Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian tempat + 25 m diatas permukaan laut, penelitian inidilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2011.
Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih kedelai varietas Anjasmoro, Pangrango, Dempo dan Nanti, bak perkecambahan, pasir, air, pupuk urea, pupuk TSP, pupuk KCL, insektisida Decis 2,5 EC, fungisida Dithane M-4,5, Curater 500 EC, polibag berdiameter 22 cm dan panjang 35 cm.
Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul, parang, gembor,gunting tanaman, tali rafia, handsprayer, pacak sample, buku tulis, kalkulator, penggaris, kamera digital, ayakan 4mm, oven, alat-alat ukur yakni meteran, luxmeter PCE 12 (rentang 0-200.000Luxdan akurasi ±2%),gelas ukur, chlorophylmeter Minolta SPAD-502, timbangan duduk 25 kg, timbangan analitik, bambu, tiga jenis plastik polypropylene (20%, 40% dan 60% ), kawat, paku dan gergaji kayu .
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah Faktorial (RPT) dengan dua faktor perlakuan yaitu :
Faktor I : Tingkat penaungan (S) sebagai petak utama dengan 4 taraf perlakuan : S0= Tanpa penaungan
S1= Penaungan 20% S2 = Penaungan 40%
S3 = Penaungan 60%
Faktor II : Berbagai macam varietas (V) sebagai anak petak dengan 4 genotipa yaitu :
V1 = Anjasmoro V2 = Pangrango V3 = Dempo V4 = Nanti
Sehingga diperoleh kombinasi perlakuan yaitu : S0V1 S0V2 S0V3 S0V4 S1V1 S1V2 S1V3 S1V4 S3V1 S3V2 S3V3 S3V4 S2V1 S2V2 S2V3 S2V4
Jumlah ulangan : 3 ulangan
Ukuran plot : 50 cm x 75 cm
Ukuran petak utama : 150 cm x 200 cm
Ukuran naungan : 250 cm x 500 cm
Jarak antar petak utama : 250 cm
Jarak antar blok : 250 cm
Jarak tanam : 25 cm x 25 cm
Jumlah tanaman per plot : 6 tanaman Jumlah sampel per plot : 4 tanaman Jumlah sampel seluruhnya : 192 tanaman
Bagan penelitian terdapat pada Lampiran 1 dan Foto petakan lahan penelitian 12 MST terdapat di Lampiran 33.
Data hasil penelitian dianalisis dengan sidik ragam berdasarkan model linier yaitu:
Yijk = µ + ρi + αj + dij + βk + (αβ)jk + εijk
Yijk = Hasil pengamatan pada blok ke-i akibat Naungan perlakuan ke-j dan Varietas
µ = Rata-rata
ρi = Efek blok ke-i
dij = Efek error yang disebabkan main plot ke-j pada blok k-i
βk = Efek sub plot ke-k
(αβ)jk = Efek interaksi dari main plot ke-j dengan sub plot ke-k
Εijk = Efek error yang disebabkan main plot ke-j dan sub plot ke-k pada blok ke-I
Hasil sidik ragam nyata diuji dengan uji beda rataan berdasarkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf 5% (Sastrosupadi, 1999).
Pengamatan Parameter
Persentase perkecambahan (%)
Perkecambahan khusus dilakukan dengan bak perkecambahan dibawah masing-masing naungan dengan mengecambahkan 20 biji/varietas dalam satu naungan. Persentase perkecambahan dihitung dengan membandingkan kecambah yang tumbuh dengan jumlah benih yang ditanam dalam satu varietas. Persentase perkecambahan dihitung setelah benih tampak berkecambah, untuk menghitung daya kecambahnya dilakukan 5 hari setelah tanam.
Panjang tanaman (cm)
Pengukuran panjang tanaman dilakukan dari pangkal batang (diberi tanda) sampai ujung titik tumbuh dengan menggunakan meteran. Pengamatan panjang tanaman kedelai ini dilakukan seminggu sekali dimulai sejak tanaman berumur 4 minggu setelah tanam sampai 8 minggu setelah tanam.
Jumlah cabang pada batang utama (cabang)
Jumlah cabang pada batang utama dihitung pada saat sebelum panen. Cabang yang dihitung adalah cabang yang berasal dari batang utama pada tiap tanaman.
Jumlah buku per tanaman (buku)
Jumlah buku per tanaman dihitung pada saat sebelum panen. Buku yang dihitung adalah buku yang terdapat pada batang utama dan cabang.
Jumlah klorofil
Dihitung dengan Chlorophylmeter dengan cara mengukur pada tiga tempat letak daun yakni bagian atas, tengah dan bawah dengan cara menempelkan alat pada daun-daun tersebut. Pengamatan klorofil tanaman kedelai ini pada saat muncul bunga pertama.
Umur berbunga (hari)
Umur berbunga dihitung pada saat bunga pertama muncul pada salah satu buku batang utama pada setiap tanaman sampel .
Jumlah polong per tanaman (polong)
Jumlah polong/tanaman dapat diketahui dengan menghitung semua polong yang terbentuk pada setiap tanaman sampel, dihitung pada saat panen.
Jumlah biji per tanaman (biji)
Penghitungan dilakukan pada saat panen. Untuk mengetahui jumlah biji pada tiap polong tanaman dilakukan dengan membuka/mengupas tiap polong, lalu dihitung semua biji yang ada pada polong tersebut.
Produksi per plot (g)
Perhitungan produksi per plot dilakukan dengan cara menimbang berat biji semua tanaman dalam satu plotdengan menggunakan timbangan analitik.
Bobot 100 biji (g)
Diambil 100 biji secara acak dari tanaman sampel masing-masing varietas, kemudian ditimbang dengan timbangan analitik.
Pelaksanaan Penelitian Pembuatan naungan
Tiang penyangga naungan terbuat dari bambu.Masing-masing kerangka naungan berukuran 150 cm x 225cm dengan tinggi 150 cm yang mana sisi timur, barat, selatan dan bagian atas diselubungi naungan. Tiga jenis kasa plastik polypropylene warna hitam diselubungkan untuk mendapatkan 20%, 40% dan 60% pengurangan intensitas cahaya matahari. Sisa plastik naungan dilipat kebawah dengan diberi pemberat. Masing-masing petak utama maupun antar blok berjarak 250 cm untuk menghindarkan bayangan antar naungan.
Persiapan polibag
Tanahtop soil yang diambil dari perkebunan Sei Bamban dikeringanginkan terlebih dahulu selama 5 hari lalu diayak dengan ayakan 4 mm sambil dibersihkan dari kotoran-kotoran. Media terdiri daritanah yang telah dikeringangin dimasukkan kedalam polibag sebanyak 5 kg. Kemudian, semua polibag disusun di dalam naungan dan sesuai perlakuan.
Penanaman benih
Sehari sebelum tanam, tanah diberi Curater sebanyak 0,2 g per lobang untuk mencegah serangan lalat bibit. Penanaman dilakukan dengan membuat lubang tanam dipolibag kedalaman + 2 cm, kemudian dimasukkan 3 benih per lubang tanam dan ditutup dengan tanah.
Pemupukan
Pemupukan dilakukan sesuai dengan dosis anjuran kebutuhan pupuk
kedelai yaitu 100kg Urea/ha (0,625g/lubang tanam), 200 kg TSP/ha (1,250g/lubang tanam), dan 100 kg KCl/ha (0,625g/lubang tanam). Pemupukan
Urea dilakukan dalam 2 tahap yakni pada saat penanaman sebanyak setengah dosis anjuran dan setengah dosis lagi diberikan pada saat tanaman berumur 30 hari setelah tanam sedangkan pupuk TSP dan KCL diberikan pada saat penanaman.
Pemeliharaan Penyiraman
Penyiraman dilakukan 1-2 kali dalam sehari dengan menggunakan gembor yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan, jika terjadi hujan dilapangan maka penyiraman tidak perlu dilakukan.
Penyulaman dan penjarangan
Penyulaman dilakukan untuk menggantikan tanaman yang mati dengan tanaman cadangan yang masih hidup yang telah disediakan dan sesuai varietas. Penyulaman dilakukan 7-10 hari setelah tanam. Penjarangan dilakukan menjadi satu tanaman perpolibag 10 hari setelah tanam. Waktu penyulaman adalah sore hari.
Penyiangan
Penyiangan gulma dilakukan secara manual dengan mencabut gulma yang ada di plot, untuk menghindari persaingan dalam mendapatkan unsur hara dari dalam tanah. Penyiangan dilakukan setiap ada gulma yang tumbuh dilapangan.
Pencegahanhama dan penyakit
Pencegahan hama dilakukan dengan penyemprotan insektisida Decis 2,5 EC dengan dosis 0,5 cc/liter air dimulai pada 2 minggu setelah tanam dan diulangi tiap 2 minggusekali hingga 1 minggu sebelum panen. Pencegahan penyakit dilakukan dengan penyemprotan fungisida Dithane M-45 dengan dosis
1 g/liter air dimulaipada3 minggu setelah tanam dan diulangi tiap 2 minggu sekali hingga 2 minggu sebelum panen.
Panen
Panen dilakukan dengan cara dipotong satu persatu dengan mengggunakan pisau. Adapun kriteria panennya adalah ditandai dengan kulit polong sudah berwarna kuning kecoklatan sebanyak 75 % dalam satu tanaman.
BAB IV