BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
Lampiran 2. Bagan Proses Deksruksi Basah
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Layani Pransiska Nainggolan : Pengaruh Variasi Berat Asam Gelugur (Garcinia Atroviridis, Griff) Terhadap Penurunan Kadar Logam Pb, Cr Dan Cd pada perebusan kerang bulu (anadara antiquata) dari perairan belawan, 2010.
357,54 nm dan untuk logam kadmium 228,49 nm. Panjang gelombang maksimum yang diperoleh tidak jauh berbeda dengan panjang gelombang yang terdapat dalam Intruksi Manual Alat AAS Shimadzu AA-6300 yaitu untuk timbal 283,3 nm, untuk kromium 357,9 nm, dan untuk kadmium 228 nm. Hal ini berarti panjang gelombang maksimum yang diperoleh masih dapat digunakan untuk penentuan masing-masing kadar logam karena pemakaian lampu katoda berongga masing-masing logam belum melebihi 5000 jam.
4. 2 Kurva Kalibrasi Logam Pb, Cr dan Cd
Kurva kalibrasi logam Pb, Cr dan Cd diperoleh dengan cara mengukur absorbansi larutan standar masing-masing logam pada berbagai konsentrasi. Hasil pengukuran untuk ketiga logam tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah :
Abs=0.0051102Conc+0.0000 r=0.9997 0,0000 0,0010 0,0020 0,0030 0,0040 0,0050 0,0060 0,00 0,20 0,40 0,60 0,80 1,00 Conc (ppm) A B S O R B A N S I
Gambar 1. Kurva Kalibrasi Logam Pb yang diukur pada panjang gelombang
Layani Pransiska Nainggolan : Pengaruh Variasi Berat Asam Gelugur (Garcinia Atroviridis, Griff) Terhadap Penurunan Kadar Logam Pb, Cr Dan Cd pada perebusan kerang bulu (anadara antiquata) dari perairan belawan, 2010.
Gambar 2. Kurva Kalibrasi Logam Cr Yang diukur pada panjang gelombang 357,49
nm secara Spektrofotometer Serapan Atom
Gambar 3. Kurva Kalibrasi Logam Cd yang diukur pada panjang gelombang 228,49
nm secara Spektrofotometer Serapan Atom
Berdasarkan hasil pengukuran kurva kalibrasi untuk logam Pb pada rentang konsentrasi 0,1 mcg/ml sampai 1,0 mcg/ml diperoleh persamaan regresi Y = 0,005104X - 0,000003 dengan faktor korelasi (r) sebesar 0,9997. Logam Cr pada rentang konsentrasi 0,1 mcg/ml sampai 1,0 mcg/ml diperoleh persamaan regresi Y = 0,007512X – 0,00016 dengan faktor korelasi (r) sebesar 0,9992. Logam Cd pada rentang
Abs=0.007500Conc-0.0002 r=0.9984 0,0000 0,0020 0,0040 0,0060 0,0080 0,00 0,20 0,40 0,60 0,80 1,00 Conc (ppm) A B S O R B A N S I Abs=0.048085Conc - 0.000238 r=0.9994 0,0000 0,0050 0,0100 0,0150 0,0200 0,0250 0,00 0,10 0,20 0,30 0,40 0,50 Conc (ppm) A B S O R B A N S I
Layani Pransiska Nainggolan : Pengaruh Variasi Berat Asam Gelugur (Garcinia Atroviridis, Griff) Terhadap Penurunan Kadar Logam Pb, Cr Dan Cd pada perebusan kerang bulu (anadara antiquata) dari perairan belawan, 2010.
konsentrasi 0,1 mcg/ml sampai 0,5 mcg/ml, persamaan regresi adalah Y = 0,048085 – 0,000238 dengan faktor korelasi (r) sebesar 0,9997
Berdasarkan kurva tersebut diperoleh nilai koefisien korelasi (r) yang menunjukkan adanya hubungan yang linear antara konsentrasi dengan serapan. Koefisien korelasi (r) yang diperoleh dari ketiga logam dapat diterima karena memenuhi persyaratan untuk koefisien korelasi yaitu tidak boleh lebih kecil dari 0,995 (Badan POM, 2003)
4.3 Analisa Kadar Logam Pb, Cr dan Cd Dalam Sampel
Konsentrasi logam Pb, Cr, dan Cd dalam sampel ditentukan berdasarkan persamaan regresi linear kurva kalibrasi larutan standar masing-masing. Setelah konsentrasi dan kadar ketiga logam diketahui dilanjutkan dengan uji statistika. Perhitungan uji statistik yang dilakukan untuk memperoleh kadar rata-rata dari masing- masing sampel. Uji Statistik dilakukan dengan distribusi t pada taraf kepercayaan 95 % dan dk = 5. Berdasarkan data hasil perhitungan kadar tersebut diperoleh kesimpulan bahwa kadar rata-rata logam timbal, kromium dan kadmium pada kerang sebelum perebusan lebih tinggi daripada setelah perebusan dengan asam gelugur. Semakin berat asam gelugur yang ditambahkan maka, kadar logam Pb, Cr, dan Cd semakin menurun. Salah satu faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi adalah konsentrasi sehingga semakin besar konsentrasi asam gelugur makin banyak logam-logam bereaksi maka akan semakin besar penurunan logam pada kerang bulu (Anonim, 2000). Data penurunan kadar logam Pb, Cr, dan Cd dalam sampel daging kerang bulu sebelum dan sesudah perebusan dengan asam gelugur dalam berbagai variasi waktu dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
Layani Pransiska Nainggolan : Pengaruh Variasi Berat Asam Gelugur (Garcinia Atroviridis, Griff) Terhadap Penurunan Kadar Logam Pb, Cr Dan Cd pada perebusan kerang bulu (anadara antiquata) dari perairan belawan, 2010.
Tabel 1. Data Penurunan Kadar Logam Pb, Cr, dan Cd Dalam Sampel Daging Kerang Sebelum dan Sesudah Perebusan Dengan Asam Gelugur Dalam Berbagai Variasi Berat
Logam Sampel Kadar
(mcg/gram) Penurunan Kadar (%) Pb K KA KB KC KD 1,4378 ± 0,0423 1,1592 ± 0,0287 0,9298 ± 0,0433 0,6411 ± 0,0798 0,4592 ± 0,0807 19,84 % 35,37 % 55,43 % 68,08 % Cr K KA KB KC KD 1,1764 ± 0,0305 1,0431 ± 0,0496 0,8122 ± 0,0572 0,6529 ± 0,0287 0,4575 ± 0,0451 11,33 % 30,95 % 44,50 % 59,56 % Cd K KA KB KC KD 1,0519 ± 0,0048 0,8851 ± 0,0044 0,71008 ± 0,0813 0,5528 ± 0,0047 0,3970 ± 0,0087 15, 86% 32, 49% 47, 44% 62, 26%
Ket : Data kadar logam di atas merupakan hasil rata-rata dari 6 kali perlakuan pada masing-masing sampel.
K : Kerang tanpa perebusan (Pre test)
KA : Kerang sesudah perebusan dengan asam gelugur 25 gram KB : Kerang sesudah perebusan dengan asam gelugur 50 gram KC : Kerang sesudah perebusan dengan asam gelugur 75 gram KD : Kerang sesudah perebusan dengan asam gelugur 100 gram
Layani Pransiska Nainggolan : Pengaruh Variasi Berat Asam Gelugur (Garcinia Atroviridis, Griff) Terhadap Penurunan Kadar Logam Pb, Cr Dan Cd pada perebusan kerang bulu (anadara antiquata) dari perairan belawan, 2010.
Berdasarkan hasil perhitungan kadar ketiga logam terhadap sampel kerang bulu tanpa perebusan menunjukkan kerang bulu yang berasal dari perairan Belawan mengandung logam timbal sebesar 1,4378 ± 0,0423, logam Cr 1,1764 ± 0,0305 dan logam Cd 1,0519 ± 0,0048. Batas maksimum cemaran logam Pb, Cr, dan Cd dalam produk pangan ikan dan hasil olahannya adalah 2 mcg/g untuk logam timbal, 0,05 mcg/g untuk logam kromium, dan 0,2 mcg/g untuk logam kadmium (SNI-01-3548- 1994). Hal ini berarti kadar logam Pb dalam kerang bulu tidak melebihi batas kadar maksimum yang diperbolehkan, tetapi untuk logam Cr dan logam Cd telah melebihi batas maksimum dari persyaratan yang diperbolehkan. Setelah perebusan kerang bulu dengan variasi berat asam gelugur terjadi penurunan ketiga logam tetapi untuk logam Cd dan Cr sampai berat 100 gram asam gelugur masih melebihi batas maksimum yang diperbolehkan yaitu logam Cr sebesar 0,4575 ± 0,0451 mcg/g dan untuk logam Cd 0,3970 ± 0,0087 mcg/g, maka dalam hal ini berat asam gelugur yang direbus dengan kerang bulu sebaiknya melebihi 100 gram.
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa asam gelugur dengan berbagai variasi berat memberikan pengaruh terhadap penurunan kadar logam Pb, Cr, dan Cd dalam kerang bulu. Penurunan kadar logam setelah perebusan dengan asam gelugur disebabkan oleh pengikatan logam oleh asam-asam organik yang terkandung didalam asam gelugur yaitu asam sitrat, asam malat, asam tartrat dan asam askorbat. Ion sitrat dapat bereaksi dengan banyak ion logam membentuk garam sitrat. Selain itu, sitrat dapat mengikat ion-ion logam dengan pengkhelatan, sehingga dapat menghilangkan ion-ion logam yang terakumulasi sebagai kompleks sitrat (Anonim, 2008).
Penurunan kadar logam Pb lebih besar daripada logam Cd dan Cr, hal ini disebabkan karena logam Pb mempunyai nilai tetapan kemantapan kompleks terhadap
Layani Pransiska Nainggolan : Pengaruh Variasi Berat Asam Gelugur (Garcinia Atroviridis, Griff) Terhadap Penurunan Kadar Logam Pb, Cr Dan Cd pada perebusan kerang bulu (anadara antiquata) dari perairan belawan, 2010.
Perlakuan Perebusan dengan Asam Gelugur 100 gram Perebusan dengan Asam Gelugur 75 gram Perebusan dengan Asam Gelugur 50 gram Perebusan dengan Asam Gelugur 25 gram Pretest Mean of K adar Logam P b 1.5000 1.2500 1.0000 0.7500 0.5000 0.2500 0.0000
asam sitrat dan asam tartrat lebih besar daripada logam Cd yaitu masing-masing sebesar 12,3 dan 3,8, sementara untuk logam Cd sebesar 11,3 dan 2,8 sedangkan untuk logam Cr nilai kemantapan kompleksnya belum didapatkan dalam literatur. Tetapan kemantapan kompleks menyatakan ukuran besarnya reaksi pembentukan kompleks, Semakin besar nilai tetapan kemantapan kompleks maka makin mantap pembentukan senyawa kompleks (Rivai, 1994).
4.4 Pengujian Beda Nilai Rata-Rata Kadar Timbal, Kromium dan Kadmium Pada
Kerang Bulu Dengan Berbagai Perlakuan
Dari uji statistika secara One Way Anova dapat kita ketahui apakah penurunan kadar logam timbal, kromium dan kadmium terjadi secara signifikan atau tidak.
1. Logam Timbal
Untuk melihat penurunan kadar Pb yang signifikan maka mean kadar diplotkan terhadap perlakuan. Penurunan kadar logam Pb dapat dilihat pada kurva dibawah ini :
Gambar 4. Kurva Penurunan Kadar Logam Timbal Pada Kerang Bulu Dengan
Berbagai Perlakuan
Berdasarkan kurva di atas terlihat penurunan kadar logam Pb, sebelum perebusan dengan asam gelugur kadar logam Pb sebesar 1,4387 ± 0,0423 mcg/g. Setelah perebusan dengan 25 gram asam gelugur terjadi penurunan sebesar 0,2792 mcg/ml dan untuk perebusan dengan 50 gram asam gelugur penurunannya sebesar 0,5089 mcg/g.
Layani Pransiska Nainggolan : Pengaruh Variasi Berat Asam Gelugur (Garcinia Atroviridis, Griff) Terhadap Penurunan Kadar Logam Pb, Cr Dan Cd pada perebusan kerang bulu (anadara antiquata) dari perairan belawan, 2010.
Mean of K adar Logam C r 1.2000 1.0000 0.8000 0.6000
Selanjutnya, perebusan dengan 75 gram asam gelugur penurunan bertambah yaitu sebesar 0,7976 mcg/g dan dengan perebusan 100 gram penurunan bertambah lagi sebesar 0,9795 mcg/g. Berdasarkan hasil dapat kita lihat bahwa penurunan jumlah kadar logam Pb pada setiap perlakuan hampir sama dan setelah dilakukan uji statistika One
Way Anova diperoleh tingkat signifikansi (0,000) < 0,05 yang menunjukkan bahwa
pengaruh variasi berat asam gelugur adalah signifikan terhadap penurunan kadar ketiga logam dan dapat dilihat pada uji Anova kadar Pb dibawah ini :
ANOVA
Kadar Logam Pb Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups 3.652 4 .913 238.956 .000
Within Groups .096 25 .004
Total 3.748 29
2. Logam Kromium
Untuk melihat penurunan kadar Cr yang signifikan maka mean kadar diplotkan terhadap perlakuan. Penurunan kadar logam Cr dapat dilihat pada kurva
Layani Pransiska Nainggolan : Pengaruh Variasi Berat Asam Gelugur (Garcinia Atroviridis, Griff) Terhadap Penurunan Kadar Logam Pb, Cr Dan Cd pada perebusan kerang bulu (anadara antiquata) dari perairan belawan, 2010.
Gambar 5. Kurva Penurunan Kadar Logam Kromium Pada Kerang Bulu Dengan
Berbagai Perlakuan
Berdasarkan kurva di atas terlihat penurunan kadar logam Cr, sebelum perebusan dengan asam gelugur kadar logam Cr sebesar 1,1764 ± 0,0305 mcg/g. Setelah perebusan dengan 25 gram asam gelugur terjadi penurunan sebesar 0,1333 mcg/ml. Selanjutnya, perebusan dengan 50 gram asam gelugur penurunannya sebesar 0,3642 mcg/g dan untuk perebusan dengan 75 gram asam gelugur penurunan bertambah yaitu sebesar 0,5165 mcg/g dan dengan perebusan 100 gram penurunan bertambah lagi sebesar 0,7007 mcg/g. Berdasarkan hasil dapat kita lihat bahwa penurunan jumlah kadar logam Cr pada setiap perlakuan hampir sama dan setelah dilakukan uji statistika One Way Anova diperoleh tingkat signifikansi (0,000) < 0,05 yang menunjukkan bahwa pengaruh variasi berat asam gelugur adalah signifikan terhadap penurunan kadar ketiga logam dan dapat dilihat pada uji Anova kadar Cr sebagai berikut :
ANOVA
Kadar Logam Cr Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups 2.009 4 .502 273.316 .000
Within Groups .046 25 .002
Layani Pransiska Nainggolan : Pengaruh Variasi Berat Asam Gelugur (Garcinia Atroviridis, Griff) Terhadap Penurunan Kadar Logam Pb, Cr Dan Cd pada perebusan kerang bulu (anadara antiquata) dari perairan belawan, 2010.
Perlakuan Perebusan dengan Asam Gelugur 100 gram Perebusan dengan Asam Gelugur 75 gram Perebusan dengan Asam Gelugur 50 gram Perebusan dengan Asam Gelugur 25 gram Pretest Mean of K adar Logam C d 1.20000 1.10000 1.00000 0.90000 0.80000 0.70000 0.60000 0.50000 0.40000 0.30000 0.20000 0.10000 0.00000 3. Logam Kadmium
Untuk melihat penurunan kadar Cd yang signifikan maka mean kadar diplotkan terhadap perlakuan. Penurunan kadar logam Cd dapat dilihat pada kurva dibawah ini :
Gambar 6. Kurva Penurunan Kadar Logam Kadmium Pada Kerang Bulu Dengan
Berbagai Perlakuan
Berdasarkan kurva di atas terlihat penurunan kadar logam Cd, sebelum perebusan dengan asam gelugur kadr logam Cd sebesar 1,05197 ± 0,004807 mcg/g. Setelah perebusan dengan 25 gram asam gelugur terjadi penurunan sebesar 0,16687 mcg/ml. Selanjutnya, perebusan dengan 50 gram asam gelugur penurunannya sebesar 0,34189 mcg/g dan dengan perebusan dengan 75 gram asam gelugur penurunan bertambah yaitu sebesar 0,49912 mcg/g dan untuk perebusan 100 gram penurunan bertambah lagi sebesar 0,65496 mcg/g. Berdasarkan hasil dapat kita lihat bahwa penurunan jumlah kadar logam Cd pada setiap perlakuan hampir sama dan setelah dilakukan uji statistika One Way Anova diperoleh tingkat signifikansi (0,000) < 0,05 yang menunjukkan bahwa pengaruh variasi berat asam gelugur adalah signifikan terhadap penurunan kadar ketiga logam dan dapat dilihat pada uji Anova kadar Cd dibawah ini :
Layani Pransiska Nainggolan : Pengaruh Variasi Berat Asam Gelugur (Garcinia Atroviridis, Griff) Terhadap Penurunan Kadar Logam Pb, Cr Dan Cd pada perebusan kerang bulu (anadara antiquata) dari perairan belawan, 2010.
ANOVA
Kadar Logam Cr Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups 1.619 4 .405 10732.143 .000
Within Groups .001 25 .000
Total 1.620 29
4.5 Uji Ketepatan (Recovery test)
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh uji ketepatan dan ketelitian seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 2. Hasil uji ketepatan (% uji perolehan kembali) dan uji ketelitian (% RSD)
No Logam Kadar awal Baku
ditambahkan (mcg/g) Kadar Setelah penambahan Baku (mcg/g) Recovery (%) RSD (%) 1 Timbal 1,4387 0,7999 2,1570 89,79 1,98 2 Kromium 1,1764 0,7999 1,8855 88,64 1,92 3 Kadmium 1,0519 0,7999 1,8102 94,97 0,74
Data hasil persen recovery yang diperoleh menunjukkan percobaan ini memberikan ketepatan yang memuaskan, dimana persen recovery untuk logam timbal, kromium dan kadmium masing-masing 89,79 %, 88,64 % dan 94,97 %. Hasil uji ketepatan ini memenuhi batas-batas yang ditentukan yaitu 80 % - 110 % (WHO, 1992)
Koefisien variasi (% RSD) juga memberikan ketelitian yang memuaskan, dimana dari hasil perhitungan diperoleh % RSD sebesar 1,98 % untuk logam timbal, dan 1,92 % untuk logam kromium dan 0,74 % untuk logam kadmium. Hasil ini memenuhi kriteria penerimaan untuk uji koefisien variasi yaitu kurang dari 2 % (WHO,1992).
Layani Pransiska Nainggolan : Pengaruh Variasi Berat Asam Gelugur (Garcinia Atroviridis, Griff) Terhadap Penurunan Kadar Logam Pb, Cr Dan Cd pada perebusan kerang bulu (anadara antiquata) dari perairan belawan, 2010.
Berdasarkan hasil perhitungan batas deteksi diperoleh batas deteksi untuk logam timbal 0,0236 mcg/ml dan 0,0489 mcg/ml untuk logam Cr dan 0,0209 mcg/ml untuk logam Cd. Sebaliknya batas kuantitasi untuk logam timbal yaitu 0,0787 mcg/ml, logam kromium 0,1631 mcg/ml dan logam kadmium sebesar 0,07418 mcg/ml. Batas kuantitasi diartikan sebagai kuantitas terkecil analit dalam sampel yang masih memenuhi kriteria cermat dan seksama (Rohman,2007). Hasil pengukuran konsentrasi terkecil logam Pb adalah 0,0985mcg/ml, logam Cr 0,1011 mcg/ml dan logam Cd 0,0977 mcg/ml. Dalam hal ini logam Pb dan Cd masih memenuhi batas kuantitasi yang berarti logam Pb dan Cd memenuhi kriteria cermat dan seksama. Sebaliknya, untuk logam Cr melewati batas kuantitasi, tetapi untuk ketiga logam ini masih memenuhi batas deteksi.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penentuan kadar logam Pb, Cr, dan Cd dalam sampel kerang bulu yang berasal dari perairan Belawan dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom, menunjukkan penambahan asam gelugur dengan berbagai variasi berat pada
Layani Pransiska Nainggolan : Pengaruh Variasi Berat Asam Gelugur (Garcinia Atroviridis, Griff) Terhadap Penurunan Kadar Logam Pb, Cr Dan Cd pada perebusan kerang bulu (anadara antiquata) dari perairan belawan, 2010.
perebusan kerang tersebut memberikan pengaruh terhadap penurunan kadar logam Pb, Cr, dan Cd yang terkandung di dalamnya. Semakin berat asam gelugur yang ditambahkan pada perebusan semakin besar penurunan kadar logam dalam daging kerang bulu yaitu :
Penambahan 25 gram asam gelugur memberikan penurunan kadar logam Pb sebesar 0,2792 mcg/ml (19,84 %), dan untuk 50 gram asam gelugur penurunannya sebesar 0,5089 mcg/ml (35,37 %), selanjutnya untuk penambahan 75 gram asam gelugur penurunannya bertambah menjadi sebesar 0,7976 mcg/ml (55,43 %), dan terakhir dengan 100 gram asam gelugur penurunan bertambah lagi sebesar 0,9795 mcg/ml (68,08 %).
Keadaan yang sama untuk logam Cr, penambahan 25 gram asam gelugur memberikan penurunan kadar logam Cr sebesar 0,1333 mcg/ml (11,33 %), dan untuk 50 gram asam gelugur penurunannya sebesar 0,3642 mcg/ml (30,95 %), selanjutnya untuk penambahan 75 gram asam gelugur penurunannya bertambah menjadi sebesar 0,5165 mcg/ml (44,50 %), dan terakhir dengan 100 gram asam gelugur penurunan bertambah lagi sebesar 0,7007 mcg/ml (59,56%).
Demikian juga untuk logam Cd, penambahan 25 gram asam gelugur memberikan penurunan kadar logam Cd sebesar 0,1668 mcg/ml (15,86 %), dan untuk 50 gram asam gelugur penurunannya sebesar 0,4318 mcg/ml (32,49 %), selanjutnya untuk penambahan 75 gram asam gelugur penurunannya bertambah menjadi sebesar 0,4991 mcg/ml (47,44 %), dan terakhir dengan 100 gram asam gelugur penurunan bertambah lagi sebesar 0,6549 mcg/ml (62,26 %).
Layani Pransiska Nainggolan : Pengaruh Variasi Berat Asam Gelugur (Garcinia Atroviridis, Griff) Terhadap Penurunan Kadar Logam Pb, Cr Dan Cd pada perebusan kerang bulu (anadara antiquata) dari perairan belawan, 2010.
5.2 Saran
Disarankan agar hasil penelitian ini dapat dipublikasikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai salah satu cara untuk menurunkan kadar logam berat Pb, Cr dan Cd daging dalam kerang bulu.
Dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menurunkan kadar logam berat lainnya seperti merkuri (Hg), tembaga (Cu), seng (zn), Nikel (Ni) pada kerang bulu dengan memberikan perlakuan berat dan waktu perebusan yang bervariasi tanpa menyebabkan perubahan cita rasa serta kandungan protein setelah perebusan
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. (2008). Asam Sitrat
Anonim. (2009). Asam Gelugur
Anonim, (2004). Pencemaran Logam. www.berbagi sehat.com
Layani Pransiska Nainggolan : Pengaruh Variasi Berat Asam Gelugur (Garcinia Atroviridis, Griff) Terhadap Penurunan Kadar Logam Pb, Cr Dan Cd pada perebusan kerang bulu (anadara antiquata) dari perairan belawan, 2010.
Anonim. (2000). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Reaksi.
Anonim. (2005). Kerang dan Habitatnya www.Google.com.
Anthony.C. (1999). A review of Asam Gelugur. www. Pdf.co.id.
Darmono. (1995). Logam Dalam Sistem Biologi Mahluk Hidup. Cetakan I .Jakarta: Universitas Indonesia Press. Hal. 9-10
Darmono. (2001). Lingkungan Hidup dan Pencemaran. Cetakan I. Jakarta: Universitas Indonesia. Hal. 47, 62, 82, 129-130.
Ditjen POM. (1979). Farmakope Indonesia. Edisi Ke III. Departemen Kesehatan RI. Jakarta. Hal. 643, 651, 712.
Harris, D. C. (1992). Quantitative Chemical Analysis. Second Edition. W.H. Freeman and Company. New York. p.574-575
Keman. (1998). http://www.journal.unair.ac.id
Khopkar, S.M. (2002). Konsep dasar kimia Analitik. Jakarta: UI Press. Hal. 274-275 Martaningtyas, D. (2005). www.pikiran-rakyat.com
Nurjannah.L. (2007).Pengaruh Perebusan Kerang Bulu (AnadaraFerruginea) Terhadap
PenurunanKadar Logam Pb, Cr, dan Cd Menggunakan Aquadest Dan Asam Gelugur. Skripsi Fakultas Farmasi Medan. Universitas Sumatera Utara. Hal.13.
Oemartjati, Boen S, Wisnu W; (1990). Taksonomi Avetebrata. Cetakan 1. Penerbit Universitas Indonesia Press. Jakarta, Hal. 80-81
Palar, H. (1994). Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta. Hal. 11, 31-33, 81-90, 118-120, 137,146
Rivai, H. (1995). Asas Pemeriksaan Kimia. Jakarta: UI Press. Hal 202-215
Rohman, A. (2007). Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hal. 22, 31.
Sudjana, (2001). Metode Statistika. Edisi Ke VI. Tarsito. Bandung. Hal. 168-169
Vogel. (1979). Buku Teks Analisa Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Bagian 1. Edisi Kelima. PT. Kalman Media Pustaka. Jakarta. Hal. 212,271
Layani Pransiska Nainggolan : Pengaruh Variasi Berat Asam Gelugur (Garcinia Atroviridis, Griff) Terhadap Penurunan Kadar Logam Pb, Cr Dan Cd pada perebusan kerang bulu (anadara antiquata) dari perairan belawan, 2010.
World Health Organization. (2004). Validation Of Analytical Procedures Used
In TheExamination Of Pharmaceutical Materials. P. 119, 130.
Lampiran 1. Bagan Proses Penyiapan Sampel
Dicuci Bersih Kerang Bulu 10 kg
Layani Pransiska Nainggolan : Pengaruh Variasi Berat Asam Gelugur (Garcinia Atroviridis, Griff) Terhadap Penurunan Kadar Logam Pb, Cr Dan Cd pada perebusan kerang bulu (anadara antiquata) dari perairan belawan, 2010.
Dibagi menjadi 5 bagian
Dicuci Dicuci Dicuci Dicuci Dicuci bersih bersih bersih bersih bersih
Dikeluarkan Direbus dengan Direbus dengan Direbus dengan Direbus daging dari asam gelugur asam gelugur asam gelugur dengan asam
cangkang 25 gram 50 gram 75 gram gelugur 100g
Diblender Ditiriskan Ditiriskan Ditiriskan Ditiriskan
Dikeluarkan Dikeluarkan Dikeluarkan Dikeluarkan
daging dari daging dari daging dari daging dari
cangakang cangkang cangkang cangkang Diblender Diblender Diblender
Diblender
Ditimbang Ditimbang Ditimbang Ditimbang Ditimbang ± 25 gram ± 25 gram ± 25 gram ± 25 gram ± 25 gram
dalam dalam dalam dalam dalam eirlenmeyer eirlenmeyer eirlenmeyer eirlenmeyer
eirlenmeyer
Lampiran 2. Bagan Dekstruksi Basah
2 kg Kerang bulu 2 kg kerang bulu 2 kg kerang bulu 2 kg kerang bulu 2 kg kerang bulu Sampel yang sudah halus Sampel yang sudah halus Sampel yang sudah halus Sampel yang sudah halus Sampel yang Sudah halus Sampel dalam erlenmeyer ± 25 gram Sampel dalam erlenmeyer ± 25 gram Sampel dalam erlenmeyer ± 25 gram Sampel dalam erlenmeyer ± 25 gram Sampel dalam erlenmeyer ± 25 gram
Layani Pransiska Nainggolan : Pengaruh Variasi Berat Asam Gelugur (Garcinia Atroviridis, Griff) Terhadap Penurunan Kadar Logam Pb, Cr Dan Cd pada perebusan kerang bulu (anadara antiquata) dari perairan belawan, 2010.
Ditambah 25 ml HNO3(p)
Didiamkan 24 jam
Didekstruksi selama ± 1 jam Didinginkan
Dimasukkan dalam labu tentukur 100 ml
Ditepatkan dengan akuabidest Sampai garis tanda
Disaring dengan kertas saring Whatman No.42 dengan membuang 2 ml larutan pertama