• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian ini dilaksanakan di lahan perkebunan jeruk rakyat Desa Talimbaru Kecamatan Barusjahe Kabupaten Karo Sumatera Utara. Terletak 03003’36,4”LU dan 98033’24,3”BT dengan ketinggian tempat 1250 m dpl memiliki iklim dengan curah hujan rata-rata 2598,8 mm/tahun dan suhu udara rata-rata 150C. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium PT. Socfin Indonesia (SOCFINDO) dan Laboratorium Riset dan Teknologi Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini dimulai dari bulan Mei 2015 sampai dengan Agustus 2015.

Bahan dan Alat Bahan

Bahan yang digunakan adalah tanaman jeruk siam madu sebanyak 15 pohon dengan luas 360 m2, pupuk kandang ayam, pupuk kandang sapi, abu cangkang kelapa sawit, dan abu serbuk kayu sebagai bahan amandemen, pupuk urea, pupuk SP-36, pupuk KCl, dan label sebagai penanda.

Alat

Alat yang digunakan adalah spidol sebagai penanda perlakuan, timbangan analitik untuk menimbang bahan dan alat-alat laboratorium serta alat-alat pendukung lainnya yang digunakan selama penelitian.

Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan percobaan lapangan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial. Untuk tiap-tiap perlakuan diulang 3 kali sehingga diperoleh perlakuan sebagai berikut :

B0 = tanpa bahan amandemen (kontrol) BP1 = pupuk kandang sapi (8,07 kg) BP2 = pupuk kandang ayam (8,15 kg)

BA1 = abu serbuk kayu (7,75 kg)

BA2 = abu cangkang kelapa sawit (8,15 kg) Perhitungan Kebutuhan Dosis Bahan Amandemen

Tabel 6. Kadar Hara Bahan Segar dan Hasil Pengomposan N P2O 5 K2 O Ca Mg Bahan Organik Kadar Air Bahan Segar % Kot. Sapi 0,5 0,3 0,5 0,3 0,1 16,7 81,3 Kot. Kambing 0,9 0,5 0,8 0,2 0,3 30,7 64,8 Kot. Ayam 0,9 0,5 0,8 0,4 0,2 30,7 64,8 Kuda 0,5 0,3 0,6 0,3 0,12 7,0 68,8 Babi 0,6 0,5 0,4 0,2 0,03 15,5 77,6 Kompos % Sapi 2,0 1,5 2,2 2,9 0,7 69,9 7,9 Kambing 1,9 1,4 2,9 3,3 0,8 53,9 11,4 Ayam 4,5 2,7 1,4 2,9 0,6 58,6 9,2 (Balittanah, 2015) Pupuk Kandang Sapi

Kandungan basa-basa tukar (K2O, Ca, Mg) % K2O = 2,2%

%K = Ar K. (2) x % K2O Mr. K2O

=

= 1,82%

1,82% + 2,9% + 0,7% = 5,42% ditingkatkan hingga mencapai KB ≥20% = 3,69 kali 5,42 % = = 0,198 g/100g tanah = 1,98 g/1 kg tanah Ƿ = m/v Ƿ = BD BD tanah Andisol = 0,85 m = ƿ x v = 0,85 x 10.000 m2 x 0,2 m = 1.700 m3 ~ kg = 1.700 ton/ha 417 tan/ha

= 4,077 ton tanah/tan atau 4.077 kg tanah/tan

Jumlah bahan amandemen pupuk kandang sapi yang dibutuhkan = 4.077 kg tanah/tan x 1,98g / 1 kg tanah

= 8.076 g 8,076 kg dosis pupuk kandang sapi yang diberikan untuk mendapatkan KB ≥20% dimana KB tanah diasumsikan = 0

Pupuk Kandang Ayam

Kandungan basa-basa tukar (K2O, Ca, Mg) % K2O = 1,4%

%K = Ar K. (2) x % K2O Mr. K2O

= = 1,16%

1,16% + 2,9% + 0,7% = 4,66% ditingkatkan hingga mencapai KB ≥20% = 4,29 kali

4,66 % = = 0,2 g/100g tanah = 2 g/1 kg tanah

Jumlah bahan amandemen pupuk kandang ayam yang dibutuhkan = 4.077 kg tanah/tan x 2 g / 1 kg tanah

= 8.154 g 8,154 kg dosis pupuk kandang ayam yang diberikan untuk mendapatkan KB≥20% dimana KB tanah diasumsikan = 0

Tabel 7. Perbandingan Rata-rata Kandungan Total Kalium, Kalsium, dan Magnesium antara Abu Sampel Penelitian (Abu Dapur dan Abu Industri Gamping) dengan Hasil Penelitian Lain

Jenis Abu K Ca Mg

HNO3 + HCIO4 % Abu Sampel Penelitian

Abu Dapur 3,46 7,52 0,96

Abu industri Gamping 0,53 4,58 1,18

Hasil Penelitian Lain :

Abu Sabut Kelapa 10,25 n N

Abu Janjang Kelapa Sawit 21,15 n N

Abu Tandan Kosong Kelapa Sawit 24,9-33,2 5,4 N Abu Serat dan Cangkang Kelapa Sawit 16,6-24,9 7,1 N

Abu Janjang Kelapa Sawit 30-40 9 3

Abu Serbuk Gergaji 4,78 n N

(Ekawati dan Purwanto, 2012) Abu Serbuk Kayu

Kandungan basa-basa tukar (K, Ca, Mg)

= = 4,184 %

Sehingga 20% = 4,184 kali bahan pupuk abu serbuk kayu yang harus ditambahkan untuk mencapai KB ≥20%

4,78 % = = 0,199 g/100g tanah = 1,99 g/1 kg tanah

Jumlah bahan amandemen abu serbuk kayu yang dibutuhkan = 4.077 kg tanah/tan x 1,99 g / 1 kg tanah

= 8.113 g 8,113 kg dosis abu serbuk kayu yang diberikan untuk mendapatkan KB≥20% dimana KB tanah diasumsikan = 0

Abu Cangkang Kelapa Sawit

Kandungan basa-basa tukar (K, Ca, Mg)

24,9% + 7,1% + 0% = 32% ditingkatkan hingga mencapai KB ≥20% = = 0,625 %

Sehingga 20% = 0,625 kali bahan abu cangkang kelapa sawit yang harus ditambahkan untuk mencapai KB≥20%

32 % = = 0,2 g/100g tanah = 2 g/1 kg tanah

Jumlah bahan amandemen abu cangkang kelapa sawit yang dibutuhkan = 4.077 kg tanah/tan x 2 g / 1 kg tanah

= 8.154g 8,154 kg dosis abu cangkang kelapa sawit yang diberikan untuk mendapatkan KB≥20% dimana KB tanah diasumsikan = 0

Diperoleh 5 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 15 tanaman dengan jarak tanam 4 x 6m maka terdapat 417 tanaman/ha.

Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan sidik ragam berdasarkan model linear sebagai berikut :

Yik = µ + ρk+ αi + εik

i = 1,2,3 k = 0,1,2,3 Dimana:

Yik : Hasil pengamatan dari bahan amandemen (B) jenis ke-i, dalam ulangan jenis ke-k

µ : Nilai tengah

ρk : Efek dari ulangan ke-k

αi : Efek perlakuan pemberian bahan amandemen jenis ke-j

εik : Galat dari blok ke-i atau perlakuan bahan amandemen jenis ke-j terhadap ulangan jenis ke-k

Terhadap sidik ragam yang nyata, dilakukan analisis lanjutan dengan menggunakan Uji Beda Rataan berdasarkan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf ke 5% dan 1% (Gomez, 1995).

Pelaksanaan Penelitian

1. Pengambilan sampel tanah awal

Sampel tanah diambil di perkebunan jeruk rakyat desa Talimbaru Kecamatan Barus Jahe Kabupaten karo Sumatera Utara secara beraturan dengan melihat pokok tanaman jeruk yang akan dijadikan sampel penelitian, setiap titik pengambilan sampel tanah diambil sedalam 20 cm kemudian di masukkan ke dalam plastik dan diberi label penanda.

Bahan amandemen berupa pupuk kandang sapi diperoleh dari kandang peternak sapi kemudian dibiarkan sampai mengalami dekomposisi, pupuk kandang ayam diperoleh dari peternakan ayam kemudian dibiarkan sampai mengalami dekomposisi, abu cangkang kelapa sawit diperoleh dari pabrik kebun kelapa sawit PTPN II Kebun Tanjung Garbus Merbau Lubuk Pakam, dan abu serbuk kayu diperoleh dari panglong.

3. Analisis awal

Tanah yang telah kering udara dan telah diayak lalu dilakukan analisis awal yang meliputi analisis pH tanah, C-organik, N total, P tersedia, Kejenuhan basa, Kapasitas Tukar Kation dan dilakukan analisis terhadap bahan amandemen yang digunakan.

4. Persiapan Lahan

Lahan penelitian berlokasi di Desa Talimbaru Kecamatan Barus Jahe Kabupaten Karo Sumatera Utara. Lahan dipersiapkan dengan cara piringan pada tiap pokok tanaman jeruk dibersihkan dari gulma guna untuk tempat meletakkan bahan amandemen. Jika gulma di piringan dibiarkan tumbuh dapat mengganggu tanaman utama. Tanah yang ada disekitar piringan kemudian digemburkan dengan menggunakan cangkul.

5. Pemupukan

Kebutuhan pupuk untuk tanaman jeruk yang telah berbuah dilakukan hanya dua kali setahun, yaitu sebelum berbunga dan setelah berbuah panen besar. Dipupuk dengan campuran 490 g urea, 300 g TSP dan 330 g KCl per tanaman per tahun. 6. Aplikasi Bahan Amandmen

Aplikasi perlakuan dilakukan setelah selesai masa panen dan diapalikasikan sesuai dengan perlakuan yang dibutuhkan. Bahan amandemen ditaburkan di dalam piringan dengan jari-jari 50 cm kemudian diolah dengan menggunakan cangkul atau tangan sampai bahan organik tersebut tercampur merata dengan tanah.

7. Pemeliharaan tanaman

Pemeliharaan yang dilakukan yaitu penyiangan dengan cara mencabut gulma yang tumbuh di sekitar piringan pokok tanaman, pengendalian hama dan penyakit dengan insektisida Actellic 500 EC atau dengan membuat paralon yang berisi insektisida Antilat 90 BB digantungkan pada pokok tanaman jeruk dan dilakukan pencucian batang jeruk jika lumut mulai banyak tumbuh pada batang dengan menyemprotkan campuran kelat tepung (1 kg/drum) dan urea (3 kg/drum) pada saat musim hujan.

8. Pengamatan

Pengamatan dilakukan selama sebulan untuk mendapatkan hasil akhir analisis sifat kimia tanah, setelah itu pengamatan dilakukan sampai tanaman jeruk menghasilkan buah siap panen selama 3-4 bulan. Panen dilakukan dengan memetik buah jeruk pada masing-masing perlakuan dan menimbang bobot basahnya.

8. Analisis akhir

Analisis akhir dilakukan pada tanah yang sudah diberi perlakuan penambahan bahan amandemen. Analisis tanah untuk sifat kimia dapat dilakukan setelah 1 bulan pengaplikasian perlakuan. Analisis dilakukan pada Laboratorium Riset Fakultas Pertanian.

Parameter Pengamatan Analisis Tanah

Analisis tanah dilakukan setelah 1 bulan aplikasi bahan amandemen meliputi :

pH tanah dengan metode elektrometry

C-organik dengan metode Walkley and Black N-Total Tanah dengan metode Kjedhal P tersedia dengan metode Bray II

Kejenuhan basa (KB) dengan metode NH4OAc pH 7

Kapasitas Tukar Kation (KTK) dengan metode NH4OAc pH 7 Analisis Tanaman

Analisis tanaman dilakukan setelah 3 bulan aplikasi bahan amandemen yaitu :

Produksi buah per pokok (g)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait