BAB III ANALISIS DAN BAHASAN A Analisis
BAGIAN KETIGA
Pelaksanaan, Pelanggaran, dan Sanksi Pasal 9
(1) mahasiswa PPL bertanggungjawab atas pelaksanaan Kode Etik Mahasiswa PPL. (2) Setiap mahasiswa berkewajiban mensosialisasikan Kode Etik Mahasiswa kepada
teman sejawat
Pasal 10
(1) Pelanggaran adalah perilaku menyimpang dan atau tidak melaksanakana Kode Etik Mahasiswa PPL
(2) Mahasiswa yang melanggar Kode Etik dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.
Implementasi Kurikulum 2013
Latar Belakang
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan,kompetensi lulusan pada satuan pendidikan, dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan sesuai Kurikulum Nasionaldengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah sesuai dengan Kurikulum Daerah.
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan mengacu pada kurikulum yang dikembangkan pada tingkat nasional dan daerah. Pengembangan kurikulum tersebut berdasarkan standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Empat dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaianmerupakan acuan utama dalam mengembangkan kurikulum. Pengertian-pengertian
Standar Kompetensi Lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Standar Isi adalah tingkat kompetensi dan ruang lingkup materi yang dituangkan dalam kriteria yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada satuan pendidikan.
Standar Prosesuntuk satuan pendidikan dasar dan menengah mencakup perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran.
Standar Penilaian untuk satuan pendidikan dasar dan menengah mencakup perencanaan,pelaksanaan, dan tindak lanjut penilaian hasil pembelajaran. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Kurikulum nasionaladalah kurikulum yang dikembangkan Pemerintahdan berlaku secara nasional, yang di dalamnya memuat rasional, struktur kurikulum dan beban belajar, kerangka implementasi, silabus, buku teks pelajaran dan buku panduan guru untuk setiap jenis dan jenjang pendidikan. Kurikulum daerah adalah kurikulum yang dikembangkan pemerintah daerah dan berlaku pada wilayah tersebut.Kurikulum daerahmemperkaya kurikulum nasional untuk bagian tertentu dari matapelajaran kelompok B dengan konten yang menjadi kekhasan utama pada daerah tersebut.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikanadalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.
Silabus adalah rencana pembelajaran yang mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pembelajaran, proses pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah rencana pembelajaran detil pada suatu materi pokok atau tema tertentu yang mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, tujuan, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
KurikulumTingkat Satuan Pendidikan dikembangkan berdasarkan prinsip- prinsip sebagai berikut:
1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
2. Beragam dan terpadu
3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni 4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
5. Menyeluruh dan berkesinambungan 6. Belajar sepanjang hayat
7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah I. Komponen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan
Pendidikan dasar dan menengah, dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Pendidikan, bertujuan membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang:
a. beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur;
b. berilmu, cakap, kritis, kreatif, dan inovatif; c. sehat, mandiri, dan percaya diri; dan
d. toleran, peka sosial, demokratis, dan bertanggung jawab. Struktur dan Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Ditinjau dari manajemen sekolah, maka KTSP pada dasarnya merupakan bentuk perencanaan satuan pendidikan pada bidang intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler untuk mencapai visi, misi, dan tujuannya. Dokumen KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah setidak- tidaknya meliputi:
1. Kurikulum nasionalyang terdiri dari Rasional, Kerangka Dasar Kurikulum, Struktur Kurikulum, Deskripsi Matapelajaran, KI dan KD, dan Silabus untuk satuan pendidikan terkait.
2. Kurda yang terdiri dari KD dan Silabus yang dikembangkan oleh daerah yang bersangkutan, dengan acuan KI yang dikembangkan pada kurikulum nasional
3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
4. Kegiatan kurikuler (intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler) 5. Kalender Pendidikan.
Lima hal di atas pada hakikatnya merupakan perencanaan sekolah pada bidang kurikuler untuk mencapai visi, misi, dan tujuannya. Oleh karena itu, selain lima hal di atas, idealnya dokumen KTSP diawali dari deskripsi satuan pendidikan, visi, misi, dan tujuan, serta strategi mencapai tujuan pada satuan pendidikan tersebut.
Struktur dan Muatan Kurnas meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan, yang mengikat sejumlah KD yang memiliki karakteristik tertentu pada aspek materi pelajaran. Kurda pada hakikatnya merupakan pelengkap Kurnas, sehingga kurikulum menjadi satu kesatuan utuh: memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan/potensi daerah/satuan pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Kurda terdiri dari KD dan Silabus yang dikembangkan oleh daerah (Pemda Tingkat I dan/atau Tingkat II) yang bersangkutan, dengan acuan KI.
Mata pelajaran beserta alokasi waktu untuk masing-masing tingkat satuan pendidikan berpedoman pada struktur Kurnas.
Struktur Kurikulum SD/MI adalah sebagai berikut:
MATA PELAJARAN ALOKASI WAKTU BELAJARPER MINGGU