Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah Desa Tanjung Mulia Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini dilaksanakan dimulai pada bulan Mei 2017 sampai dengan September 2017.
Bahan Dan Alat
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih padi dari varietas inpari 32, lahan sawah Desa Tanjung Mulia Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang sebagai media tanam padi sawah, cup air mineral sebagai wadah media semai, pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk urea, SP-36, KCl, dolomit sebagai pupuk yang akan diaplikasikan ke tanaman padi sawah, dan pestisida dan fungisida digunakan untuk mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman padi.
Alat yang digunakan adalah cangkol digunakan untuk mengolah tanah dan membersihkan lahan penelitian, tali plastik digunakan sebagai pembatas setiap plot percobaan, meteran untuk mengukur luas lahan yang digunakan dalam penelitian, timbangan analitik untuk menimbang bahan pendukung penelitian, spidol/pensil sebagai alat tulis, kamera sebagai alat dokumentasi, dan sejumlah alat-alat yang digunakan dalam membantu proses penelitian.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan Rancangan Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan, yaitu :
Faktor I : Jumlah Bibit (B) B1 = 1 bibit per lubang tanam
B2 = 2 bibit per lubang tanam B3 = 3 bibit per lubang tanam
Faktor II : Modifikasi Sistem Tanam Jajar Legowo (L) (Lampiran 3.) L0 = Sistem tanam konvensional dengan populasi 35 rumpun/plot L1 = Jajar legowo dengan populasi 60 rumpun/plot
L2 = Jajar legowo dengan populasi 114 rumpun/plot L3 = Jajar legowo dengan populasi 154 rumpun/plot L4 = Jajar legowo dengan populasi 190 rumpun/plot Sehingga diperoleh perlakuannya sebagai berikut :
B1L0 B1L1 B1L2 B1L3 B1L4
B2L0 B2L1 B2L2 B2L3 B2L4
B3L0 B3L1 B3L2 B3L3 B3L4
Jumlah Ulangan : 3
Total Perlakuan : 15 x 3 = 45 perlakuan Model linier Rancangan Acak Lengkap :
Yijk = μ + αi + βj + (αβ)ij +
ε
ijkDimana:
Yijk = Hasil pengamatan untuk faktor jumlah bibit taraf ke-i, faktor modifikasi sistem tanam jajar legowo taraf ke-j ulangan ke-k
μ = Rataan umum
αi = Pengaruh jumlah bibit pada taraf ke-i βj = Pengaruh populasi tanaman pada taraf ke-j
(αβ)ij = Interaksi antara jumlah bibit pada taraf ke-I dan populasi tanaman pada taraf ke-j
ε
ijk = Galat percobaan untuk faktor jumlah bibit taraf ke-I dan pengaruhpopulasi tanaman taraf ke-j pada ulangan ke-k
Data-data yang diperoleh dianalisis secara statistik berdasarkan analisis Varian pada setiap parameter amatan yang diukur dan diuji lanjutan bagi perlakuan yang nyata dengan menggunakan Uji Jarak Duncan (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5% dan 1%.
Pelaksanaan Penelitian Persiapan lahan
Pengolahan tanah dilakukan secara sempurna kemudian dibuat petakan ukuran 2 m x 1,5 m sebanyak 45 petakan. Saluran air masuk dan air keluar diatur sedemikian rupa sehingga sistem pengairan berjalan baik dan lancar. Pemupukan dilakukan dua kali, yaitu pada saat setelah pengolahan tanah dan 2 minggu setelah pindah tanam. Pupuk diberikan sesuai dengan target produksi yang akan dicapai yaitu 10 ton/ha, dengan dosis 9,871 kg urea/lahan, 5,138 kg SP-36/lahan, 11,504 kg KCl/lahan, 0,167 kg Mg/lahan. Kemudian keempat pupuk di aplikasikan ke tanah saat diolah sehinga pupuk dapat tercampur merata didalam tanah.
Persemaian
Sebelum melakukan persemaian, benih direndam terlebih dahulu. Benih yang mengapung dibuang, dan benih yang tenggelam direndam selama 48 jam.
Kemudian, benih ditiriskan selama 24 jam hingga berkecambah. Benih padi lalu disemai di dalam cup air mineral yang telah berisi media tanam yang sesuai selama 14 hari. Setelah 14 hari benih siap dipindahkan ke lubang tanam sesuai perlakuan yang telah ditentukan.
Penanaman
Penanaman bibit dilakukan setelah 14 hari persemaian. Benih dimasukkan ke dalam lubang tanam sesuai perlakuan yang telah ditentukan yaitu sebanyak 1 bibit per lubang tanam, 2 bibit per lubang tanam, dan 3 bibit per lubang tanam.
Pemeliharaan
Pengendalian hama penyakit dilakukan terhadap tanaman yag terserang hama dan penyakit dengan menggunakan pestisida dan fungisida sesuai gejala serangan yang ditemukan di lapangan. Penyiangan dilakukan secara manual.
Penyiangan dilakukan dengan membersihkan petakan-petakan sawah hingga bersih dari gulma.
Pemanenan
Pemanenan dilakukan ketika tanaman telah menunjukkan kriteria matang panen dengan ciri-ciri daun bagian atas mengering, gabah matang penuh, keras dan berwarna kuning. Pemanenan dilakukan dengan cara memotong batang dibawah malai dengan menggunakan sabit.
Parameter Penelitian
Parameter yang diamati terdiri dari 8 parameter. Pada parameter tinggi tanaman (cm), jumlah anakan (batang), panjang malai (cm), dan jumlah malai (batang) diamati berdasarkan sampel tanaman dalam tiap 1 plot perlakuan.
Pengambilan sampel ini dilakukan secara acak pada awal minggu pengamatan dan dipilih tanaman yang tumbuh baik. Pada parameter bobot 1000 gabah kering (g), bobot gabah kering bruto (g), bobot gabah kering netto (g), dan bobot jerami kering (g) diamati setiap plot perlakuan yang dilaksanakan pada saat panen.
Tinggi tanaman (cm)
Pengukuran tinggi tanaman dilakukan mulai tanaman berumur 2 minggu setelah di pindah tanamkan ke lapangan dari media persemaian dengan interval waktu satu kali dalam 2 minggu hingga tanaman mengeluarkan bulir. Dengan cara mengukur tanaman mulai dari pangkal batang sampai ujung daun.
Jumlah anakan (batang)
Jumlah anakan dihitung mulai tanaman berumur 2 minggu setelah pindah tanam dengan interval waktu satu kali dalam 2 minggu hingga tanaman mengeluarkan bulir. Dengan cara menghitung jumlah anakan yang muncul.
Panjang malai (cm)
Panjang malai dihitung pada saat panen dengan cara menghitung panjang semua malai yang sudah berisi dan matang menjadi buah pada sampel rumpun dalam setiap plot.
Jumlah malai (batang)
Jumlah malai dihitung saat panen dengan cara, menghitung jumlah semua malai yang sudah berisi dan matang menjadi buah pada sampel rumpun dalam setiap plot.
Bobot gabah bruto kering (g)
Bobot gabah bruto kering dihitung dengan cara menimbang hasil gabah hampa dan bernas yang telah dikeringkan dari setiap rumpun tanaman per plot . Bobot gabah netto kering (g)
Bobot gabah netto kering dihitung dengan cara menimbang hasil gabah bernas yang telah dikeringkan dari setiap rumpun tanaman per plot .
Bobot per 1000 gabah kering (g)
Bobot per 1000 gabah kering dihitung dengan cara menimbang sebanyak 1000 gabah bernas yang sebelumnya telah dikeringkan dari setiap rumpun tanaman per plot.
Bobot jerami kering (g)
Penghitungan bobot jerami kering dilakukan dengan mengeringkan jerami dari setiap rumpun tanaman per plot, kemudian ditimbang.