• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAGIAN ISI BAB I. PENDAHULUAN

Dalam dokumen panduan penulisan Disertasi Tesis 2019 (Halaman 68-77)

PENULISAN TESIS

L. Daftar Publikasi

II. BAGIAN ISI BAB I. PENDAHULUAN

Bab Pendahuluan memuat latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat, dan kebaruan penelitian. Pada dasarnya, bab pendahuluan Tesis sama dengan isi pendahuluan pada proposal Tesis, hanya saja perlu disesuaikan dengan hasil-hasil penelitian sejenis yang lebih baru dan adanya perubahan pada aspek kajian Tesis.

A. Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah memuat arti penting masalah ditinjau dari segi kepentingan pengembangan pengetahuan dan pandangan/rasionalitas peneliti mengapa penelitian tersebut penting dilakukan, namun disesuaikan dengan perjalanan penelitian dan hasil penelitian. Akar masalah penelitian tetap harus disampaikan dalam penulisan Tesis. Pendekatan masalah sebagai metode/cara penyelesaian akar masalah juga disampaikan seperti pada proposal penelitian dengan penyesuaian setelah pelaksanaan penelitian.

B. Kebaruan Penelitian

Kebaruan penelitian merupakan deskripsi yang mengungkapkan kebaruan ide terkait penelitian yang dilakukan, berupa paparan hasil penelusuran (tracking) kemajuan penelitian sejenis terbaru, seperti yang diuraikan dalam proposal Tesis, namun perlu dipertajam kembali dengan mempertimbangkan hasil penelitian, sehingga peneliti dapat menunjukkan perbedaan penelitian yang dilakukan dengan penelitian-penelitian sejenis sebelumnya.

C. Rumusan Masalah

Rumusan masalah memuat pernyataan masalah yang menjadi fokus penelitian seperti yang telah dirumuskan pada proposal Tesis, namun lebih dipertajam dan disesuaikan dengan jalannya penelitian (state of the art) dan hasil penelitian.

D. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian menggambarkan target penelitian dan sejalan dengan rumusan masalah seperti yang telah disampaikan dalam proposal Tesis dengan penajaman dan penyesuaian hasil penelitian (sebaiknya disampaikan tujuan umum dan tujuan khusus).

E. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian memuat uraian manfaat temuan baru terhadap kehidupan masyarakat secara langsung dan atau perkembangan ilmu pengetahuan yang dapat dimanfaatkan oleh ilmuwan lain, teknologi, dan seni (IPTEKS). Perumusan manfaat penelitian seyogyanya terkait manfaat langsung penelitian (setidaknya menyampaikan manfaat teoritis dan manfaat praktis).

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

Bab Tinjauan Pustaka memuat: landasan teori, kerangka berpikir, dan hipotesis.

A. Landasan Teori

Landasan teori memuat uraian sistematis tentang teori dan temuan-temuan hasil penelitian terdahulu yang gayut dengan permasalahan penelitian. Teori yang disampaikan harus memuat landasan teori yang akan digunakan sebagai acuan utama dalam melakukan pendekatan masalah penelitian. Paparan tinjauan pustaka juga harus mengungkapkan pendekatan masalah penelitian secara teoritis (theoretical approach) sebagai dasar penyusunan kerangka berpikir dan penarikan simpulan secara deduktif menjadi sebuah hipotesis penelitian. Temuan-temuan hasil peneliti terdahulu yang digunakan sebagai sumber rujukan harus memenuhi standar ilmiah dan kemutakhiran (recently) dari sumber berkala penelitian, jurnal ilmiah, dan publikasi hasil penelitian.

Teknik pengutipan (parafrase) harus dilakukan secara benar agar terhindar dari tindakan plagiasi. Semua sumber pustaka yang digunakan juga harus didokumentasikan, baik dalam teks karangan maupun daftar pustaka, dengan sistem nama dan tahun. Cara penulisan sumber pustaka pada teks maupun daftar pustaka disajikan pada Bagian 4.

B. Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir memuat dasar pemikiran peneliti dalam memecahkan akar masalah penelitian, sehingga harus disusun sendiri oleh peneliti. Argumen peneliti dalam pemaparan kerangka berpikir didasarkan pada teori-teori dan hasil-hasil penelitian sebelumnya yang telah disampaikan dalam landasan teori, namun tidak merupakan kutipan dari pustaka.

Untuk mempermudah pemahaman terhadap kerangka berpikir, pada bagian akhir perlu dilengkapi dengan bagan. Bagan ini memuat variabel-variabel yang akan diteliti dan dibangun berdasarkan landasan teori (jika perlu menunjukkan faktor internal dan eksternal serta tingkat kasus/masalah yang akan diteliti). Dalam penelitian kuantitatif, kerangka berpikir memberikan arah perumusan hipotesis, sedangkan pada penelitian kualitatif memuat dimensi-dimensi penelitian serta langkah-langkah metodologis yang akan dijalankan peneliti. Langkah-langkah metodologis tersebut akan ditetapkan sampai

pada tahap pengumpulan data dan disesuaikan dengan perkembangan pemikiran bidang Ipteks yang diteliti.

D. Hipotesis

Hipotesis merupakan dalil atau jawaban sementara yang belum dibuktikan kebenarannya secara empiris. Oleh karena itu, hipotesis harus memuat pernyataan singkat yang merupakan jawaban/simpulan sementara terhadap akar masalah penelitian.

Penyusunan hipotesis didasarkan atas hasil kajian teori yang telah ada/pengetahuan relevan, sehingga bukan sekedar perkiraan/dugaan simpulan penelitian semata yang tidak didasarkan pada Ipteks yang telah ada.

BAB III. METODE PENELITIAN

Metode penelitian Tesis mencakup: metode penelitian di laboratorium, metode penelitian lapangan, dan metode penelitian literatur.

A. Metode Penelitian Laboratorium

Metode ini menguraian tentang: tempat dan waktu penelitian, bahan dan alat (jika ada), dan tatalaksana penelitian.

1. Tempat dan waktu penelitian, menjelaskan tempat penelitian dilaksanakan.

Pengertian tempat tidak sekedar identitas administratif, namun lebih pada karakter Laboratorim penelitian (termasuk managemen risiko Lab). Waktu penelitian menjelaskan waktu pelaksanaan penelitian seperti hari, minggu, bulan, tahun, dan seterusnya. Dalam bagian ini memuat jadwal penelitian yang berisi rincian tahap-tahap penelitian dan perkiraan lama waktu yang dibutuhkan untuk masing-masing tahap, mulai dari persiapan penelitian, pengumpulan data, analisis data, dan penulisan Tesis (Tesis I, II, III, dan IV). Jadwal kegiatan penelitian disajikan dalam bentuk matriks

2. Bahan dan alat penelitian: menjelaskan bahan dan alat penelitian yang penting untuk diketahui, karena terkait dengan tingkat ketelitian data. Oleh karena itu, bahan dan alat penelitian yang berkaitan dengan ketelitian/keakuratan pengukuran/pengambilan data harus disebutkan dengan menyampaikan tingkat risiko masing-masing perlakuan.

3. Tatalaksana penelitian memuat uraian cara melaksanakan penelitian sekaligus menggambarkan langkah pendekatan dalam menjawab akar permasalahan penelitian. Cara melaksanakan penelitian dan atau metode pengumpulan fakta penelitian antara lain mencakup: jenis dan perancangan penelitian, macam perlakuan (jika ada), populasi dan sampel penelitian, variabel penelitian, dan prosedur pengumpulan data, dan teknik analisis data. Uraian tatalaksana penelitian dalam proposal Tesis harus bisa menyampaikan prinsip-prinsip yang mendasari pemilihan metode serta menjelaskan secara rinci prosedur kerja setiap tahapan secara jelas (repeatable) untuk seluruh aspek kajian yang akan dilaksanakan.

Metode penelitian yang secara khusus mengacu pada metode peneliti lain yang telah dipublikasikan harus ditunjukkan dalam referensi. Cara analisis data memuat teknik

pengolahan data dengan menyebutkan model statistik yang digunakan dan output yang diharapkan.

B.Metode Penelitian Lapangan

Metode penelitian lapangan menguraikan:

1. Rancangan penelitian yang telah digunakan dalam melakukan penelitian.

2. Variabel-variabel atau dimensi-dimensi, atau data yang diteliti, diuraikan dengan jelas termasuk parameternya. Variabel-variabel tersebut berasal dari konsep-konsep terpilih yang telah disusun dalam kerangka berfikir. Dijelaskan definisi operasional dan mekanisme pengukurannya (skala ukur, hasil ukur dan satuan ukuran) serta skala data.

3. Metode pengambilan sampel (teknik sampling) dijelaskan dengan mengacu pada pendapat ahli atau menggunakan rumus Epi-info atau rumus sampling lainnya.

4. Metode pengambilan data dijelaskan secara rinci.

5. Metode analisis data lapangan mencakup uraian tentang bagaimana data diolah dan dianalisis untuk menjawab tujuan penelitian. Dijelaskan alat statistika atau matematika yang digunakan serta dilengkapi rumus-rumusnya (sebutkan program statistik yang digunakan).

C. Metode Penelitian Literatur

Metode penelitian literatur menguraikan metode tertentu yang dipakai untuk menjelaskan: kronologis (besar masalah, dampak serta tingkat risiko), sudut pandang tertentu, komparasi, dan lain-lain. Metode penelitian ini meliputi: metode pengumpulan data, analisis dan penyajian data.

Catatan:

1. Urutan dan isi tatalaksana penelitian dapat disusun berbeda, khususnya untuk bidang-bidang ilmu tertentu yang memerlukan kekhususan (tidak semua aspek harus ada dan dua atau lebih aspek bisa digabung atau menambah/menghilang-kan aspek yang ada.)

2. Apabila penyusunan Tesis di bab IV mengikuti format naskah publikasi per aspek kajian, maka uraian tatalaksana penelitian dalam metode penelitian cukup hanya menyampaikan langkah pendekatan dalam menjawab akar permasalahan penelitian dan prinsip-prinsip pendekatan serta argumen yang mendasari pemilihan metode /prosedur kerja. Prosedur kerja secara rinci untuk setiap tahapan aspek kajian ditulis secara jelas pada masing-masing sub bab aspek kajian di Bab IV Hasil Tesis.

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab IV. Hasil penelitian dan pembahasan terdiri atas dua bagian, yakni (A) Hasil penelitian dan (B) Pembahasan, yang disusun dalam sub bab terpisah.

A. Hasil Penelitian

Sub-bab hasil penelitian menyampaikan temuan-temuan penting hasil penelitian, sehingga bukan sekedar menampilkan tabel, gambar atau hasil analisis statistik. Hasil analisis statisitk dan gambar harus digunakan untuk menjelaskan pokok-pokok uraian dalam teks, bukan menjadikannya sebagai subjek dalam teks. Untuk mempermudah dalam mamahami makna hasil penelitian, maka penyajian data masing-masing variabel dalam format hasil analisis statistik, seperti tendensi sentral dan sebaran, tabel distribusi frekuensi, dan grafik/histogram (untuk Penelitian kuantitatif) atau deskripsi data secara kontekstual, penjelasan fenomena, analisis dan hasil/temuan sesuai permasalahan (untuk Penelitian kualitatif). Dalam penelitian kuantitatif, uji persyaratan analisis meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji independensi, dan uji lain yang diperlukan disampaikan secara jelas. Pengujian hipotesis, misalnya dilakukan dengan Anova (uji interaksi, regresi-korelasi, path analysis, dan statistik non-parametrik). Penyajian fakta penelitian dalam bentuk tabel, grafik, foto, atau dalam bentuk lain masing-masing variabel penelitian tetap memerlukan penjelasan makna secukupnya. Semua data jika memenuhi syarat tertentu dapat dilakukan dengan analisis statistik yang menurut pembimbing tesis akan mampu menjelaskan hasil penelitian dengan lebih akurat seperti penggunaan analisis ‘pathway’ atau SEM Analysis.

B. Pembahasan

Pembahasan dilakukan secara komprehensif, manyajikan ulasan makna fakta-fakta penelitian dalam kaitan satu aspek sub kajian dengan aspek sub kajian lainnya guna membangun (sintesis) pengetahuan baru atau pendefinisian kembali ilmu pengetahuan yang sudah ada. Dalam pembahasan juga diuraikan penafsiran hasil penelitian secara jelas, logis, dan kritis agar terungkap temuan-temuan penting hasil penelitian. Peneliti perlu membandingkan temuannya dengan penelitian sejenis baik yang dilakukan di Indonesia maupun luar negri. Pembahasan hasil penelitian perlu dikaitkan dengan teori yang ada dan hasil-hasil penelitian sejenis yang telah dilakukan sebelumnya. Namun

demikian, dalam pembahasan perlu dihindari sitasi pustaka yang terlalu dominan, sehingga mengaburkan penyampaian makna penelitian itu sendiri. Oleh karena itu setiap Tesis wajib dilakukan uji similaritas (tes plagiarism) dengan menggunakan program turnitin melalui www.turnitin.com Sementara itu, dalam penelitian kualitatif harus dibahas temuan-temuan dengan berdasar perspektif teori secara mendalam.

C. Nilai-nilai Kebaruan

Pada bagian ini mengungkapkan temuan penting dari hasil penelitian. Temuan-temuan penting yang dapat diungkap dapat mengacu pada: (a) Prinsip manfaat hasil penelitian, (b) Prinsip implementasi hasil penelitian atau prinsip aksiologi penelitian, dan (c) Nilai-nilai kebaruan penelitian.

D. Keterbatasan Penelitian

Keterbatasan penelitian memuat berbagai hal, yang terkait prosedur/metodologi, serta hasil dan pembahasan, yang dianggap kurang optimal bisa dicapai dalam penelitian dengan argumen secara ilmiah. Penulisan keterbatasan penelitian bukan menyampaikan kesulitan penelitian tetapi menyampaikan bias data yang diakibatkan keterbatasan alat ukur, human eror saat wawancara maupun bias seleksi subjek penelitian.

Dalam dokumen panduan penulisan Disertasi Tesis 2019 (Halaman 68-77)

Dokumen terkait