• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian ini akan dilaksanakan di perkebunan kopi milik rakyat di 3 desa di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo dan 1 desa Kabupaten Dairi, Sumatera Utara pada ketinggian ± 1300 m di atas permukaan laut dan identifikasi serangga dilakukan di Laboratorium Hama Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan pada bulan Juli sampai Oktober 2015

Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah lahan tanaman kopi yang telah berbuah, imago serangga yang tertangkap, air bersih, detergen, plastik transparan, kertas warna kuning, cup plastik, lem perekat, tissue, tali plastik, kertas karton, formalin dan alkohol 70%.

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah stoples, botol kecil, mikroskop, jaring serangga atau sweeping net, pit fall trap, hekter, pinset, gunting, kalkulator, kamera, jarum suntik, sekop, buku acuan identifikasi yaitu Kalshoven (1981), Borror dkk (1996) dan alat tulis.

Pelaksanaan Penelitian

Penentuan Lokasi Pengamatan

Pengambilan lokasi sampel dilakukan pada pertanaman kopi milik masyarakat yang berada pada 4 desa terkena erupsi dengan 2 petak pengamatan pada masing-masing desa. Sebagai daerah pembanding, dilakukan pengamatan pada lahan tidak kena erupsi di Desa Lae Parira, Kec. Lae Parira, Kabupaten Dairi. Adapun petak pengamatan tersebut sebagai berikut:

1. Desa Lingga, 2 lahan pengamatan masing dengan luas 0,25 Ha dengan jumlah populasi tanam 200-250 pohon/lahan.

2. Desa Perteguhan, 2 lahan pengamatan masing dengan luas 0,25 Ha dengan jumlah populasi tanam 200-250 pohon/petak.

3. Desa Ndokumsiroga, 2 lahan pengamatan masing dengan luas 0,25 Ha dengan jumlah populasi tanam 200-250 pohon/petak.

4. Desa Lae Parira, 2 lahan pengamatan masing dengan luas 0,25 Ha dengan jumlah populasi tanam 200-250 pohon/petak.

Jumlah pohon yang akan digunakan sebagai tanaman sampel pada masing-masing lahan adalah 25 pohon sampel/petak pengamatan.

Pengambilan Sampel

Pengambilan sampel yang dilakukan sebanyak empat kali pengambilan dengan menangkap serangga yang tertangkap pada pertanaman kopi yang telah berbuah dan dikumpulkan dalam jumlah sebanyak mungkin. Yang menjadi sampel pengamatan adalah serangga dewasa (imago) dari serangga di pertanaman kopi.

Penangkapan serangga dilakukan dengan menggunakan berbagai perangkap, yaitu sebagai berikut : perangkap jaring (sweeping net), perangkap jatuh (pit fall trap) untuk menangkap serangga yang hidup di atas permukaan tanah, perangkap kuning (yellow trap), dan handpicking yaitu mengambil langsung serangga yang terdapat pada dua puluh lima pohon sampel. Penentuan pohon sampel dilakukan dengan memilih lima pohon yang berada disekitar perangkap yellow trap dan pit fall trap.

Perangkap Jaring (Sweep Net)

Perangkap jaring (sweep net) terbuat dari bahan ringan dan kuat seperti kain kasa, mudah diayunkan dan serangga yang tertangkap dapat terlihat. Pengambilan sampel pada lahan pertanaman kopi dilakukan dengan sepuluh kali pengayunan secara diagonal pada setiap lahan pertanaman. Serangga yang tertangkap kemudian dikumpulkan, lalu dimasukkan kedalam wadah penyimpanan sampel untuk diidentifikasi dan dihitung. Penangkapan serangga dilakukan pada pagi pukul 07.00 - 09.00 atau sore hari pukul 17.00 - 18.00. Penangkapan dilakukan satu kali seminggu dengan rentang waktu penangkapan tujuh hari dari penangkapan sebelumnya.

Gambar 7. Perangkap Jaring (Sweep Net) (Sumber : Foto Langsung)

Perangkap Jatuh (Pit Fall Trap)

Perangkap jatuh (Pit Fall Trap) digunakan untuk menangkap serangga yang hidup diatas permukaan tanah. Perangkap ini dibuat dari cup plastik, kemudian kedalam cup plastik tersebut dimasukkan air jernih yang telah dicampur dengan deterjen. Cup tersebut dimasukkan kedalam tanah hingga rata dengan permukaan tanah yang diletakkan selama tiga hari pada keempat sisi lahan dan ditengah-tengah setiap lahan pertanaman kopi dan diberi naungan agar apabila

hujan datang air tidak memenuhi cup tersebut sehingga serangga yang tertangkap tidak keluar. Serangga yang jatuh kedalam cup tersebut dikumpulkan, dihitung dan dimasukkan kedalam botol kocok untuk diidentifikasi.

Gambar 8. Perangkap Jatuh (Pit Fall Trap) (Sumber : Foto Langsung)

Perangkap Kuning (Yellow Trap)

Perangkap ini terbuat dari kertas berwarna kuning yang berukuran 30 cm x 20 cm yang diolesi dengan lem perekat. Perangkap ini diletakan pada keempat sisi lahan pertanaman kopi sesuai arah mata angin, yang pasang pada pagi hari dan diletakkan selama tiga hari. Serangga yang diperoleh pada perangkap ini dikumpulkan, diidentifikasi, dan dihitung.

Gambar 9. Perangkap Kuning (Yellow Trap) (Sumber : Foto Langsung)

Mengambil Serangga Secara Langsung (Handpicking)

masing-masing pohon sampel yaitu dengan mengambil buah yang terserang dan serangga yang terdapat pada tanaman sampel secara langsung. Serangga yang diperoleh dikumpulkan, dan dimasukkan kedalam wadah penyimpanan untuk diidentifikasi dan dihitung.

Gambar 10. Handpicking (Sumber : Foto Langsung) Identifikasi Serangga

Serangga yang tertangkap dari lapangan ada yang dapat diindentifikasi secara langsung dan ada yang belum dapat diidentifikasi secara langsung. Serangga yang belum diidentifikasi, dilakukan identifikasi di Laboratorium Hama Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara. Identifikasi dilakukan sampai pada tingkat family.

Peubah Amatan

1. Jumlah dan jenis serangga tertangkap

Serangga yang tertangkap dikumpulkan, diidentifikasi dan dihitung sesuai dengan kelompok family masing-masing setiap serangga pada setiap pengamatan. 2. Nilai Kerapatan Mutlak, Kerapatan Relatif, Frekuensi Mutlak, Frekuensi

Relatif pada setiap pengamatan.

Dengan diketahuinya jumlah populasi serangga tertangkap yang telah diidentifikasi maka dapat dihitung nilai kerapatan mutlak, kerapatan relative,

frekuensi mutlak, frekuensi relative pada setiap pengamatan. 3. Nilai indeks keanekaragaman jenis serangga

Setelah jumlah serangga yang tertangkap pada setiap pengamatan diketahui, maka dihitung nilai indeks keanekaragaman pada masing-masing pengamatan dengan menggunakan rumus indeks Shanon-Weiner (H).

Metode Analisa Data

Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, yaitu melakukan pengambilan sampel serangga pada lahan tanaman kopi yang terkena erupsi abu vulkanik Gunung Sinabung dan pada lahan yang tidak terkena erupsi. Serangga yang diperoleh pada setiap penangkapan kemudian diidentifikasi dan dihitung kemudian dianalisis sebagai berikut:

Kerapatan Mutlak (KM) suatu jenis serangga:

Kerapatan mutlak menunjukkan jumlah serangga yang ditemukan pada habitat yang dinyatakan secara mutlak (Purba, 2010).

Kerapatan Relatif (KR) suatu jenis serangga KR = X 100%

KR = X 100% (Suin, 1997 dalam Saragih, 2008).

Frekuansi Mutlak (FM) suatu jenis serangga:

Frekuensi mutlak menunjukkan jumlah kesering hadiran suatu serangga tertentu yang ditemukan pada habitat tiap pengamatan yang dinyatakan secara mutlak (Purba, 2010).

Frekuensi Relatif (FR) suatu jenis serangga: KM

∑ KM

Jumlah individu suatu jenis dalam setiap penangkapan Total individu dalam setiap penangkapan

Frekuensi relatif menunjukkan keseringhadiran suatu jenis serangga pada

habitat dan dapat menggambarkan penyebaran jenis serangga tersebut (Purba, 2010).

FR = X 100%

FR = X 100% (Suin, 1997 dalam Saragih, 2008).

Indeks Keanekaragaman Jenis Serangga

Indeks keanekaragaman merupakan suatu penggambaran secara matematik untuk mempermudah dalam menganalisis informasi mengenai jumlah jenis indvidu serta berapa banyak jumlah jenis individu yang ada dalam suatu area (Tambunan, 2013). Untuk membandingkan tinggi rendahnya keanekaragaman jenis serangga yaitu keanekaragaman jenis serangga hama dan musuh alami digunakan indeks Shanon-Weiner (H) dengan rumus:

H´ = – ∑ pi ln pi

pi =

dimana : H´ = Indeks Keanekaragaman Shannon-Weaver

pi = Proporsi jumlah individu ke-1 dengan jumlah total individu

ni = Spesies ke-i

N = Jumlah total individu (Price, 1997 dalam Sianipar, 2006). Dengan kriteria indeks keanekaragaman menurut Krebs (1978) sebagai berikut: H > 3 = Tinggi H < H < 3 = Sedang H < 1 = Rendah (Rosalyn, 2007). s i=1 ni N FM ∑ FM

Nilai FM suatu jenis serangga setiap penangkapan Nilai FM semua jenis serangga setiap penangkapan

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait