• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian dilakukan di Kebun Silau Dunia, PT Perkebunan Nusantara III, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara dengan ketinggian tempat 60–90 meter dpl. Penelitian ini berlangsung dari bulan September 2015 sampai denganJanuari 2016. Lokasi penelitian berada diantara tegakan karet tanaman menghasilkan (TM) umur 10 tahun.

Bahan dan Alat Penelitian

Bahan yangdigunakan dalam penelitian ini adalahkenaf varietas Karangploso9, Karangploso 12 dan Karangploso 14 (Lampiran 1), pupuk Urea, TSP, KCl (Lampiran 4), insektisida lannate,dan air.

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul, gembor, meteran, jangka sorong, timbangan analitik, oven,tali plastik, pacak yang terbuat dari bambu, knapsack , plank nama, kalkulator, alat tulis,kertas HVS, amplop dan kamera.

Metode Penelitian

Metode percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor perlakuan, yaitu :

Faktor 1 : Varietas (V) dengan tiga jenis, yaitu : V1 : KR9

V2 : KR 12 V3 : KR 14

Faktor 2 :Pemupukan(T) dengan empat taraf, yaitu : T0 : 0 g (Kontrol)

T1 : 1,80 g Urea ; 0,60 g TSP ; 0,60 g KCl / lubang tanam T2 : 3,60 g Urea ; 1,20 g TSP ; 1,20 g KCl / lubang tanam T3 : 5,40 g Urea ; 1,80 g TSP ; 1,80 g KCl / lubang tanam Sehingga diperoleh 12 kombinasi :

V1T0 V2T0 V3T0 V1T1 V2T1 V3T1 V1T2 V2T2 V3T2 V1T3V2T3 V3T3 Jumlah ulangan : 3 Jumlah plot : 36 Ukuran plot : 4 m x 3 m Jarak Tanam : 40 cm x 30 cm

Jumlah tanaman/plot : 100 tanaman Jumlah sampel per plot : 10 tanaman Jumlah sampel seluruhnya : 360 tanaman Jumlah tanaman seluruhnya : 3600tanaman

Bagan penelitian ini dapat dilihat pada Lampiran 2 sedangkan letak tanaman dalam sampel dapat dilihat pada Lampiran 3.

Dari hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan sidik ragam berdasarkan model linear sebagai berikut :

Yijk= µ + ρi + αj + βk + (αβ)jk+ εijk i = 1,2,3 j = 1,2,3 k = 1,2,3,4 Dimana:

µ : Nilai tengah ρi :Efek dari blok ke-i

αj : Efek perlakuan penggunaanvarietas(V) ke-j βk : Efek dosis pupupk N,P,K(T) padataraf ke-k

(αβ)jk: Interaksi antara varietas (V) ke-j dengandosis pupuk N, P, K(T) padataraf ke-k

εijk: Galat dari blok ke-i, varietas (V)ke-j dan dosis pupuk N, P, K (T) padataraf ke-k

Data dianalisis dengan analisis sidik ragam, sidik ragam yang nyata dilanjutkan dengan menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan dengan taraf α =5% (Steel dan Torrie, 1995).

Pelaksanaan Penelitian Pemilihan Lokasi

Pemilihan lokasi dilakukan dengan meninjau lokasi tanaman karet yang ada di kebun Afdeling VI PTPN 3 Silau Dunia dan ditentukan sesuai dengan anjuran asisten lapangan.

Persiapan Lahan

Lahan dibuat pada naungan karet dengan plot ukuran 4 m x 3 m dilakukan 2 minggu sebelum penanaman dan dibuat jarak antar plot 30 cm. Lahan yang diolah sesuai dengan perlakuan serta dibersihkan dari gulma dan meratakan lapisan tanah bagian atas.

Penanaman Benih

Penanaman dilakukan secara ditugal, yakni dengan cara menugal lahan yang telah digemburkan kira – kira sedalam 3 cm dari permukaan tanah kemudian dimasukkan benih kenaf sebanyak 2 benih/lubang tanam yang sebelumnya telah direndam air selama 5 jam. Jarak tanam yang digunakan adalah 40 x 30 cm. Kemudian ditutup dengan tanah dengan tipis hingga benih tanaman tidak nampak dan kemudian dilakukan penyiraman.

Aplikasi Pupuk NPK

Aplikasi pupuk N, P dan K dilakukan pada waktu tanaman berumur 5 MST sesuai dengan dosis masing – masing perlakuan, Pupuk diberikan dengan cara ditugal disamping tanaman.

Pemeliharaan Tanaman Penyulaman

Penyulaman dilakukan pada 1-2 MST dengan mengganti tanaman yang mati dengan tanaman cadangan yang sama pertumbuhannya dengan tanaman di lapangan.

Penjarangan

Penjarangan dilakukan pada umur5 MST dengan cara memotong tanaman menggunakan gunting dan meninggalkan tanaman yang paling baik dan sehat sehingga pada setiap lubang tersisa tanaman yang terbaik untuk dipelihara hingga panen.

Penyiangan

Penyiangan gulma dilakukan secara manual dengan tangan ataupun dengan cangkul, baik didalam plot atau diluar plot. Penyiangan dilakuan pada umur 6 MST dan 11 MST. Ini dilakukan untuk menghindari terjadinya persaingan antara tanaman utama dengan gulma untuk mendapatkan unsur hara dari tanah.

Pembumbunan

Pembumbunan dilakukan pada umur tanaman 3 MST, 5 MST, 8 MST, dan 11 MST.Pembumbunan dilakukan dengan cara mengemburkan tanah disekitar tanaman kenaf, kemudian menimbunkan tanah tersebut pada pangkal batang tanaman kenaf dengan tujuan untuk memperkokoh kedudukan tanaman.

Pengendalian hama dan penyakit dilakukan pada 8 MST dengan menggunakan insektisida berbahan lannate, yang bertujuan untuk membunuh serangga berupa ulat.

Pengamatan Parameter Tinggi tanaman (cm)

Tinggi tanaman diukur dari pangkal batang tanaman sampai titik tumbuh. Pengukuran dilakukan mulai 4minggu setelah tanam dengan interval sekali seminggu sampai masuk masa generatif13minggu setelah tanam dengan menggunakan meteran.

Lilit batang (mm)

Pengukuran lilit batang dilakukan pada 4minggu setelah tanam dengan interval sekaliseminggu hingga 13 minggu setelah tanam. Pengukuran lilit batang dilakukan dengan mengukur diameter batang terlebih dahulu, kemudian dikonversikan ke lilit batang dengan menggunakan rumus π x d.Pengukuran diameter batang menggunakan jangka sorong.

Jumlah daun (helai)

Jumlah daun dihitung terhadap daun-daun yang tumbuh yang sudah mengalami membuka sempurna. Pengamatan dilakukan dengan interval sekali seminggu mulai dari 4minggu setelah tanam sampai 13minggu setelah tanam. BobotSegar Tajuk (g)

Pengukuran bobot segar tajuk dilakukan pada akhir penelitian. Bobot segar Tajuk sampel dihitung dalam keadaan segar dengan menggunakan timbangan digital, yakni dengan dibersihkan dahulu kemudian dipotong-potong dengan

Bobot Segar Akar (g)

Pengukuran bobot segar akar dilakukan pada akhir penelitian. Bobot segarakar sampel dihitung dalam keadaan segar dengan menggunakan timbangan digital, yakni dengan dibersihkan dahulu kemudian dipotong-potong dengan seragam.

Panjang Akar (cm)

Pengukuran panjang akar dilakukan pada akhir penelitian. Panjang akar diukur terhadap akar yang tumbuh dari pangkal batang pokok, diukur dari leher akar sampai ujung terpanjang pada akhir percobaan setelah tanaman dicabut dari media tanam dengan cara menyiram dahulu media dengan air berlebihan sehingga menjadi sangat gembur.

Bobot Kering Tajuk(g)

Bobot kering tajuk tanaman di hitung dengan cara menimbang seluruh bagian tanaman sampel yang telah dikeringovenkan selama 24 jam dengan suhu 800C.

Bobot Kering Akar (g)

Bobot kering akar tanaman dihitung dengan cara menimbang seluruh bagian akar tanaman sampel yang telah dikeringovenkan selama 24 jam dengan suhu 800C.

Dokumen terkait