BAB II. PENELAAHAN PUSTAKA
D. Bahan Tambahan Dalam Pembuatan Tablet Effervescent
100 x jenuh air uap tekanan atmosfir dalam air uap tekanan RH = (Moechtar, 1990)
D. Bahan Tambahan Dalam Pembuatan Tablet Effervescent
Bahan-bahan tambahan yang digunakan dalam pembuatan tablet
effervescent meliputi : a. Sumber Asam
Sumber asam yang diperlukan untuk reaksi effervescent dapat diperoleh dari tiga sumber utama, yaitu asam makanan (asam sitrat, asam tartrat, asam malat, asam fumarat, asam adiptat dan asam suksinat), asam anhidrat ( asam suksinat anhidrat dan asam sitrat anhidrat) dan asam garam ( natrium dihirogen pospat, dinatrium dihirogen piropospat, garam asam sitrat dan natrium asam sulfit). Asam makanan adalah yang biasa digunakan (Mohrle, 1989). Asam sangat penting pada pembuatan tablet effervescent. Sumber asam jika direaksikan dengan air maka bahan tersebut akan terhidrolisa kemudian akan melepaskan asam yang dalam proses selanjutnya akan bereaksi dengan bahan karbonat sehingga terbentuklah gas CO2 (Banker and Anderson, 1986).
Asam sitrat bersifat sangat mudah larut air dan mudah larut etanol (Lindberg et al., 1992). Sifat asam sitrat yang higroskopis dan mudah larut
dalam air merupakan alasan yang menyebabkan asam sitrat lebih sering digunakan dalam pembuatan suasana asam pada pembuatan tablet effervescent
(Ansel, 1989). Asam tartrat lebih larut dalam air dan lebih higroskopis dibandingkan dengan asam sitrat (Mohrle, 1989). Asam tartrat terlarut di dalam kurang dari 1 bagian air, hal ini berarti 1 bagian asam larut dalam kurang dari 1 bagian air dan larut dalam 2,5 bagian alkohol (Lindberg et al., 1992). Sumber asam akan menghasilkan reaksi effervescent yang baik bila digunakan pada range konsentrasi 25-40% dari berat tablet (Wehling and
Fred, 2004).
b. Sumber Karbonat
Sumber karbonat untuk effervescent meliputi natrium bikarbonat, natrium karbonat, potassium karbonat, natrium sesquikarbonat, natrium glisin karbonat, L-lisin karbonat, arginin karbonat (Mohrle, 1989). Natrium karbonat di pasaran tersedia dalam bentuk anhidrat atau monohidrat.. semua bentuk natrium karbonat sangat larut dalam air (Lindberg et al., 1992). Natrium karbonat (Na2CO3) menunjukkan efek menstabilkan ketika digunakan dalam tablet effervescent dikarenakan kemampuannya mengabsorbsi lembab, hal ini dapat mencegah reaksi awal effervescent. Natrium karbonat dalam bentuk anhidrat akan mengabsorbsi lembab menjadi bentuk hidrat yang stabil (Mohrle, 1989).
c. Bahan Pengikat
Bahan pengikat adalah bahan yang membantu untuk mengikat bahan lain bersama-sama (Mohrle, 1989). Bahan pengikat menjamin penyatuan beberapa
partikel serbuk dalam sebuah butir granulat. Demikian pula kekompakan tablet akan dipengaruhi, baik oleh tekanan pencetakan maupun bahan pengikat (Voigt, 1995).
Bahan pengikat dapat ditambahkan kedalam serbuk dengan beberapa cara, yaitu :
1. Serbuk kering yang dicampur dengan bahan lain sebelum penggumpalan basah. Selama prosedur penggumpalan bahan pengikat dilarutkan sebagian atau seluruhnya dalam cairan penggumpal.
2. Larutan yang digunakan sebagai cairan penggumpal selama penggumpalan basah. Yang biasa dikenal sebagai solution binder.
3. Serbuk kering yang dicampur dengan bahan lain sebelum pengempaan. Yang biasa dikenal sebagai dry binder.
(Alderborn, 2002) Penggunaan bahan pengikat pada tablet effervescent dibatasi bukan karena tidak dibutuhkan tetapi karena aksi dua arah bahan pengikat tersebut. Penggunaan bahan pengikat, sekalipun larut air, akan memperlambat proses desintegrasi tablet effervescent (Mohrle, 1989). Oleh karena itu, sebaiknya bahan pengikat digunakan sesedikit mungkin (Voigt, 1995).
Bahan pengikat yang efektif untuk tablet effervescent adalah PVP (polivinylpyrolidone) (Mohrle, 1989). PVP dapat ditambahkan ke dalam campuran dalam bentuk kering atau di granulasi. Konsentrasi PVP yang digunakan sebagai bahan pengikat berkisar antara 0,5-5% (Khankari and
PVP (polivinylpyrrolidone) merupakan homopolimer dari N-vinylpyrrolidone. PVP bersifat larut dalam air dan pelarut polar lainnya (Anonim, 2007 c). Sifat ikatan PVP meningkat dengan semakin meningkatnya berat molekul. Ikatan antar partikel yang paling kuat dibentuk oleh PVP dengan berat molekul paling tinggi (Schmidt, 1999).
N O C C H H H Gambar 3. N- vinylpyrrolidone C C H H H N O C C H H H N O C C H H H N O Gambar 4. poli(N-vinylpyrrolidone) f. Bahan Pengisi
Bahan pengisi berguna untuk memperbesar volume tablet sehingga diperoleh ukuran yang sesuai. Bahan pengisi yang ideal memiliki sifat inert, non-higroskopis, larut air, memiliki kompaktibilitas yang baik, rasanya dapat diterima, dan murah (Alderborn, 2002). Bahan pengisi yang umum digunakan adalah jenis pati dan laktosa (Voigt, 1995). Laktosa memiliki sifat bahan pengisi yang baik, antara lain dapat larut dalam air, rasanya enak,
non-higroskopis, tidak reaktif dan menunjukkan kompaktibilitas yang baik (Alderborn, 2002).
g. Bahan Pelicin
Bahan pelicin merupakan salah satu komponen yang penting karena tanpa bahan ini pembuatan tablet dengan kecepatan tinggi tidak dimungkinkan (Mohrle, 1989). Bahan pelicin berfungsi untuk menjamin bahwa pencetakan dan pengeluaran tablet dapat terjadi dengan gesekan yang rendah antara padatan dan dinding die. Gesekan yang tinggi selama proses penabletan dapat menimbulkan masalah, termasuk kualitas tablet yang kurang baik ( capping
atau bahkan fragmentasi tablet selama proses pengeluaran, dan goresan vertikal pada bagian tepi tablet) (Alderborn, 2002). Bahan pelicin umumnya ditambahkan dalam bentuk kering. Bahan pelicin ditambahkan dan dicampur selama 2-5 menit. Pencampuran yang berlebihan dapat mengurangi desintegrasi-disolusi dan tablet dapat kehilangan ikatannya. Bahan pelicin juga dapat ditambahkan dalam granulasi sebagai larutan alkoholik dan sebagai suspensi dan emulsi (Peck et al., 1989).
Garam magnesium, kalsium, dan seng dari asam stearat adalah bahan pelicin yang paling efisien yang umum digunakan. Konsentrasi efektif yang digunakan adalah 1% atau kurang, karena bagaimanapun bahan-bahan tersebut tidak larut air sehingga dapat menghalangi hancurnya tablet dan menghasilkan larutan yang tidak jernih (Mohrle, 1989).
Mg stearat (C36H70MgO4) banyak digunakan sebagai bahan pelicin dalam proses pembuatan tablet dan lebih efisien karena dengan jumlah yang sangat
sedikit sudah cukup untuk memperbaiki waktu alir serbuk/granul (Sheth et al., 1989).
h. Bahan Tambahan Lain
Tablet effervescent mungkin mengandung bahan tambahan lain seperti, bahan perasa, pewarna dan pemanis (Mohrle, 1989). Bahan pemanis buatan yang disarankan dalam tablet effervescent adalah sakarin atau bentuk garam natrium dan kalsiumnya dan aspartame (Lindberg et al., 1992). Konsentrasi natrium sakarin sebagai pemanis yang umum digunakan adalah 0,075-0,6% (Allen, 2002). S N O O O Na
Gambar 5. Natrium Sakarin