• Tidak ada hasil yang ditemukan

LINGKUNGAN PERUMAHAN SEDERHANA

3.9. BAGIAN PERSIL YANG TERTUTUP BANGUNAN (BUILDING COVERAGE)

Bagian persil yang tertutup bangunan,

maksimum : 60 %

3.10. PRASARANA LINGKlJNGAN PERUMAHAN

3.10.1. Jalan (lokaI) 3. \0. \.1. Pembagum Jalan

• Jalan Penghubung Lingkungan Perumahan

ROW minimum 13 m

. Lebar perkerasan aspal minimum : 6 m Lebar perkerasan bab,! jalan a : m

• Jalan Po ros Lingkungan Perumahan:

ROWminimum I1 m

Lebar perkerasan aspal minimum Lebar perkerasan bahu jalan a

• Jalan Lingkungan Perumahan I ROW minimum

Lebar perkerasan rrinimum

• J a1an Lingkungan Perumahan 11 ROW minimum

Lebar perkerasan minimum

• Jalan Lingkungan Perumahan 111 ROW minimum

Lebar perkerasan minimum Gambar 6. POlongiin Jalan

Jalan Lingkungan Perumahan I.

13

3.10.1.2. Radius Belolam Jalan

3.10.13.

Untuk mendapatkan radius belokan yang sesuai bagi liap jenis jalan, maka haru. dükuti "PERATURAN PERENCANAAN CEO-METRIK JALAN RA VA" . dari Bina MaIga dan rumus-rumus perencanaan kota.

Perbandingan Jakln Menurut Jenisnya a. Di daerah kemudahan tingkat I

Jalan lingkungan perumahan 1I dan III 80% J a1an Iingkungan perumahan I 15% Jalan paro. Iingkungan perumahan,dan

penghubung Iingkungan perumahan . 5% b. Di daerah kemudahan tingkat 1I :

J alan lingkungan periunahan " dan III 60% J alan lingkungan periunahan I - 30% Jalan para. Iingkungan perwnahan dan

penghubung lingkungan perumahan 10% c. Di daerah kemudahan tingkat III :

J alan lingkungan perumahan " dan lil 40%

J a1ar. lingkungan perumahan I 40%

Jalan para. Iingkungan perumahan dan

penghubung lingkungan perumahan 20%

3.10.1.4. Dalam merencan·aJcan tempat ·pertemuan antara jalan lokal dan jalan penghubung harus memperhatikan tersedianya sebidang tanah khusus untuk berpangkalnya kendaraan umum jeni. ·ketiga dan becak.

Gambar 7. Pangkalan Kendaraan Umum.

14

/

3.10.2. Air Minum

'3.10.2.1. Umum

Seliap lingkungan perumahan harus dilengkapi dengan prasarana air minum yang memenuhi slandar.

3.10.2.2. PenyediO/Jn Ai, Minum KotajPen)ledilJan Ai, Minum Lingkurffan

a. lingkungan perumaJIan harus mendapal air minum yang cukup dari saluran air minum kola:

b. Apabilà tldak Iersedia sistim air minum kola maka harus diusa-hakan penyediaan dari sumber lain yang memenuhi p.nyaratan air minwn.

c. Sistim Penyediaan Air Minum Kata alau Sislim Penyediaan Air Minum lingkungan ·harus dapal melayani kebuluhan perumahan dengan penyaratan sebagai berikut:

(i) Sambungan rumah dengan kapasitas ·minimum 100 liter/

d. Sambungan rumah:

{i) Harus Ierse dia sistim plambing dalam rumah.

(ii) Ukuran minimum pipa dina. 18 mm

(iii) Harus dipasang meIer air dengan ukuran 12,5 mm

(iv) Vntuk pipa yang lertanam dalam tanah dapat dipakai pipa PVC.

(v) Unluk pipa yang dipasang di alas lanah tanpa perlindungan dapat dipakai G lP.

(vi) MeIer air harus dipasang le!;tutup dan diarnankan terhadap pengrusakan.

e. Sarnbungan halaman :

(i) Tidak harus Iersedia sislim plambing rumah.

(ü) Ukuran minimum pipa dinas 12,5 mm

(ill) Harus dipasang meIer air dengan ukuran 12,5 mm

(iv) Untuk pipa yang tertanam dalam lanah dapal dipakai pipa PVC.

15

(v) Untuk pipa yang dipasang di atas tanah dan tidak ter·

lindung dapat dipakai pipa GIP.

(vi) Meter air harus dipasang tertutup dan diamankan terhadap pengmsakan.

(Hi) Tiap kran uinum hams dilengkapi dengan meter air.

(iv) Tiap kran umum harus dilengkapi dengan sekurang·kurang·

nya 2 kran.

g. Kran Kebakaran :

Kran kebakaran harus ditempatkan pada jarak 100 m untuk bangunan·bangunan komersiü atau harus dipasang pada jarak 200 m untuk daerah perumahan dan ditempatkan sedemikian rupa sehingga dapat dieapai oleh unit mobil pemadam ke·

bakaran.

Apabila kran kebakaran tidak dirmingkinkan karena tidak ter·

sedianya air minum kota atau air minum lingkungan, maka diharuskan membuat sumur-s.umur kebakaran pada jarak·jarak yang sesuai dengan jarak yang disahkan untuk kran kebakaran.

h. Sumur Pantek atau Sumur Gali Umum:

(i) Jumlah rumah yang dilayani tidak boleh lebih dari 8 rumah.

(ü) Sumur pantek atau sumtu gali umum harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga jarak perumahan yang dilayani tidak boleh lebih dari 50 meter.

3.10.3. Air Lirnbah

3.\0.3.1. Umum

Setiap lingkungan perumahan hams dilengkapi dengan sistim Pembuangan Air Limbah yang memenuhi standar yang berlaku:

3.10.3.2. Pembuangan Air Limbah Kota dan P~mbuangan Air Limbah Lingkungan.

a. Apabila kemungkinan membuat Tangki Septik tidak ada, maka

16

lingkungan perwnahan harus dilengkapi dengan sistim Pem.

buangan Air Limbah Lingkungan atau harus dapat disambung pada sistim Pembuangan Air Limbah Kota (kalau (ersedia).

Q. Sisrim Pembuangan Air Limbah Kota dan sistim Pembuangan Air Limbah Lingkungan harus dapat melayani kebutuh.n pembuangan dengan persyaratan sebagai berikut:

(i) Ukuran pipa pembawa minimum 200 mm.

(ii) S.mbungan pipa harus rapat air.

(iii) Pada jalur pipa pembawa ha rus dil"ngkapi dengan Lubang Pemcriksa pada tiap pergantian arah pipa dan minimum padajarak tlap SO 111 pada bagian pipa yang lurllS.

(iv) Air Limbah harus melalui sistim pcngulahan scdcmikian rupa sehingga memcnuhi standar yang berlaku sebelulll dibllang kc perairan terbuka.

3. J03.3. TOl1gki SetJlik Bersama dan Bidang Rl'SafJQII Bersama.

a. Apabila tidak memungkinkan untuk IIIcllIbual lan,~ki sept ik pada liap-tiap rumah maka harus dapat dihuat tangki seplik bersam3 yang dapat melayani.

b. Apabila tidak IllcI11ungkinkan untuk Jllcmbuat Bidang Rcsapan pada (iap rumah" maka ha rus dapat dibuat Bidang Resapan Bcrsarna yang tlarat melayani beberapa rumah sesuai yang direm:anakan.

Gambar X. Tangki Septik Bersama.

r - - Pip. penghuburo; 150 mm

3.10.4. Pembuangan Air Hujan

3.10.4.1. Umum

Setiap lingkungan perumahan harus dilengkapi dengan sisfim Pembuangan Air . Hujan yang mèmpunyai kap""ltas tampung yang cukup, sehingga IingkUl ~an perumahan bebas dari genangan air.

3.10.4.2. SalurrJn Pembuangan Air Hujan

a. Saluran Pembuangan Air hujan harus direncanakan berdasarkan frekwensi intensitas curah hujan 2 tahunan.

b. Saluran Pembuangan Air Hujan dapat merupakan saluran ter·

buka at au ,aluran tertutup.

c. Apabila ,aluran dibuat tertutup, mak. pada tiap perubahan arah harUs dilengkapi dengan Lubang Pemeriksa dan pada saluran yang lurus. Lubang Pemeriksa harus dibuat tiap jarak minimum 50m.

3.10.4.3. Radon Peneri"l11

a. Sistim Pembuangan Air Hujan harus dihubungkan dengan Badan Penerima dan dapat menyalurkan, atau menampung air buangan sedemikian rupa sehingga maksud pen~eringan daerah

dapat terpenuhi. .

b. Badan Penerima dapat merupakan ,ungai, danau, kolam yang mcmpunyai'daya tampung cukup.

3.10.5. Pembuangan Sampah . 3.10.5.1. Umum

Setiap lingkungan perumahan harus diIengkapi dengan suatu sistim Pembuangan Sarnpah yang aman dan memenuhi kesehatan.

3.10.5.2. Pengumpulan Sampah

18

a. Fasilitas pengumpulan ,arnpah harus dibuat untuk menarnpung sementara sarnpah·sarnpah yartg dikurnpulkan dari tiap rumah.

b. lumlah dan kapa,ita, tarnp~g pengumpulan sarnpah tergantung

pad a jumlah dan frekwensi pengangkutan ke tempat pem-buangan,

J.IO.S.J .. Pellgangklltan Sampah.

a. Fasilitas pengangkutan sampah dapat berupa gerobak dorong dan mobil pengangkut sampah.

b. lumlah dan kapasitas angkut tergantung pada jwnlah dan frek-wensi sampah yang akan diangkut.

c. Frekwensi pengangkutan dari tiap-tiap rumah at au lempal Pengumpulan Sampah harus diatur maksimum 2 hari se kali.

3.10.5.4. Pembuangan Sampah

a. Sampah harus dibuang pad a tempat pembuangan sampah yang telah disediakan untuk keperluan dimaksud.

b. Apabila belum tersedia tempat peinbuangan yang telah di-tentukan oleh pejabat yang berwenang, tiap lingkungan perum~ harus dilengkapi dengan temp.t pembuangan sampah yang sesuai dengan persyaratan.

c. Pembuangan sampah dapat merupakan : Penimbunan Saniter_

Pembakaran.

Pabrik Kompos.

3.10.5.5. Penimbunan Sanire,

a. Harus dipUih tanah rendah yang menyebabkan genangan-genangan air.

b. Lapisan sarnpah harus diusahakan kurang dari 2 m tiap lapis.

c. Iebal lapisan tanah minimwn 20 cm untuk menutup tiap lapisan sarnpah. .

d. Jarak minimum tempat pembuangan adalah 200 m dari lingkungan perwnahan.

3.10.5.6. Pembakaran

Pembakaran sarnpah harus sedemikian nipa sehingga tidak me-nimbulkan gangguan pad. daerah linglcungan perumahan.

19

Gamba, 9. Penimbunan Sanite,

~ _ _ _ If,pi.sln unah ump.h Y-1I9

1

timbunan r--;:== diplodalluon

" ., '. :.<'-'"

" ' . '.' .. " . ' .... : , : < .. ':-:-:

.:~

...

'

d/P-~ :""' N '

3.10.5.7. Pabrik Kompos

Pabrik Kompas harus dipilih sedemikian rupa sehingga tidak me-nimbulkan gangguan pad. daerah lingkungan perumahan.

3.10.6. Jaringan Listrik

a. Di daerah Kemudahan Tingkat I. .

Pembangunan perumahan di daerah ini ha,uslah diJengkapi dengan jaringall I!strik berisalasi yang sumbemya diperoleh dari Perusa/iaan Listrik Negara (PLN).

b. Di daerah Kemudahan Tingkat 11.

Pembangunan perumahan di daerah ini haruslah diJengkapi dengan jaringan list rik berisolasi yang sumbernya dapat dari PLN atau sekurang-kurangnya dari sumber listrik lingkung·an.

c. Di daerah Kemudahan Tingkat 111.

Pembangunan perumahan di daerah ini tidak diharuskan adanya jaringan list rik tetapi harus dibuat sedemikian sehingga dinlUng-kinkan pemasangannya di kemudian hari"tanpamerugikan peng·

huni/pemakai.

3.11. FASILITAS LINGKUNGAN PERUMAHAN

Dokumen terkait