• Tidak ada hasil yang ditemukan

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional

Dalam dokumen TESIS AJENG ARISTIANA 13020214420024 (Halaman 50-58)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEOR

2.2 Kerangka Teori

2.2.7 Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BkkbN) adalah lembaga pemerintah nondepartemen Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta Timur. Adapun fungsi BkkbN adalah untuk pengkajian dan penyusunan kebijakan nasioanal pada bidang keluarga berencana, fasilitas dan pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat dibidang keluarga berencana dan sejahtera dengan wewenang utamanya yang melingkupi penyusunan rencana nasioanl secara makro, perumuan kebijakan pengendalian jumlah angka kelahiran dan penurunan angka kematian ibu, bayi dan anak.BkkbN sukses dikenal dan diterima masyrakat dengan sologannya yakni “dua anak lebih baik” dan kini dengan sologan “dua anak cukup”.

A.Visi

Menjadi lembaga yang handal dan dapat dipercaya dalam mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas.

B.Misi

1) Mengarus utamakan pembangunan berwawasan Kependudukan.

2) Menyelenggarakan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi.

3) Memfasilitasi pembangunan keluarga.

4) Mengembangkan jenjang kemitraan dalam pengelolaan kependudukan keluarga

berencana dan pembangunan keluraga.

C. Lima Nilai BkkbN

1) Cerdas adalah perilaku untuk mampu bertindak optimal secara efektif dan efisien dalam menyelsaikan berbagai persoalan yang dihadapi.

2) Tangguh adalah perilaku memiliki semangat pantang menyerah untuk

mencapai tujuan.

3) Kerjasama adalah perilaku untuk membangun jejaring dengan prinsip

kesetaraan dan saling menguntungkan, percaya, sinergis, serta menghargai melalui komunikasi yang kondusif untuk mencapai tujuan bersama.

4) Integritas adalah perilaku untuk berbuat jujur, terbuka dan konsisten antara pikiran, perkataan dan perbuatan.

5)Ikhlas adalah perilaku dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan

tukus dan sungguh-sungguh.

Berbagai macam alat kontrasepsi yang diluncurkan oleh BkkbN, bertujuan untuk mengendalikan populasi jumlah penduduk. Kontrasepsi berasal dari kata, yakni : kontradan konsepsi yang berarti mencegah pertemuan antara sel telur dengan sperma agar tidak terjadi ovulasi (pembuahan) (Wikjosastro,2002). Kontrasepsi memiliki tujuan utama untuk menjangkakan jarak kehamilan, menunda dan mencegah kehamilan dengan syarat aman dan tidak berbahaya bagi yang menggunakan.

Berdasarkan data SDKI pada tahun 2007, penggunaan jenis kontrasepsi dibagai menjadi dua cara, yakni : cara tradisioanal dan cara modern. Cara tradisional adalah cara yang tanpa menggunakan atau memasukan alat, contoh

cara tradisional adalah perhitungan masa subur dengan menggunakan kalender, segama terputus (Coitus Interuptus), Suhu basal dan Ovulasi Biling, sedangkan cara modern bersifat kebalikan dengan cara tradisional yakni dengan menggunakan atau memasukan alat di dalam proses penggunaannya.

Cara modern dibagi menjadi tiga jenis, yakni : cara non hormonal yang melingkupi : MAL, kondom, diafragma, dan IUD,cara kedua adalah cara hormonal yang melingkupi : pil, suntik dan implan, sedangkan cara yang terakhir adalah cara strerilisasi yang meliputi : MOW dan MOP.

2.2.8 Survey Sosial Ekonomi Nasional

Susenas merupakan singkatan dari Survey Sosial Ekonomi Nasional yang dilakukan pemerintah dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan rakyat, yang mencakup pada beberapa sektor, yakni: data mengenai pendudukan, kesehatan, ketenagakerjaan, keluarga berencana, perumahan, konsumsi serta pengeluaran yang hasil data surveinya sangat dibutuhkan oleh berbagai kalangan.

Pada tahun 1963 Susenas pertama kali dilaksanakan, yang dalam pelaksanaannya pada tahun 2010, pengumpulan data Susenas dilaksanakan kedalam dua bentuk yakni : bentuk Koor yang pelaksanaannya setiap tahun sekali dan Modul yang dilaksanakan setiap tiga tahun sekali. Pelaksanaan pengumpulan data melalui Modul, meliputi: modul konsumsi dan pengeluaran rumah tangga(MKP), modul kesehatan dan perumahan, dan modul sosial budaya dan pendidikan (MSBP) yang dalam jangka waktu setiap kurun waktu tiga tahun

sekali, pelaksanaannya masing-masing modul surveynya dilakukan secara bergantian.

Hasil data Susenas yang didapat, sangat dibutuhkan oleh berbagai kalangan pengguna data untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari setiap program pemerintah. Berdasarkan hal itulah perencanaan, persiapan, pelaksanaan, pengolahan dan penyajian hasil Susenasn 2016 harus sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Pada tahun 2016 pelaksanaan Susenas khusus pada MKP, yang pelaksanaan pencacahan survei tersebut dijadwalkan pada 6 sampai dengan 30 September 2016.

BAB III

METODE PENELITIAN

Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif, yang memanfaatkan ilmu pragmatiksebagai alat analisis, dengan demikian penelitian yang dilakukan semata-mata didasarkan atas fakta dan fenomena yang ada sehingga hasilnya adalah varian bahasa yang memiliki sifat pemaparan yang apa adanya (Sudaryanto,1992:62). Bogdan dan Tailor (1975:5) dalam Moleong (2010:4) mendefinisikan metodologi kualitatif sebagai presedur penelitian yang menghasilkan data deskripsi berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati.

Adapun tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini, melingkupi tiga tahap, yakni: tahapan penyediaan data, tahap penganalisaan data dan tahap penyajian data (Sudaryanto, 1993:5-7). Dengan demikian hasil analisis data pada penelitian ini berbentuk deskripsi tentangkutipan-kutipan penggalan dialog yang mengandung implikatur percakapan yang terdapat pada ikaln BkkbN.

3.1Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan tiga tahapan, yakni : tahap pengumpulan data, analisis dan penyajian hasil analisis data. Tahapan dalam penelitian tentunya memiliki metode, yang dapat dijabarkan melalui teknik-teknik. Metode adalah cara yang harus dilaksanakan, sedangkan teknik adalah cara melaksanakan metode (Sudaryanto, 1993: 9).

3.1.1 Pengumpulan Data

Tahap pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode simak atau observasi tanpa partisipan, dengan teknik dasar berupa teknik sadap yang dilanjutkan dengan teknik lanjutan berupa teknik rekam dan catat.Teknik sadap adalah pelaksanaan metode simak (obsevasi) dengan menyadap penggunaan bahasa seseorang atau beberapa orang. Penggunaan bahasa yang disadap dapat berbentuk lisan dan tulis (Kesuma, 2007:43). Khusus dalam penelitian ini metode observasi tanpa partisipan menyadap penggunaan bahasa yang berbentuk lisan pada tayangan iklan BkkbN yang direkam dan diunduh melalui situs youtube, untuk kemudian ditranskipkan dalam bentuk tulisan dan dicatat tuturannya. Kegiatan mencatat dilakukan sebagai lanjutan dari kegiatan merekam data (Kesuma, 2007:45). Teknik pencatatan yang dilakukan dengan mencatat penggalan percakapan lisan dalam iklan layanan masyarakat yang mengandung tindak tutur representaif dan pelanggaran prinsip kerja sama.

Pada tahap pengumpulan data, langkah awal pengambilan data dapat dijelaskan prosesnya, dengan dimulai dari penyimakan video IKLBkkbN dari setiap periode, dikarenakan ILM BkkbN bersifat nonprofit sehingga penayangan iklan cenderung ditayangkan pada jam-jam premium melalui beberapa stasiun televisi swasta seperti: SCTV, RCTI,TRANS7,MNC dll. BkkbN setiap tahunnya (periode) memproduksi iklan berkisar satu hingga empat iklan dalam setiap periodenya (tahunnya). Total data yang dianalisis dalam penelitian ini sebanyak 14 data, dengan satu data yang dianalisis dari dua aspek yang berbeda, yang dapat

dirincikan sebagai berikut : pada tahun 2010 terdapat dua iklan, tahun 2011 terdapat satu iklan, tahun 2012 terdapat dua iklan, tahun 2013 terdapat dua iklan, tahun 2014 terdapat dua iklan, tahun 2015 terdapat dua iklan dan yang terakhir pada tahun 2016 yang terdapat tiga iklan. Data iklan yang mengandung tindak tutur representatif dan implikatur, kemudian direkam atau diunduh melaui situs

youtube, untuk kemudian tuturan dalam iklan ditranskipsi beserta konteksnya

untuk kemudian dianalisis.

Penyimakan data pada tahap pengumpulan data ini dilakukan dengan penyimakan tuturan pada data iklan, sehingga data tuturan yang didapat dapat dipastikan kelengkapan bagian-bagian tuturannya.Tahap selanjutnya adalah memilah-milah data iklan, kreteria data tuturan yang diambil dalam iklan melingkupi tindak tutur representatif dan pelanggaran prinsip kerja sama dalam percakapan sebagai data dalam penelitian ini. Banyaknya tidak ditentukan berdasarkan jumlah data, namun pembatasan lebih kepada kreteria objek yang mengandung pelanggaran prinsip kerja sama percakapannya saja. Data yang telah dipilah dan terkumpul kemudian diteliti berdasarkan pengelompokan tindak tutur, serta pelanggaran prinsip kerja sama yang terdapat di dalam tuturan dialog ILM BkkbN.

3.1.2Metode Analisis Data

Penganalisisan dan pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode agih, yang alat penentunya merupakan bagian dari bahasa yang diteliti, yang dikhususkan pada tindak tutur representatif dan implikaturnya,

yang kemudian dipadukan dengan teknik lanjutan berupa teknik silang. Teknik silang adalah teknik yang digunakan didalam menganalisis data, yang tidak menutup kemungkinan data untuk dianalisis lebih dari satu kali melalui sudut pandang yang berbeda, misalnya jika pada data iklan pertama terdiri atas tiga

scene, yang pada percakapan atau dialog scene ke-1 dialog mengandung

pelanggaran prinsip kerja sama maksim kualitas dan pada scene ke-2 dialog mengandung pelanggaran prinsip kerja sama maksim cara, maka satu data tersebut diperkenankan untuk dianalis dua kali melalui dua aspek pelanggaran maksim yang berbeda.

Metode dan teknik tersebut digunakan untuk menganalisis data, dengan tujuan untuk mengetahui subjenis tindak tutur representatif apa saja, yang terdapat di dalam iklan BkkbN dan makna implikaturnya, serta untuk melihat pelanggaran prinsip kerja sama apa, yang paling berhasil di dalam menyampaikan maksud, yang pengukuran efektivitas keberhasilan iklan, diperlihatkan melalui grafik Susenas pada periode 2010-2016.

3.1.3 Tahap Penyajian Hasil Analisis Data

Tahap penyajian hasil analisis data disajikan dengan cara informal, yakni memuat deskripsi atau penjelasan mengenai hal-hal yang ditemukan selama penelitian. Penyajian hasil analisis data adalah penyajian hasil analisis data dengan menggunakan kata-kata biasa (lih.Sudaryanto, 1993:145). Penjelasan deskriptif ini berdasarkan pada data tuturan yang telah ditemukan sehingga, hasilnya merupakan gambaran fakta yang sesungguhnya.

Dalam dokumen TESIS AJENG ARISTIANA 13020214420024 (Halaman 50-58)

Dokumen terkait