BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
2. Bagi Peneliti Selanjutnya
Bagi para peneliti yang berminat dan ingin meneliti
mengenai kecerdasan emosi perawat, disarankan agar
menyertakan atau melihat faktor-faktor lain yang mungkin
berpengaruh. Faktor-faktor lainnya yang dapat mempengaruhi
seperti jenis kelamin, usia, golongan kerja, dan faktor kebudayaan.
Selain itu peneliti juga menyarankan bagi penelitian selanjutnya
untuk melakukan penelitian dengan subjek yang berbeda
pekerjaan.
55
Daftar Pustaka
Ali, Z. (2001). Dasar-dasar Keperawatan Profesional. Jakarta: Widya Medika.
Al-Mailam, F.F. (2005). The Effect of Nursing Care on Overall Patient
Satisfaction and it’s Predictive Value on Return-to-Provider Behavior: A survey Study. Journal Quality Management In Health Care, (14(2), 116-120. January 15, 2010.
Anjaryani, Wike Diah. (2009). Kepuasan Pasien Rawat Inap Terhadap Pelayanan Perawat di RSUD Tugurejo Semarang. Skripsi. (Tidak diterbitkan). Magister Promosi Kesehatan Kajian Sumber Daya Manusia: Universitas Diponegoro.
Azwar, Saifuddin. (1997). Reliabilitas dan Validitas, edisi 3. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
Azwar, S. (1999). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
Azwar, S. (2010). Metode Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset.
Azwar, Saifuddin. (2012). Penyusunan Skala Psikologi, edisi 2. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
Bachrach, David J. (2004). Emotional Intelligence is Important in Determining Leadership Success. Academics Physician and Scientist.
Bar-ON, R. (2004). BarOn Emotional Quotient Inventory. New York: Multi Health System.
Cherniss, Cary. (2000). Emotional Intelligence: What It Is and Why it Matters. Paper Presented at the Annual Meeting of the Society for Industrial and Organizational, New Orleans, LA.
Christie, Anne., Jordan, Peter., Troth, Ashlea dan Lawrence, Sandra. (2007). Testing the Links Between Emotional Intelligence and Motivation. Journal of Management & Organization. 13: 212-226. Griffith Buisiness School. Griffith University – Nathan Campus. Nathan QLD. Australia. Doenges, M.E, Marry F. MandAlice, C.G. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan :
Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Jakarta: EGC.
Gaffar, La Ode Jumadi. (1999). Pengantar Keperawatan Profesional. Jakarta: EGC.
56
Goleman, Daniel. (1995). Kecerdasan Emosional. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Goleman, Daniel. (1996). Kecerdasan Emosional. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Goleman, Daniel. (1999). Kecerdasan Emosi untuk Mencapai Prestasi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Hadi, Sutrisno. (1991). Analisis Butir Untuk Instrumen, Tes dan Skala Nilai dengan BASICA. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.
Hadi, Sutrisno. (2000). Metodologi Research Jilid 2. Yogyakarta: Andi Offset.
Sabbati, Passchedona Henrietta P.D.A.D. (2002). Hubungan Antara Kecerdasan Emosional Perawat dengan Mutu Pelayanan Perawatan Rawat Inap Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Skripsi. (Tidak Diterbitkan). Fakultas Psikologi: Universitas Sanata Dharma.
Huber, D. L. (2006). Leadership & Nursing Care Management. (3rd Edition). Philadelphia: Saunders Elseiver.
Isaac, S., Michael, W.B. (1984). Hand Book in Research and Evaluation. Sandiego: Edits.
Ismani, N. (2001). Etika Keperawatan. Jakarta: Widya Medika.
Landa, Jose Maria A. (2010). The Impact of Emotional Intelligence on Nursing : An Overview. Journal of Social Psychology. 1: 50-58.
Luca, Joe & Pina Tarricone. 2001. Does Emotional Intelligence Affect Successful teamwork? Diunduh 18 Maret, 2015 dari http://www.citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.113.226 6...pdf
Lynn, Adele B. (2002). The Emotional Intelligence Activity Book : 50 Activities for Promoting EQ at Work. United States of America.
M. Tucker. (1998). Standart Perawatan Pasien : Proses Keperawatan, Diagnosa dan Evaluasi, (edisi 5), volume 3. Jakarta : EGC.
MENKES RI., (2013). Kriteria Fasilitas Pelayanan Kesehatan Terpencil, Sangat Terpencil, dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang Tidak Diminati. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesi No. 6 Tahun 2013. Jakarta. Menteri Kesehatan RI.
Mustafa, Zainal. (2009). Mengurai Variabel Hingga Instrumentasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Nurgiyantoro, Usman., Gunawan., Marzuki. (2004). Statistik Terapan Untuk Penelitian Ilmu-ilmu Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Nursalam, 2007. Manajemen Keperawatan: Aplikasi Dalam Praktik Keperawatan Profesional Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika.
Patton, P. (1998). Emotional Intelligence (alih bahasa: Zaini Dahlan). Jakarta: Pustaka Delapratasa.
Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/MENKES/148/I/2010 tentang Penyelenggaraan Praktik Perawat.
Potter, P. A., dan Perry, A. G. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses, dan Praktik (Yasmin Asih, dkk, Penerjemah). (Edisi 4). Jakarta: EGC.
Prabowo, S. (2000). Membangun Prilaku Asertif pada Komunikasi Antara Perawat dan Pasien. Kajian Ilmiah Psikologi : Psikodimensia. Semarang: UNIKA Soegijapranata.
Prakoso, Daniel Widyatmoko Fajar (2007). Deskripsi Tingkat Kecerdasan Emosional Perawat Rumah Sakit Santa Elisabeth Purwokerto. Skripsi. (Tidak diterbitkan). Fakultas Psikologi: Universitas Sanata Dharma.
Prasetyo, Bambang., Jannah, Lina Miftahul. (2005). Metode Penelitian Kuantitatif: Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Rego, Armenio., Godinho, Lucinda., & McQueen, Anne. (2008). Emotional Intelligence and Caring Behavior in Nursing. Journal of Social Psychology. 30, 1419-1437.
Rivai, V., Basri, A.F.M. (2005). Performance Appraisal. Cetakan I. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Robbin, S. 2001. Perilaku Organisasi. Jakarta : Gramedia.
Robbin, S. 2006. Perilaku Organisasi, Konsep, Kontroversi-Aplikasi. Jilid 2 Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta : Prenhallindo.
Santoso, Agung. (2010). Statistik untuk Psikologi: dari Blog Menjadi Buku. Yogyakarta: Penerbit Universitas Sanata Dharma.
Santrock, John W. (2002). Life Span Development : Perkembangan Masa Hidup. Edisi kelima. Jakarta: Erlangga.
Sarwono, J. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.
58
Dep. Kes. RI. (1993). Instrumen Evaluasi Penerapan Standar Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit. Jakarta: Departemen Kesehatan R.I.
Sukamto, H. Edi. (2005). Analisis Beban Kerja dan Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Disiplin Kerja Perawat Pelaksanan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Islam Samarinda. Thesis (Tidak diterbitkan). Program Pascasarjana. Fakultas Ilmu Keperawatan: Universitas Indonesia
Suwardi. (2008). Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dengan Kemampuan Komunikasi. Terapeutik Perawat di Rumah Sakit Umum Pandan Arang Boyolali. Skripsi Universitas Muhammadiyah Surakarta. http://viewer.eprints.ums.ac.id/archive/etd/906.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan.
Wiranata, Eval., Winarti, S. A., Wahyuningsih, M. (2011). Hubungan Lama Kerja dengan Kinerja Perawat di Instansi Rawat Inap RSUD Wates. Jurnal Keperawatan : Universitas Respati Yogyakarta.
LAMPIRAN 1
SKALA TRY OUT
SKALA UJI COBA
Digunakan Untuk Penyelesaian Tugas Akhir
Disusun Oleh :
Mery Kartini Sinaga
(099114019)
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
60
Yogyakarta, Juni 2014
Kepada :
Yth. Saudara yang berpartisipasi
Dengan hormat, saya :
Nama : Mery Kartini Sinaga
Fakultas : Psikologi
Universitas : Sanata Dharma
Dalam rangka penyusunan tugas akhir, untuk menyelesaikan tanggung
jawab saya sebagai mahasiswa. Maka, saya mohon bantuan dan kesediaan saudara
untuk memberikan tanggapan terhadap pernyataan yang telah saya susun dalam
skala ini. Tanggapan yang Saudara berikan akan terjaga kerahasiaannya. Oleh
karena itu, Saudara dimohon untuk menjawab dengan keadaan yang
sebenar-benarnya.
Saya mengucapkan terima kasih atas kesediaan saudara untuk
berpartisipasi dalam penelitian saya ini.
Hormat saya,
Mery Kartini S.
DATA IDENTITAS
Inisial :
Usia :
Jenis Kelamin :
Lama Masa Kerja :
1 – 6 Tahun
7 – 12 Tahun 13 – 18 Tahun 19 – 24 Tahun
62
PETUNJUK PENGERJAAN
Berikut ini terdapat 90 pernyataan, bacalah dan pahami pernyataan yang
ada dengan seksama. Berilah tanda centang atau check list ( √ ) di dalam pilihan
kotak yang tersedia, yaitu :
SS : Bila pernyataan tersebut “SANGAT SESUAI” dengan diri anda S : Bila pernyataan tersebut “SESUAI” dengan diri anda
TS : Bila pernyataan tersebut “TIDAK SESUAI” dengan diri anda
STS : Bila pernyataan tersebut “SANGAT TIDAK SESUAI” dengan diri anda
Anda bebas untuk menentukan pilihan atas jawaban anda sendiri. Dalam
hal ini tidak ada jawaban benar atau salah, karena jawaban Anda yang
mencerminkan diri Anda masing-masing.
Contoh cara pengisian :
Pernyataan SS S TS STS
Saya sering berolahraga √
Ketika Anda keliru memilih jawaban dan memberi tanda centang (√ )
pada jawaban yang keliru, maka Anda dapat mengganti pilihan anda dengan
memberi tanda centang (√ ) pada pilihan jawaban yang lebih sesuai.
Contoh koreksi :
Pernyataan SS S TS STS
Saya sering berolahraga √ √
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Pastikan tidak ada pernyataan yang terlewatkan. Selamat Mengerjakan !
No. Pernyataan SS S TS STS
1 Saya mampu mengenali perasaan saya ketika saya sedang sedih
2 Saya memikirkan terlebih dahulu sebab akibat sebelum bertindak
3 Saya tidak dapat menjalankan pekerjaan saya ketika berhadapan dengan orang yang tidak saya sukai
4 Walaupun banyak rintangan, saya selalu berusaha tekun dalam menyelesaikan tugas 5 Saya tidak mau mencoba cara baru ketika sudah
memiliki cara yang efektif dalam mencapai tujuan saya
6 Saya mendengarkan dan menanggapi dengan baik ketika pasien menceritakan perasaan dan penyakitnya
7 Saya merasa tidak perlu memahami perasaan orang lain ketika berbicara dengan mereka 8 Saya merasa mudah mendapatkan kepercayaa
dari orang lain
9 Banyak rekan saya yang senang berdiskusi tentang masalahnya kepada saya
10 Saya kesulitan untuk mengembangkan pembicaraan dengan orang lain
11 Saya menjadi gugup ketika ada orang yang menanyakan sesuatu yang tidak saya kuasai 12 Saya dapat mengendalikan emosi saya ketika
64
13 Saya merasa kebingungan harus melakukan apa ketika menghadapi masalah
14 Saya tidak pernah mencemaskan kekurangan saya
15 Saya akan bersantai ketika tugas/pekerjaan saya untuk hari ini terselesaikan
16 Saya sulit menahan keinginan yang muncul secara tiba-tiba
17 Saya lebih senang menggunakan cara-cara lama dalam pencapaian tujuan saya agar tidak membuang-buang waktu
18 Saya tidak menyerah ketika usaha saya mengalami kegagalan
19 Saya bingung memahami perasaan orang lain yang memiliki masalah
20 Ketika menghadapi masalah dengan tim kerja, saya selalu berdiskusi dan memecahkan masalah yang dapat menguntungkan semua pihak
21 Saya malu ketika berkenalan dengan orang baru
22 Ketika bertemu dengan orang baru, saya mampu memulai pembicaraan terlebih dahulu
23 Saya tidak terlalu memperdulikan perasaan pasien, yang penting saya telah menyelesaikan tugas saya
24 Saya merasa putus asa ketika saya mengalami kegagalan dalam melayani pasien
25 Saya lebih banyak dipegaruhi perasaan takut gagal dari pada pengharapan untuk sukses 26 Saya mencoba mengatur nafas ketika amarah
mulai menghampiri saya
27 Pasien yang bertingkah aneh membuat saya malas untuk mendekatinya
28 Saya kuatir tidak dapat menyelesaikan tugas-tugas dalam pekerjaan saya dengan baik
29 Saya memiliki kemampuan yang dapat saya banggakan
30 Saya dapat memusatkan perhatian pada pekerjaan saya tanpa terpengaruhi masalah pribadi saya
31 Saya tidak memiliki segala sesuatu yang dapat dibanggakan
32 Keinginan saya untuk membantu pasien membuat saya bersemangat dalam bekerja 33 Saya mengakhiri usaha saya ketika telah gagal
34 Saya melakukan semua tindakan dengan spontan
35 Saya dapat memposisikan diri ketika orang lain menceritakan permasalahannya
36 Saya senang ketika dapat berinteraksi dengan banyak orang baru
37 Saya menanggapi keluhan/cerita orang lain dengan pendapat yang menurut saya benar 38 Saya membenci kekurangan dalam diri saya
39 Saya tidak suka menunda pekerjaan saya hanya untuk bersenang-senang
40 Saya menyadari kapan harus menyelesaikan tugas dan kapan waktunya bersantai
66
41 Saya mampu mengendalikan diri agar tidak marah ketika berdebat dengan orang lain
42 Ketika menghadapi persoalan dengan orang lain, saya sulit mengendalikan emosi dalam diri saya. 43 Saya malas mendengarkan dan menanggapi
cerita pasien
44 Saya lebih senang bekerja secara individu
45 Saya turut bahagia ketika melihat pasien yang sudah sehat dan keluar dari rumah sakit
46 Menurut saya membuat cara-cara baru hanya membuang-buang waktu, sehingga saya malas melakukannya
47 Ketika menghadapi masalah, saya melampiaskan rasa marah pada orang disekitar saya
48 Ketika melakukan kesalahan, saya tidak segan untuk meminta maaf
49 Saya menyiapkan diri dan keperluan pekerjaan sehari sebelumnya
50 Saya mampu menangani pekerjaan yang diberikan kepada saya dalam melayani pasien 51 Saya selalu berpikir dengan matang sebelum
melakukan suatu tindakan
52 Saya yakin bahwa saya mampu menggapai tujuan saya jika saya bekerja keras
53 Saya dapat memahami ketakutan pasien ketika akan menjalani operasi
54 Saya mampu bekerja sama dalam tim tanpa mementingkan diri saya sendiri
55 Saya menyadari setiap manusia memiliki kekurangan, begitu juga dengan saya
56 Ketika merasakan emosi negatif, saya mampu mengalihkannya dengan cara positif
57 Meskipun pasien banyak mengeluh, saya tetap berusaha melayani dengan baik
58 Saya mampu memahami perasaan seseorang dari nada dan cara bicaranya.
59 Saya hanya diam ketika rekan saya membahas topik yang tidak menarik bagi saya
60 Saya selalu menyapa setiap pasien saya
61 Saya merasa sulit memahami orang yang memiliki pandangan yang berbeda dengan saya 62 Saya selalu ingin belajar untuk meningkatkan
kompetensi saya
63 Saya merasa kesulitan saat mengambil keputusan diantara banyak pilihan
64 Saya dapat merasakan kesedihan seseorang karena penyakitnya
65 Saya sering menunda pekerjaan yang harus saya selesaikan pada hari ini
66 Saya lebih memilih tugas/pekerjaan yang mudah dari pada pekerjaan yang menantang
67 Saya selalu memberi semangat kepada pasien yang berada di rumah sakit
68 Saya merasa panik juka menghadapi pasien yang histeris
69 Ketika berdebat dengan orang lain, emosi saya selalu terpancing
68
70 Saya sering merasa tidak bahagia tanpa tahu penyebab dan alasannya
71 Saya selalu bersemangat dalam menghadapi tantangan dalam pekerjaan saya
72 Saya tidak canggung ketika bertemu dengan banyak orang baru
73 Saya canggung untuk memulai pembicaraan dengan orang yang baru saya kenal
74 Saya sulit memposisikan diri ketika orang lain menceritakan kesedihannya
75 Saya suka mencoba hal-hal baru untuk menghindari kebosanan
76 Rasanya saya tidak mengetahui tujuan hidup saya
77 Saya sulit mengenali perasaan-perasaan yang saya rasakan
78 Saya akan berusaha lebih keras ketika saya mengalami kegagalan
79 Saya sering melanggar peraturan yang saya tetapkan sendiri
80 Saya mengerti dan memahami rasa sakit yang dialami pasien
81 Saya tidak banyak bicara ketika berada pada lingkungan yang baru
82 Saya kurang mampu mengontrol emosi saat marah
83 Ketika menghadapi tugas yang sulit, saya mudah frustasi
84 Saya melihat permasalahan dari beberapa sudut pandang
85 Saya cepat beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan yang baru
86 Saya sulit mengungkapkan perasaan yang saya rasakan kepada orang lain agar tidak menyinggung perasaannya
87 Ketika pasien bercerita, saya ogah-ogahan dalam menanggapinya
88 Saya malas mengerjakan tugas-tugas yang sulit 89 Saya melihat suatu peristiwa dari sudut pandang
pribadi saya
90 Saya merasa sungkan ketika bertemu dengan orang baru
Mohon periksa kembali jawaban anda.
Pastikan tidak ada yang terlewat.
70
LAMPIRAN 2
SKALA PENELITIAN
SKALA PENELITIAN
Digunakan Untuk Penyelesaian Tugas Akhir
Disusun Oleh :
Mery Kartini Sinaga
(099114019)
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2014
Yogyakarta, Juli 2014
Kepada :
Yth. Saudara yang berpartisipasi
Dengan hormat, saya :
Nama : Mery Kartini Sinaga
Fakultas : Psikologi
Universitas : Sanata Dharma
Dalam rangka penyusunan tugas akhir, untuk menyelesaikan tanggung
jawab saya sebagai mahasiswa. Maka, saya mohon bantuan dan kesediaan saudara
untuk memberikan tanggapan terhadap pernyataan yang telah saya susun dalam
skala ini. Tanggapan yang Saudara berikan akan terjaga kerahasiaannya. Oleh
karena itu, Saudara dimohon untuk menjawab dengan keadaan yang
sebenar-benarnya.
Saya mengucapkan terima kasih atas kesediaan saudara untuk
berpartisipasi dalam penelitian saya ini.
Hormat saya,
72
DATA IDENTITAS
Nama / Inisial :
Jenis Kelamin :
Usia : tahun
Lama Masa Kerja :
1 – 6 Tahun 7 – 12 Tahun
PETUNJUK PENGERJAAN
Berikut ini terdapat 67 pernyataan, bacalah dan pahami pernyataan yang
ada dengan seksama. Berilah tanda centang atau check list ( √ ) di dalam pilihan
kotak yang tersedia, yaitu :
SS : Bila pernyataan tersebut “SANGAT SESUAI” dengan diri anda S : Bila pernyataan tersebut“SESUAI” dengan diri anda
TS : Bila pernyataan tersebut “TIDAK SESUAI” dengan diri anda
STS : Bila pernyataan tersebut “SANGAT TIDAK SESUAI” dengan diri anda
Anda bebas untuk menentukan pilihan atas jawaban anda sendiri. Dalam
hal ini tidak ada jawaban benar atau salah, karena jawaban Anda yang
mencerminkan diri Anda masing-masing.
Contoh cara pengisian :
Pernyataan SS S TS STS
Saya sering berolahraga √
Ketika Anda keliru memilih jawaban dan memberi tanda centang (√ )
pada jawaban yang keliru, maka Anda dapat mengganti pilihan anda dengan
memberi tanda centang (√ ) pada pilihan jawaban yang lebih sesuai.
Contoh koreksi :
Pernyataan SS S TS STS
74
Pastikan tidak ada pernyataan yang terlewatkan. Selamat Mengerjakan !
No. Pernyataan SS S TS STS
1
Saya mampu mengenali perasaan saya ketika saya sedang sedih2
Walaupun banyak rintangan, saya selalu berusaha tekun dalam menyelesaikan tugas3
Saya mendengarkan dan menanggapi dengan baik ketika pasien menceritakan perasaan dan penyakitnya4
Saya merasa tidak perlu memahami perasaan orang lain ketika berbicara dengan mereka5
Saya merasa mudah mendapatkan kepercayaa dari orang lain6
Saya kesulitan untuk mengembangkan pembicaraan dengan orang lain7
Saya menjadi gugup ketika ada orang yang menanyakan sesuatu yang tidak saya kuasai8
Saya dapat mengendalikan emosi saya ketika menghadapi masalah9
Saya merasa kebingungan harus melakukan apa ketika menghadapi masalah10
Saya sulit menahan keinginan yang muncul secara tiba-tiba11
Saya lebih senang menggunakan cara-cara lama dalam pencapaian tujuan saya agar tidak membuang-buang waktu12
Saya tidak menyerah ketika usaha saya mengalami kegagalanNo.
Pernyataan SS S TS STS13
Saya bingung memahami perasaan orang lain yang memiliki masalah14
Ketika menghadapi masalah dengan tim kerja, saya selalu berdiskusi dan memecahkan masalah yang dapat menguntungkan semua pihak15
Saya malu ketika berkenalan dengan orang baru16
Ketika bertemu dengan orang baru, saya mampu memulai pembicaraan terlebih dahulu17
Saya tidak terlalu memperdulikan perasaan pasien, yang penting saya telah menyelesaikan tugas saya18
Saya merasa putus asa ketika saya mengalami kegagalan dalam melayani pasien19
Saya lebih banyak dipegaruhi perasaan takut gagal dari pada pengharapan untuk sukses20
Pasien yang bertingkah aneh membuat saya malas untuk mendekatinya21
Saya kuatir tidak dapat menyelesaikan tugas-tugas dalam pekerjaan saya dengan baik22
Saya memiliki kemampuan yang dapat saya banggakan23
Saya dapat memusatkan perhatian pada pekerjaan saya tanpa terpengaruhi masalah pribadi saya24
Saya tidak memiliki segala sesuatu yang dapat dibanggakan76
No.
Pernyataan SS S TS STS25
Keinginan saya untuk membantu pasien membuat saya bersemangat dalam bekerja26
Saya mengakhiri usaha saya ketika telah gagal27
Saya dapat memposisikan diri ketika orang lain menceritakan permasalahannya28
Saya senang ketika dapat berinteraksi dengan banyak orang baru29
Saya menyadari kapan harus menyelesaikan tugas dan kapan waktunya bersantai30
Saya mampu mengendalikan diri agar tidak marah ketika berdebat dengan orang lain31
Ketika menghadapi persoalan dengan orang lain, saya sulit mengendalikan emosi dalam diri saya.32
Saya malas mendengarkan dan menanggapi cerita pasien33
Saya lebih senang bekerja secara individu34
Saya turut bahagia ketika melihat pasien yang sudah sehat dan keluar dari rumah sakit35
Menurut saya membuat cara-cara baru hanya membuang-buang waktu, sehingga saya malas melakukannya36
Ketika menghadapi masalah, saya melampiaskan rasa marah pada orang disekitar saya37
Saya menyiapkan diri dan keperluan pekerjaan sehari sebelumnyaNo.
Pernyataan SS S TS STS38
Saya mampu menangani pekerjaan yang diberikan kepada saya dalam melayani pasien39
Saya selalu berpikir dengan matang sebelum melakukan suatu tindakan40
Saya yakin bahwa saya mampu menggapai tujuan saya jika saya bekerja keras41
Saya dapat memahami ketakutan pasien ketika akan menjalani operasi42
Saya mampu bekerja sama dalam tim tanpa mementingkan diri saya sendiri43
Saya menyadari setiap manusia memiliki kekurangan, begitu juga dengan saya44
Ketika merasakan emosi negatif, saya mampu mengalihkannya dengan cara positif45
Meskipun pasien banyak mengeluh, saya tetap berusaha melayani dengan baik46
Saya selalu menyapa setiap pasien saya47
Saya merasa sulit memahami orang yang memiliki pandangan yang berbeda dengan saya48
Saya merasa kesulitan saat mengambil keputusan diantara banyak pilihan49
Saya selalu memberi semangat kepada pasien yang berada di rumah sakit50
Ketika berdebat dengan orang lain, emosi saya selalu terpancing51
Saya sering merasa tidak bahagia tanpa tahu penyebab dan alasannya78
No.
Pernyataan SS S TS STS52
Saya selalu bersemangat dalam menghadapi tantangan dalam pekerjaan saya53
Saya tidak canggung ketika bertemu dengan banyak orang baru54
Saya canggung untuk memulai pembicaraan dengan orang yang baru saya kenal55
Saya sulit memposisikan diri ketika orang lain menceritakan kesedihannya56
Saya suka mencoba hal-hal baru untuk menghindari kebosanan57
Rasanya saya tidak mengetahui tujuan hidup saya58
Saya akan berusaha lebih keras ketika saya mengalami kegagalan59
Saya sering melanggar peraturan yang saya tetapkan sendiri60
Saya mengerti dan memahami rasa sakit yang dialami pasien61
Saya kurang mampu mengontrol emosi saat marah62
Ketika menghadapi tugas yang sulit, saya mudah frustasi63
Saya melihat permasalahan dari beberapa sudut pandang64
Saya cepat beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan yang baruNo.
Pernyataan SS S TS STS65
Ketika pasien bercerita, saya ogah-ogahan dalam menanggapinya66
Saya malas mengerjakan tugas-tugas yang saya rasa sulit67
Saya merasa sungkan ketika bertemu dengan orang baru80
LAMPIRAN 3
HASIL PENELITIAN
RELIABILITAS SKALA TRY OUT KECERDASAN EMOSI
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 45 100.0
Excludeda 0 .0
Total 45 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .942 90 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted x1 275.22 447.495 .415 .942 x2 275.22 450.404 .277 .942 x3 275.84 450.089 .192 .943 x4 275.40 445.836 .433 .942 x5 276.11 447.556 .283 .942 x6 275.36 445.780 .505 .941 x7 275.38 441.559 .535 .941