Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini direncanakan akan dilakukan di Laboratorium Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, mulai pada bulan Maret-Mei 2013.
Bahan dan Alat Penelitian
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja siku, plat besi, puli (pulley), motor listrik, sabuk V (V- belt), baut dan mur,
bearing (bantalan), besi bulat padu (poros), pelat stainless steel, plat aluminium,
pisau pengiris dan kabel deck.
Sedangkan alat-alat yang digunakan pada penelitian ini adalah alat tulis, mesin las, mesin bor, gunting plat, mesin gerinda, gergaji besi, water pass, palu, tang, mesin tekuk las, kunci pas dan ring.
Metodologi Penelitian
Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah studi literatur (kepustakaan), melakukan eksperimen dan melakukan pengamatan tentang alat pengiris ini. Kemudian dilakukan perancangan bentuk dan pembuatan/perangkaian komponen-komponen alat pengiris. Setelah itu, dilakukan pengujian alat dan pengamatan parameter.
Komponen Alat
Alat pengiris bawang mekanis ini mempunyai beberapa komponen penting yaitu:
Rangka alat ini berfungsi sebagai penyokong komponen-komponen alat lainnya, yang terbuat dari besi siku (Lampiran 5).
2. Motor listrik
Motor listrik berfungsi sebagai sumber tenaga mekanis (penggerak). Alat ini menggunakan motor listrik berdaya 0,25 HP.
3. Saluran masukan (hopper)
Saluran masukan berfungsi untuk memasukkan bawang yang telah dikupas yang akan diiris (Lampiran 2). Hopper berukuran 18 cm x 18 cm pada bagian atas dan berbentuk trapesium. Hopper terbuat dari aluminium. 4. Saluran keluaran
Saluran keluaran ini berfungsi untuk menyalurkan bawang yang sudah diiris ketempat penampungan yang telah disediakan. Saluran keluaran terbuat dari bahan aluminium. Saluran ini terhubung langsung dengan kamar pengiris.
5. Poros putaran
Poros putaran berfungsi untuk memutar piringan pengiris. Poros putaran ini terhubung dengan motor listrik menggunakan pulley dan v-belt. Bahan untuk poros putaran terbuat dari besi padat. Diameter poros putaran 3 cm (Lampiran 7).
6. Pisau pengiris
Menurut Widiantara (2010) sudut pisau yang baik untuk mengiris bawang adalah 4°. Pisau berfungsi untuk mengiris bawang yang masuk melalui
hopper (Lampiran 4). Pisau terbuat dari bahan baja tahan karat. Pisau
7. Pulley
Pulley berfungsi untuk memutar pisau pengiris yng dihubungkan oleh
sabuk V dari motor (Lampiran 3). Pulley berdiameter 25 cm. 8. Piringan pengiris
Piringan pengiris merupakan tempat dudukan pisau pengiris. Piringan pengiris terbuat dari aluminium dengan ukuran diameter 24 cm.
9. Bearing
Bearing digunakan sebagai bantalan untuk mengurangi gesekan pada
poros putaran (Lampiran 6).
10.V-belt
V-belt merupakan penghubung antara motor dengan poros putaran. V-belt
diletakkan pada puli motor dan puli poros putaran.
Persiapan Penelitian
Sebelum penelitian dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan persiapan untuk penelitian yaitu merancang bentuk dan ukuran alat, dan mempersiapkan bahan-bahan dan peralatan-peralatan yang akan digunakan dalam penelitian. a. Pembuatan alat
Adapun langkah-langkah dalam membuat alat pengiris bawangini yaitu : 1. Dirancang bentuk alat pengiris bawang.
2. Digambar serta ditentukan ukuran alat pengiris bawang.
3. Dipilih bahan yang akan digunakan untuk membuat alat pengiris bawang. 4. Dilakukan pengukuran terhadap bahan-bahan yang akan digunakan sesuai
dengan ukuran yang telah ditentukan pada gambar teknik alat 5. Dipotong bahan sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan.
6. Dilakukan pengelasan dan pengeboran untuk pemasangan kerangka alat. 7. Digerinda permukaan yang terlihat kasar karena bekas pengelasan. 8. Dilas plat stainless steel pada poros.
9. Diroll plat stainless steel dan dilas sebagai wadah pengirisan.
10. Dilakukan pengecatan guna memperpanjang umur pemakaian alat dan menambah daya tarik alat pengiris.
11. Dirangkaikan komponen-komponen alat pengiris bawang.
12. Dipasang sabuk V pada motor listrik dan puli untuk menghubungkan tenaga putar dari motor listrik terhadap puliyang sudah terhubung dengan poros sebagai sumber tenaga untuk memutar pisau pengiris.
b. Persiapan bahan
1. Disiapkan bawang yang akan diiris. 2. Dikupas bawang yang akan diiris. 3. Ditimbang bawang yang akan diiris. 4. Bahan siap diiris.
Prosedur penelitian
1. Ditimbang bahan yang akan diiris.
2. Dimasukkan bahan kedalam ruang pengirisan melalui corong masukan. 3. Dinyalakan alat pengiris bawang.
4. Dikeluarkan bahan yang telah diiris melalui saluran keluaran. 5. Ditimbang bahan yang telah diiris.
Parameter yang Diamati Kapasitas Efektif Alat
Kapasitas efektif alat dilakukan dengan menghitung banyaknya bawang yang telah diiris (kg) tiap satuan waktu yang dibutuhkan selama proses pengirisan (jam). Hal ini dapat dihitung berdasarkan Persamaan (3).
Analisis Ekonomi
1. Biaya pengirisan bawang
Perhitungan biaya pengirisan bawang dilakukan dengan cara menjumlahkan biaya yang dikeluarkan, yaitu biaya tetap dan biaya tidak tetap, atau lebih dikenal dengan biaya pokok. Hal ini dapat dihitung berdasarkan Persamaan (4).
a.Biaya tetap
Menurut Darun (2002), biaya tetap terdiri dari :
1. Biaya penyusutan (metoda Garis Lurus). Hal ini dapat dihitung berdasarkan Persamaan (5).
2. Biaya bunga modal dan asuransi. Hal ini dapat dihitung berdasarkan Persamaan (6).
3. Biaya pajak
Diperkirakan bahwa biaya pajak adalah 1% pertahun dari nilai awalnya. 4. Biaya gudang/gedung
Biaya gudang atau gedung diperkirakan berkisar antara 0,5 – 1 %, rata-rata diperhitungkan 1 % dari nilai awal (P) pertahun.
b.Biaya tidak tetap
1.Biaya listrik (Rp/Kwh)
2. Biaya perbaikan alat. Biaya perbaikan ini dapat dihitung dengan Persamaan (7).
3. Biaya Operator
Biaya operator tergantung pada kondisi lokal, dapat diperkirakan dari gaji bulanan atau gaji pertahun dibagi dengan total jam kerjanya.
2. Break Event Point (Perhitungan Titik Impas)
Manfaat perhitungan titik impas (break event point) adalah untuk mengetahui batas produksi minimal yang harus dicapai dan dipasarkan agar usaha yang dikelola masih layak untuk dijalankan. Pada kondisi ini income yang diperoleh hanya cukup untuk menutupi biaya operasional tanpa adanya keuntungan. Untuk menentukan produksi titik impas (BEP) maka dapat dihitung berdasarkan Persamaan (8).
3. Net Present Value (NPV)
Net present value adalah kriteria yang digunakan untuk mengukur suatu
alat layak atau tidak untuk diusahakan. Hal ini dapat dihitung berdasarkan Persamaan (9).
Dengan kriteria :
- NPV > 0, berarti usaha menguntungkan, layak untuk dilaksanakan dan dikembangkan.
- NPV < 0, berarti sampai dengan t tahun investasi proyek tidak menguntungkan dan tidak layak untuk dilaksanakan serta dikembangkan. - NPV = 0, berarti tambahan manfaat sama dengan tambahan biaya yang
4. Internal Rate of Return (IRR)
Untuk mengetahui kemampuan untuk dapat memperoleh kembali investasi yang sudah dikeluarkan dapat dihitung dengan menggunakan IRR. Hal ini dapat dihitung berdasarkan Persamaan (10).