A. KESIMPULAN
Berdasarkan analisis terhadap hasil pengolahan data, terdapat beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Orang tua anak tunarungu kelas satu SD tahun ajaran 2012/2013Kota Bandung secara umum memiliki tingkat psychological well-being yang sedang.
2. Tingkat psychological well-beingorang tua anak tunarungu kelas satu SD tahun ajaran 2012/2013 di Kota Bandung yang ditijnau dari aspek demografis:
a. Rata-rata tingkat psychological well-being sampel penelitian berjenis kelamin laki-laki dan perempuan adalah sedang.
b. Rata-rata sampel yang memilki kategori usia antara 41-60 laki memiliki tingkat psychological well-being yang lebih baik dari pada sampel dengan kategori usia lainnya.
c. Rata-rata tingkat psychological well-being sampel dengan status menikah adalah sedang.
d. Rata-rata tingkat psychological well-being sampel berpendidikan SD dan S1 lebih tinggi dari pada sampel dengan kategori tingkat pendidikan lainnya.
e. Rata-rata sampel dengan pendapatan antara Rp. 2.000.000- Rp. 2.900.000 memiliki tingkat psychological well-being yang lebih baik dari pada sampel dengan kategori usia lainnya.
f. Rata-rata tingkat psychological well-being sampel berstatus bekerja dan tidak bekerja adalah sedang.
111
Dina Meyraniza Sari,2013
Psychological Well-Being Orangtua Anak Tunarungu Di Kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
g. Rata-rata tingkat psychological well-being sampel dengan taraf ketunarunguan anak profound dan severe adalah sedang
3. Pada orang tua dengan tingkat psychological well-being tinggi disebabkan subjek mampu memberi serta menerima dalam menjalin hubungan yang hangat, memuaskan, dan saling mempercayai dengan orang lain. Subjek cukup mandiri dan memiliki determinasi diri. Subjek mampu mengefektifkan penggunaan peluang yang ada disekitar. Subjek memiliki sasaran dan tujuan yang ingin dicapai dalam hidup. Subjek mengembangkan dan memperluas diri seiring berjalannya waktu.
4. Subjek dengan tingkat psychological well-being rendah disebabkan oleh subjek merasa terganggu dengan kualitas diri. Subjek memiliki sedikit sekali hubungan yang dekat dan saling mempercayai. Subjek kurang mampu mengatasi tekanan sosial. Subjek kurang memiliki makna hidup dan rasa keterarahan. Subjek juga menujukkan adanya stagnasi diri dalam pengembangan untuk diri sendiri
B. SARAN
Berdasarkan hasil penelitian ini, maka penulis berpendapat bahwa ada beberapa pihak yang diharapkan dapat berperan bagi psychological well-being orang tua anak tunarungu di Kota Bandung yakni :
1. Orang tua anak tunarungu Kota Bandung.
Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk membentuk forum silaturahim orang tua anak tunarungu se-Kota Bandung. Pembentukan forum tersebut diharapkan mempu merancang program-program yang memberikan kontribusi untuk optimalisasi potensi para orang tua dalam memenuhi kebutuhan dirinya dan anaknya.
112
Dina Meyraniza Sari,2013
Psychological Well-Being Orangtua Anak Tunarungu Di Kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Diharapkan agar hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk membuat program yang mendukung para orang tua dalam mengembangkan potensi orang tua dan anak.
3. Bagi peneliti selanjutnya.
Diharapkan dapat dijadikan sumber rujukan tambahan untuk melakukan penelitian, baik mengenai psychological well-being maupun mengenai orang tua anak tunarungu.
Dina Meyraniza Sari,2013
Psychological Well-Being Orangtua Anak Tunarungu Di Kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA
Alimin, Z.(2008).Modul Hambatan Belajar dan Hambatan Perkembangan Pada Anak yang Kehilangan Fungsi Pendengaran. [Online] tersedia: http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/195903 241984031-ZAENAL_ALIMIN/MODUL_2_unit_2.pdf [21 Desember 2011]
Alwi, H. 2003. Kamus Besar Bahsa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka. Andrews, F. M. & Robinson, J. P.(1991). Measure for Subjective
Well-Being, dalam J. P. Robinson, P. R. Shaver, L. S., Wrightsman (Eds); Measure of Personality and Sosial Attitudes. San Diego, California: Academic Press, Inc.
Boyd, D. & Bee, H.(2006). Lifespan Development. USA: Pearson Education, Inc.
Charles.(2004). Hubungan Psychological Well-Being dengan Stress Kerja pada Petugas Pemadam Kebakaran di Jakarta. [Online] tersedia:https://lib.atmajaya.ac.id/default.aspx?tabID=61&src=k&id= 146534 [5 September 2013]
Compton, W. C. (2005). An Introduction to Positive Psychology. Belmont : Thompson Wadsworth.
Creswell, J. W. (1994). Research Design: Qualitative and Quantitative Approaches. California: SAGE Publication, Inc.
Creswell, J. W. (2012). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Departmen Pekerja Sosial The Chinese University of Hong Kong. (2006). Factors related to the psychological well-being of parents of children with leukemia in China. [Online] tersedia: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17088242 [13 Januari 2013] Diener E. D., Diener M., Sandvik E. D., & Seidlitz, R. (1992). The
Relationship Between Income and Subjective Well-Being: Reletive or
Absolute. [Online] tersedia:
http://www.commonsenseatheism.com/wp- content/uploads/2011/01/Diener-The-relationship-between-income-and-subjective-well-being-Relative-or-absolute.pdf[13 Juli 2013]
Dina Meyraniza Sari,2013
Psychological Well-Being Orangtua Anak Tunarungu Di Kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Umberson, D. & Gove, W. R.1989. Parenthood and Psychological Well-Being; theory, Measurement, and Stage in the Family Life Course. [Online] tersedia: http://jfi.sagepub.com/content/10/4/440.abstract [13 Januari 2013]
Gunarsa, S. D.(1976). Psikologi Untuk Keluarga. Jakarta: PT BPK Gunung mulia.
Haiman, T. (2002). Parents of children with Disabilities: Resilience, Coping, & Future Expectation. Journal of Development and Physical Disabilities, 14, 159-171
Hurlock, E.(1980). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.
Huei L.H., Huey, S. L., Ya, L.T., Hui, C. W. (2006). Correlates of perceived Autonomy Among Elders in a Senior Citizen Home: A
Cross-Sectional Survey. [Online].
Tersedia:http://wwwdata.fy.edu.tw/person/%E9%BB%83%E6%85% A7%E8%8E%89-PEA-IJNS.pdf[13 september 2013]
Kartono, K.(1992). Psikologi keluarga. Bandung: Penerbit Mandar Maju. Kersh, J. Hedvat, T. T. Hauser-Cram, P. & M. E. Warfield. (2006). The
Contributiom of Marital Quality To The Well-Being of Parents of Children With Developmental Disabilities. Journal of Intellectual Disability Research. 50(12), 883-893
Kim, H. K. & McKenry, P. C. (2002). The Relationship Between Marriage and Psychological Well-being: A Longitudinal Analysis. [Online]. Tersedia: http://jfi.sagepub.com/content/23/8/885.abstract [13 Januari 2013]
Knight, T., Davison, T. E., McCabe, M. P. & Mellor, D. (2011). Environmental Mastery and despression in Older Adults in Residental
Care. [Online]. Tersedia:
http://dro.deakin.edu.au/eserv/DU:30033219/knight-environmentalmastery-2011.pdf[5 September 2013]
Mardiah, D.(2010). Hbungan antara Stres dengan Psychological Well-being Pada Isteri Karyawan Perkebunan Kelapa Sawit. [Online]. Tersedia:http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/19871 [5 September 2013]
Mastekaasa, A. (1992). Marriage and psychological Well-Being: Some Evidence on Selection into Marriage. [Online]. Tersedia:
Dina Meyraniza Sari,2013
Psychological Well-Being Orangtua Anak Tunarungu Di Kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
http://www.jstor.org/discover/10.2307/353171?uid=3738224&uid=21 29&uid=2&uid=70&uid=4&sid=21102567638387 [13 Januari 2013] Muhammad, I. (2011, 23 Desember) Pengertian Arti Dari Makna Orang
Tua. Kompasiana [Online]. Tersedia: http://www.kompasiana.com/post/kejiwaan/2011/12/23/pengertian-arti-dari-makna-orang-tua/ [25 Desember 2011]
Nasution.(2003).Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito Neugarten, B. L., Havighurst, R. J., & Tobin, S. S. (1961). The Measurement
of Life Satisfaction. Journal of Gerontology, 16(2), 134 -143.
Ningrum, D. P.(2007) Penagruh Penerimaan Orang ua Terhadap Penyesuaian Diri Anak Tunarungu Di Sekolah. Skripsi Jurusan Psikologi FIP Universitas Negeri Semarang.
Nurali, I. A.(2010). Olahraga Bagi Penyandang Cacat Sumbangsih Bagi Peningkatan Derajat Kesehatan Nasional. [Online] Tersedia :http://www.gizikia.depkes.go.id/archives/798[12 Nopember 2011] Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D.(2001). Human Development
Eight Edition. New York : Mc Graw Hill, Inc.
Papalia, D. E., Stern, H. L., Feldman, R. D., Camp, C. J. (2002). Adult Development and Aging (2nd Ed). New York: McGraw Hill, Inc. Ryan, R. M., Deci, E. L. (2001). On happiness and Human Potentials: A
review of Research on Hedonic and Eudaimonic Well-Being. Annual Review psychology, 52, 141-166
Ryff. C. D. (2012). Scale of Psychological Well-Being (E-mail). Tersedia: https://mail.google.com/mail/u/0/?shva=1#sent/13a2c53c13535924[4 oktober 2012]
Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Explorations on the Meaning of Psychological Well-Being. Journal of Personality & Sosial Psychology, 57(6), 1069-1081.
Ryff, C. D., & Keyes, Corey L. M. (1995). The Structure of Psychological Well-Being Revisited. Journal of Personality and Sosial Psychology, 69(4), 719-727
Ryff, C. D., & Singer, B. H. (1996). Psychological well-being: Meaning, Measurement, and Implications for Psychotherapy Research.
Dina Meyraniza Sari,2013
Psychological Well-Being Orangtua Anak Tunarungu Di Kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Psychotherapy & Psychosomatics. Journal Psychother Psychosom, 65, 14-23
Sadiyah, S. I.(2009). Pengaruh Penerimaan Orang Tua Tentang Kondisi Anak Terhadap Aktulaisasi Diri Anak Penyandang Cacat Fisik Di SLB YPAC Cabang Semarang .Thesis Psikologi FIP universitas Negri Semarang.
Sadjaah, E.(2005). Pendidikan Bahasa Bagi Anak Gangguan Pendengaran dalam Keluarga. Jakarta: Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi.
Santrock, J. W.(2002). Life-Span Development Perkembangan Masa Hidup. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Sevilla, dkk.(2006). Pengantar Metode Penelitian. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Stevenson, B. & Wolfers, J.(2013).Subjective Well-Being and Income: Is There Any Evidence in Satiation? [Online] Tersedia :http://www.brookings.edu/~/media/research/files/papers/2013/04/sub jective%20well%20being%20income/subjective%20well%20being% 20income.pdf[13 Juli 2013]
Siegel, S. P., Sedey, A. L., & Itano, C. Y.(2002). Predictore of parental Stress in Mother of Young Children With Hearing Loss. [Online] Tersedia : http://jdsde.oxfordjournals.org/content/7/1/1.full.pdf[5 September 2013]
Soelaeman.(1994). Pendidikan dalam Keluarga. Bandung: CV Alfabeta. Soemantri, S.(2007). Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung : Refika Aditama. Sugiyono.(2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D.
Bandung: Penerbit Alfabeta.
Taubman-Ben-Ari, O. & Weintroub, A. (2008). Meaning in Life and Personal Growth Among Pediatric Physicians and Nurses. [Online] Tersedia :http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18924291[12 Juli 2013]
Theodossiou, I.(1989). The Effects Of Low-Pay and Unemployment On Psychological Well-Being: A Logistic Regression Approach. [Online] Tersedia : http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10176317[12 Juli 2013]
Dina Meyraniza Sari,2013
Psychological Well-Being Orangtua Anak Tunarungu Di Kota Bandung
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tim Penyusun Pedoman Penulisan Karya Ilmiah UPI.(2011). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung: tidak diterbitkan.
TN.(2007). Percakapan Sehari-hari Anak Tunarungu.[Online] Tersedia :http://tunarungu.wordpress.com/2007/11/22/percakapan-sehari-hari-anak-tuna-rungu/ [24 September 2012]
TN.(2010). Peduli Penyandang Cacat, 10 Perusahaan Terima Penghargaan.
[Online] Tersedia:
http://www.jpnn.com/read/2010/12/03/78760/Peduli-Penyandang-Cacat,-10-Perusahaan-Terima-Penghargaan- [25 Desember 2011] TN.(TH). Terapi Terpadu untuk Anak Tunarungu. [Online] Tersedia
:http://tunarungu.wordpress.com/terapi-terpadu-untuk-anak-tuna-rungu/ [24 September 2012]
Triton, P. B.(2006). SPSS 13.0 terapan Riset Statistik Parametrik. Jogjakarta: CV Andi Offset.
Wadden, G. & Burton, A. K.(2006). Is Work Good for Your Health and
Well-Being? [Online] tersedia:
https://www.gov.uk/government/uploads/system/uploads/attachment_ data/file/214326/hwwb-is-work-good-for-you.pdf [13 Juli 2013] Widyarini, N.(2009). Relasi Orang Tua & Anak. Jakarta: PT Gramedia.