• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Saran

3. Bagi Peneliti Lain

Bagi peneliti yang akan datang diharapkan lebih maksimal lagi, misalnya menyusun topik-topik bimbingan yang variatif atau bisa juga menggunakan strategi lain misalnya sosidrama dan dinamika kelompok. peneliti lain dapat menggunakan penelitian ini sebagai dasar acuan tindakan bimbingan dan konseling.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian,Suatu Pendekatan Praktek.

Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Azwar, 2011. Penyusunan Skala Psikologis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ancok, Djamaluddin. 2006. Outbound Management Training. Yogyakarta: UII Press.

Ghufron M. Nur & Rini Risnawati S. 2010. Teori-teori Psikologi. Yogyakarta: Ar-ruzz Media

Hakim, Thursan. 2002. Mengatasi Rasa Tidak Percaya Diri. Jakarta: Puspa Swara.

_____________. 2005. Mengatasi Rasa Tidak Percaya Diri. Jakarta: Puspa Swara.

Juntika, Nurihsan. 2006. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung: Refika Aditama.

Kusumah, Wijaya. 2010. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Indeks. Masidjo, Ign. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah.

Yogyakarta: Kanisius.

Nasution, S. 2000. Didaktik Asas-Asas Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara

Prayitno dan Amti, Erman. 1994. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.

Prayitno. 1995. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok (Dasar dan Profil).

Jakarta: Gahalia Indonesia.

Rusmana, Nandang. 2009. Permainan (Game & Play). Bandung: Rizqi Press. Sanjaya, Wina. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Kencana Prenada

Media Group.

Santoso, Singgih. 2012. Aplikasi SPSS pada Statistik Non Parametrik. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabetha.

Winkel, W. S. & M. M. Sri Hastuti. 2004. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan (Revisi). Yogyakarta: Media Abadi

____________________________. 2007. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi

Bawotong, Seska. 2013. Meningkatkan Percaya Diri Melalui Permainan Outbound Sederhana pada Anak Kelompok B di TK Kemala Bhayangkari 05 Kecamatan Hulonthalangi Kota Gorontalo.

http://kim.ung.ac.id/index.php/KIMFIP/search/titles?searchPage=19 Di unduh 5 April 2014.

Suhardita, Kadek. 2011. Efektivitas Penggunaan Teknik Permainan Dalam Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Percaya Diri Siswa.

http://jurnal.upi.edu/penelitian-pendidikan/author/kadek-suhardita Di unduh 5 April 2014.

123

Lampiran 1

MODUL

KONSEP DIRI

SATUAN PELAYANAN BIMBINGAN

No KETERANGAN

1. Pokok Bahasan Konsep Diri 2. Tugas

Perkembangan

Memantapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dikehidupan yang lebih luas. 3. Bidang Bimbingan Bimbingan pribadi-sosial

4. Jenis Layanan Pemberian Informasi

5. Fungsi Bimbingan Pemahaman, pengembangan, pencegahan 6. Sasaran Siswa SMP kelas VIIIA SMP Kanisius Kalasan

Yogyakarta 7. Standar

Kompetensi

Siswa mampu memiliki konsep diri yang baik.

8. Kompetensi Dasar Sesudah mengikuti kegiatan hari ini diiharapkan siswa mampu memiliki kematangan konsep diri dalam kehidupannya.

9. Indikator 1. Peserta didik memiliki pemahaman baru mengenai konsep diri.

2. Peserta didik memiliki perasaan positif tentang pentingnya konsep diri.

10. Materi Konsep Diri

11. Metode Eksperiential Learning, Tanya-jawab, dan Sharing.

12. Waktu 2x45 menit.

13. Tempat SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta 14. Media 1. Alat tulis dan handout

15. Prosedur 1. Pembukaan

1. Kegiatan dan Langkah-langkah:

Guru Pembimbing Siswa Waktu

Pengantar: Pembimbing

menjelaskan singkat mengenai konsep diri.

Mendengarkan 5 menit

2. Instruksi

Guru Pembimbing Siswa Waktu

Pembimbing

memberikan pengantar dan menjelaskan mengenai konsep diri.

Mendengarkan dan mengikuti kegiatan

10 menit 3. Memberikan pengalaman konsep diri 4. Sharing dan tanya jawab

5. Refleksi

6. Menyimpukan seluruh materi dan kegiatan yang telah diberikan

7. Penutup

16. Penilaian Lisan maupun tertulis dengan melihat keaktifan siswa. 17. Rencana Tindak

Lanjut

Bagi siswa yang belum paham dengan kegiatan bimbingan ini akan diberikan bimbingan kelompok maupun layanan individual lebih lanjut.

18. Sumber Pustaka 1. http://psikologi45.blogspot.com/2011/02/aspek- aspek-konsep-diri.html

3. Kegiatan

Guru Pembimbing Siswa Waktu

Pada sesi ini guru pembimbing

memberikan sebuah kegiatan outbound

yang diikuti oleh seluruh siswa.

Mendengarkan, mengikuti instruksi, guru pembimbing, dan mengikuti kegiatan.

60 menit

4. Pengumpulan Data Analisis

Guru Pembimbing Siswa Waktu

Pembimbing mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: Siswa mengaitkan pengalaman dalam dirinya mengenai konsep diri mereka.

Mendengarkan dengan baik.

5 menit

5. Refleksi

Guru Pembimbing Siswa Waktu

Pembimbing meminta siswa untuk menjawab dan menuliskan pada selembar kertas: Apa manfaat kegiatan

Menuliskan refleksi pada selembar kertas.

pada hari ini?

6. Penutup

Guru Pembimbing Siswa Waktu

Pembimbing

menyimpulkan kegiatan hari ini dan

mengarahkan agar siswa lebih memahami konsep diri mereka masing-masing.

Mendengarkan dan mengikuti.

HANDOUT

KONSEP DIRI

1. Pengertian Konsep Diri

Seperti yang dikemukakan Hurlock (1990:58) memberikan pengertian tentang konsep diri sebagai gambaran yang dimiliki orang tentang dirinya. Konsep diri ini merupakan gabungan dari keyakinan yang dimiliki individu tentang mereka sendiri yang meliputi karakteristik fisik, psikologis, sosial, emosional, aspirasi dan prestasi.

Konsep dirididefinisikan secara umum sebagai keyakinan, pandangan atau penilaian seseorang, perasaan dan pemikiran individu terhadap dirinya yang meliputi kemampuan, karakter, maupun sikap yang dimiliki individu (Rini, 2002:http:/www.e-psikologi.com/dewa/160502.htm).

Konsep diri merupakan penentu sikap individu dalam bertingkah laku, artinya apabila individu cenderung berpikir akan berhasil, maka hal ini merupakan kekuatan atau dorongan yang akan membuat individu menuju kesuksesan. Sebaliknya jika individu berpikir akan gagal, maka hal ini sama saja mempersiapkan kegagalan bagi dirinya.

Dari beberapa pendapat dari para ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa pengertian konsep diri adalah cara pandang secara menyeluruh tentang dirinya, yang meliputi kemampuan yang dimiliki, perasaan yang dialami, kondisi fisik dirinya maupun lingkungan terdekatnya.

2. Aspek-aspek Konsep Diri

Staines menjelaskan ada tiga aspek dalam konsep diri(Burns, 1993 : 81), yaitu :

a. Konsep diri dasar. Aspek ini merupakan pandangan individu terhadap status, peranan, dan kemampuan dirinya.

b. Diri sosial. Aspek ini merupakan diri sebagaimana yang diyakini individu dan orang lain yang melihat dan mengevaluasi.

c. Diri ideal. Aspek ini merupakan gambaran mengenai pribadi yang diharapkan oleh individu, sebagian berupa keinginan dan sebagian berupa keharusan- keharusan.

Menurut Berzonsky bahwa aspek konsep diri (Sandhaningrum, 2009) adalah :

a. Aspek fisik, yaitu bagaimana penilaian individu terhadap segala sesuatu bayang terlihat secara fisik yang dimilikinya seperti tubuh, kesehatan, pakaian penampilan.

b. Aspek sosial, yaitu bagaimana peranan sosial yang perankan individu mencakup hubungan antara individu dengan keluarga dan individu dengan lingkungan.

c. Aspek moral, merupakan nilai dan prinsip yang memberi arti dan arah dalam kehidupan individu dan memandang nilai etika moral dirinya seperti kejujuran, tanggungjawab atas kegagalan yang dialaminya, religiusitas serta perilakunya. Apakah perilaku dalam

menjaga kebersihan organ reproduksi sesuai dengan norma yang ada dan tidak mengganggu kepentingan masyarakat sekitar.

d. Aspek psikis, meliputi pikiran, perasaan dan sikap yang dimiliki individu terhadap dirinya sendiri.

MODUL

MEMAHAMI KEKURANGAN DAN KELEBIHAN

SATUAN PELAYANAN BIMBINGAN

No KETERANGAN

1. Pokok Bahasan

Memahami Kekurangan dan Kelebihan

2. Tugas

Perkembangan

Memantapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dikehidupan yang lebih luas.

3. Bidang Bimbingan

Bimbingan pribadi-sosial

4. Jenis Layanan Pemberian Informasi 5. Fungsi

Bimbingan

Pemahaman, pengembangan, pencegahan

6. Sasaran Siswa SMP kelas VIIIA SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta

7. Standar Kompetensi

Siswa mampu memahami kekurangan dan kelebihan yang ada dalam dirinya sendiri.

8. Kompetensi Dasar

Sesudah mengikuti kegiatan hari ini diiharapkan siswa mampu memahami kekurangan dan kelebihan yang ada dalam dirinya sendiri untuk kehidupannya.

9. Indikator 1. Peserta didik memiliki pemahaman baru mengenai pemahaman kekurangan dan kelebihan yang ada dalam dirinya.

2. Peserta didik memiliki perasaan positif untuk mengenali kekurangan dan kelebihan diri.

10. Materi Memahami Kekurangan dan Kelebihan.

11. Metode Eksperiential Learning, Tanya-jawab, dan Sharing.

12. Waktu 2x45 menit.

13. Tempat SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta 14. Media 2. Alat tulis dan handout

1. Kegiatan dan Langkah-langkah:

Guru Pembimbing Siswa Waktu

Pengantar: Pembimbing menjelaskan singkat mengenai memahami kekurangan dan kelebihan. Mendengarkan 5 menit 15. Prosedur 1. Pembukaan

2. Penyampaian materi mengenai memahami kelebihan dan kekurangan

3. Memberikan pengalaman memahami kelebihan dan kekurangan

4. Sharing dan tanya jawab 5. Refleksi

6. Menyimpukan seluruh materi dan kegiatan yang telah diberikan

7. Penutup

16. Penilaian Lisan maupun tertulis dengan melihat keaktifan siswa. 17. Rencana

Tindak Lanjut

Bagi siswa yang belum paham dengan kegiatan bimbingan ini akan diberikan bimbingan kelompok maupun layanan individual lebih lanjut.

18. Sumber Pustaka 1. http://www.jasapayet.com/cara-mengetahui-kelemahan- dan-kelebihan-diri-sendiri.html 2. http://inspirasikecilku.blogspot.com/2013/05/mengenal- kekurangan-diri.html

2. Instruksi

Guru Pembimbing Siswa Waktu

Pembimbing memberikan pengantar dan menjelaskan mengenai memahami kekurangan dan kelebihan. Mendengarkan dan mengikuti kegiatan 10 menit 3. Kegiatan

Guru Pembimbing Siswa Waktu

Pada sesi ini guru pembimbing

memberikan sebuah kegiatan outbound

yang diikuti oleh seluruh siswa.

Mendengarkan, mengikuti instruksi, guru pembimbing, dan mengikuti kegiatan.

60 menit

4. Pengumpulan Data Analisis

Guru Pembimbing Siswa Waktu

Pembimbing mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: Siswa mengaitkan pengalaman dalam dirinya mengenai memahami kekurangan dan kelebihan mereka.

Mendengarkan dengan baik.

5. Refleksi

Guru Pembimbing Siswa Waktu

Pembimbing meminta siswa untuk menjawab dan menuliskan pada selembar kertas: Apa manfaat kegiatan pada hari ini?

Menuliskan refleksi pada selembar kertas.

5 menit

6. Penutup

Guru Pembimbing Siswa Waktu

Pembimbing

menyimpulkan kegiatan hari ini dan

mengarahkan agar siswa lebih memahami kekurangan dan kelebihan mereka masing-masing. Mendengarkan dan mengikuti. 5 menit

HANDOUT

MEMAHAMI KEKURANGAN DAN KELEBIHAN

A.Cara Mengetahui Kekurangan dan Kelebihan

Untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan pada diri anda dapat dilakukan dengan cara:

1. Instropeksi Diri, anda harus mengenal siapa diri anda? untuk apa anda

hidup? Apa yang kita miliki? Dalam proses mengenali diri kita sendiri disitulah anda dapat mengetahuinya kelemahan apa yang anda punya dan kelebihan apa yang anda miliki. Dan anda juga dapat mencari solusi yang terbaik untuk hidup anda dengan pengamatan diri tersebut. Pelajari diri kita sejak kecil agar mudah dipahami tentang diri anda lakukan apa yang terbaik

2. Melakukan Suatu Hal Yang Baik, ketika anda melakukan sesuatu

buat lah apa yang anda kerjakan itu lebih bermakna dan merasa nyaman dilakukan. Meskipun hasilnya tidak memuaskan dengan apa yang anda kerjakan namun kelemahan itu akan membuat suatu proses dimana anda akan mengulanginya kembali dengan hasil yang lebih baik dimana kelebihan akan anda dapatkan dengan baik.

3. Bertanya Kepada Orang Lain, dalam diri anda kelemahan dan kelebihan

tidak semuanya dapat anda ketahui. Namun orang lainlah yang akan menilainya karena mereka dapat melihat secara jelas dengan kelemahan dan kelebihan apa yang anda miliki meskipun tidak semuanya. Dari situlah anda harus meminta kritik untuk membangun diri anda menjadi lebih baik.

B.Manfaat Mengenali Kekurangan dan Kelebihan

Anda harus selalu paham dengan karakteristik dalam diri. Pahami apa

kelebihan dan kekurangannya. Jika Anda berhasil melakukannya, setidaknya akan ada 5 manfaat dari mengenali kekurangan dalam diri sendiri, antara

lain sebagai berikut. 1. Tidak sombong.

Orang yang tahu jika dirinya mempunyai kelemahan tidak akan pernah sombong membanggakan kelamahannya tersebut. Mereka akan senantiasa bersikap rendah hati dan tidak berlebihan dalam bersikap.

2. Selalu mawas diri.

Orang yang paham dengan kelemahan dirinya juga selalu mawas diri untuk menganalisa kekurangan apa saja yang harus segera diperbaiki. Ada bisa mawas diri sehingga mampu mengontrol keinginan untuk berbuat hal-hal yang justru bisa merugikan diri sendiri dan orang lain.

3. Termotivasi untuk belajar.

Ketika merasa memiliki kekurangan, Anda pasti akan segera termotivasi untuk belajar. Anda berharap dengan banyak belajar akan membuat diri menjadi semakin berkembang. Sehingga, proses belajar yang baik dapat digunakan untuk mengurangi bahkan menghilangkan kelemahan yang ada pada diri Anda selama ini.

4. Tidak salah mengambil keputusan.

Seseorang akan cenderung menghindari melakukan sebuah hal ketika merasa tidak yakin dapat melaksanakannya dengan baik. Mereka tidak ingin

ketidaktahuan yang ada justru menggiringnya kepada jurang kehancuran. Jika dipikir dengan jernih, pernyataan tersebut sangat benar karena tanpa keyakinan dan keterampilan untuk berhasil akan sangat bodoh jika ada seseorang yang masih nekat melakukannya. Dengan demikian, sikap memahami kekurangan diri sendiri ternyata mampu menghindarkan Anda dari kesalahan dalam pengambilan sebuah keputusan.

5. Mudah bergerak maju.

Semakin paham dengan kekurangan yang ada akan membuat Anda semakin termotivasi untuk belajar demi menghapus kekurangan tersebut. Semakin banyak proses belajar yang dilakukan akan semakin membuat diri Anda berkembang lebih pesat. Semakin pesat perkembangan positif yang dihasilkan akan membuat Anda semakin mudah untuk bergerak maju menuju tujuan yang selam ini dicita-citakan.

Kekurangan tidak selalu membawa dampak negatif jika Anda bisa

menyiasatinya dengan baik. Bahkan, kekurangan justru bisa menjadi titik klimaks kebangkitan Anda dalam meraih kesuksesan

MODUL

MEMOTIVASI DIRI

SATUAN PELAYANAN BIMBINGAN

No KETERANGAN

1. Pokok Bahasan Memotivasi Diri 2. Tugas

Perkembangan

Memantapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dikehidupan yang lebih luas.

3. Bidang Bimbingan

Bimbingan pribadi-sosial

4. Jenis Layanan Pemberian Informasi 5. Fungsi

Bimbingan

Pemahaman, pengembangan, pencegahan

6. Sasaran Siswa SMP kelas VIIIA SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta

7. Standar Kompetensi

Siswa mampu memotivasi dirinya sendiri secara baik.

8. Kompetensi Dasar

Sesudah mengikuti kegiatan hari ini diiharapkan siswa mampu memotivasi dirinya sendiri dalam kehidupannya. 9. Indikator 1. Peserta didik memiliki pemahaman baru mengenai

memotivasi diri.

2. Peserta didik pemahaman mengenai memotivasi diri. 10. Materi Memotivasi Diri.

11. Metode Eksperiential Learning, Tanya-jawab, dan Sharing.

12. Waktu 2x45 menit.

13. Tempat SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta 14. Media 3. Alat tulis dan handout

1. Kegiatan dan Langkah-langkah:

Guru Pembimbing Siswa Waktu

Pengantar: Pembimbing menjelaskan singkat mengenai memotivasi diri. Mendengarkan 5 menit 2. Instruksi

Guru Pembimbing Siswa Waktu

Pembimbing memberikan pengantar Mendengarkan dan mengikuti kegiatan 10 menit 15. Prosedur 1. Pembukaan

2. Penyampaian materi mengenai motivasi diri 3. Memberikan pengalaman motivasi diri 4. Sharing dan tanya jawab

5. Refleksi

6. Menyimpukan seluruh materi dan kegiatan yang telah diberikan

Penutup

16. Penilaian Lisan maupun tertulis dengan melihat keaktifan siswa. 17. Rencana Tindak

Lanjut

Bagi siswa yang belum paham dengan kegiatan bimbingan ini akan diberikan bimbingan kelompok maupun layanan individual lebih lanjut.

18. Sumber Pustaka 1.http://motivasi2793.blogspot.com/2013/12/pengertian- motivasi-menurut-para-ahli.html

2. http://iseeteru.com/inilah-5-cara-memotivasi-diri-

dan menjelaskan mengenai memotivasi diri.

3. Kegiatan

Guru Pembimbing Siswa Waktu

Pada sesi ini guru pembimbing

memberikan sebuah kegiatan outbound

yang diikuti oleh seluruh siswa.

Mendengarkan, mengikuti instruksi, guru pembimbing, dan mengikuti kegiatan.

60 menit

4. Pengumpulan Data Analisis

Guru Pembimbing Siswa Waktu

Pembimbing mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: Siswa mengaitkan pengalaman dalam dirinya mengenai mengenai motivasi diri dalam kehidupan sehari-hari. Mendengarkan dengan baik. 5 menit 5. Refleksi

Guru Pembimbing Siswa Waktu

Pembimbing meminta siswa untuk menjawab

Menuliskan refleksi pada selembar kertas.

dan menuliskan pada selembar kertas: Apa manfaat kegiatan pada hari ini?

6. Penutup

Guru Pembimbing Siswa Waktu

Pembimbing

menyimpulkan kegiatan hari ini dan

mengarahkan agar siswa lebih mampu meningkatkan motivasi diri mereka masing- masing.

Mendengarkan dan mengikuti.

HANDOUT

MEMOTIVASI DIRI

A.Apa itu Motivasi?

Motivasi berasal dari kata “motif” yang diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Menurut Sardiman 2006:73) motif merupakan daya penggerak dari dalam untuk melakukan kegaiatan untuk mencapai tujuan.

B.Cara memotivasi diri

Berikut ini beberapa cara untuk memotivasi diri berdasarkan penyebab kurangnya motivasi seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Yuk, langsung kita simak.

1. Rubah perspektif

Pada bab sebelumnya, telah dijelaskan bahwa salah satu penyebab kita kurang motivasi yaitu kurangnya kepercayaan diri. Nah, kurangnya kepercayaan diri ini disebabkan karena kita terlalu berfokus pada hasil, kita terlalu cemas terhadap hasil.

Lantas, apa yang dapat kita lakukan untuk menghilangkan kecemasan ini? Jawabannya, rubah perspektif! Rubahlah perspektif kita dari result-orientedalias berorientasi pada hasil menjadi process-oriented alias berfokus pada proses. Thomas Sterner dalam buku The Practicing Mind memiliki nasihat yang sangat berharga mengenai process-oriented alias mengorientasikan aktivitas pada proses ketimbang hasil. “True perfection is both always evolving and always present within you, just like the flower. What you perceive as perfect is always

relative to where you are in any area of your life,” tuturnya. Kesempurnaan sejati

selalu berubah dan selalu hadir bersama diri kita, seperti bunga. Apa yang kita anggap sebagai kesempurnaan selalu berubah tergantung pada di mana kita berada.

Nah, rubahlah perspektif Anda seperti yang disebutkan oleh Thomas Sterner tersebut, yaitu bahwa pencapaian, goal atau kesempurnaan bukanlah konsep yang absolut, melainkan selalu berubah seturut waktu.

2. Ingat kembali kesuksesan Anda

Problem kurangnya kepercayaan diri terhadap hasil yang akan Anda capai juga dapat dihilangkan dengan mengingat kembali kesuksesan Anda di masa lampau. Hal ini bertujuan untuk mengingatkan bahwa Anda tidaklah seburuk atau sepayah yang Anda pikirkan sekarang. Jika di masa lalu Anda dapat mencapai suatu prestasi, tentunya sekarang pun Anda dapat meraihnya lagi.

Dengan demikian, kepercayaan diri Anda terdongkrak, dan Anda pun bersemangat mengerjakan tugas Anda

3. Bandingkan diri Anda dengan diri sendiri, bukan dengan orang lain

Untuk mendongkrak kepercayaan diri Anda, bandingkan diri Anda dengan diri sendiri, bukan dengan orang lain. Hal ini dikarenakan, jika Anda membandingkan diri Anda dengan orang lain, yang Anda dapatkan bukan kepercayaan diri, melainkan justru keminderan dan kerendahan diri melihat kesuksesan orang lain. Pikiran dan perasaan Anda cemas jikalau hasil yang Anda capai tidak dapat menyaingi atau mengimbangi hasil kerja orang lain.

Oleh karena itu, bandingkan diri Anda dengan diri Anda sendiri. Bandingkanlah diri Anda yang sekarang dengan diri Anda di masa lampau. Dengan begitu, Anda dapat mengingat bagaimana dulu Anda pernah memiliki gairah yang tinggi, memiliki kualitas hidup yang tinggi. Hal itu tentu akan mendongkrak kepercayaan diri dan semangat Anda.

4. Jangan takut salah

Saat kita memfokuskan diri pada hasil, tentu kita akan takut saat kita melakukan kesalahan dalam mengerjakan tugas. Kita takut jika hasilnya nanti tidak sempurna.

Nah, oleh karena itu, saat Anda hendak mengerjakan suatu pekerjaan, hilangkan perasaan takut salah. Dengan hilangnya perasaan ini, Anda akan tergerak untuk mengerjakannya karena tidak ada beban yang mengganggu pikiran Anda. Anggap saja Anda sedang mengerjakan hobi Anda yang tidak ada hubungannya dengan kelangsungan perusahaan tempat Anda bekerja atau tidak ada hubungannya dengan posisi Anda di perusahaan.

Cara lain untuk menghilangkan rasa takut adalah sebagaimana yang dinasihatkan oleh Thomas Sterner dalam buku The Practicing Mind, yaitu dengan merubah perspektif kita mengenai goal atau hasil. Rubahlah perspektif kita bahwa goal adalah saat kita menjalani proses mengerjakan tugas kita, bukan hasil yang akan kita raih. Cara ini terbukti ampuh untuk menghilangkan kecemasan penulis mengenai hasil.

5. Pikirkan tujuan Anda

Saat Anda malas mengerjakan tugas, pikirkan tujuan dari tugas tersebut. Pentingkah tugas tersebut bagi kelangsungan perusahaan tempat Anda bekerja? Apakah tugas tersebut tidak memengaruhi posisi Anda? Atau sebaliknya, Anda harus mengerjakan tugas tersebut demi mempertahankan posisi Anda?

Dengan memikirkan kembali tujuan dari tugas yang hendak Anda kerjakan, Anda mengetahui manfaat yang akan Anda dapat dari mengerjakan tugas tersebut. Anda juga dapat mengtahui akibat dari meninggalkan tugas tersebut. Dengan demikian, Anda akan terdorong untuk segera melakukannya.

6. Rencanakan tindakan Anda

Anda sering mengurungkan niat untuk mengerjakan suatu tugas karena tidak tahu apa yang harus Anda lakukan. Anda bingung dari mana harus memulai pekerjaan Anda.

Nah, untuk mengatasi masalah itu, rencanakan terlebih dulu tindakan Anda. Buatlah mind map mengenai rencana kerja Anda. Mind map bertujuan untuk memperjelas ide atau rencana Anda. Dengan mind map, ide yang tadinya abstrak tersimpan di dalam otak, menjadi jelas. Anda dapat dengan mudah melakukan pekerjaan Anda step by step sesuai dengan mind map yang Anda buat. Anda pun tahu dari mana Anda harus memulai langkah Anda. Dengan begitu, Anda bersemangat untuk mengerjakan tugas Anda.

7. Bagi tugas menjadi beberapa bagian

Agar Anda tidak kebingungan mengerjakan tugas Anda, bagilah tugas tersebut menjadi beberapa bagian. Hal ini juga bertujuan agar Anda tidak terlalu terbebani dengan bayangan pekerjaan yang super duper berat dan susah dikerjakan.

Dengan membagi pekerjaan menjadi beberapa bagian, persepsi Anda mengenai tugas tersebut pun berubah, dari yang tadinya Anda mengangganpnya sebagai tugas yang teramat sulit dikerjakan menjadi tugas yang ringan. Fokus Anda pun bukan lagi pada goal akhir dari tugas tersebut, melainkan padagoal-goal kecil, yang Anda yakin Anda mampu mencapainya.

Lampiran 2

Tabulasi Data Skor Kepercayaan

Diri

Tabulasi Data Angket Uji Coba 2 4 3 4 2 3 2 4 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 1 4 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 2 4 2 3 4 3 3 4 3 4 2 3 3 4 4 2 2 3 3 3 3 4 2 3 3 2 3 4 2 2 3 4 4 3 3 4 2 3 5 3 2 2 1 1 2 2 2 1 1 2 2 2 3 2 2 2 3 4 3 3 3 4 3 4 3 2 2 2 2 6 4 2 4 3 3 2 4 3 4 3 2 3 2 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 2 3 4 2 2 7 3 3 3 3 2 3 2 3 4 3 4 4 3 4 3 3 2 3 3 3 4 3 4 2 4 3 3 3 3 3 8 2 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 2 3 2 4 4 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 9 3 2 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 2 2 3 4 4 2 1 4 4 3 10 3 2 1 2 1 3 1 3 2 3 1 3 2 2 2 2 2 1 2 3 2 2 3 4 1 2 2 3 2 3 11 3 4 4 2 1 3 4 3 4 3 2 3 3 2 2 3 3 2 3 2 4 3 4 2 2 3 1 2 4 2 12 3 3 4 4 4 4 2 3 4 3 4 4 2 3 4 3 4 4 4 2 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 13 2 1 3 4 2 2 2 3 2 4 2 3 3 3 2 3 2 4 4 3 4 3 3 2 4 3 3 3 3 3 14 4 2 3 4 3 1 2 3 3 4 4 4 4 2 4 3 4 4 1 3 4 2 4 4 2 2 3 4 4 3 15 2 3 1 1 2 1 4 2 1 3 2 2 2 2 3 2 3 1 2 2 1 3 3 3 3 1 3 2 1 2 16 3 4 3 2 4 4 4 3 4 3 4 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 4 4 4 3 2 4 2 3 17 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 2 3 4 18 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 2 4 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 19 3 3 4 4 3 4 2 2 4 3 4 3 4 3 3 2 3 3 3 4 2 3 4 2 2 4 3 3 4 2 20 4 3 3 4 3 4 2 3 2 3 4 4 3 1 3 3 3 1 1 3 3 3 2 2 3 4 3 2 1 1 21 4 3 3 3 4 4 3 4 2 4 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 22 3 2 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 2 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 23 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 1 2 2 2 3 2 1 2 3 2 2 1 2 2 2 1 3 2 24 4 4 4 4 4 3 4 4 2 3 4 4 3 4 3 4 3 2 4 3 3 3 4 4 3 2 4 2 2 3

Tabulasi Data Angket Pra Tindakan 2 1 1 2 3 2 3 1 3 3 2 3 1 2 2 3 1 2 1 2 4 1 2 2 1 1 1 2 3 3 3 4 1 3 3 1 2 4 1 4 3 4 1 3 3 4 3 2 1 3 1 2 2 1 2 1 4 3 2 3 3 4 2 2 2 2 2 1 2 2 2 3 1 2 3 2 1 2 4 2 3 3 2 3 5 3 2 1 1 2 2 2 1 1 2 2 2 3 2 2 2 3 4 3 3 3 4 3 2 2 2 2 6 2 4 3 3 2 2 3 4 3 2 3 2 2 2 3 2 3 3 2 3 3 2 2 1 3 2 2 7 3 3 2 2 2 2 2 4 2 4 2 3 2 3 3 2 2 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 8 2 4 2 2 3 4 3 4 3 3 2 4 3 2 3 2 4 4 3 2 3 3 3 2 2 3 3 9 3 1 2 1 3 1 3 2 3 1 3 2 2 2 2 2 1 2 3 2 1 1 2 2 2 2 3 10 1 1 3 1 3 2 3 3 2 2 2 3 1 3 2 1 2 1 1 1 1 2 2 1 4 2 3 11 3 4 2 1 3 4 3 4 3 2 3 3 2 2 3 3 2 2 2 2 3 2 3 1 2 1 2 12 3 4 4 4 4 2 3 4 3 2 2 2 3 4 3 4 2 4 2 4 4 2 3 2 3 3 3 13 2 3 1 2 1 2 3 1 2 2 3 2 2 2 1 2 1 1 2 2 1 2 1 2 2 3 3 14 4 3 4 3 1 2 3 3 4 4 4 4 2 2 3 4 3 1 3 4 2 2 2 3 4 1 3 15 2 1 1 2 1 4 2 1 3 2 2 2 2 3 2 3 1 2 2 1 3 3 1 3 2 1 2 16 3 3 2 4 4 4 3 4 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 4 2 3 17 1 2 2 4 3 3 3 4 3 4 1 4 1 3 1 4 4 2 3 3 2 3 3 4 2 3 4 18 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 2 4 3 3 4 4 3 4 1 3 19 3 4 4 3 2 2 2 2 3 4 3 4 3 3 2 3 3 3 2 2 3 2 4 3 3 3 2 20 4 3 4 3 4 2 3 2 3 2 4 3 1 3 3 3 4 1 3 3 3 3 4 3 2 1 1 21 2 1 2 1 3 3 4 2 2 3 4 3 3 2 2 3 3 3 3 2 4 4 4 4 4 3 3 22 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 4 2 3 3 3 4 3 4 3 23 2 2 2 2 2 1 2 4 2 1 2 1 2 2 2 3 4 1 3 1 2 2 2 2 1 2 2 24 3 2 2 2 3 2 2 2 3 3 4 3 4 3 4 3 1 4 3 2 3 3 2 4 2 4 3

Tabulasi Data Angket Siklus 1 2 3 3 3 4 2 2 3 2 4 3 3 3 1 3 2 4 2 4 2 3 2 2 4 2 3 4 3 3 4 4 4 2 4 3 4 2 4 2 3 4 3 4 2 2 3 3 4 2 4 3 3 2 3 2 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 2 3 4 3 3 4 2 3 3 3 2 5 1 2 2 2 3 3 3 4 3 3 2 3 4 3 4 3 2 2 2 2 4 2 2 3 2 2 3 6 1 4 3 3 3 4 3 3 2 4 4 3 3 3 1 4 2 2 3 3 3 4 2 3 3 4 2 7 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3 2 4 3 4 4 4 3 4 3 3 8 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 2 4 3 9 1 2 2 1 1 3 3 2 2 2 2 1 2 3 4 3 4 2 3 3 3 3 2 3 3 4 2 10 4 3 3 3 2 3 3 1 4 4 2 3 3 3 4 3 3 4 4 1 4 2 4 2 3 2 3 11 4 3 3 2 4 2 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 4 4 3 2 3 3 3 3 2 2 12 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 2 3 3 3 3 1 4 13 3 4 3 1 2 3 3 2 3 2 4 2 2 3 2 2 3 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 14 4 4 4 3 3 3 2 4 4 2 2 2 4 4 3 2 3 2 3 3 3 4 4 3 4 4 2 15 3 3 3 4 3 4 4 3 3 2 3 2 2 2 2 3 2 4 3 2 4 3 2 2 4 2 3 16 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 17 4 4 3 4 2 3 3 3 3 4 3 2 4 3 2 2 4 3 3 3 4 2 3 4 4 4 3 18 4 4 3 3 1 3 1 4 2 2 1 3 4 3 3 3 3 1 2 4 2 2 3 3 4 3 3 19 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 1 3 4 3 2 4 4 3 2 4 3 4 4 20 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 21 3 3 3 3 4 3 3 2 2 1 2 3 4 4 4 4 2 3 2 1 4 4 3 3 4 3 3 22 2 3 3 4 3 1 4 2 4 4 2 3 1 3 1 1 2 3 1 3 2 3 3 3 2 2 3 23 3 1 3 1 1 3 2 2 1 2 3 3 2 3 1 3 2 2 3 2 4 4 1 2 2 1 3 24 4 2 3 4 3 3 3 4 3 2 3 3 2 3 2 3 3 4 3 3 4 2 2 4 2 3 3

Tabulasi Data Angket Siklus 2 2 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 2 3 4 3 4 3 2 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 2 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 3 3 4 5 3 2 3 4 2 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 6 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 2 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 7 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 2 3 4 8 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 9 3 2 3 1 3 2 3 1 2 2 3 1 3 3 3 3 3 1 3 4 2 3 2 3 2 3 3 10 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 2 3 2 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 11 3 4 2 3 4 3 3 4 3 2 3 3 1 2 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 2 12 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 4 4 13 3 2 3 4 3 4 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 2 4 3 2 3 2 3 2 3 14 3 4 3 3 2 2 4 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 15 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 4 3 16 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 17 3 3 2 3 2 3 3 4 3 3 2 4 4 3 2 3 4 2 2 2 3 3 3 4 4 2 3 18 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 19 3 4 4 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 2 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 20 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 21 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 22 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 23 1 2 3 3 4 2 2 2 3 4 2 3 3 3 2 2 2 4 3 2 3 2 3 3 4 3 3 24 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3

Tabulasi Data Angket Siklus 3 2 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 4 2 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 5 2 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 6 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 7 3 4 2 3 3 3 3 4 3 2 2 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 1 3 8 4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 9 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 3 3 2 4 10 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 11 3 3 3 4 4 2 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 4 4 4 4 3 4 12 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 13 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 2 4 3 4 4 3 4 4 2 4 14 4 3 4 4 4 2 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 2 3 3 15 2 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 4 2 3 3 3 3 2 2 3 4 3 4 4 16 3 2 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 2 3 4 4 3 3 3 3 17 3 2 3 3 2 3 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 2 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 18 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 19 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 3 4 3 4 20 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 3 21 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 22 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 23 3 2 4 3 2 2 2 2 2 2 4 2 1 4 3 4 3 3 3 3 3 2 4 3 4 3 4 24 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3

Lampiran 3

Butir Item Kuisioner Sebelum Uji Coba

Dokumen terkait