Penelitian dilaksanakan pada areal tanaman menghasilkan tahun tanam 1980 di Afdeling III kebun Kwala Sawit PTPN II yang berlokasi di kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat dengan ketinggian 25–100 m dpl. Subgrup tanah pada
areal yang diteliti didominasi oleh Typic Paleudults (Adiwiganda, 1998). Analisis
tanah dilakukan di Laboratorium BPTD PTPN II Medan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan bulan Desember 2007.
Bahan dan Alat
Sampel tanah yang diambil dari blok K-23, L-23, L-29, M-19, M-23 dan M-29 tahun tanam 1980. Peralatan dan bahan yang digunakan di lapangan meliputi: cangkul, sekop, bor tanah, pisau, meteran, ring sampler dan alat tulis menulis. Peralatan dan bahan yang digunakan di laboratorium meliputi: ring sampler, timbangan listrik, oven pengering, hidrometer, natrium pyrofosfat, asam sulfat, beker glass, tabung erlenmeyer, dan lain-lain yang berhubungan dengan analisis laboratorium.
Metode Penelitian
Penelitian meliputi 3 taraf yaitu blok dengan produktivitas tinggi, sedang dan rendah masing-masing sebanyak 2 blok, sehingga keseluruhannya menggunakan 6 blok/unit penelitian. Pembuatan profil tanah pada blok yang terpilih ditetapkan berdasarkan penentuan secara sistematis.
Pengamatan yang dilakukan pada penelitian ini meliputi variabel sifat fisik dan kimia tanah, antara lain: Tekstur, Bulk Density, Total Ruang Pori, pH, C/N, P-tersedia, KTK, Kejenuhan Basa, K, Ca, Mg dan Na. Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui variabel mana yang berpengaruh terhadap produksi tandan per pokok kelapa sawit di Kebun Kwala Sawit. Data agronomi untuk tanaman kelapa sawit meliputi data produksi per blok dan curah hujan. Data tersebut diperoleh dengan mengumpulkan data primer dan sekunder dari Afdeling Kebun Kwala Sawit.
Pelaksanaan Penelitian
Areal yang dipilih secara relatif seragam, misalnya seragam dalam hal tanah, topografi, umur tanaman maupun pertumbuhan tanamannya. Dari Afdeling yang diamati ditentukan lokasi pengamatan sebanyak 6 blok/unit. Pengamatan sifat fisik dan kimia tanah dilakukan dengan membuat profil tanah di gawangan mati pada setiap blok pengamatan dengan ukuran 1,5 x 2 m. Pengambilan contoh tanah dilakukan secara vertikal sesuai dengan horizon tanah, kemudian dianalisis di laboratorium.
Untuk pengamatan sifat fisik dan kimia tanah maka diperlukan dua macam contoh tanah, 1) contoh tanah tak terganggu (undisturbed soil sample), diambil pada
setiap kedalaman bidang pengamatan dengan menggunakan ring sampler, yang akan
digunakan untuk menetapkan Bulk Density , Particle Density dan Total Ruang Pori,
pengamatan, yang akan digunakan untuk analisis Tekstur, pH, C- C/N, P-tersedia, K, Ca, Mg, Na, KTK, dan Kejenuhan Basa.
Faktor koreksi untuk setiap lapisan (horizon) tanah mengacu pada (Sys, 1985) adalah 2.0, 1.75, 1.5, 1.0, 0.75, 0.5 dan 0.25. Setiap hasil analisis dikalikan dengan faktor tersebut dengan kedalaman 25 cm.
Profil Pengamatan
Kelapa sawit
Pasar pikul Gawangan mati
Gambar 1. Contoh letak pembuatan profil tanah. 1. Pengambilan Contoh Tanah Utuh
Pengambilan contoh tanah ini untuk menganalisis permeabilitas tanah, kerapatan lindak, porositas tanah. Pengambilan contoh tanah ini dengan menggunakan
ringsampler dengan cara:
a. Ratakan dan bersihkan lapisan tanah yang akan diambil, kemudian letakkan ring
sampler tegak pada lapisan tanah tersebut. Nomor yang terdapat pada ring sampler jangan terbalik.
b. Gali tanah di sekeliling ring sampler dengan alat sekop
d. Tekan ring sampler sampai tiga perempat bagiannya masuk ke dalam tanah
e. Letakkan ring sampler lain diatas ring sampler pertama, kemudian tekan lagi
sampai bagian bawah ring sampler ini masuk kedalam tanah kira-kira 1 cm.
f. Ring sampler beserta tanah di dalamnya digali dengan sekop.
g. Pisahkan ring sampler kedua dengan hati-hati dan potonglah tanah kelebihan
yang ada pada bagian atas dan bawah ring sampler sampai rata sekali.
h. Tutup ring sampler dengan tutup plastik. Sampel diambil pada saat keadaan
kapasitas lapang. Jika terlalu kering dianjurkankan agar disiram dengan air yang cukup
2. Penetapan Tekstur Tanah
a. Timbang 25 g tanah kering udara yang telah diayak dengan ayakan 10 mesh, kemudian masukkan kedalam erlenmeyer 250 ml.
b. Tambahkan 50 ml larutan Natrium Pyrofosfat dan biarkan selama satu malam.
c. Goncang selama 10 menit dengan shaker dan pindahkan secara kwantitas ke
dalam gelas ukur 500 ml dan tambahkan air sampai tanda garis.
d. Kocok kira-kira 20 kali sebelum pembacaan, masukkan hydometer ke dalam gelas ukur dengan perlahan-lahan. Pembacaan pertama dilakukan selama 40 detik dari saat pengocokan lalu dibiarkan tenang.
e. Setelah 3 jam masukkan lagi hydrometer untuk pembacaan kedua dan tentukan
3. Penetapan Kerapatan Lindak (Bulk Density) dan Total Ruang Pori (Particle Density)
a. Timbang contoh tanah dengan ring sampler-nya (x gram)
b. Keringkan pada suhu 1050 C selama 6 jam atau hingga beratnya konstan
c. Tetapkan kadar airnya
d. Timbang ring sampler yang telah kosong
e. Ukur diameter dan tinggi setiap ring sampler untuk menghitung volume f. Berdasarkan ukuran diatas maka ditetapkan kerapatan lindak dan porositas 4. Penetapan Kandungan Bahan Organik Tanah
Bahan organik tanah adalah hasil peruraian tubuh bekas jasad hidup (tumbuhan dan hewan), sehingga menunjukkan perbedaan dalam ukuran, bangun, komposisi dan watak fisika-kimia dari aslinya dan telah menyatu dengan jarah-jarah penyusun tanah lainnya. Penetapan kandungan bahan organik tanah dilakukan dengan metode Walkley dan Black.
5. Penetapan N
Dilakukan dengan metode Kjehdal 6. pH tanah
Dilakukan dengan metode Elektrimeter dengan menggunakan pH meter. 7. Kapasitas Tukar Kation (KTK)
8. P tersedia
Dilakukan dengan metode Bray II.
Analisis Data
Untuk melihat hubungan antara sifat fisik dan kimia tanah dengan produksi Kelapa Sawit dikaji dengan analisis regresi sederhana, dengan bentuk persamaan :
= a + bX
Dimana ; : variabel terikat (produksi tandan/pokok kelapa sawit)
a : intersep dari garis pada sumbu Y
b : koefisien regresi linier
X : Variabel bebas (Karakteristik sifat fisik dan kimia tanah).
Selanjutnya untuk mengkaji sumbangan karekteristik tanah secara bersama- sama dalam menentukan produksi tandan per pokok kelapa sawit maka dilakukan analisis regresi berganda dalam bentuk persamaan matematis yaitu :
= a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + ... + bkXk Dimana :
: Produksi tandan per pokok
a : intersep dari garis pada sumbu Y
b : koefisien regresi linier
X1 : pH X2 : C/N (%) X3 : P Tersedia (ppm) X4 : K Tukar (me/100g) X5 : Ca Tukar (me/100g) X6 : Mg tukar (me/100g) X7 : Na tukar (me/100g) X8 : KTK (me/100g) X9 : Kejenuhan Basa (%) X10 : Pasir (%) X11 : Liat (%) X12 : Bulk Density (g/cm3) X13 : Particle Density (g/cm3)