• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.3. Bahan Dan Alat

3.3.1. Bahan - bahan

1. Pelat stainless steel

Ada pun bahan utama dalam pembuatan mesin pendingin ini kita banyak menggunakan Plat Stainless steel dengan tebal 1mm sebanyak 1 lembar. Alasan menggunakan plat ini karena plat ini di buat dari logam paduan dari beberapa unsur logam dengan komposisi tertentu. sehingga di dapatkan sifat baru dari logam tersebut yang lebih kuat, lebih tahan terhadap terhadap korosif dan sifat unggul lainnya.

Selain itu energy kalor yang di serap juga lebih baik, karena seperti yang kita ketahui energy kalor pada zat padat dihantarkan melalui dua mekanisme berikut:

a. melalui angkutan electron bebas yang bergerak di dalam struktur kisi-kisi bahan, disamping dapat mengangkut muatan listrik, dapat pula membawa energy kalor dari daerah yang bersuhu tinggi ke daerah yang bersuhu rendah. Elektron ini disebut juga Gas elekttron.

b. Melalui Getaran kisi (phonon), yang mana pada mekanisme ini energy berpindah sebagai energy getaran dalam struktur kisi bahan. Getaran kisi-kisi adalah gelombang tetap (standing waves) yang bergerak melalui material dengan kecepatan suara (Eckert, E.R.G., 1972)

2. Katup/valve 4 buah

Yang mana pada mesin pendingin ini menggunakan katup/ valve

½” sebanyak 4 buah yang terdapat pada adsorber dan pada pipa evaporator. Yang mana kegunaan dari katup tersebut adalah pada saat pemvacuman

58 3. Manometer vacuum

Pada mesin pendingin ini juga terdapat Manometer Vacuun sebanyak dua buah, yang di letakkan di pipa pada evaporator dan pada absorber, yang mana fungsi dari manometer ini adalah untuk mengetahui tekanan pada saat pemvacuuman terjadi sehingga kita dapat mengetahui mesin pendingin tersebut bocor atau tidak.

4. Karbon aktif

Karbon aktif ini adalah salah satu bahan untuk pembuatan kolektor, karena pada kolektor di isi 13 Kg karbon aktif tadi. karena karbon aktif merupakan adsorben yang paling umum di gunakan untuk proses adsorpsi karena kapasitas adsorpsinya yang tinggi. Kapasitas adsorpsi dari karbon aktif tidak hanya bergantung pada luas permukaan, tetapi juga pada struktur pori internal, karakteristik permukaan, dan adanya gugus fungsi pada permukaan pori, sehingga panas yang di serap lebih baik.

5. Alumina aktif

Alumina aktif digunakan untuk berbagai macam aplikasi adsorben dan katalis termasuk adsorpsi katalis dalam produksi polyethylene , dalam produksi hidrogen peroksida , sebagai adsorben selektif untuk bahan kimia, termasuk arsenik , fluoride , dalam penghapusan belerang dari aliran gas ( Claus proses Catalyst ) .

Alumina aktif juga banyak digunakan untuk menghilangkan fluoride dari air minum. Di AS ada program luas untuk fluoridate air minum. Namun di daerah tertentu, seperti daerah Jaipur India, ada cukup fluoride dalam air menyebabkan fluorosis. Filter alumina aktif dapat dengan mudah mengurangi kadar fluoride dari 0,5 ppm sampai kurang dari 0,1 ppm. Jumlah fluoride kehabisan dari air yang disaring tergantung pada berapa lama air benar-benar menyentuh media filter alumina . Pada dasarnya, semakin alumina di filter, semakin sedikit fluoride bias

59

mencapai akhir, air disaring. Suhu air yang lebih rendah, dan air pH rendah (air asam) akan disaring lebih efektif juga. pH yang ideal untuk pengobatan adalah 5.5 yang memungkinkan sampai tingkat penghapusan 95 % .

6. Biji besi ukuran 25mm

Biji Besi ini akan di letakkan di dalam kolektor bersamaan dengan karbon aktif dan alumina aktif. yang berfungsi untuk penyerapan panas yang di dapat dari sinar matahari, sehingga panas yang di serap menjadi maksimal.

7. Methanol 3,5 liter

Seperti yang sudah di bahas pada bab sebelumnya, bahwa methanol ini di gunakan sebagai refrigerant yang akan di masukkan ke dalam evaporator

8. Pipa stainless steel 1" dan pipa ½ " 1 Batang

pipa stainless steel ini di gunakan dalam pembuatan kondensor. di gunakan pipa yang terbuat dari stainless steel karena uap yang dihasilkan oleh panas dan penguapan methanol itu mengandung cairan, maka nya di gunakan pipa jenis ini agar menghindari karat yang terkena cairan tadi dan cairan dari sekitar sperti hujan dan lain-lain sehingga mesin dapat bertahan lama.

9. Selang karet 1 meter

Selang karet ini di gunakan untuk menyambungkan pipa kolektor ke kondensor dan dari kondensor ke evaporator.

10.Busa 1 lembar 1x 1 meter

Busa ini di gunakan pada box kolektor, setelah box kolektor selesai di buat, di dalam box di lapisi dengan busa. fungsi busa ini adalah agar panas yang di dapat tidak keluar dari kotak kolektor

60 11.Lem araldite

Lem araldite ini di gunakan untuk menempel bekas las agar meminimalisir kebocoran yang terjadi pada kolektor, kondensor, da evaporator. Lem araldite ini terdiri dari 2 macam yaitu lem berwarna merah dan berwarna biru. Sedangkan lem yang digunakan pada mesin ini adalah lem araldite yang warna merah karena lem yang berwarna merah lebih cepat mengering.

12.Papan

Papan ini di gunakan untuk membuat kotak tempat kolektor akan di letakkan. fungsinya adalah agar panas yang di serap tidak terbuang, sedangkan papan yang di gunakan adalah dari kayu kelapa.

13.Paku ½ "

Paku ini di gunakan dalam pembuatan kotak kolektor.

14.kaca tebal 3 mm

Setelah kotak kolektor selesai di buat dan di beri busa tadi, kemudian kilektor di masukkan ke dalam. lalu di tutup dengan kaca yang tebalnya 3mm. fungsi dari kaca ini adalah untuk menjaga agar panas yang didapat dari sinar matahari tidak terbuang.

15.Pelat besi siku 50 x 50 x 5

Plat besi suku ini di gunakan dalam pembuatan rangka mesin. besi siku di potong beberapa bagian, kemudian di las dan di bentuk sesuai dengan gambar.

16.Cat hitam

Setelah selesai rangka di buat, kemudian di cat dengan warna hitam.

61 17.Gelas ukur 1 buah

Gelas ukur ini untuk memasukan refrigerant kedalam evaporator agar sesuai dengan takran yang di inginkan

18.Isolasi pipala

Isolasi pipa ini di gunakan untuk pemasangan manometer vacuum ke pipa out let dan inlet yang terdapat di kolektor dan evaporator agar tidak terjadi kebocoran di sambungan tempat manometer vacum di pasangkan.

19.Kawat nyamuk

Kawat nyamuk ini di letak kan didalam kolektor setelah karbon aktif, alumina aktif dan biji besi di masukkan, kemudian di tutup dengan kawat kasa agar karbon aktif, alumina aktif dan biji besi tidak terjatuh pada saat kolektor di balik dan di pasangkan ke rangka.

Dokumen terkait