• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian ini dilaksanakan di lahan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian tempat ± 25 m diatas permukaan laut, penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Agustus 2014.

Bahan dan Alat

Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi benih kedelai varietas Anjasmoro dan Grobogan, Pupuk hayati, Pupuk NPK majemuk (15:15:15), polibag ukuran 22 x 35 cm, insektisida berbahan aktif profenofos 500 g/l dan bahan-bahan lain yang mendukung penelitian ini.

Alat-alat yang digunakan meliputi cangkul, meteran, handsprayer, gembor, timbangan analitik, pacak sampel, plank nama, buku tulis, kalkulator, penggaris, plastik terpal, plastik kantongan dan kertas label serta alat-alat lain yang mendukung penelitian ini.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompon (RAK) dengan menggunakan tiga faktor perlakuan, sebagai berikut :

Faktor I : Varietas, yaitu : Anjasmoro (1) dan Grobogan (2)

Faktor II : Pupuk Hayati yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu : 0 kg/ha (0), 50kg/ha (0,45 gram/lubang tanam) (1), dan

100 kg/ha (0,9 gram/lubang tanam) (2)

Faktor III : Pupuk NPK majemuk yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu :

0 kg/ha (0), 125 kg/ha (1,125 gram/lubang tanam) (1) dan 250 kg/ha (2,25 gram/lubang tanam) (2)

Sehingga diperoleh 18 kombinasi perlakuan, yaitu:

100 101 102 110 111 112 120 121 122

200 201 202 210 211 212 220 221 222

Jumlah ulangan : 2 ulangan Jumlah plot : 36 plot

Ukuran plot : 80 cm x 80 cm Jarak antar plot : 30 cm

Jarak antar blok : 50 cm Jumlah tanaman/plot : 4 tanaman Jumlah tanaman seluruhnya : 144 tanaman Jumlah sampel/plot : 4 tanaman Jumlah sampel seluruhnya : 144 tanaman

Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini ditabulasi menggunakan analisis statistik program Microsoft Excel 2007 dan menggunakan sidik ragam dengan model linier aditif sebagai berikut :

Y

ijkl

= m + k

i

+ A

j

+ B

k

+ C

l

+ AB

jk

+ AC

jl

+ BC

kl

+ ABC

jkl

+ e

ijkl

i = 1, 2 j = 1, 2 k = 1, 2, 3 l = 1, 2, 3

keterangan :

Y

ijkl

=

Nilai pengamatan dari varietas ke-k ulangan ke-l yang diberi pupuk hayati ke-i dan pupuk NPK taraf ke-j

m

= Rataan umum dari nilai pengamatan

k

i = Pengaruh ulangan ke-i

Aj = Pengaruh aditif dari pemberian pupuk hayati ke-j

Bk = Pengaruh aditif pemberian pupuk NPK taraf ke-k

Cl = Pengaruh aditif dari penggunaan varietas ke-l

ACjl = Interaksi antara pemberian pupuk hayati ke-j dengan varietas ke-l

BCkl = Interaksi antara pupuk NPK taraf ke-k dengan varietas ke-l

ABCjkl = Interaksi antara pemberian pupuk hayati ke-j dengan pemberian pupuk NPK taraf ke-k pada varietas ke-l

e

ijkl = Galat dari varietas ke-l ulangan ke-i yang diberi pupuk hayati ke-j dan pupuk NPK taraf ke-k bila sidik ragam menunjukkan F-hitung perlakuan nyata, maka dilanjutkan dengan :

Apabila efek perlakuan berbeda nyata pada sidik ragam maka dilanjutkan

dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5 % atau kurva respon (Bangun, 1991).

Peubah Amatan Tinggi tanaman (cm)

Tinggi tanaman diukur dengan menggunakan meteran, tinggi tanaman diukur mulai dari pangkal batang sampai ke ujung batang (titik tumbuh). Pengamatan dimulai setelah tanaman berumur 2 MST sampai dengan 6 MST.

Tingkat kehijauan daun

Tingkat kehijauan daun dihitung dengan menggunakan alat klorofil meter pada akhir masa vegetatif tanaman. Daun yang dihitung tingkat kehijauannya adalah daun yang paling tengah. Pengukuran dilakukan pada bagian pangkal, tengah, dan ujung daun lalu diratakan.

Umur berbunga (HST)

Umur berbunga diamati pada saat tanaman berumur 30 hingga 40 HST. Umur berbunga ditentukan pada saat 75% tanaman dalam plot telah mengeluarkan satu kuntum bunga.

Umur panen (HST)

Umur panen dihitung mulai dari penanaman benih hingga tanaman siap untuk dipanen dengan menunjukkan kriteria panen yaitu warna daun menguning, lalu gugur, buah mulai berubah warna dari warna hijau menjadi kuning kecokelatan, batang berwarna kuning kecokelataan dan gundul.

Jumlah cabang produktif (cabang)

Cabang produktif adalah cabang yang keluar dari batang utama dan menghasilkan polong. Pengamatan jumlah cabang produktif dilakukan pada saat menjelang panen.

Jumlah polong berisi per sampel (polong)

Jumlah polong berisi dihitung dengan cara menghitung polong yang tumbuh sempurna dan berisi biji. Pengamatan dilakukan pada saat panen.

Jumlah biji per sampel (biji)

Pengamatan dilakukan dengan cara menghitung biji yang dihasilkan per tanaman sampel.

Bobot kering biji per sampel (g)

Perhitungan dilakukan dengan cara menimbang bobot biji tiap sampel yang telah dikeringkan di bawah sinar matahari selama 3 hari dengan menggunakan timbangan analitik.

Bobot kering 100 biji (g)

Biji yang telah dikeringkan, kemudian dihitung bobot 100 biji dengan rumus sebagai berikut:

bobot 100 biji kering (g) = bobot biji per tanaman (g) jumlah biji per tanaman (biji)

Pelaksanaan Penelitian Persiapan lahan

Areal yang digunakan untuk penelitian terlebih dahulu diukur sesuai kebutuhan, lalu dibersihkan dari gulma yang ada sehingga benar-benar bersih. Setelah itu dibentuk plot sebanyak 36 plot yang terdiri atas 2 blok. Masing-masing plot dibuat dengan luas 80 x 80 cm2. Jarak antar plot dibuat 30 cm dan antar blok 50 cm. Pada sekeliling areal dibuat parit selebar 40 cm untuk menghindari adanya penggenangan air.

Persiapan media tanam

Tanah yang akan digunakan dibersihkan terlebih dahulu dari sampah dan sisa akar, diayak dengan ayakan untuk menghasilkan struktur tanah yang remah. Tanah kemudian dimasukkan ke dalam polibag, kemudian polibag tersebut di susun pada lahan penelitian.

Persiapan benih

Disiapkan benih dari 2 varietas yang akan ditanam. Sebelumnya, direndam terlebih dahulu dalam air selama 30 menit untuk mempercepat perkecambahan.

Aplikasi pupuk hayati dan NPK majemuk

Aplikasi pupuk hayati dan NPK majemuk dilakukan dua kali yaitu pada awal penanaman sebanyak setengah dari dosis masing-masing perlakuan dan setengahnya lagi diberikan sebagai susulan pada saat tanaman berumur 20 hari setelah tanam.

Pemberian pupuk hayati dilakukan dengan cara dibenamkan di sekitar akar tanaman dan ditutup dengan tanah sehingga mikroba dapat langsung berkembang di dalam tanah. Pupuk NPK majemuk diberikan pada jarak 10 cm dari tanaman.

Penanaman

Penanaman benih dilakukan dengan membuat lubang tanam menggunakan jari tangan sedalam 2-3 cm, tiap lubang tanam ditanam 2 benih, setelah itu lubang ditutup kembali dengan tanah.

Pemeliharaan Tanaman Penyiraman

Penyiraman dilakukan setiap hari pada sore hari yang disesuaikan dengan kondisi pada media tanam dan keadaan lingkungan.

Penjarangan

Penjarangan dilakukan dengan menggunting tanaman pada pangkal batang dan menyisakan satu tanaman perpolibag yang memiliki pertumbuhan paling baik. Penjarangan dilakukan 1 minggu setelah tanam.

Penyiangan

Penyiangan gulma dilakukan secara manual dengan mencabut gulma yang ada dalam polibag dan dengan menggunakan arit untuk gulma disekitar plot dan areal tanaman. Penyiangan dilakukan setiap minggu untuk menghindari persaingan dalam mendapatkan unsur hara dari dalam tanah dan menghindari tempat persembunyian bagi hama.

Pengendalian hama

Pengendalian hama dilakukan dengan cara mengutip hama yang ada di sekitar tanaman dengan menggunakan tangan dan menyemprotkan insektisida berbahan aktif Profenofos 500 g/l. Penyemprotan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan menggunakan handsprayer.

Panen

Panen dilakukan setelah biji atau polong sudah mencapai kriteria panen, yaitu warna daun menguning, lalu gugur, buah mulai berubah warna dari warna hijau menjadi kuning kecokelatan, batang berwarna kuning kecokelatan dan gundul.

Dokumen terkait