3 Bagian Hilir CEMAR RINGAN CEMAR RINGAN
Sumber: Balihristi, 2011
c. Sungai Buladu
Sungai Buladu melewati Desa Buladu dan Desa Hulawa Kecamatan Sumalata Kabupaten Gorontalo Utara dengan panjang 13,7 km.
Sungai Buladu berada di Desa Buladu Kecamatan Tolinggula Kabupaten Gorontalo Utara dengan Panjang Sungai 13,7 Km2. Sungai ini termasuk tipe subsekuen-permanen dengan bentuk (V). Sungai Buladu mengalir dari arah selatan ke utara serta bermuara di Teluk Sumalata. Sungai Buladu merupakan sumber air bagi masyarakat di Desa Buladu dan sekitarnya. Sungai Buladu berfungsi sebagai area konservasi yang dikelola untuk mempertahankan kondisi
lingkungan Daerah Aliran Sungai agar tidak terdegradasi. Wilayah ini menyimpan air dengan tutupan vegetasi lahan yang memadai. Bagi masyarakat di Kecamatan Sumalata, Sungai Buladu bermanfaat bagi kepentingan sosial dan ekonomi, kebutuhan pertanian, air bersih, serta perikanan.
Dalam penelitian tahun 2001 dilaporkan bahwa jenis flora yang terdapat di kawasan Sungai Buladu berupa
kayu-kayuan, rotan, dan tanaman budidaya. Jenis-jenis kayu memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi seperti, kayu cempaka, besi, kayu merah, meranti dan nantu. Penebangan
yang tidak terkontrol dari pohon tersebut dapat mengakibatkan penurunan nilai dari segi konservasi maupun potensi pengembangan.
Gambar 2.11. Peta Sungai Buladu
Sungai ini termasuk tipe subsekuen-permanen dengan bentuk (V). Kondisi sempadan sering terjadi erosi. Sungai Buladu mengalir dari arah barat ke timur serta bermuara di Teluk Sumalata. Sungai ini selain mengalirkan air dari arah Utara, juga menerima debit tambahan dari beberapa anak-anak sungai. Sungai Buladu mempunyai kedalaman mencapai 50 cm pada bagian hulu dan bagian hilir 30 cm, lebar sungai bagian hulu 12 m dan bagian hilir 16,8 m. Kecepatan arus 0,64 m/detik bagian hulu dan 0,29 m/detik bagian hilir
Kondisi sempadan Sungai Buladu pada Bagian hulu dalam kondisi sehat, arus air cukup deras, memungkinkan terjadinya infiltrasi, ruang gerak secara lateral serta aliran dasar sungai relatif stabil. Sebaliknya, pada bagian Tengah dan Hilir kondisi sempadan sungai tidak sehat, tebing sungai rapuh, kondisi penampang sungai melebar, erosi relatif horisontal dan sering terjadinya Chanel bar yang cukup luas sehingga berpotensi terjadinya banjir.
Kualitas Air Sungai Buladu
Kualitas air Sungai Buladu Bagian Hulu tidak memenuhi syarat karena beberapa parameter sudah melebihi baku mutu yang dipersyaratkan, seperti kadar Timbal = 0,1696 mg/l dengan baku mutu 0,03 mg/l, Detergen = 0,5 mg/l dengan baku mutu 0,2 mg/l, Total Coliform = 35.000 ml/100 dengan baku mutu 5.000/100 ml dan Coli Tinja = 14.000/100 ml dengan baku mutu 1.000/100 ml. Kadar Merkuri (Hg) perlu dikaji secara mendalam karena adanya kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di sekitar sungai tersebut masih berada dibawah baku mutu yang dipersyaratkan yaitu sebesar 0,0009 mg/l dengan baku mutu 0,002 mg/l.
Kualitas air sungai Buladu Bagian Tengah tidak memenuhi syarat karena beberapa parameter sudah melebihi baku mutu yang dipersyaratkan, seperti kadar Timbal = 0,0994 mg/l dengan baku mutu 0,03 mg/l, Total Coliform = 16.000 ml/100 dengan baku mutu 5.000/100 ml dan Coli Tinja = 2.200/100 ml dengan baku mutu 1.000/100 ml. Kadar Merkuri (Hg) perlu dikaji lebih lanjut karena adanya kegiatan
II- 33 -
dibawah baku mutu yang dipersyaratkan yaitu sebesar 0,0009 mg/l dengan baku mutu 0,002 mg/l.
Di bagian hilir Sungai Buladu menunjukkan bahwa kualitas air tidak memenuhi syarat karena beberapa parameter sudah melebihi baku mutu yang dipersyaratkan, seperti kadar Timbal = 0,0876 mg/l dengan baku mutu 0,03 mg/l, Total Coliform = 16.000 ml/100 dengan baku mutu 5.000/100 ml dan Coli Tinja = 2.200/100 ml dengan baku mutu 1.000/100 ml. Kadar Merkuri (Hg) perlu diteliti lebih lanjut karena adanya kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) disekitar sungai tersebut masih berada di bawah baku mutu yang dipersyaratkan yaitu sebesar 0,0010 mg/l dengan baku mutu 0,002 mg/l.
Nilai pH untuk semua titik pemantauan berkisar 7,10 – 7.92, nilai ini masih berada dalam kisaran pH yang dipersyaratkan dalam baku mutu yaitu 6 – 9. Konsentrasi TSS berkisar 2,0 – 2,1 mg/L, nilai ini masih berada dibawah baku mutu yang dipersyaratkan yaitu 50 mg/L.
Konsentrasi BOD terdeteksi di semua titik pemantauan berkisar 0,6 – 4,2 mg/L dan Nilai pada titik bagian hilir berada diatas baku mutu yang dipersyaratkan yaitu 4,2 mg/L. Nilai COD terdeteksi disemua titik berkisar antara 1,1 – 8,9 mg/l, secara keseluruhan nilai ini masih berada dibawah baku mutu yang dipersyaratkan yaitu 25 mg/l.
Detergen yang terdeteksi di semua titik pemantauan berkisar antara 0,1 – 0,5 mg/l, nilai pada titik bagian hilir sudah berada diatas baku mutu yang dipersyaratkan yaitu 0,5 mg/L, sedangkan kadar Merkuri yang terdeteksi pada semua titik masih berada dibawah baku yang dipersyaratkan yaitu berkisar antara 0,0009 – 0,010 mg/l dengan baku mutu 0,002 mg/l.
Timbal yang terdeteksi disemua titik berkisar antara 0,0876 – 0,1696 mg/l, secara keseluruhan nilai hasil pemantauan berada diatas baku mutu Timbal yang dipersyaratkan yaitu 0,03 mg/l.
Nitrat terdeteksi di semua titik pemantauan, konsentrasi berkisar 0,2 – 0,3 mg/L, nilai ini masih berada dibawah baku mutu yang dipersyaratkan yaitu 10 mg/L. Nilai Nitrat tertinggi di lokasi bagian hulu dan tengah yaitu 0,3 mg/l. Konsentrasi Nitrit berkisar 0,016 – 0,06 mg/L, nilai tersebut secara keseluruhan masih berada di bawah baku mutu yang dipersyaratkan yaitu 0,06 mg/L.
Coliform yang terdeteksi disemua titik berkisar antara 16.000 – 54.000 MPN/100 ml, secara keseluruhan nilai yang ditemukan sudah berada diatas baku mutu yang dipersyaratkan dengan baku mutu 5.000 MPN/100 ml, sedangkan Coli tinja yang terdeteksi disemua titik pemantauan adalah 2.200 – 17.000 MPN/100ml. Secara keseluruhan Nilai Coli tinja tidak memenuhi syarat karena semua titik pantau nilainya berada diatas baku mutu yang dipersyaratkan yaitu 1000 MPN/100ml. Hal ini disebabkan karena pada titik tersebut, pada umumnya masyarakat membuang langsung tinjanya ke sungai.
Status Mutu Air
Status mutu air Sungai Buladu pada bagian Hulu, Tengah dan Hilir pada pemantauan tahun 2011, berdasarkan hasil perhitungan Status mutu air Sungai Buladu dengan menggunakan Metode Indeks Pencemaran didapatkan Nilai Indeks Pencemaran seperti pada Tabel 2.16.
Table 2.7 Status Mutu Air Sungai Buladu
No Lokasi Sampling
Status Mutu Air Sungai
Kelas 1 Kelas 2
1 Bagian Hulu CEMAR RINGAN CEMAR RINGAN
2 Bagian Tengah CEMAR RINGAN CEMAR RINGAN
3 Bagian Hilir CEMAR SEDANG CEMAR RINGAN
Sumber: Balihristi, 2011
Sungai Buladu terletak di wilayah Kabupaten Gorontalo Utara dan bermuara di Laut Sulawesi. Sungai ini telah mengalami sedimentasi akibat berbagai kegiatan di segmen hulu seperti peladangan yang berpindah-pindah, padatnya pemukiman di daerah sempadan sungai menyebabkan peningkatan volume limbah domestik ke sungai melalui aliran permukaan. Di sekitar Sempadan Sungai Buladu terdapat pemukiman penduduk dan kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) Buladu yang limbahnya masuk ke Sungai Buladu dan bermuara ke Laut Sulawesi. Masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Buladu pada umumnya adalah masyarakat penambang dari berbagai wilayah di Provinsi Gorontalo dan bahkan berasal dari luar Gorontalo, seperti Makassar, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. Masyarakat di sekitar
II- 35 -
pengolahan emas ke Sungai Buladu. Hal ini akan berakibat terhadap penurunan kualitas air sungai terutama pada peningkatan kadar Hg, BOD, COD, E.Coli dan Colifom.
Permasalahan yang sering terjadi di Sungai Buladu adalah pembuangan limbah cair pertambangan emas tanpa izin, sedimentasi, erosi serta masalah sampah. Tumpukan sampah pada bagian hulu disebabkan oleh sisa-sisa kayu penebangan dan tumbang sedangkan pada bagian hilir sampah bersumber dari Limbah Domestik (kertas, plastik, botol, besi, sisa-sisa makanan, dan lain sebagainya). Kondisi bantaran di sepanjang sungai Buladu mengalami degradasi berat, kondisi fisik air Sungai Buladu bagian tengah sampai ke hilir sepanjang hari kondisinya keruh akibat logam merkuri (Hg), erosi dan limbah domistik. Untuk mengatasi permasalahan ini maka beberapa langkah yang dapat dilakukan :
Penanaman pohon di daerah bantaran sungai,
Melakukan sosialisasi di masyarakat pentingnya kelestarian sungai,
Memberdayakan masyarakat dalam pengawasan kawasan hutan serta
Menindak tegas pengambilan kayu secara illegal
d. Sungai Taluduyunu
Sungai Taluduyunu melewati Desa Buntulia Selatan Kecamatan Marisa Kabupaten Pohuwato. Sungai ini termasuk pada tipe subsekuen yang bersifat Permanen berbentuk (U lebar) sampai (U) dengan pola aliran (Orientasi di Peta). Kondisi fisik Sungai Taluduyunu mempunyai tingkat kedalaman pada bagian hulu dan hilir mencapai 100 cm, lebar sungai bagian hulu 90 m dan bagian hilir 20 m.
Gambar 2.12. Peta Sungai Taluduyunu
Kondisi sempadan sungai pada bagian hulu sangat lebar, endapan pasir dan batu di tengah sungai serta potongan
pohon yang tumbang banyak ditemui di bagian hulu sungai. Kondisi aliran dasar sungai relatif tidak stabil, tebing di sisi luar sempadan tidak terlindung dari pengikisan dan erosi. Pada bagian tengah kondisi sempadan sungai mempunyai batas yang jelas. Sempadan dipergunakan sebagai lahan perkebunan di sisi luar sempadan terlindung dari pengikisan dan erosi. Tebing relatif kuat karena ditunjang oleh vegetasi yang cukup lebat, sempadan sungai dipakai sebagai pemukiman, erosi relatif horisontal, hanya sedikit terjadi endapan pada badan bagian pinggir sungai. Pada bagian hilir lebar sempadan tidak memadai terjadinya infiltrasi sehingga berpotensi banjir, tebing di sisi luar sempadan tidak terlindung dari pengikisan dan erosi. Tebing relatif rapuh fungsi sempadan tidak dapat berjalan dengan baik.
Kualitas Air Sungai Taluduyunu
Kualitas air Sungai Taluduyunu bagian hulu tidak memenuhi syarat karena beberapa parameter sudah melebihi baku
mutu yang dipersyaratkan, yaitu kadar TSS = 58 mg/L dengan baku mutu 50 mg/L, dan kadar Total Coliform = 1.100.000 mg/L dengan baku mutu 5.000/100 mg/L.
Gambar 2. 13. Sungai Taluduyunu dilihat dari TPA Pohuwato
Kualitas air Sungai Taluduyunu bagian
tengah tidak memenuhi syarat karena beberapa parameter sudah melebihi baku mutu yang dipersyaratkan, yaitu kadar TSS = 62 mg/L dengan baku mutu 50 mg/L, kadar BOD 3,44 mg/L dengan kadar baku mutu 3 mg/L, dan kadar Total Coliform = >2.400.000 mg/L dengan baku mutu 5.000/100 mL.
.
Kualitas air Sungai Taluduyunu bagian hilir tidak memenuhi syarat karena beberapa parameter sudah melebihi baku mutu yang dipersyaratkan, yaitu kadar TSS = 68 mg/L dengan baku mutu 50 mg/L, kadar BOD 5,06 mg/L dengan kadar baku mutu 3 mg/L. dan kadar Total Coliform = >460.000 mg/L dengan baku mutu 5.000/100 mL.
II- 37 -
masih berada dalam kisaran pH yang dipersyaratkan dalam baku mutu yaitu 6 – 9. Konsentrasi TSS berkisar 58 – 68 mg/L, nilai ini sudah melewati baku mutu yang dipersyaratkan yaitu 50 mg/L. Konsentrasi TDS berkisar 64 – 64,5 mg/L, nilai ini masih dibawah baku mutu yang dipersyaratkan yaitu 1000 mg/L.
Konsentrasi BOD terdeteksi di semua titik pemantauan berkisar 2,99 – 5,06 mg/L dengan nilai hasil pemantauan pada bagian hulu yang masih berada dibawah baku mutu yang dipersyaratkan yaitu 2,99 mg/L dengan baku mutu 3 mg/L. Nilai COD terdeteksi disemua titik berkisar antara 7,48 – 12,64 mg/L, dimana semua nilai ini masih berada di bawah baku mutu yang dipersyaratkan yaitu 25 mg/L.
Nitrat terdeteksi di semua titik pemantauan, konsentrasi berkisar 0,68 – 0,7 mg/L, nilai ini masih berada di bawah baku mutu yang dipersyaratkan yaitu 10 mg/L, Nilai nitrat tertinggi di lokasi bagian hilir yaitu 0,7 mg/l. Konsentrasi nitrit terukur di semua titik pantau <0,01 mg/L, masih berada di bawah baku mutu yang dipersyaratkan yaitu 0,06 mg/l.
Kadar merkuri yang terdeteksi pada semua titik masih berada di bawah baku yang dipersyaratkan yaitu <0,001 mg/L dengan baku mutu 0,002 mg/L.
Timbal yang terdeteksi disemua titik berkisar antara <0,01 di bagian hulu sampai <0,02 mg/L di bagian hilir, secara keseluruhan masih berada di bawah baku mutu yang dipersyaratkan yaitu 0,03 mg/L.
Coliform yang terdeteksi di semua titik berkisar antara 460.000 – >2.400.000 MPN/100 mL. Nilai yang ditemukan ini semuanya sudah berada di atas baku mutu yang dipersyaratkan dengan baku mutu 5.000 MPN/100 ml, sedangkan Coli Tinja yang terdeteksi disemua titik pemantauan adalah 90 – 230 MPN/100 mL. Nilai Coli Tinja pada semua titik pantau masih dibawah baku mutu dengan baku mutu yang dipersyaratkan sebesar 1000 MPN/100ml.
Status Mutu Air Sungai Taluduyunu
Status mutu air Sungai Taluduyunu bagian hulu, tengah dan hilir pada pemantauan tahun 2011 menggunakan Metode Indeks Pencemaran didapatkan Nilai Indeks Pencemaran seperti pada Tabel 2.20.
Tabel 2.8. Status Mutu Air Sungai Taluduyunu No Lokasi Sampling Status Mutu Air Sungai
Kelas 1 Kelas 2