• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan dan Rumah Kassa, Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Penelitian dilaksanakan dari Bulan Mei 2015 sampai dengan Bulan April 2016.

Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan adalah tanah, pasir, kompos ( 1:1:1/v:v:v); benih tomat varietas Champion, Dokvito, Fiesta, Mutia, Saviro, Servo, Simpati, Superking, Tantyna dan Timoty; polibeg, cover glass, kaca preparat, kutek bening, lactophenol cutton blue, acid fuchsin, acid acetat, HCl, gliserin, serta bahan lain yang mendukung penelitian ini.

Alat yang digunakan adalah mikroskop stereo, mikroskop kompaun, autoklaf, hot plate, cawan petri, pisau silet, alat pancing nematoda, cawan sirakus, beaker glass, timbangan analitik, meteran serta alat lain yang mendukung penelitian ini.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 10 perlakuan yakni varietas tomat yaitu :

V1 = Tomat varietas Champion V2 = Tomat varietas Dokvito V3 = Tomat varietas Fiesta V4 = Tomat varietas Mutia V5 = Tomat varietas Saviro

V6 = Tomat varietas Servo V7= Tomat varietas Simpati V8= Tomat varietas Superking V9= Tomat varietas Tantyna V10= Tomat varietas Timoty

Jumlah ulangan sebanyak 3, yang diperoleh dari:

(t-1) (r-1) ≥ 15

Model linier yang digunakan adalah sebagai berikut : Yij = α + βi + Tj + Eij

dimana : Yij = data percobaan α = rataan

βi = efek blok ke i

Tj = efek dari perlakuan ke j Eij = efek error

Setiap ulangan mempunyai 2 polibeg tanaman Jumlah tanaman seluruhnya : 60 polibeg tanaman

Data hasil penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam dengan SPSS.

Terhadap sidik ragam yang nyata, maka dilanjutkan analisis lanjutan dengan menggunakan uji jarak Duncan dengan taraf 5 % (Stell & Torrie, 1993).

Pelaksanaan Penelitian Populasi Nematoda

Meloidogyne yang digunakan berasal dari desa Peceren, Berastagi, Kabupaten Karo. Nematoda diperbanyak dengan menginokulasikan satu paket telur pada tanaman tomat varietas Champion dan tanaman dipelihara di Rumah Kassa. Setelah 45 hari, siap digunakan sebagai sumber inokulum.

Persiapan Benih

Benih yang digunakan adalah 10 varietas tomat yaitu varietas Tantyna, Dokvito dan Timoty diperoleh dari toko benih di Padang Sidimpuan. Super King dan Champion dari toko benih di Jl. Djamin Ginting Simpang Pos, Medan. Mutia, Fiesta, dan Saviro dari toko benih di Kampung Lalang, Medan. Servo dan Simpati dari toko benih di Berastagi.

Pembuatan Media Tanam

Media tanam terdiri atas campuran tanah, pasir dan kompos (1:1:1/v:v:v) yang disterilkan dalam autoklaf selama 30 menit dengan suhu 1210

Bibit yang telah mencapai tinggi 7-10 cm dengan umur 1 minggu setelah disemai dipindahkan ke pot yang telah diisi 1 kg tanah steril untuk penyapihan, 1 minggu kemudian dipindahkan ke polibeg dengan 3 kg media tanam steril

C dan tekanan 1 atm (17,5 psi).

Persemaian Benih

Benih ditanam pada media dalam baki kecambah. Persemaian disimpan pada suhu kamar dengan menjaga kelembabannya. Benih tumbuh ditandai dengan keluarnya radikula (Astari et al., 2014).

Penanaman Bibit

campuran tanah, pasir dan kompos sebagai media penanaman tetap. Proses pemindahan bibit dilakukan dengan sangat hati-hati, dijaga agar akarnya tidak rusak. Bibit tomat yang baik dipilih dengan kriteria pertumbuhannya segar, warna

daun hijau, tidak cacat atau tidak terserang hama dan penyakit (Astari et al., 2014).

Pemeliharaan Tanaman Penyiraman

Penyiraman tanaman dilakukan setiap pagi hari atau sore hari. Penyiraman dilakukan secukupnya untuk menjaga kelembaban.

Penyulaman

Penyulaman dilakukan jika terdapat tanaman mati atau abnormal.

Pemupukan

Pemupukan dilakukan pada umur tanaman 3 minggu setelah tanam. Pupuk yang digunakan adalah pupuk NPK. Pupuk diaplikasikan sesuai dosis rekomendasi.

Pengendalian OPT

Pengendalian dapat dilakukan dengan cara mekanis atau kimia jika gejala serangan berat atau sangat berat.

Identifikasi Meloidogyne spp.

Identifikasi berdasarkan karakter morfologi dilakukan terhadap pola perineal (sidik pantat) nematoda betina. Nematoda betina dewasa diisolasi dari akar tanaman yang telah berumur 60 hari, lalu dibuat preparat pola perineal.

Pembuatan preparat sidik pantat mengikuti prosedur yang disusun oleh Eisenback et al. (1981).

Inokulasi Meloidogyne spp.

Meloidogyne diinokulasikan pada bibit tomat umur 2 minggu.

Meloidogyne yang diinokulasikan adalah sebanyak 500 J2 (juvenil 2)/polibeg (Adnan, 2000). Juvenil diaplikasi secara bertahap dengan 100 J2 per hari.

Pewarnaan Meloidogyne spp.

Pewarnaan dilakukan untuk melihat keberadaan nematoda dalam jaringan tanaman. Nematoda berwarna merah dan jaringan tanaman tidak berwarna.

Pewarnaan nematoda dilakukan dengan cara membersihkan akar, memotong akar dengan panjang 1 cm, direndam dalam kloroks 5% selama 5 menit, dicuci bersih dengan air mengalir, direbus dengan acid fuchsin secukupnya sampai mendidih, dicuci bersih dengan air mengalir, ditetesi dengan HCL, diletakkan di atas preparat lalu ditutup dengan cover glass dan diamati di bawah mikroskop kompaun dengan perbesaran 40x40.

Peubah Amatan Panjang akar (cm)

Panjang akar diukur dari pangkal akar hingga ujung akar dengan menggunakan meteran pada minggu ke 6 dan 10 setelah inokulasi dengan cara membongkar tanaman.

Berat basah akar (g)

Berat akar ditimbang pada timbangan analitik setelah dibersihkan dari tanah pada minggu ke 6 dan 10 setelah inokulasi.

Panjang tajuk (cm)

Panjang tajuk diukur dari pangkal tajuk hingga ujung tajuk dengan menggunakan meteran pada minggu ke 6 dan 10 setelah inokulasi.

Berat basah tajuk (g)

Berat tajuk ditimbang pada timbangan analitik per tanaman pada minggu ke 6 dan 10 setelah inokulasi.

Jumlah puru per tanaman

Jumlah puru dihitung secara manual per tanaman dengan melihat secara visual pada minggu ke 6 dan 10 setelah inokulasi.

Ditentukan ketahanan varietas tomat berdasarkan jumlah puru sesuai indeks puru: 0= resisten, 0-10= agak resisten, 11-50= agak rentan, 51-100=

rentan, >100 = sangat rentan (Asmaa et al., 2013).

Faktor Reproduksi

Faktor reproduksi nematoda (R) adalah populasi akhir dibagi populasi awal yang dihitung sesuai rumus Pinochet (1992):

Keterangan : R = faktor reproduksi pf = populasi akhir pi = populasi awal

Perhitungan populasi akhir dilakukan dengan pengambilan 1 g akar dan 100 g tanah kemudian diekstraksi. Nematoda betina dewasa dalam akar dihitung dengan cara diisolasi satu per satu, lalu diekstraksi juvenil nematoda dengan metode modifikasi corong Bearman dalam waktu 24 jam. Nematoda dihitung di bawah mikroskop stereo. Sampel tanah diekstraksi dengan saringan bertingkat, lalu nematoda dihitung di bawah mikroskop stereo. Populasi akhir dihitung dengan menjumlahkan populasi nematoda di akar dan jumlah nematoda di tanah.

Dokumen terkait