P1. Langkah ini adalah langkah kompresi isentropis, dan proses ini terjadi pada pompa air pengisi. b – c : Air bertekanan ini dinaikkan temperaturnya hingga mencapai titik didih.

Terjadi di LP heater, HP heater dan Economiser. .

c – d : Air berubah wujud menjadi uap jenuh. Langkah ini disebut vapourising (penguapan) dengan proses isobar isothermis, terjadi di boiler yaitu di wall tube (riser) dan steam drum.

d – e : Uap dipanaskan lebih lanjut hingga uap mencapai temperatur kerjanya menjadi uap panas lanjut (superheated vapour). Langkah ini terjadi di superheater boiler dengan proses isobar.

Laporan Kerja Praktek 50 Jurusan Teknik Mesin FTI-ITS Surabaya

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT PJB SERVICES

e – f : Uap melakukan kerja sehingga tekanan dan temperaturnya turun. Langkah ini adalah langkah ekspansi isentropis, dan terjadi didalam turbin.

f – a : Pembuangan panas laten uap sehingga berubah menjadi air kondensat. Langkah ini adalah isobar isothermis, dan terjadi didalam kondensor.

Dalam dokumen LAPORAN KERJA PRAKTEK PT PJB SERVICES (Halaman 45-50)

Dokumen terkait