Adapun Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Karo yang terbagi atas 2 kawasan yang berbeda , yaitu 1) yang terdampak abu vulkanik dan, 2) yang tidak terdampak abu vulkanik. Pada yang terdampak abu vulkanik berada pada daerah kawasan kaki gunung sinabung seperti Kec.NamanTeran, sedangkan pada yang tidak terdampak yaitu di daerah Tiga Panah.Kedua Kawasan tersebut berada pada ketinggian tempat 1300-1400 meter diatas permukaan laut, dan sekitar 90 km dari Medan. Analisis sifat fisik dan analisis sifat kimia tanah dilakukan di Laboratorium Riset dan Teknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara dan Laboratorium Analitik BPTP Sumatera Utara. Penelitian berlangsung pada bulan Januari sampai dengan April 2021
Bahan dan Alat Penelitian
Adapun Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah peta lokasi penelitian dan peta administrasi kecamatan skala 1 : 80.000, sampel tanah yang diambil dari lokasi penelitian, serta bahan - bahan kimia lainnya yang digunakan untuk analisis di Laboratorium.
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah GPS (Global Positioning System) sebagai alat untuk menentukan koordinat wilayah, ring sample untuk pengambilan tanah tidak terganggu, bor tanah sebagai alat untuk mengambil sampel tanah, cangkul sebagai alat untuk membantu pengambilan contoh tanah, kamera sebagai alat untuk mendokumentasikan kegiatan di lapangan, kantong plastik sebagai alat untuk wadah sampel tanah, karet gelang sebagai alat untuk mengikat sampel tanah dalam kantong plastik, label dan alat tulis untuk keperluan tulis menulis di lapangan, dan alat laboratorium lainnya untuk analisis tanah.
Gambar 2. Peta Lokasi Penelitian Metode Penelitian
Desain penelitian menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling atau secara sengaja bedasarkan kriteria lahan memenuhi syarat yaitu lahan penggunaan andisol terdampak abu vulkanik tanpa olah tanah, lahan penggunaan andisol terdampak abu vulkanik dengan olah tanah dan lahan penggunaan tanah andisol.
Data yang diperoleh dari penelitian kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif yang didasarkan pada cara mendeskripsikan lahan dengan analisis visual dan pengukuran yang dilakukan langsung di lapangan.
Pelaksanaan Penelitian
Dalam pelaksanaan penelitian ini dilakukan beberapa tahapan. Adapun tahapan kegiatan yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Tahap Persiapan
Sebelum pelaksanaan pekerjaan di lapangan, terlebih dahulu dilakukan konsultasi dengan komisi pembimbing, pengadaan peralatan, studi literatur, persiapan alat dan bahan yang akan digunakan dalam penelitian ini, penyusunan rencana kerja yang berguna untuk mempermudah pekerjaan secara sistematis sehingga didapatkan hasil sesuai dengan yang diharapkan.
Tahap Survei Lapangan
Pekerjaan dimulai dengan survei pendahuluan, yaitu dengan mengadakan orientasi gambaran umum lokasi penelitian. Setelah survei pendahuluan dilanjutkan dengan survei utama atau dengan pengambilan sampel tanah.
Tahap Pelaksanaan
Dilakukan pengambilan sampel tanah pada kelompok penggunaan lahan yang sesuai kriteria yaitu lahan pertanian dengan tanah andisol terdampak abu vulkan dan tanah andisol non abu vulkan.
Sampel tanah masing masing diambil 3 titik lokasi pengamatan sebagai ulangan. Sebagai sampel yang mewakili setiap kelompok lahan sehingga menghasilkan data yang representatif pada kelompok lahan yang sudah ditentukan.
Selama pengambilan sampel tanah juga dilakukan pengamatan sekitar seperti tanaman yang dibudidayakan pada titik pengambilan sampel.
Pengambilan Sampel Tanah Utuh
Tanah tanah yang akan diambil diratakan dan dibersihkan kemudian ring sampel diletakkan tegak lurus dengan permukaan tanah. Tanah sekeliling ring sampel digali dengan pisau mendekati ring sampel. Ring sampel yang telah berisi tanah ditutup dengan penutup ring sampel, atau kantong plastik kemudian diberi label dan disimpan didalam kotak tempat menyimpan ring sampel.
Pengambilan Sampel Tanah Tidak Utuh
Tanah terganggu diambil dengan menggunkan bor tanah atau cangkul pada kedalaman 0-20 cm. tanah diambil 1-3 titik dari setiap ulangan kemudian di kompositkan. Sampel tanah dimasukkan kedalam kantong plastik besar, diberi label lokasi, waktu, dan keterangan kriteria teknik konservasi. pengambilan sampel tanah diambil dengan menggunakan GPS yang mampu menentukan posisi letak pengambilan sampel tanah secara tepat dan mampu merekam posisi geografis.
Tahap Analisis Laboratorium Sifat Fisik Tanah
Tekstur Tanah
Tanah ditimbang 25 gr tanah kering udara yang tekah diayak 10mesh, kemudian masukkan kedalam Erlenmeyer 250 ml ditambahkan 50 ml larutan natrium phyrophospat, kocok sampai rata dan biarkan selama 24 jam. Kemudian goncang (shaker) selama 15 menit selanjutnya pindahkan ke dalam silinder volume 500 ml dan tambahkan aquades sampai tanda garis. Masukkan hydrometer I ke dalam silinder untuk pembacaan pertama setelah 40 detik dari saat pengocokan.
Setelah 3 jam dimasukkan lagi hydrometer untuk pembacaan kedua, untuk mendapatkan jumlah liat selanjutnya dapat di lakukan perhitngan sebagai berikut:
% Liat + Debu = πππππππππ π»π¦ππππππ‘ππ πΌ
π΅ππππ‘ πΆπππ‘πβ ππππβ π₯ 100%
% Liat = πππππππππ π»π¦ππππππ‘ππ πΌπΌ
π΅ππππ‘ πΆπππ‘πβ ππππβ π₯ 100%
% Debu = % (liat + debu) - % liat
% Pasir = 100 % - % (liat + debu)
Penetapan Tekstur tanah dilakukan dengan menggunakan metode hydrometer dan diukur dengan menggunakan segitiga USDA.
Kerapatan Lindak (Bulk density)
Kerapatan Lindak (Bulk density) di ukur dengan menggunakan sampel tanah tidak terganggu. Kemudian tanah dimasukkan ke dalam oven dengan suhu 1050 C selama 24 jam. Kemudian di ukur volume ring sampel dan timbang tanah kering oven. Di hitung dengan menggunakan rumus:
Kerapatan lindak (BD) = π΅πΎπ (π΅βπ΅πΌ)
ππππ’ππ ππππβ π/ππ3 Keterangan :
BKO : Berat Tanah Kering Oven B : Berat Tanah + Ring Sampel B1 : Berat Ring Sampel
Volume Tanah : ππ2π‘ Sifat Kimia Tanah
Kemasaman Tanah
Penetapan pH tanah dilakukan dengan menimbang 10 gram tanah dan ditambah dengan ekstraktan H2O 25 mL dalam tabung, lalu diguncang selama 30
menit dan diukur pH tanah dengan menggunakan metode elektrometri (pH meter) (Mukhlis, 2004).
Karbon Organik Tanah
Penetapan C-organik tanah menggunakan metode Walkley and Black dengan prinsip c-organik dihancurkan oleh oksidasi kalium bikromat (K2Cr2O7)
yang berlebih akibat penambahan asam sulfat (H2SO4). Kelebihan kromat yang tidak tereduksi oleh c-organik tanah kemudian ditetapkan dengan jalan titrasi dengan larutan ferro (Fe(NH4)2(SO4)2) (Mukhlis, 2004).
P β Tersedia
Penetapan P- tersedia dilakukan dengan metode Bray I, P- tersedia tanah diekstrak oleh NH2F dan HCl, P yang bebas direaksikan dengan molibdat asam akan menjadi berwarna biru dengan adanya asam ascorbat. Perkembangan warna biru diukur sebagai kadar P secara spektrometri.
Kapasitas Tukar Kation (KTK)
Metode yang digunakan adalah metode ekstraksi dengan Amonium Asetat NH4OAc pH 7.
Tabel 3. Metode Analisis Sifat Fisik dan Kimia Tanah
Parameter Metode Analisis
Sifat Fisik
Tekstur Hydrometer
Bulk Density Gravimetrik
Sifat Kimia
pH Ph Meter
C-organik Walkey and Black
P-Bray Bray I
Kapasitas Tukar Kation Ekstraksi NH4OAc pH 7