BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
C. Saran
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu tidak dilakukannya try out sebelum pengambilan data sehingga muncul aitem satu aspek yaitu
behavior – based gugur semua. Hal ini dikarenakan behavior – based tidak
terjadi pada jenis pekerjaan wartawan. Maka dari itu peneliti lain diharapkan untuk menggunakan alat ukur yang sudah diadaptasi. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya item gugur.
DAFTAR PUSTAKA
Adji, S. (2009). Usaha Mengatasi Masalah – Masalah yang Dihadapi Oleh Wartawan Dalam Melakukan Pekerjaan. Skripsi tidak diterbitkan,
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Ahmad, A. (2008). Job, family Indivudual Factors as Predictors of Work Family
Conflict. The Journal of Human Resource and Adult Learning Vol. 4.
Aminah, S. (2010). Persepsi Wartawan Media Cetak & Publik Relationship
Officer Terhadap Pemberian Uang Transportasi. Skripsi tidak diterbitkan.
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret Surakarta. Anoraga, P. (1992). Psikologi Kerja . Jakarta: PT. Rieka Cipta.
Atkinson, Rital. et. al., Kusuma, W., Saputra, L. (2010). Pengantar Psikologi. Tanggerang : Penerbit: Interaksara.
Azwar, S. (2009). Penyusunan Skala Psikologi. edisi II. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Azwar, S. (2010). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Benyamin. (2013). Hubungan Antara Konflik Peran Ganda Dengan Stres Kerja Pada Karyawati di CV. Semoga Jaya Samarinda. Skripsi tidak diterbitkan. Fakultas Psikologi Universitas 17 agustus.
Darmono, H. (2005). Catatan Jurnalisme Dasar . Jakarta : Buku Kompas. Djuroto, T. (2004). Manajemen Penerbit Pers. Bandung. Remaja Rosda Karya. Frone, M.R., (2000). Work-Family Conflict and Employee Psychiatric Dosorder:
The National Comorbidity Survey. Journal of Applied Psychology, Vol.85.
Hadi, S. (2004). Metodologi Research Jilid 2. Yogyakarta : Penerbit Andi. http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/04/13/3/146513/-Stres-amat-
Mudah-Hinggapi-Wartawan diunduh pada tanggal 23 Oktober 2013. http://intisari-online.com/read/tuntutan-yang-berlebihan-tingkatkan-risiko-
kematian-pada-pria- diunduh pada tanggal 20 Mei 2014.
http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2012/05/14/pria-depresi-kalau-urusan- keluarga-masuk-dalam-pekerjaan-457172.html diunduh pada tanggal 20 Mei 2014.
http://komunikasi.uinsgd.ac.id/masa-depan-wartawan-cetak-jurnalis-foto-dan- penyiar/ diunduh pada tanggal 1 Februari 2016.
Hamad, I. (2013). Kominikasi dan Perilaku Manusia . Edisi Ke 5. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Hennesy, K.D. (2005). Work-Family Conflict Self – Afficacy: A Scale Validation study. University of Maryland.
Intan, M. (2011). Faktor - Faktor yang Memmotivasi wartawan Bekerja di Media
Cetak (Studi Kualitatif Faktor - Faktor yang memotivasi Wartawan Bekerja di Majalah Kabare Jogja). Sripsi tidak diterbitkan. Fakultas Ilmu
Komunikasi Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Judge, T. A., & Colquitt, J. A. (2004). Organizational Justice and Stress: The Mediating role of Work Family Conflict. Journal of Applied Psychology. Junaedhie, K. (1991). Ensiklopedi Pers Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama.
Khian, J. (2006). Perbedaan Tingkat Stres Kerja Antara Wartawan Surat Kabar
Berita Umun Harian dan Wartawan Surat Kabar Berita Umum Mingguan.
Skripsi tidak diterbitkan. Fakultas Psikologi Universitas Atma Jaya Jakarta.
Kreitner, R. & Kinicki, A. (2008). Organization Behavior: Key Concept, Skill, and Best Practice. New york: McGraw-Hill Companies, Inc.
Kusendi. R. (2011). Pengaruh Persepsi Terhadap Dukungan Organisasi Dan
Kecerdasan Emosi Terhadap Konflik Pekerjaan - Keluarga. Jurnal
Humaniora, 02 (01). ISSN 2087-1236.
Looker, T. (2005). Managing stress: Mengatasi Stres Secara Mandiri. Yogyakarta: Penerbit: Baca.
Luthans, F. (2012). Organization Behavior series 9 edition. New York: Mc Graw Hill Irwin.
Luviana. (2012). Jejak Penulis Perempuan. Jakarta: Aliansi Jurnalis Independen. Moorhead, G., Griffin, R., (2011). Perilaku Organisasi: Manajemen SDM &
Organisasi. Edisi 9. Jakarta: Salemba 4.
Munandar, A.S. (2001). Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: Universitas Indonesia.
Papalia, D.E., & olds, S.W. (2009). Perkembangan Manusia. Edisi ke- 10. Jakarta: Salemba.
Riggio, R. E. (2008). Introduction to Industrial / organizational Psychology. USA: Pearson.
Rivers. W. (2004). Media Massa dan Masyarakat Modern. Edisi ke dua. Jakarta: Kencana.
Robbins, S. P. (2005). Organizational Behavior . New Jersey: Pearson Education International.
Santoso, A. (2010). Statistik Untuk Psikologi dari Blog menjadi Buku. Yogyakarta: Penerbit Universitas Sanata Dharma.
Sarwono, J. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Penerbit: Graha Ilmu.
Shaughnessy, J. J., Zechmeister, E. B., & Jeanne S. Zechmeister. (2007). Metodologi Penelitian Psikologi, Ed.7, (diterjemahkan oleh : Helly Prajitno Soetjipto), Yogyakarta: Penerbit: Pustaka Pelajar.
Soeharto, N. E. D. (2010). Nilai Positif Pekerjaan - keluarga: Tinjauan Teori. Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Yogyakarta.
Sopiah., Suyantoro. & Sigit F. (2008). Perilaku Organisasi. Yogyakarta: Penerbit: Andi Offset.
Spector, P. E. (2008). Industrial & Organizational Psychology Research &
Practice . USA: John Wiley & Sons. Inc.
Sugiyono. (2012). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Penerbit: Alfabeta Sularto, S. (2007). KOMPAS : Menulis Dari Dalam. Jakarta: Buku Kompas. Supratiknya, A. (20012). Penilaian Hasil Belajar Dengan Teknik Non Tes.
Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Suwatno, P dan Juni, D.,(2011). Manajemen SDM Dalam Organisasi Publik Dan Bisnis. Bandung: Penerbit: Alfabeta.
Triaryati, N. (2002). Pengaruh Adaptasi Kebijakan Mengenai work family issue terhadap absen & turn over. Jurnal Managemen & Kewirausahaan. vol. 5. Via, C.M. (2014) Peran Work Family Conflict Dalam Hubungan Antara
Perceived Organizational Support dan Stres Kerja Pada Pegawai Bank.
Skripsi tidak diterbitkan. Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Wijono, S. (2010). Psikologi Industri & Organisasi : Dalam suatu Bidang Gerak
Psikologi Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana.
Wulandari, (2012). Hubungan konflik peran ganda dan stres kerja karyawan
wanita di pusat administrasi universitas indonesia. Skripsi tidak
diterbitkan. Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Program Eksistensi Administrasi Niaga Universitas Indonesia Depok.
Yang, N., Chen, C.C., & Zou, Y., (2002). Source of work-family conflict: A sino-
U.S. comparison of the work and family demands. Academy of
Zhang, J., (2011). Work Family Conflict Review and Prosoect. Journal Of Business and Management Vol. 6 No. 1, 89-103.
Zulkarnain.,(2013). Analisis work family conflict terhadap kesejahteraan
psikologis pekerja. Skripsi tidak diterbitkan. Fakultas Psikologi
LAMPIRAN SKALA PENELITIAN
SKALA PENGUKURAN PSIKOLOGIS
Disusun oleh :
Martha Lamnida P Limbong 109114134
FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA 2015
Yogyakarta, ……….. Kepada
Yth.Bapak Wartawan yang terhormat, Saya,
Nama : Martha Lamnida P Limbong Fakultas : Psikologi
Univeristas : Sanata Dharma Yogyakarta
Terkait dengan penelitian yang saya lakukan dalam rangka penyusunan tugas akhir, perkenankan saya memohon izin untuk meminta bantuan serta partisipasi bapak untuk mengisi skala yang saya bagikan.
Skala ini terdiri dari beberapa pernyataan yang dikelompokan dalam beberapa bagian. Saat merespon pernyataan-pernyataan tersebut, saya sangat berharap bapak untuk mengisinya dengan sebenar-benarnya, apa adanya dan sejujur-jujurnya sesuai dengan keadaan bapak dalam kehidupan sehari-hari. Pada skala ini tidak ada penilaian benar atau salah. Data yang diberikan oleh saudara sangat terjaga kerahasiaanya.
Pada saat mengisian skala, mohon untuk selalu memperhatikan petunjuk pengerjaan dan instruksi yang diberikan, karena hasil dari pengisian skala ini akan digunakan untuk kepentingan akademik. Atas perhatian dan partisipasi bapak, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya
PERNYATAAN KESEDIAAN
Dengan ini saya menyatakan kesediaan saya untuk mengisi skala ini tanpa adanya paksaan ataupun tekanan dari pihak manapun akan tetapi dengan sukarela demi membantu terlaksananya penelitian ilmiah ini.
Semua respon yang saya berikan mewakili apa yang saya alami dalam kehidupan saya sehari-hari dan bukan atas pandangan masyarakat pada umumnya. Saya juga memberikan ijin agar jawaban saya dapat digunakan sebagai data untuk penelitian ilmiah ini.
Usia : ____
Status pernikahan : Menikah / Duda
Pekerjaan pasangan : _________________________ Jumlah anak : _____ anak
Lama bekerja : _____ tahun Jumlah penghuni di rumah : ____ orang (*coret yang tidak sesuai)
Yogyakarta,……
PETUNJUK PENGERJAAN
Anda hanya diminta untuk memberikan persetujuan anda terhadap pernyataan-pernyataan yang disajikan dengan membubuhkan tanda centang (X) pada kolom jawaban yang paling mewakili keadaan atau kondisi yang anda alami.Terdapat empat pilihan alternatif jawaban.
Empat pilihan jawaban yang tersedia adalah sebagai berikut : SS : Bila pernyataan tersebut “SANGAT SESUAI” dengan diri Anda S : Bila pernyataan tersebut “SESUAI” dengan diri Anda
TS : Bila pernyataan tersebut “TIDAK SESUAI” dengan diri Anda
STS : Bila pernyataan tersebut “SANGAT TIDAK SESUAI” dengan diri Anda
Contoh Cara Pengisian :
Pernyataan SS S TS STS
Saya gemar membaca buku pengetahuan SS S TS STS Ketika anda keliru memilih jawaban silahkan beri tanda garis datar 2 kali (=) pada jawaban yang anda anggap salah dan mengganti pilihan jawaban dan memberikan tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang lebih sesuai.
Contoh koreksi :
Pernyataan SS S TS STS
Saya gemar membaca
buku pengetahuan SS S TS STS
Masing-masing orang memiliki jawaban yang berbeda untuk setiap pernyataan, oleh sebab itu pilihan jawaban yang paling sesuai untuk mewakili kesetujuan anda terhadap pernyataan yang disajikan.Tidak ada jawaban yang benar ataupun salah karena jawaban ini mencerminkan diri anda sendiri.Pastikan tidak ada pernyataan yang terlewatkan.
Skala Work Family Conflict
No. Pernyataan SS S TS STS
1
Saya dapat membagi waktu untuk kegiatan kantor dan mengikuti acara keluarga
SS S TS STS
2
Cara memecahkan masalah di kantor ternyata tidak cocok saya terapkan di keluarga
SS S TS STS
3
Saya memiliki waktu luang yang saya pergunakan untuk bersama dengan keluarga
SS S TS STS
4 Bekerja lembur tidak membatasi saya
untuk bersama dengan keluarga SS S TS STS 5 Pekerjaan membuat saya tidak bisa
secara seimbang mengurus keluarga SS S TS STS
6
Saya menjadi mudah marah dengan anggota keluarga saat memiliki banyak tugas di kantor
SS S TS STS
7 Saya sering melewatkan acara /
kegiatan keluarga, karena sibuk bekerja SS S TS STS
8
Saya dapat membagi waktu antara bersama keluarga dan mengerjakan tugas kantor
SS S TS STS
9
Di sela – sela pekerjaan, saya mempergunakan waktu untuk melakukan panggilan telepon guna mengetahui keadaan di rumah
SS S TS STS
10
Waktu kebersamaan saya dengan keluarga sangat kurang karena saya bekerja
SS S TS STS
diri untuk menemani anak belajar
12
Saya mampu mengontrol amarah saya saat di rumah walaupun saya memiliki banyak tugas kantor
SS S TS STS
13
Saya tidak memiliki waktu untuk menghubungi keluarga disela – sela pekerjaan
SS S TS STS
14
Saya kurang dapat berkonsentrasi dalam mengurus keluarga karena tugas kantor yang begitu banyak
SS S TS STS
15
Saya mampu berkonsentrasi dalam mengurus keluarga walaupun saya memiliki pekerjaan yang banyak
SS S TS STS
16
Saya tidak bisa melakukan hal – hal yang biasa saya lakukan di tempat kerja bila berada di rumah
SS S TS STS
17
Saya tidak merasa terbebani antara tugas kantor dan tugas mengurus keluarga
SS S TS STS
18
Konflik yang saya hadapi di kantor jarang mempengaruhi saya ketika berada di rumah
SS S TS STS
19
Cara pemecahan masalah yang efektif di kantor tidak menjadi efektif untuk saya terapkan di keluarga
SS S TS STS
20 Saya jarang berkumpul dengan
keluarga karena harus bekerja lembur SS S TS STS
21
Saat di kantor dan saat di rumah memiliki cara efektif yang berbeda dalam menyelesaikan masalah
SS S TS STS
22 Saya menerapkan cara yang berbeda dalam menyelesaikan permasalahan di
kantor dan dalam keluarga
23
Saya tidak terpaku aturan dalam kantor untuk menerapkan di keluarga, karena menurut saya tidak efektif
SS S TS STS
24 Kebiasaan saya dikantor adalah
kebiasaan saya dirumah SS S TS STS 25 Keluarga menerima aturan yang saya
buat SS S TS STS
26
Saat saya berada di rumah, tanggung jawab pekerjaan tetap membebani pikiran saya
SS S TS STS
27 Aturan yang saya terapkan di tempat
kerja tidak cocok di lakukan di rumah SS S TS STS 28 Keluarga tidak setuju aturan di kantor
saya terapkan di rumah SS S TS STS 29 Sepulang bekerja, saya merasa terlalu
lelah untuk menemani anak belajar SS S TS STS 30 Konflik dengan rekan kerja membuat
Skala Stres Kerja
No. Pernyataan SS S TS STS
1
Saya menganggap kritik dari rekan kerja merupakan hal yang baik bagi diri saya
SS S TS STS
2 Saya akan menghindar bila ada tugas
baru yang di berikan kepada saya SS S TS STS 3 Saya dapat mengontrol emosi saya
walaupun dikejar deadline SS S TS STS 4 Saya merasa puas dengan pekerjaan
saya SS S TS STS
5 Saya lebih memilih untuk diam, ketika
saya menghadapi masalah SS S TS STS 6 Saya sering mengalami gangguan
pencernaan seperti maag SS S TS STS
7
Saya mudah tersinggung ketika ada rekan kerja yang mengkritik pekerjaan saya
SS S TS STS
8
Ketika depresi, saya memilih untuk mengungkapkan perasaan saya pada orang lain
SS S TS STS
9 Saya dapat mengungkapkan perasaan
saya pada orang lain SS S TS STS
10
Saya menjadi mudah marah jika ada beberapa pekerjaan yang dikejar
deadline
SS S TS STS
11 Akhir – akhir ini saya memiliki tekanan
darah yang normal SS S TS STS
12 Saya jarang mengalami gangguan
13 Saya sulit menjelaskan keadaan saya
kepada orang lain SS S TS STS
14 Saya sering kelelahan secara fisik SS S TS STS 15 Saya jarang merasa lelah meskipun
memiliki banyak pekerjaan SS S TS STS
16
Saya sering mengkonsumsi minuman beralkohol untuk membuat saya lebih tenang
SS S TS STS
17 Saya jarang merasa pusing meskipun
banyak pekerjaan SS S TS STS
18 Saya tidur selama 6-8 jam SS S TS STS
19
Saya menghindari pertemuan dengan rekan kerja karena merasa tidak nyaman
SS S TS STS
20 Saya merasa pekerjaan saya tidak
menyenangkan / membosankan SS S TS STS
21
Saya dapat berkumpul dengan rekan – rekan kerja walaupun memiliki banyak tugas
SS S TS STS
22
Tekanan pekerjaan membuat saya merasa semakin tertantang dan bersemangat
SS S TS STS
23
Saya dapat menyelesaikan pekerjaan saya dengan baik walaupun memiliki banyak tugas
SS S TS STS
24 Saya jarang mengkonsumsi minuman
beralkohol walaupun saya sedang stres SS S TS STS 25 Saya makan 3 kali sehari secara teratur SS S TS STS 26 Saya sering merasa sakit di beberapa
27
Akhir – akhir ini saya tidak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik karena banyaknya tugas yang saya miliki
SS S TS STS
28 Saya kehilangan nafsu makan ketika
memiliki banyak pekerjaan SS S TS STS 29 Tekanan darah saya meningkat akhir –
akhir ini SS S TS STS
LAMPIRAN 2