• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

B. Struktur dan Tugas Organisasi

5. Bagian SDM dan Administrasi

b. Sampel

Sampel merupakan sebagian dari populasi untuk dijadikan sumber data dalam penelitian. Menurut Sugiyono (2002 : 57), ”sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.”

Penentuan jumlah sampel penelitian adalah dengan menggunakan rumus Slovin dalam Umar (2004:78) yaitu

n = N / (1+Ne²) dimana: n = jumlah sampel

E = Standart error (10%)

Berdasarkan rumus Slovin dapat diketahui jumlah sampel penelitian adalah n = 303/{1+303(0.1²)} = 76 orang.

Karena populasi berstrata yaitu terdiri dari beberapa bagian maka penentuan kriteria sampel penelitian adalah menggunakan metode

Propotionate Stratified Random Sampling. Menurut Sugiyono (2006:75),

”Propotionate Stratified Random Sampling digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional.”

Adapun perincian atas jumlah sampel yang akan diambil adalah sebagai berikut:

Tabel 1.4

Jumlah sampel berdasarkan Strata/stratum

No. Strata Jumlah

Karyawan Pengambilan Sampel Jumlah Sampel 1 Bagian Teknik 30 (30/303)x76 8 2 Bagian Pengukuran dan Proteksi 30 (30/303)x76 8 3 Bagian Niaga dan

Pelayanan pelanggan 28 (28/303)x76 7 4 Bagian Keuangan 21 (21/303)x76 5 5 Bagian SDM dan Administrasi 21 (21/303)x76 5 6 Ranting/Rayon 173 (173/303)x76 43 Jumlah 303 76

Sumber : PT.PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan 6. Jenis Data

Data primer adalah data yang diperoleh langsung oleh peneliti dengan cara wawancara dan penyebaran angket kepada responden.

b. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah diolah berupa dokumen perusahaan atau organisasi dan publikasi yang dikumpulkan oleh pihak atau instansi lain. Data sekunder dalam penelitian ini meliputi profil perusahaan, struktur organisasi dan data yang diperoleh dari hasil pengolahan buku, teori-teori dan literature yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.

7. Teknik Pengumpulan Data

a. Angket (kuesioner) yaitu dengan membuat daftar pertanyaan dalam bentuk angket tentang iklim organisasi dan kinerja karyawan yang ditunjukkan kepada responden di objek penelitian yaitu PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan.

b. Wawancara adalah tanya jawab langsung kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Penulis dalam melakukan penelitian / wawancara menggunakan daftar pertanyaan yang telah disusun terlebih dahulu oleh peneliti yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan data yang diperlukan oleh peneliti.

Dalam penelitian ini data kuesioner yang ada diuji dalam beberapa tahap antara lain :

1. Uji Validitas

Uji ini untuk mengukur apakah data yang telah didapat setelah penelitian merupakan data yang valid dengan alat ukur yang telah disediakan (kuisioner) dengan menggunakan software SPSS 13, dimana uji validitas ini dilakukan PT.PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Pematang Siantar dengan responden 30 orang.

Tabel 1.5 Item-Total Statistic Scale Mean If Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach’s Alphas if Item Deleted VAR0001 73.5000 59.155 .528 .974

VAR0002 73.0333 54.102 .843 .970 VAR0003 73.5000 59.155 .528 .974 VAR0004 73.9333 51.789 .950 .969 VAR0005 73.0333 54.102 .843 .970 VAR0006 73.5000 59.155 .528 .974 VAR0007 73.5000 59.155 .528 .974 VAR0008 73.0333 54.102 .843 .970 VAR0009 74.0000 52.621 .932 .969 VAR00010 73.9667 52.171 .996 .969 VAR00011 73.5000 59.155 .528 .974 VAR00012 74.0000 52.621 .932 .969 VAR00013 73.9333 51.789 .950 .969 VAR00014 73.9333 51.789 .950 .969 VAR00015 73.5000 59.155 .528 .974 VAR00016 73.9667 52.171 .996 .969 VAR00017 73.9333 51.789 .950 .969 VAR00018 73.9333 51.789 .950 .969 VAR00019 73.5000 59.155 .528 .974 VAR00020 73.9333 51.789 .950 .969

Sumber : Hasil Data Penelitian, Mei 2009 (diolah)

Corrected item total correlation menunjukkan korelasi antara skor item

dengan skor total item yang dapat digunakan untuk menguji validitas instrumen. Untuk mengetahui validitas pada setiap pertanyaan, maka nilai pada kolom Corrected

item total correlation yang merupakan nilai rhitung dibandingkan dengan rtabel. Adapun pada α = 0,05 dengan derajat bebas df = 20, sehingga r (0,05;20), diperoleh rtabel

adalah 0,361.

Tabel 1.6 juga menunjukkan bahwa seluruh butir pertanyaan adalah valid, yang dapat dilihat dari rhitung pada Corrected Item-Total Correlation yang pada keseluruhan butir lebih besar dari rtabel (0,361). Sehingga diperoleh 20 pertanyaan valid yang dapat digunakan untuk melakukan penelitian, seperti pada Tabel 1.6.

Validitas Instrumen Corrected Item Total Correlation (rhitung) rtabel Validitas P1 0,528 0,361 Valid P2 0,843 0,361 Valid P3 0,528 0,361 Valid P4 0,950 0,361 Valid P5 0,843 0,361 Valid P6 0,528 0,361 Valid P7 0,528 0,361 Valid P8 0,843 0,361 Valid P9 0,932 0,361 Valid P10 0,996 0,361 Valid P11 0,528 0,361 Valid P12 0,932 0,361 Valid P13 0,950 0,361 Valid P14 0,950 0,361 Valid P15 0,528 0,361 Valid P16 0,996 0,361 Valid P17 0,950 0,361 Valid P18 0,950 0,361 Valid P19 0,528 0,361 Valid P20 0,950 0,361 Valid

Sumber : Hasil Data Penelitian, Mei 2009 (diolah)

2. Uji Reliabilitas

Uji ini untuk melihat apakah alat ukur yang digunakan (kuisioner) menunjukan konsistensi di dalam mengukur gejala yang sama, dimana uji reliabilitas ini dilakukan pada PT.PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Pematang Siantar dengan responden 30 orang.

Pengujian dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 13 dengan kriteria sebagai berikut :

b. Jika ralpha negatif atau ralpha lebih kecil dari rtabel maka dinyatakan tidak reliabel Tabel 1.7 Relliability Statistics Cronbach’s Alpha N of Items .972 20

Sumber : Hasil Data Penelitian, Mei 2009 (diolah)

Dari Tabel 1.7 dapat diketahui bahwa nilai ralpha sebesar 0,972 dan rtabel sebesar 0,60. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai ralpha positif dan lebih besar dari rtabel (0,972 > 0,60) maka kuisioner tersebut dinyatakan reliabel dan dapat digunakan untuk penelitian.

9. Metode Analisis Data a. Metode Deskriptif

Metode penganalisaan data dengan cara menyusun data, mengelompokkannya, selanjutnya menginterpretasikannya, sehingga diperoleh gambaran sebenarnya mengenai kondisi perusahaan.

b. Metode Regresi Linier Sederhana

Metode regresi linier sederhana digunakan untuk melihat bagaimana pengaruh disiplin terhadap kualitas kerja karyawan yang dapat dilihat sebagai berikut.

Y = a + bX Dimana :

Y = Iklim Organisasi a = Nilai Intercept ( konstan) X = Kinerja Karyawan b =Koefisien arah Regresi

BAB II

BAB III

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Sejarah Berdirinya Perusahaan

Sejarah kelistrikan di Sumatera Utara bukanlah baru. Listrrik mulai ada di Wilayah Indonesia tahun 1983 di daerah Batavia ( Jakarta sekarang ), maka 30 tahun kemudian (1923) listrik mulai ada di Medan. Sentralnya dibangun ditanah pertapakan kantor PLN Cabang Medan, yang sekarang di jalan Listrik No. 12 Medan, dibangun oleh NV NIGEM / OGEM perusahaan swasta Belanda. Kemudian menyusul pembangunan kelistrikan di Tanjung Pura dan Pangkalan Brandan (1924), Tebing tinggi (1927), Sibolga (NV ANIWM), Berastagi dan Tarutung (1929), Tanjung Balai tahun 1931 (milik Gemeenta-kota Praja), Labuhan Bilik (1936) dan Tanjung Tiram (1937).

Masa penjajahan Jepang hanya mengambil alih pengelolaan, perusahaan listrik milik swasta Belanda tanpa mengadakan penambahan mesin dan perluasan jaringan. Daerah kerjanya dibagi menjadi Perusahaan Listrik Sumatera Utara, Perusahaan Listrik Jawa dan seterunya sesuai struktur organisasi pemerintahan tentara Jepang waktu itu. Setelah proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 dikumandangkanlah Kesatuan Aksi Karyawan Perusahaan Listrik diseluruh penjuru Tanah air untuk pengambil – alihan Perusahaan listrik yang sudah diambil alih itu diserahkan kepada Pemerintah RI dalam hal ini Departemen Pekerjaan Umum.

Perusahaan PLN dalam mengenang peristiwa ambil alih itu, maka dengan penetapan Pemerintah no. 1 SD/45 ditetapkan tanggal 27 Oktober sebagai hari listrik. Sejarah memang membuktikan kemudian bahwa dalam suasana semakin memburuk dalam hubungan Indonesia – Belanda, tanggal 3 Oktober 1953 keluar surat keputusan Presiden No. 163 yang memuat ketentuan Nasionalisasi Perusahaan Listrik milik swasta Belanda sebagai bagian dari perwujudan pasal 33 ayat (2) 1945. Setelah aksi ambil alih itu, sejak tahun 1955 di Medan berdiri Perusahaan Listrik Negara Distribusi Cabang Sumatera Utara (Wilayah Sumatera Timur dan Tapanuli) yang mula – mula dikepalai R. Soekarno (merangkap Kepala di Aceh), tahun1959 dikepalai oleh Ahmad Syaifullah. Setelah BPU PLN berdiri dengan SK Menteri PUT no. 16/1/20 Mei 1961, maka organisasi kelistrikan diubah. Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, dan Riau menjadi PLN eksploitasi I.

BPU PLN tahun 1965 dibubarkan dengan peraturan MenteriPUT no. 9/PRT/64 dan dengan peraturan Menteri no. 1/PRT/65 ditetapkan pembagian daerah kerja PLN menjadi 15 Kesatuan Daerah Eksploitasi I. Sumatera Utara tetap menjadi eksploitasi I. Sebagai tindak lanjut dari pembentukan PLN Eksploitasi I Sumatera Utara tersebut maka dengan keputusan Direksi PLN No. Keputusan 009/DIRPLN/66 tanggal 14 April 1966, PLN Eksploitasi I dibagi menjadi 4 cabang dan satu sector, yaitu Cabang Medan, Binjai, Sibolga, cabang Siantar (berkedudukan di Tebing tinggi). Peraturan Pemerintah no. 18 tahun 1972 mempertegas kedudukan PLN sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara dengan hak, wewenang dan tanggung jawab membangkitkan , menyalurkan dan mendistribusikan tenaga listrik ke seluruh

Wilayah Negara RI. Dalam surat keputusan Menteri tersebut PLN Eksploitasi I Sumatera Utara dirubah menjadi PLN Eksploitasi II Sumatera Utara. Kemudian menyusul Peraturan Pemerintah PUTL no. 013/PRT/75 yang merubah PLN Eksploitasi menjadi PLN Wilayah. PLN Eksploitasi II menjadi PLN Wilayah II Sumaatera Utara. Sesuai dengan keputusan Menteri Pertambangan dan Energi nomor 4564.K/702/M.PE/1993 tanggal 17 Desember 1994 telah dibentuk Tim Pengalihan Bentuk Perusahaan Umum Listrik Negara menjadi PT (Persero) Listrik Negara.

B. Struktur dan Tugas Organisasi

PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan dalam menjalankan aktivitasnya menggunakan struktur organisasi garis dan staf yang menggambarkan tanggung jawab dan wewenang di dalam perusahaan secara vertikal dan mencerminkan hubungan antara bagian – bagian pada tingkat yang sama. Sebagai pemimpin tertinggi dipegang oleh Kepala Pimpinan atau disebut juga Diektur Utama.

Berdasarkan struktur organisasi perusahaan, pembagian tugas disusun dengan teratur sehingga menunjukkan adanya spesialis kerja. Adanya spesialisasi kerja ini menguntungkan bagi perusahaan dalam hal pengawasan, disiplin kerja maupun keterampilan para karyawan.

Berikut gambar Struktur Organsasi PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan:

MAMAMAM

Sumber : PT. PLN (Persero ) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan Gambar 3.1 : Struktur Organisasi PT.PLN (Pesero)

SEKSI PENGOLAHAN DATA & REKENING BAGIAN

PENGUKURAN & PROTEKSI

SEKSI PROTEKSI

SEKSI METERING

SEKSI APP & PENERAAN RANTING / RAYON SEKSI PENAGIHAN SEKSI SISTEM CATER SEKSI PELAYANAN PELANGGAN BAGIAN NIAGA PELAYANAN & PELANGGAN BAGIAN KEUANGAN SEKSI PENGENDALIAN

ANGG & KEU

SEKSI PENGENDALIAN PENDAPATAN SEKSI AKUNTANSI MANAJER SEKSI PERENCANAAN DISTRIBUSI BAGIAN TEKNIK

SEKSI RPU & PERIPHERAL SEKSI SCADA & TELEKOMUNIKASI SEKSI PEMELIHARAAN DISTRIBUSI SEKSI OPERASI DISTRIBUSI BAGIAN SDM & ADMINISTRASI SEKSI SDM SEKSI SEKRETARIAT SEKSI LOGISTIK

1. Bagian Teknik

Mempunyai tugas pokok yakni melaksanakan tugas perencanaan, pengendalian dan pelaksanaan pembangunan sarana penyediaan tenga listrik dan bangunan sipil yang terkait dengan pembangkitan dan pendistribusian tenaga listrik.

a. Tugas pokok bagian teknik memiliki fungsi yaitu:

1. Perencanaan pengembangan sistem pendistribusian tenaga listrik untuk meningkatkan mutu dan keandalan pendistribusian tenaga listrik.

2. Perencanaan dan pengoperasian dan pemeliharaan jaringan distribusi tenaga listrik.

3. Perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sarana pedistribusian tenaga listrik dan bangunan sipil.

4. Perencanaan kebutuhan material untk pengoperasian dan pemeliharaan sarana pendistribusian tenaga listrik.

5. Pengoperasian dan pemeliharaan sistem pendistribusian tenaga listrik. b. Seksi Operasi Distribusi, melaksanakan pengoperasian sistem pendistribusian

tenaga listrik dan penertiban penggunaan jaringan listrik pada pelanggan c. Seksi Pemeliharaan Distribusi, yakni bertugas melaksanakan pemeliharaan

jaringan distribusi tenaga listrik dan melaksanakan peneraan alat pembatas dan pengukur (APP) rangkaian jaringan sambungan untuk pelanggan

d. Seksi RPU dan Peripheral, bertugas melaksanakan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik dan bangunan sipil terkait.

e. Seksi Scada dan Telekomunikasi, bertugas melaksanakan kegiatan administrasi tehnik konstruksi dan pelaporan pelaksanaan pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik dan bangunan sipilnya.

f. Seksi Perencanaan distribusi, bertugas melaksanakan perencanaan sistem pendistribusian tenaga listrik dan kebutuhan material untuk pengoperasian serta pemeliharaan sarana pendistribusian tenaga listrik.

2. Bagian Pengukuran dan Proteksi

Mempunyai tugas pokok yaitu melaksanakan kegiatan perencanaan, pengoperasian dan pemeliharaan sarana pendistribusian tenaga listrik. Untuk melaksanakan

a. Tugas pokok bagian pengukuran dan proteksi :

1. Pelaksanaan kegiatan pendukung untuk penyelesaian proses perolehan dan pembebasan tanah.

2. Perencanaan dan pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik dan bangunan sipil terkait.

3. Pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik dan bangunan sipil terkait.

2. Seksi Proteksi, bertugas merencanakan dan mengevaluasi pengembangan, pengusahaan listrik pedesaan sebagai bahan pelaksanaan pembangunan dan pengusahaannya.

3. Seksi Matering, melaksanakan kegiatan pemasangan jaringan tegangan rendah sambungan rumah (SR) dan APPnya serta pembongkaran SR dan APPnya bagi pelanggan yang memiliki tunggakan-tunggakan.

4. Seksi APP & Peneraan, bertugas mengawasi pelaksanaan peneraan berdasarkan ketentuan dan sesuai target yang sudah ditetapkan serta pengawasan penggunaan tang segel agar tidak terjadi penyalahgunaan.

3. Bagian Niaga & Pelayanan pelanggan

Mempunyai tugas pokok yaitu melaksanakan penjualan tenaga listrik dan pengadministrasian pelanggan tenaga listrik dalam bentuk :

a. penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik

b. penyusunan dan penerapan program penjualan tenaga listrik c. pencatat jumlah pelanggan dan jenis tarif

d. Penagihan rekening pemakaian tengaga listrik e. Pelaksanaan dan pengelolaan pelayan pelanggan

f. Pelaksanaan penyuluhan dan pemberian informasi kepada masyarakat / pelanggan

1. Seksi Pelayanan Pelanggan, bertugas melaksanakan kegiatan penyusunan prakiraan kebutuhan dan enaga listrik, penyuluhan dan survey data pelanggan

tenaga listrik di wilyah kerjanya serta melaksanakan penjualan tenaga listrik, penyampaian informasai penyambungan tenaga listrik.

2. Seksi Cater, bertugas dalam melakukan pencatatan meter kwh setiap pelanggan dan menganalisa data yang diperoleh ke penagihan.

3. Seksi Pengolahan Data dan rekening, bertugas melakukan pengolahan data dan pembinaan aplikasi program komputer.

4. Seksi Penagihan, bertugas dalam melakukan pembuatan rekening penggunaan tenaga listrik dan penagihan.

4. Bagian Keuangan

Bertugas dalam pelaksanaan pengurusan keuangan, pajak, asuransi, pendapatan.

Untuk melaksanakan tugas pokok, bagian keuangan memiliki fungsi: a. Penyusunan anggaran belanja dan pendapatan satuan organisasi terkait b. Pengelolaan dana dan daur kas

c. Akuntansi data perusahaan

1. Seksi Pengendalian Anggaran dan Keuangan, mempunyai tugas pokok yakni melaksanakan penyusunan anggaran belanja dan pendapatan Cabang serta membantu pelaksanaannya.

2. Seksi Pengendalian Pendapatan, mempunyai tugas pokok yakni pengalokasian pendapatan sesuai dengan aturan amupun undang-undang dalam perusahaan 3. Seksi Akuntansi, bertugas melaksanakan kegiatan pencatatan transaksi, aktiva

5. Bagian SDM dan Administrasi

Bertugas dalam pelaksanaan pengurusan kepegawaian, kesekretariatan, perbekalan kebutuhan sarana tenaga kerja dan keamanan.

Bagian SDM dan Administrasi memiliki tuas pokok antara lain: a. Perencanaan sumber daya manusia

b. Pelaksanaan tata usaha penggajian dan pengupahan c. Pelaksanaan pembinaan kesejahteraan pegawai

d. Pengadaan material dan jasa borongan untuk pengoperasian dan memelihara sarana pendistribusian tenaga listrik

e. Penyimpanan dan pengendalian persediaan material pengoperasian dan pemeliharaan sarana pendistribusian tenaga listrik

f. Perencanaan kebutuhan sarana tenaga kerja g. Pelaksanaan kesekretariatan dan rumah tangga

h. Pelaksanaan keamanan dan kesehatan lingkungan kerja

1. Seksi SDM, bertugas dalam melaksanakan kegiatan perencanaan pengurusan sumber daya manusia yakni berkaitan dengan perencanaan dan pengembangan pegawai, pelaksanaan kesejahteraan pegawai.

2. Seksi Sekretariat, bertugas dalam pelaksanaan tata usaha kesekretariatan dan pengurusan rumah tangga serta keamanan lingkungan kerja.

3. Seksi Logistik, bertugas dalam pelaksanaan pengadaan dan penyimpanan barang material, alat tulis kantor dan administrasi perbekalan.

Dokumen terkait