• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian ini dilaksanakan dengan mengumpulkan data yang berasal dari 6 (Enam) pasar tradisional di Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara, pada bulan Maret sampai dengan April 2016.

Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan wawancara langsung terhadap responden yang dipandu dengan kuesioner. Daniel (2013) menyatakan survei adalah pengamatan atau penyelidikan yang kritis untuk mendapatkan keterangan yang baik terhadap suatu persoalan tertentu di suatu daerah. Kuesioner adalah suatu cara pengumpulan data dengan memberikan daftar pertanyaan atau pernyataan kepada responden.

Penentuan Daerah Penelitian

Daerah penelitian ditentukan secara purposive, yaitu pemilihan sampel bertitik tolak pada penilaian pribadi peneliti yang menyatakan bahwa sampel yang dipilih benar-benar representatif (Soekartawi,1995) diKabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Dengan dasar pertimbangan adalah kabupaten ini mempunyai potensi dalam pemasaran daging sapi.

Pada Tabel 3. disajikan nama pasar yang diteliti, yaitu pasar tradisional Pancur Batu, pasar tradisional Deli Tua Deli Tua, pasar tradisional Kampung Lalang, pusat pasar di Kecamatan Tanjung Morawa, pasar tradisional Kecamatan Biru-biru, dan pusat pasar Galang. Dengan pertimbangan pasar mempunyai kegiatan jual-beli daging sapi setiap harinya dan memungkinkan diadakannya kegiatan penelitian

Tabel 3. Pasar yang Diteliti Menurut Kecamatan di Kabupaten Deli Serdang.

No Kecamatan Banyaknya pasar (Unit)

1 Pancur Batu 1

2 Deli Tua 1

3 Sunggal 1

4 Galang 1

5 Biru-Biru 1

6 Tanjung Morawa 1

Metode Penentuan Sampel Pedagang

Metode penentuan responden dilakukan dengan metode Accedental sampling (penelusuran) yaitu responden yang ada pada saat didatangi ke pasar dan

bersedia untuk diwawancarai (Khoirunnisa, 2008). Peneliti tidak membatasi jumlah sampel yang diambil melainkan bedasakan jumlah pedagang yang bersedia untuk dilakukan survei.

Metode Pengambilan Data

Berdasarkan sumbernya, data yang dikumpulkan dalam penelitian ini ada dua jenis yaitu:

1. Data primer adalah data yang diperoleh dari hasil pengamatan di pasar tradisional serta melakukan wawancara kepada pedagang daging sapi yang sedang menjualdaging sapi. Untuk memudahkan proses wawancara digunakan kuisioner atau daftar pertanyaan.

2. Data sekunder diperoleh dari buku-buku, laporan-laporan penelitian sebelumnya, instansi yang terkait seperti Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara dan Instansi terkait lainnya (Sudjana, 2002).

Metode Analisa Data

Setelah data dikumpulkan dan ditabulasi, selanjutnya dianalisis sesuai dengan hipotesa yang akan diuji. Untuk memenuhi prinsip BLUE (Best Linear Unbiased Estimator) yakni untuk mengetahui apakah koefisien regresi yang

diperoleh dari koresponden penelitian telah sahih atau dapat diterima sehingga diperoleh model regresi terbaik maka perlu dilakukan pengujian penyimpangan asumsi klasik terlebih dahulu.

Uji Penyimpangan Asumsi Klasik Normalitas

Menurut Gujarati (1997), model regresi linear berganda harus mengasumsikan variabel penggangu (residual) µi terdistribusi secara normal, yang artinya nilai µ (untuk setiap nilai Xi) menyebar simetris. Karena itu model regresi yang baik adalah mengikuti garis normal. Jika asumsi ini dilanggar maka model regresi dianggap tidak valid dengan jumlah sampel yang ada.

Heterokeditas

Uji heterokeditas bertujuan menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual jawaban antar responden. Model regresi yang baik adalah tidak heterokeditas. Heterokeditas menyebabkan penaksiran atau estimator menjadi tidak efisien dan nilai koefisien determinan akan menjadi sangat tinggi.

Untuk mengetahui ada tidaknya heterokeditas yaitu dengan melihat pola titik-titik pada scatter plot regresi. Jika titik-titik menyebar dengan pola tidak jelas diatas dan dibawah angka pada sumbu Y, maka tidak terjadi masalah heterokeditas pada model regresi (Priyatno, 2009).

Multikolinearitas

Multikolinearitas digunakan untuk menunjukkan adanya hubungan linier diantara variabel-variabel bebas dalam model regresi. Semakin kecil korelasi diantara variabel bebasnya, maka semakin baik model regresi yang akan diperoleh (Firdaus, 2011)

Salah satu cara untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas yaitu dengan melihat nilai tolerance dan VIF. Dalam kebanyakan penelitian menyebutkan bahwa nilai tolerance lebih besar dari 0,1 dan VIF kurang dari 10 maka tidak terjadi multikolinearitas.

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemasaran daging sapi. Di uji dengan menggunakan analisis regresi linier berganda(Multiple Regresion) dengan enam variabel bebas yaitu pendidikan, harga beli pedagang, biaya pemasaran, keuntungan/profit, pengaruh hari tertentu, pengaruh komoditi lain. Serta satu variabel terikat yaitu jumlah daging yang dipasarkan dengan menggunakan rumus:

Y= α + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 + b6X6

Keterangan:

+ µ

Y : Jumlahdaging sapi yang dipasarkan (kg/bulan).

α : Koefesien intercept (konstanta).

b1, b2, b3, b4

X1 : Pendidikan

: Koefesien regresi.

X2 : Biaya pemasaran (Rupiah/kg) X3 :Harga beli pedagang (Rupiah/kg) X4 :Profit/keuntungan (Rupiah) X5 : Pengaruh hari besar

X6 : Pengaruh komoditi lain Pengambilan keputusan :

th < t tabel, tolak H1; terima H th > t tabel, tolak H

0

0 ; terima H ( H

1

0: tidak ada pengaruh, H1

Parameter pengamatan

: ada pengaruh)

Parameter yang menjadi pengamatan dalam penelitian ini antara lain faktor-faktor yang mempengaruhi pemasaran daging sapi. Seperti tingkat pendidikan, harga beli pedagang, biaya pemasaran, keuntungan/profit, pengaruh hari besar terhadap jumlah pemasaran dan pengaruh keberadaan komoditi lain (ayam, telur dan ikan).

Defenisi dan Batasan Operasional

Defenisi dan batasan operasional dimaksudkan untuk menghindari kesalahpahaman istilah-istilah yang terdapat dalam proposal ini

Defenisi Operasional

1. Penelitian dilakukan di pasar tradisional yang terdapat di Kabupaten Deli Serdang

2. Penelitian dilaksanakan pada bula Maret 2016 sampai April 2016

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemasaran daging sapi yang diteliti adalah Pendidikan,Harga beli pedagang (Rp), Biaya pemasaran (Rp), Profit/keuntungan (Rp), Pengaruh hari, Pengaruh komoditi lain.

4. Jumlah daging sapi yang dipasarkan adalah banyaknya jumlah daging (kg) yang ditawarkan pedagang pada waktu tertentu.

5. Pedidikan adalah tingkat pendidikan terakhir yang diperoleh pedagang

6. Harga beli pedagang adalah harga yang harus dibayar oleh pedagang daging sapi kepada pemasok komoditi daging sapi.

7. Biaya pemasaran adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh pedagang untuk dapat memasarkan dagangannya.

8. Profit/keuntungan adalah keuntungan yang diperoleh pedagang daging sapi.

9. Pengaruh hari adalah pendapat pedagang mengenai pengaruh hari tertentu dalam pemasaran daging sapi.

10. Pengaruh komoditi lain adalah pendapat pedagang daging sapi terhadap besarnya pengaruh komoditi lain terhadap pemasaran.

11. Pedagang daging sapi adalah pedagang yang dominan berjualan daging sapi secara menetap.

12. Pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secar langsung.

13. Responden yang menjadi sampel adalah :

Pedagang yang menjual daging sapi secara menetap di pasar tradisional yang menjadi lokasi penelitian di Kabupaten Deli Serdang.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait