SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI
5.2 Implikasi dan Rekomendasi
5.2.2 Bagi Peneliti Selanjutnya
1) Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi awal mengenai status identitas vokasional peserta didik.
2) Penelitian ini masih memiliki keterbatasan karena subjek penelitian hanya pada satu jenjang penidikan dan jenjang kelas saja. Maka, untuk menyempurnakan penelitian mengenai status identitas vokasional, peneliti selanjutnya dapat mengembangkan dengan membandingkan status identitas peserta didik pada setiap jenjang sekolah ataupun jenjang kelas yang berbeda, sehingga dapat ditemukan pola status identitas vokasional pada setiap tahap perkembangan.
3) Peneliti selanjutnya juga dapat memilih lokasi penelitian yang lebih beragam seperti membandingkan letak geografis sekolah dan tempat tinggal. Hal ini dikarenakan pengaruh lingkungan memiliki peran penting dalam pembentukan identitas.
71
Ari Aryanto, 2014
Status Identitas Vokasional Peserta Didik Berdasarkan Jenis Kelamin Dan Jenis Sekolah (Studi terhadap Peserta Didik Kelas X SMA dan SMK di Kota Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
4) Status sosial-ekonomi juga dapat menjadi bahan perbandingan bagi peneliti selanjutnya sehingga diperoleh gambaran status identitas yang menyeluruh dan dinamis.
Ari Aryanto, 2014
Status Identitas Vokasional Peserta Didik Berdasarkan Jenis Kelamin Dan Jenis Sekolah (Studi terhadap Peserta Didik Kelas X SMA dan SMK di Kota Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA
Archer, S.L. (1993). Identity Status in Early and Midle Adolescent.. Dalam Marcia, J.E., dkk. (Penyunting), Ego Identity: A Handbook for
Psychosocial Research (hlm. 177-204). New York: Springer-Verlag.
Archer, S.L. (1994). Interventions for Adolescent Identity Development: a
Reference Manual. London: Sage.
Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Akhmad, S.A. (2014). Instrumen Pengungkap Data Eksplorasi dan Komitmen
Identitas Vokasional. Program Studi Bimbingan dan Konseling Magister
UPI, Bandung.
Bahari, K. (2011) Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Pembentukan Identitas Diri Remaja. Jurnal Poltekkes-Malang: Poltekkes Kemenkes
Malang. 1(2).
Boeree, G.C. (2010). Personality Theories: Melacak Kepribadian Anda Bersama
Psikolog Dunia. Jogjakarta: Prismashopie.
BPS (2012). Tingkat Pengangguran Terbuka Penduduk Berumur 15 Tahun ke
Atas menurut Kelompok umur dan Jenis Kelamin, 2009-2012. Sakemas:
BPS RI
Buckingham, D. (2008). Introduction of Identity.Cambridge, MA: The MIT Press. Byram, H.M. & Wenrich, R.C. (1956). Vocational Education and Practical arts
in the Community School. New York: The Macmillan Company.
Chae, M. H. (2002). Gender and Ethnicity in Identity Formation. Journal of
Professional Counseling. Vol 56, New Jersey.
Clark, D. H. (1983). How Secondary School Graduates Perform in the Labir
72
Ari Aryanto, 2014
Status Identitas Vokasional Peserta Didik Berdasarkan Jenis Kelamin Dan Jenis Sekolah (Studi terhadap Peserta Didik Kelas X SMA dan SMK di Kota Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Crain, W.C. (1980). Theories of Development, Concept and Aplication. New Jersey: Prentice-Hall.
Cresswell, J. W. (2012). Educational Research: Planning, Conducting, and
Evaluating Quantitative and Qualitative Research (4th).Boston: Pearson
Education.
Crocetti, E. dkk. (2008). Capturing the Dynamic of Identity Formation in Various Ethnic Grous: Development and Validation of Three-Dimensional Model.
Journal of Adolescence 31. 207-222. Italy: Elsevier Ltd.
Erikson, E.H. (1950). Childhood and Society. New York: W.W. Norton & Company
Erikson, E.H. (1968). Identity: Youth and Crisis. New York: W.W. Norton & Company
Erikson, E.H. (1980). Identity and the Life Cycle. New York: W.W. Norton & Company.
Friedman, S. & Shustack, W.M. (2008). Kepribadian: Teori Klasik dan Riset
Modern. Jakarta: Erlangga.
Furman, B.S. (1990). Adolescence, adolescence. London: scott, Foresman Company
House, D. & Suryadarma (2011). The Value of Vocational Education: Hogh
School Type and Labor Market Outcome in Indonesia. Washington DC:
Policy Research Working Paper.
Hurlock, E.B. (1980). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga
Irwan, M. (2011). Ada 27 Persen Lulusan SMA SMK Menganggur. Tersedia [online]http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/13/03/29/ mkdl2n-ada-27-persen-lulusan-smasmk-menganggur. [20 Desember 2013] Judika, I. (2012). Lulusan SMK Duduki Jumlah Pengangguran Tertinggi. [online].
Tersedia di: http://esq-news.com/2012/berita/11/06/lulusan-smk-duduki-jumlah-pengangguran-tertinggi.html. Diakses 20 Desember 2013.
73
Ari Aryanto, 2014
Status Identitas Vokasional Peserta Didik Berdasarkan Jenis Kelamin Dan Jenis Sekolah (Studi terhadap Peserta Didik Kelas X SMA dan SMK di Kota Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Kroger, J. (1993). Ego Identity: an Overview. Disscussions on Ego Identity. Hillsdale, NJ: Erlbaum.
Lestari, H. (2010). Gambaran Status Idenititas Vokasional pada Remaja:
Penelitian pada Siswa Kelas 3 SMAN 2 Serpong. (Skripsi). Fakultas
Psikologi Unika Atma Jaya, Jakarta
Marcia, J.E. (1964). Determination and Construct Validity of Ego Identity
Status.(Dissertation). Ohio State University, Columbus
Macia, J.E. (1966). Developmental and Validation of Ego-Identity Status. Journal
of Personality and Social Psychology, 3 (5), hlm. 551-558.
Macia, J.E. (1993a). The Ego Identity Status Approach to Ego Identity. Dalam Marcia, J.E., dkk. (Penyunting), Ego Identity: A Handbook for
Psychosocial Research. New York: Springer-Verlag
Macia, J.E. (1993b). The Status of the Status: Research Review.. Dalam Marcia, J.E., dkk. (Penyunting), Ego Identity: A Handbook for Psychosocial
Research. New York: Springer-Verlag
Marcia, J.E. & Archer, S.L. (1993). Identity Status in Late Adolescents: Scoring Criteria. Dalam Marcia, J.E., dkk. (Penyunting), Ego Identity: A
Handbook for Psychosocial Research (hlm. 205-240). New York:
Springer-Verlag.
Miles, J. (2003). Does Adoption Affect the Adolescent Erikonian Task of Identity Formation? Journal of Psychology, 93, Psych 93KS.
Monks, F.J. (1996). Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam Berbagai
Bagiannya. Yogyakarta: Gadjah Mada Unversity Press.
Mutmainah (2009). Kajian Korelasi Tata Jenjang. (Skripsi). Jurusan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang. Muus, R.E. (2006). Theories of Adolescence (6th ed.).New York: McGraw-Hill
74
Ari Aryanto, 2014
Status Identitas Vokasional Peserta Didik Berdasarkan Jenis Kelamin Dan Jenis Sekolah (Studi terhadap Peserta Didik Kelas X SMA dan SMK di Kota Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Norman, A & Collins. (1995) Adolescent Psychology: A Developmental View. USA: McGraw-Hill.
Nuryoto (1998). Perbedaan Prestasi Akademik Antara Laki-laki dan Perempuan di Yogyakarta. Jurnal Psikologi (2), hlm. 16-24: Universitas Gajah Mada Papalia, D.E., dkk . (2008). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Kencana.
Pemerintah RI (1990). Peraturan Pemeintah Republik Indonesia nomor 29 tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah. Jakarta: Lembar Kerja Negara Republik Indonesia.
Pemerintah RI (2010a). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17
Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
Jakarta: Lembaran Negara Republik Indonesia
Pemerintah RI (2010b). Peraturan Pemerintah Republik Nomor 66 Tahun 2010
tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Jakarta:
Lembaran Negara Republik Indonesia.
Prasetyo, B. (2005). Metode Penelitian Kuantitaif. Bandung: Rajagrafindo Persada.
Raskin, P.M. (2006). Identity and Vocational Development. New Jersey: Lawrence Elbaum Associates, Publishers.
Ratnawati & Kuswardani (2012). Kematangan Vokasional dan Motivasi Berwirausaha Pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Jurnal
Pskiologi 205: Universitas setiabudi Surakarta.
Salkind, N. J. (2004). An Introduction to Theories of Human Development. Thousand Oaks, London, New Delhi: Sage Publications. International Education and Publisher
Samani, M. (1991). Keefektifan Pendidikan SMK Jurusan Mesin: Studi
Pelacakan terhadap Lulusan SMK di Surabaya. (Disertasi). Doktor IKIP,
75
Ari Aryanto, 2014
Status Identitas Vokasional Peserta Didik Berdasarkan Jenis Kelamin Dan Jenis Sekolah (Studi terhadap Peserta Didik Kelas X SMA dan SMK di Kota Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Sandhu, D. dkk. (2012). Adolescent Identity Formation, Psychological Well-being, Parental Attitudes. Pakistan Journal of Psychological Research, 27 (1), hlm. 89-105.
Santrock, J. W. (2007). Adolescence: Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga. Santrock, J.W. (1995). Life-Span Development: Perkembangan Masa Hidup,
Edisi 5, Jilid II. University of Texas – Brown & Bencmark: Dallas.
Sari. S.N. (2010). Hubungan Pola Asuh Orang tua Dengan Pembentukan
Identitas Vokasional Remaja. (Skripsi). Jurusan Psikologi: FIP,
Universitas Pendidika Indonesia, Bandung.
Steinberg, L. (1993) Adolescence. New York: Mc Graw Hiil. Inc Sugiyono (2013). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Supriadi, D., dkk. (2002). Sejarah Pendidikan Teknik dan Kejuruan di Indonesia,
Membangun Manusia Produktif. Departemen Pendidikan Nasonal,
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.
Tansel, A. (1999). General versus Vocational High School and Labor Market in
Turkey. Cairo: The Economic Research Forum.
Trisyanti W. E.. (2008). Gambaran Status Identitas Vokasional Remaja:
Penelitian terhadap siswa Kelas 3 SMA Negeri 10 Bandung. (Skripsi).
Fakultas Psikologi, Universitas Kristen Maranata, Bandung.
UU (1950). Undang-undang nomor 4 tahun 1950 jo. Nomor 12 tahun 1954
tentang Dasar-dasar Pendidikan dan Pengajaran. Jakarta: Lembaran
Negara Republik Indonesia.
UU (2003). Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional. Jakarta: Lembaran Negara Republik Indonesia.
Vondracek, F.W., dkk. (1995). The relationship of identity status to career indecision during adolescence. Journal of Adolescence, hlm. 17-29
76
Ari Aryanto, 2014
Status Identitas Vokasional Peserta Didik Berdasarkan Jenis Kelamin Dan Jenis Sekolah (Studi terhadap Peserta Didik Kelas X SMA dan SMK di Kota Bandung
Tahun Ajaran 2013/2014)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Waterman, A. S. (1985). New Directions for Child Development: Identity in
Adolescence: Processes and contents. (Vol. 30). San Francisco:
Jossey-Bass.
Waterman, A. S. (1993). Developmental Perspectives on Identity Formation: From Adolescence to Adulthood. Dalam Marcia, J.E., dkk. (Penyunting),
Ego Identity: A Handbook for Psychosocial Research (42-68). New York:
Springer-Verlag
Wenrich, R.C. & Wenrich, J.W. (1974). Leadership in Administration of
Vocational and Technical Education. Columbus: Charles E. Merrill
Publishing Company. Abell & Howell Company.
Yusuf, S. & Nurihsan, J. (2008). Teori Kepribadian. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Yusuf, S. (2006). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya
Zuraya, N. (2013). Lulusan SMK Dominasi Pengangguran. Tersedia [online]