Penelitian dilakukan di Desa Simarhompa Kecamtan Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara Medan pada koordinat 2º05´38.8´´N 99º06´16´´E dengan ketinggian 900 meter di atas permukaan laut dimulai dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Februari 2021.
Bahan dan Alat
Adapun bahan yang digunakan adalah benih kacang merah varietas lokal (Merah Muda) dan varietas lokal (merah) sebagai objek penelitian, top soil dan pupuk kandang ayam sebagai media tanam, polybag ukuran 35 cm x 40 cm sebagai tempat tumbuh tanaman, air sebagai bahan untuk menyiram tanaman, dan pupuk NPK Phonska 15 % : 15 % : 15 %.
Alat yang digunakan dalam penelitian ini berupa cangkul, garu, parang untuk membersihkan lahan penelitian, gembor sebagai alat untuk menyiram tanaman, meteran untuk mengukur luas lahan penelitian, ember sebagai wadah untuk menyiram tanaman, timbangan untuk menimbang pupuk yang akan diberikan pada tanaman, label untuk menandai setiap perlakuan, penggaris untuk mengukur tinggi tanaman, kamera sebagai alat untuk dokumentasi serta alat tulis lainnya.
Metode Penelitian
Metode percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan
Faktor 1 : Varietas
V1 = Varietas Lokal (Merah Muda)
V2 = Varietas Lokal (Merah) Faktor 2 : Frekuensi Penyiraman
P0 = disiram setiap hari P1 = disiram 1 x 2 hari P2 = disiram 1 x 3 hari P3 = disiram 1 x 4 hari
Dengan demikian terdapat 8 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan dan terdapat 24 unit satuan percobaan.
V1P0 V 1P1 V1P2 V1P3
V2P0 V2P 1 V2P 2 V2P3
Jumlah ulangan : 3 ulangan Jumlah polybag : 104 polybag Jumlah benih per polybag : 1 benih Jumlah tanaman seluruhnya : 104 tanaman Jumlah sampel perperlakuan : 3 tanaman Jumlah sampel seluruhnya : 52 tanaman Jarak antar polybag : 40 cm Jarak antar polybag : 50 cm
Ukuran polybag : 35 cm x 40 cm
Data hasil percobaan diuji menggunakan sidik ragam berdasarkan model linier sebagai berikut:
Y
ijk= + α
i+β
j+ (α+β)+ γ
ij+
ijkKeterangan:
Yijk = Nilai pengamatan untuk faktor frekuensi penyiraman taraf ke-j, faktor varietas taraf ke-k dan ulangan ke-i.
= Nilai tengah umum.
α
i = Pengaruh faktor varietas ke-i ( i = 1 dan 2).βj = Pengaruh faktor frekuensi penyiraman ke-j ( j = 0,1,2,3 dan 4).
γ
ij = Interaksi faktor varietas dan frekuensi penyiraman pada taraf varietas ke-i, dan taraf frekuensi penyiraman ke-j.
ijk = Galat percobaan untuk ulangan ke-k, faktor varietas taraf ke-i, frekuensi penyiraman taraf ke-j.Jika dari hasil analisis sidik ragam menunjukkan pengaruh yang nyata, maka dilanjutkan dengan Uji Beda Rataan berdasarkan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%.
Pelaksanaan Percobaan
Persiapan Polybag dan Media Tanam
Polybag dengan ukuran 35 cm x 40 cm dengan berat 5 kilogram yang telah disiapkan di isi dengan media tanam berupa top soil yang dicampur dengan pupuk kandang ayam perbandingan 4:1 (4 kg topsoil : 1 kg pupuk kandang ayam) dimana top soil dikering anginkan terlebih dahulu dicampur dengan pupuk kandang ayam, kemudian top soil yng telah tercampur dengan pupuk kandang dimasukkan kedalam polybag.
Persiapan Rumah Plastik
Dilakukan pembuatan rumah plastik dengan ukuran panjang 3,5 m, lebar 2 m dan tinggi 1,5 m dimana atapnya terbuat dari plastik transparan untuk melindungi tanaman dari sinar matahari langsung dan curah hujan yang turun sehingga penyiraman sesuai dengan perlakuan.
Perlakuan Benih
Benih yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih kacang merah varietas Lokal Merah Muda dan varietas Lokal Merah. Kacang merah yang telah dipanen dikeringkan dibawah paparan terik matahari lebih kurang 3 hari dari jam 10 pagi sampai jam 3 sore, kemudian dilakukan pelepasan biji dari polong.
Dilakukan pemilahan atau pemilihan biji yang baik untuk digunakan sebagai benih, dengan memilih biji yang memiliki ukuran dan warna yang sama, biji tidak terkelupas dan kisut. Biji yang sudah dipilih dijdikan sebagai benih yang siap untuk ditanam.
Penanaman
Penanaman dilakukan bersamaan dengan pembuatan lubang tanam dengan kedalaman 3 cm. Penanaman dilakukan dengan memasukkan 1 benih pada masing-masing lubang kemudian benih dimasukkan dan ditutup kembali dengan tanah.
Pemasangan Label
Pemasangan label dilakukan untuk menandai setiap perlakuan pada masing- masing ulangan. Pemasangan label dilakukan pada masing-masing polybag dengan tujuan mempermudah pengamatan.
Pemeliharaan Pemupukan
Pemupukan dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pada saat tanam dan setelah 2 minggu setelah tanam. Pupuk yang diberikan adalah NPK Phonska. Pupuk NPK diberikan 2 kali yaitu pada saat tanam dan berumur 2 MST . Dosis pupuk NPK pada pupuk dasar maupun pada saat 2 MST adalah 3,68 g tiap polybag diberikan secara tugal yaitu dengan memasukkan pupuk kedalam lubang sedalam 3cm setelah itu ditutup dengan tanah .
Penyiraman
Penyiraman dilakukan pada sore hari. Penyiraman dilakukan sesuai dengan perlakuan yang diberikan yaitu frekuensi setiap hari sekali, frekuensi 2 hari sekali, frekuensi 3 hari sekali dan frekuensi 4 hari sekali.
Penyiangan dan Pembumbunan
Penyiangan dilakukan dengan membersihkan gulma yang tumbuh pada areal penelitian supaya tidak mengganggu pertumbuhan tanaman. Penyiangan
dilakukan tidak hanya pada polybag tetapi dilakukan juga pada areal penelitian.
Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan supaya tanaman kacang merah tidak rebah. Pembumbunan dilakukan sebanyak 4 kali.
Pengendalian Hama Penyakit
Hama yang menyerang tanaman kacang merah adalah Lamprosema indicata yang menyerang daun muda dengan cara menggulung daun.
Pengendalian hama penyakit yang dilakukan adalah secara mekanik yaitu dengan melakukan pengutipan pada daun yang terkena hama yang menggulung daun muda dan dengan cara melakukan pembakaran pada areal penelitian.
Pemanenan
Pemanenan dilakukan ketika daun sudah menguning. Pemanenan dilakukan dengan mencabut tanaman setelah itu polong diambil dijemur di terik matahari. Kacang merah yang telah dipanen dikeringkan dibawah terik matahari lebih kurang 3 hari dari jam 10 pagi sampai jam 3 sore, kemudian dilakukan pelepasan biji dari polong.
Pengamatan Tinggi Tanaman
Pengukuran tinggi tanaman diukur dari pangkal batang hingga titik tumbuh dengan menggunakan penggaris. Pengukuran tinggi tanaman dilakukan sebanyak 3 kali pengukuran pada semua sampel tanaman yaitu sekali seminggu dimulai dari umur 2 MST sampai 4 MST.
Jumlah Daun
Jumlah daun tanaman dihitung yaitu daun yang telah terbuka sempurna dan masih berwarna hijau. Pengambilan data jumlah daun dilakukan sebanyak 3 kali pengamatan yaitu sekali seminggu dimulai umur 2 MST sampai umur 4 MST.
Diameter Batang
Diameter batang diukur pada bagian batang bawah pada ketinggian 1 cm di atas permukaan tanah dengan menggunakan jangka sorong. Pengukuran pada umur 2 MST- 4 MST dilakukan sekali seminggu.
Umur Berbunga
Pengamatan umur berbunga dilakukan pada saat tanaman berbunga dengan mengamati tanaman sampel mana yang berbunga lalu dicatat. Pada pemelitian yang dilaksanakan diketahui bahwa penggunaan varietas lokal Merah Muda dengan frekuensi penyiraman setiap hari lebi cepat berbunga dibandingkan dengan perlakuan yang lain dengan umur berbunga tercepat yaitu umur 29 hari.
Jumlah Cabang Produktif
Pengamatan jumlah cabang produksi dilakukan dengan menghitung cabang yang tumbuh dibatang utama tanaman dan menghasilkan polong.
Pengamatan dilakukan pada saat dilakukan pemanenan.
Jumlah Polong Per Tanaman
Jumlah polong dihitung setelah dilakukan pemanenan. Polong yang dihitung adalah semua polong yang terbentuk baik polong yang hampa maupun polong yang berisi.
Jumlah Polong Produktif
Jumlah polong produktif dihitung setelah dilakukan pemanenan. Polong bernas dihitung dengan mengambil polong yang berisi kemudian dihitung.
Jumlah Polong Hampa
Jumlah polong hampa dihitung setelah dilakukan pemanenan. Polong hampa dihitung dengan cara memilih pada polong yang tidak berisi pada setiap tanaman.
Berat 100 Biji
Pengamatan berat 100 dilakukan setelah pemanenan. Bijiyang ditimbang adalah biji yang telah dikeringkan pada saat pemanenan. Biji dikumpulkan sebanyak 100 biji. Biji yang telah dikumpulkan ditimbang kemudian dihitung berat 100 biji.
Produksi Per Tanaman
Pengukuran produksi biji per tanaman dihitung setelah dilakukan pemanenan kemudian dikeringkan sampai kulit mengering selama 3 hari kemudian biji dikeluarkan dari polong. Biji yang dihasilkan setiap tanaman dan yang sudah kering ditimbang.