• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret sampai November 2006 di rumah kaca Program Studi Analisis Lingkungan FMIPA IPB. Analisis tanah dan kompos dilakukan di Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Bogor, sedangkan analisis kandungan gula di Laboratorium Kimia Analitik Departemen Kimia FMIPA IPB.

Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan yaitu kompos yang berupa pupuk kotoran sapi, larutan unsur kelumit ‘SYNERGY’ produksi PT Sinergiplasindo Dinamika, Jakarta, Indonesia (komposisi nutrisi yang terkandung di dalamnya terdapat pada Lampiran 1), dan tanaman stevia klon BPP 72 yang berasal dari stek pucuk yang sama. Alat yang digunakan meliputi polybag ukuran 20x35 cm, botol semprot bervolume 100 ml, pipet 0,1 ml, gelas ukur 100 ml, neraca analitik, oven, dan alat tulis.

Metode Penelitian

Persiapan Tanam. Bahan tanaman berupa stek stevia yang berumur satu bulan dengan tinggi antara 10-20 cm. Untuk persiapan media tanam, tanah dan kompos yang dicampurkan secara komposit dimasukkan ke dalam polybag satu minggu sebelum penanaman bibit stevia. Dosis kompos yang digunakan sebagai campuran dengan media tanah, yaitu : 0 kg, 0,5 kg, 1 kg, 1,5 kg, dan 2 kg.

Penanaman Bibit Stevia. Bibit stevia yang telah siap tanam ditanam di dalam polybag yang telah berisi campuran media tanah dan kompos. Penyiraman dilakukan setiap dua hari sekali.

Penyemprotan Unsur Kelumit. Dosis unsur kelumit yang digunakan adalah 25 dan 50 ppm (part per million) yang disemprot setiap 3 hari sekali dan 6 hari sekali. Sebagai kontrol ada yang tidak dilakukan penyemprotan unsur kelumit. Penghitungan unsur kelumit untuk dosis 25 dan 50 ppm ialah : 25 --- x 100 ml = 25 x 10-4 ml 1000000 50 --- x 100 ml = 50 x 10-4 ml 1000000

Unsur kelumit yang telah dimasukkan dalam botol semprot, disemprotkan pada daun stevia pada pukul 07.00-10.00 pagi.

Analisis Tanah dan Kompos. Analisis tanah dan kompos meliputi unsur hara makro (unsur C, N, P, K, Ca, dan Mg) dan mikro (unsur Na dan Al) dilakukan pada awal penelitian.

Analisis Kandungan Gula. Analisis kandungan gula dilakukan pada tanaman dengan perlakuan K0T0, K2T2W1, K1T2W2.

Analisis dilakukan setelah penelitian. Daun stevia yang akan dianalisis dikeringkan dengan oven yang bersuhu 700C selama 4-6 jam.

Kandungan gula daun stevia dianalisis dengan cara ekstraksi dengan sokletasi. 40 g daun stevia yang telah dihaluskan, diekstrak dalam soklet selama 8 jam dengan pelarut methanol 100 % (CH3OH) kemudian cairan

ekstrak diuapkan dalam penguap vakum, dan pada residu ditambahkan 175 ml air dan dicuci 3 kali dalam tabung pemisah masing- masing dengan 25 ml khloroform. Fraksi khloroform dipisahkan, sedangkan, fraksi air diekstrak dengan butanol 95 % (C4H9OH) 3

kali masing-masing sebanyak 25 ml. Kumpulan fraksi butanol diuapkan dalam penguap vakum sampai terbentuk pasta, kemudian dilarutkan dengan methanol 100 % panas, disaring, dan disimpan pada suhu 50C selama 24 jam. Kristal yang terbentuk dicuci dengan methanol 100 %, kemudian dikeringkan pada suhu 700C dan ditimbang (Darnoko & Atmawinata 1984).

antara 140C-270C, curah hujan antara 1600- 1850 mm/tahun. Tanaman ini menghendaki tempat yang terbuka atau cukup mendapat sinar matahari, dengan panjang penyinaran lebih dari dua belas jam per hari (Rukmana 2003).

Tujuan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos dan unsur kelumit terhadap pertumbuhan dan kandungan gula stevia pada tanaman S. rebausidiana

BAHAN DAN METODE

Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret sampai November 2006 di rumah kaca Program Studi Analisis Lingkungan FMIPA IPB. Analisis tanah dan kompos dilakukan di Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Bogor, sedangkan analisis kandungan gula di Laboratorium Kimia Analitik Departemen Kimia FMIPA IPB.

Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan yaitu kompos yang berupa pupuk kotoran sapi, larutan unsur kelumit ‘SYNERGY’ produksi PT Sinergiplasindo Dinamika, Jakarta, Indonesia (komposisi nutrisi yang terkandung di dalamnya terdapat pada Lampiran 1), dan tanaman stevia klon BPP 72 yang berasal dari stek pucuk yang sama. Alat yang digunakan meliputi polybag ukuran 20x35 cm, botol semprot bervolume 100 ml, pipet 0,1 ml, gelas ukur 100 ml, neraca analitik, oven, dan alat tulis.

Metode Penelitian

Persiapan Tanam. Bahan tanaman berupa stek stevia yang berumur satu bulan dengan tinggi antara 10-20 cm. Untuk persiapan media tanam, tanah dan kompos yang dicampurkan secara komposit dimasukkan ke dalam polybag satu minggu sebelum penanaman bibit stevia. Dosis kompos yang digunakan sebagai campuran dengan media tanah, yaitu : 0 kg, 0,5 kg, 1 kg, 1,5 kg, dan 2 kg.

Penanaman Bibit Stevia. Bibit stevia yang telah siap tanam ditanam di dalam polybag yang telah berisi campuran media tanah dan kompos. Penyiraman dilakukan setiap dua hari sekali.

Penyemprotan Unsur Kelumit. Dosis unsur kelumit yang digunakan adalah 25 dan 50 ppm (part per million) yang disemprot setiap 3 hari sekali dan 6 hari sekali. Sebagai kontrol ada yang tidak dilakukan penyemprotan unsur kelumit. Penghitungan unsur kelumit untuk dosis 25 dan 50 ppm ialah : 25 --- x 100 ml = 25 x 10-4 ml 1000000 50 --- x 100 ml = 50 x 10-4 ml 1000000

Unsur kelumit yang telah dimasukkan dalam botol semprot, disemprotkan pada daun stevia pada pukul 07.00-10.00 pagi.

Analisis Tanah dan Kompos. Analisis tanah dan kompos meliputi unsur hara makro (unsur C, N, P, K, Ca, dan Mg) dan mikro (unsur Na dan Al) dilakukan pada awal penelitian.

Analisis Kandungan Gula. Analisis kandungan gula dilakukan pada tanaman dengan perlakuan K0T0, K2T2W1, K1T2W2.

Analisis dilakukan setelah penelitian. Daun stevia yang akan dianalisis dikeringkan dengan oven yang bersuhu 700C selama 4-6 jam.

Kandungan gula daun stevia dianalisis dengan cara ekstraksi dengan sokletasi. 40 g daun stevia yang telah dihaluskan, diekstrak dalam soklet selama 8 jam dengan pelarut methanol 100 % (CH3OH) kemudian cairan

ekstrak diuapkan dalam penguap vakum, dan pada residu ditambahkan 175 ml air dan dicuci 3 kali dalam tabung pemisah masing- masing dengan 25 ml khloroform. Fraksi khloroform dipisahkan, sedangkan, fraksi air diekstrak dengan butanol 95 % (C4H9OH) 3

kali masing-masing sebanyak 25 ml. Kumpulan fraksi butanol diuapkan dalam penguap vakum sampai terbentuk pasta, kemudian dilarutkan dengan methanol 100 % panas, disaring, dan disimpan pada suhu 50C selama 24 jam. Kristal yang terbentuk dicuci dengan methanol 100 %, kemudian dikeringkan pada suhu 700C dan ditimbang (Darnoko & Atmawinata 1984).

Rumus kandungan gula : Bks + K - Bk

--- x 100 % Bs

Keterangan :

Bks = Bobot kertas saring. K = Kristal.

Bk = Bobot kosong. Bs = Bobot sampel.

Tabel 1 Kombinasi perlakuan kompos, unsur kelumit, dan waktu penyemprotan Faktor

kompos (f1)

Dosis f1

(kg/polibag)

Faktor unsur kelumit (f2)

Dosis f2 (ppm)

T0 T1 T2

0 25 50

Waktu penyemprotan unsur kelumit (f3)

3 hari sekali (W1) 6 hari sekali (W2) 3 hari sekali (W1) 6 hari sekali (W2) K0 0 K0T0 K0T1W1 K0T1W2 K0T2W1 K0T2W2 K1 0.5 K1T0 K1T1W1 K1T1W2 K1T2W1 K1T2W2 K2 1 K2T0 K2T1W1 K2T1W2 K2T2W1 K2T2W2 K3 1.5 K3T0 K3T1W1 K3T1W2 K3T2W1 K3T2W2

Keterangan : K = kompos, T = unsur kelumit, W = waktu penyemprotan. Rancangan Percobaan. Rancangan

Percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 20 perlakuan dengan 3 ulangan (Tabel 1). Model persamaan matematika yang digunakan adalah sebagai berikut :

Yij = μ + τi + εij

Keterangan :

Yij = nilai pengamatan pada perlakuan ke-i

dan ulangan ke-j.

μ = rataan umum.

τi = pengaruh perlakuan ke-i (dosis

kompos, dosis unsur kelumit, dan waktu penyemprotan).

εij = pengaruh acak pada perlakuan ke-i

dan ulangan ke – j. i = 1, 2, 3, ..., 20 j = 1, 2, 3.

Pengolahan data menggunakan program analysis of varian (ANOVA) untuk melihat perbedaan antar perlakuan. Pengujian untuk melihat sejauh mana perbedaan antar perlakuan dilakukan dengan menggunakan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT).

Pengamatan. Peubah yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah dan kering tajuk, dan bobot kering dan basah akar. Pengamatan dilakukan 4 hari sekali dimulai sejak tanaman berumur satu minggu setelah tanam sampai panen. Pengamatan bobot kering tajuk dan akar dilakukan satu kali pada saat pemanenan,

yaitu dengan cara menimbang tajuk dan akar tanaman yang telah dioven pada suhu 600C.

HASIL

Dokumen terkait