• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Tanaman Buah (KPTB) Berastagi, Kecamatan Dolat Rakyat, Kabupaten Karo dengan ketinggian tempat ± 1340 m di atas permukaan laut. Penelitian dilaksanakan dari bulan April sampai Juli 2013 (empat bulan).

Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah urin kambing, urin sapi, dan urin kerbau, benih biwa sebagai benih yang akan diberi perlakuan, top soil, pupuk kandang. Kriteria benih yang dipakai adalah ukuran benih seragam, dan kemasakan benih yang seragam.

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah polybeg sebagai wadah pembibitan biwa, gembor untuk menyiram tanaman, pisau lipat untuk memotong benih biwa, gelas ukur untuk mengukur urin hewan, timbangan untuk menimbang top soil dan pupuk kandang, plakat nama sebagai penanda perlakuan, kalkulator untuk memudahkan perhitungan, pinset untuk mengambil benih dari beaker gelas dan alat tulis.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor, terdiri dari :

Faktor I : Konsentrasi jenis urin dan lama perendaman yang terdiri dari 12 taraf yaitu: K1 = 25% Konsentrasi Urin Kerbau, benih direndam selama 15 menit

K3 = 50% Konsentrasi Urin Kerbau, benih direndam selama 15 menit K4 = 50% Konsentrasi Urin Kerbau, benih direndam selama 30 menit K5 = 25% Konsentrasi Urin Sapi, benih direndam selama 15 menit K6 = 25% Konsentrasi Urin Sapi, benih direndam selama 30 menit K7 = 50% Konsentrasi Urin Sapi, benih direndam selama 15 menit K8 = 50% Konesntrasi Urin Sapi, benih direndam selama 30 menit K9 = 25% Konsentrasi Urin Kambing, benih direndam selama 15 menit K10 = 25% Konsentrasi Urin Kambing, benih direndam selama 30 menit K11 = 50% Konsentrasi Urin Kambing, benih direndam selama 15 menit K12 = 50% Konsentrasi Urin Kambing, benih direndam selama 30 menit Faktor II : Skarifikasi benih dengan 2 taraf yaitu:

P0 = Tanpa Pemotongan P1 = Pemotongan

Sehingga diperoleh 24 kombinasi perlakuan yaitu: K1P0 K1P1 K5P0 K5P1 K9P0 K9P1 K2P0 K2P1 K6P0 K6P1 K10P0 K10P1 K3P0 K3P1 K7P0 K7P1 K11P0 K11P1 K4P0 K4P1 K8P0 K8P1 K12P0 K12P1

Dari 24 kombinasi perlakuan diulang sebanyak 12 kali setiap perlakuan, sehingga diperoleh 288 unit percobaan. Unit percobaan dijadikan menjadi 2 blok yang terdiri dari 144 unit percobaan setiap blok. Jarak antar barisan 20 cm, jarak dalam barisan 10 cm, jarak antar blok 50 cm. Benih ditanam dalam polybeg yang ditempatkan pada bedengan yang telah mempunyai atap paranet dengan kemiringan 45°.

Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan sidik ragam dengan model linear sebagai berikut :

Yijk = µ + αi+ βj + (αβ)ij + εi j k

Yijk : Hasil pengamatan untuk faktor pemberian urin hewan pada taraf ke-i, faktor pemotongan benih taraf ke-j

µ : Nilai tengah umum

αi : Pengaruh faktor pemberian urin hewan pada taraf ke-i βj : Pengaruh faktor pemotongan benih biwa pada taraf ke-j

(αβ)ij : Pengaruh interaksi pemberian urin hewan dan pemotongan benih biwa pada taraf ke-i (dari faktor pemberian urin hewan), dan taraf ke-j (dari faktor pemotongan benih biwa)

εijk : Pengaruh acak (galat percobaan) pada taraf ke-i (faktor pemberian urin hewan) taraf j (faktor pemotongan benih biwa), interaksi keduanya yg

ke-i dan ke-j taraf ke-j

Bila dalam pengujian sidik ragam diperoleh perlakuan berbeda nyata atau

sangat nyata, maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Duncan (UJD) pada taraf 5% dan 1%.

Pelaksanan Penelitian Penyediaan Benih Biwa

Benih diperoleh dari pohon yang berumur 10 tahun dari buah biwa yang telah matang di pohon. Biji dibersihkan dengan menggunakan air mengalir lalu diseleksi dengan ukuran benih seragam. Benih dikering anginkan selama 3 hari kemudian dilakukan perlakuan pemotongan dan tanpa pemotongan.

Persiapan Urin Hewan

Untuk mendapatkan konsentrasi urin hewan 25%, 75 ml air steril ditambah 25 ml urin hewan, volume akhir 100 ml. Untuk mendapatkan konsentrasi urin hewan 50%, 50 ml air steril ditambah 50 ml urin hewan volume akhir menjadi 100 ml.

Pemotongan Benih

Pemotongan benih biwa secara horizontal sepanjang 0,5 mm dari ujung titik tumbuh. (Lampiran Gambar 3)

Perendaman

Benih direndan pada urin hewan sesuai waktu pada perlakuan. Selesai direndam benih diambil dari beaker gelas menggunakan pinset.

Penanaman

Benih biwa yang telah diperlakukan ditanam kedalam baby polybag dengan perbandingan volume media tanam top soil : pupuk kandang = 5 : 1 ½.

Pemeliharaan Tanaman Penyiraman

Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari dan disesuaikan dengan keadaan kondisi lingkungan.

Penyiangan

Penyiangan dilakukan sesuai dengan kondisi gulma di lahan. Penyiangan dilakukan secara manual yaitu dengan mencabut seluruh gulma yang tumbuh di areal pertanaman dengan tangan dan membersihkan gulma-gulma di polybeg juga dengan tangan. Penyiangan dilakukan seminggu sekali.

Pencegahan hama dan penyakit

Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan kultur teknis dan mekanik dapat juga secara kimia dengan menyemprotkan insektisida dengan kosentrasi ⅛ dari tutup botol dicampur 2 liter air dan di semprotkan dengan handsprayer. Penyemprotan dilakukan sesuai dengan kondisi dilapangan.

Parameter Yang Diamati 1. Daya Berkecambah (%)

Persentase daya berkecambah adalah jumlah proporsi benih yang telah menghasilkan perkecambahan dalam kondisi dan periode tertentu (Sumpena, 2005). Parameter daya kecambah diambil ketika kecambah sudah muncul di atas permukaan tanah.

DB = Kecambah Normal Hari Ke A dan Ke B Jumlah Benih Yang Tumbuh (Hari ke C)

x 100 %

Keterangan:

A = Hari Ditemukan Kecambah Normal (34 hari)

B = 1 Minggu Setelah Ditemukan Kecambah Normal (41 hari)

C = Hari terakhir dari pengamatan daya kecambah dalam ulangan (69 hari) 2. Persentase Kecambah (%)

Persentase kecambah normal yang dapat dihasilkan oleh benih murni pada kondisi yang menguntungkan dalam jangka waktu yang sudah ditentukan.

PK = Jumlah Kecambah N Jumlah Benih

x 100 % Keterangan:

N = jumlah kecambah pada waktu tertentu (benih biwa berkecambah pada umur 34 hari).

3. Umur Berkecambah (hari)

Umur berkecambah dilakukan dengan menghitung jumlah hari yang diperlukan benih untuk berkecamah. Kriteria benih berkecambah adalah terangkatnya bagian epikotil ke permukaan tanah.

4. Panjang Tanaman (cm)

Panjang tanaman diukur mulai dari pangkal batang di atas tanah sampai ujung daun, dari minggu ke 5 sampai minggu ke 12 setiap minggu.

5. Jumlah Daun (helai)

Jumlah daun dihitung terhadap daun yang sudah membuka sempurna dari minggu ke 7 sampai minggu ke 12 setiap minggu.

6. Luas Daun (cm)

Luas daun diukur dari setiap sampel helai daun. Sampel helai daun diambil satu helai yang paling besar dari tanaman yang sudah berdaun empat atau lebih dari setiap ulangan

7. Volume Akar (ml)

Akar tanaman dibersihkan dari tanah, dicuci dengan air sampai bersih lalu dikeringanginkan. Beaker gelas diisi air bersih 50 ml, akar dimasukkan ke dalamnya, pertambahan volume merupakan volume akar yang diukur.

Dokumen terkait