• Tidak ada hasil yang ditemukan

a. Hasil lembar pengamatan siswa dalam KBM

DATA HASIL NILAI SIKLUS II

B. Pem bahasan

Peneliti dan pengamat membahas hasil penelitian did::sarkan pada hasil pengamatan yang dilanjutkan dengan refleksi tindakan siklus ke siklus. Dari refleksi tindakan setiap siklus dipeoleii temuan sebagai b e rik u t:

1. Siklus I

a. Siswa mempelajari cara menyambung huruf hijaiyah melalui kartu huruf hijaiy ah.

b. Pada siklus ini semua siswa belum menunjukkan keaktifannya karena ada siswa yang belum aktif

c. Dalam lembar pengamatan dan evaluasi diperoleh data sebagai b e rik u t:

1) Keaktifan siswa baru mencapai 88 % karena ada siswa yang belum aktif

2) Ketuntasan hasil belajar belum mencapai 87 % karena belum ada 4 siswa yang belum mencapai > 6,5.

3) Rata-rata tes formatif 7,1

d. Secara keseluhan hasil belajar siswa belum sesuai dengan harapan.

2. Siklus II

Siswa mempelajari cara menyambung huruf hijaiyah melalui kartu huruf. Berdasarkan hasil temuan 1 dari 30 siswa, keaktifan siswa baru, mencapai 88% ini berarti 12 % atau sekitar 4 siswa yang belum aktif dan

ketuntasan belajar 86 % atau sekitar 4 siswa. Peneliti melakukan tindakan pada siklus II dengan indikator sebagai b e rik u t:

a) Keaktifan siswa

1) Peneliti melakukan bimbingan kepada 4 siswa yang kelihatannya masih bingung dengan menggunakan alat peraga kartu huruf hijaiyah

2) Peneliti berusaha meningkatkan siswa supaya mau bertanya dengan memberi umpan-umpan pertanyaan tentang materi pelajaran.

3) Peneliti mendorong pada siswa agar mau mengerjakan soal-soal di papan tulis dengan memberi motifasi supaya dapat mengerjakan dengan cara yang benar dan hasil belajarnya meningkat.

b) Ketuntasan hasil belajar

1) Peneliti melakukan pengulangan kembali cara mengerjakan soal- soal, agar siswa lebih memahami tentang konsep cara menyambung huruf hijaiyah melalui kartu.

2) Peneliti melakukan pembelajaran dengan tutor sebaya, siswa yang telah memahami konsep menyambung huruf hijaiyah pada siswa yang belum memahami.

3) Memberi tugas rumah

Hasil refleksi pada siklus II diperoleh hasil sebagai b e rik u t: a) Keaktifan siswa memeapai 93 %

b) Ketuntasan belajar mencapai 90 %, dan c) Rata-rata 8,6 %.

Ada 2 siswa yang belum aktif dan 3 siswa yang belum mencapai nilai > 6,5. hal tersebut belum sesuai dengan yang diharapkan dan perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya.

3. Siklus III

Siswa memperlajari cara menyambung huruf hijaiyah melalui kartu huruf hijaiyah sesuai hasil temuan pada siklus II peneliti berusaha meningkatkan keaktifan siswa dan hasil belajar siswa. Tindakan yang dilakukan oleh peneliti adalah sebagai b e rik u t:

a) Keaktifan siswa o

1) Peneliti melakukan penjelasan kembali pada 2 siswa yang belum dapat menggunakan alat peraga katu huruf hijaiyah.

2) Peneliti berusaha meningkatkan kegiatan siswa agar mau bertanya dengan memberi umpan-umpan pertanyaan yang berhubungan dengan materi pelajaran.

3) Peneliti berusaha meningkatkan siswa agar mau menyalin soal- soal yang peneliti berikan dengan memberi motivasi dan pujian- pujian supaya dapat mengerjakan dengan cara yang benar dan hasil belajarnya meningkat.

1) Peneliti melakukan kembali cara mengerjakan soal-soal cara menyambung huruf hijaiyah melalui kartu huruf hijaiyah.supaya sisv/a lebih memahami tentang cara cara menyambung huruf hijaiyah.

2) Peneliti melakukan pembelajaran dengan tutor sebaya, siswa yang telah memahami konsep menyambung huruf hijaiyah pada siswa yang belum memahami.

3) Memberikan tugas rumah sebagai perbaikan dan pengayaan. Hasil refleksi pada siklus III diperoleh hasil sebagai b e rik u t:

a) Keaktifan siswa telah mencapai 100%

b) Ketuntasan belajar yang mendapat mencapai > 6,5 telah mencapi

100%

Dengan melilhat hasil yang dicapai pada siklus III dan dibandingkan dengan indikator keberhasilan, maka dapat dikatakann bahwa target yang diharapkan dalam penelitian telah tercapai bahkan terlampaui sehingga siklus berikutnya tidak perlu diadakan.

Pembahasan hasil penelitian didasarkan pada hasil pengamtan yang dilanjutkan dengan refleksi tindakan, diperoleh temuan sebagai b e rik u t:

1. Pada pembelajaran tentang menulis huruf hijaiyah bersambung dengan menggunakan peraga kartu-kartu huruf terdapat kelebihan dan kekurangan,

a. Kelebihan

I ) Meningkatkan keaktifan guru dan siswa.

Dalam kegiatan pembelajaran siswa aktif mengadakan pelatih - pelatihan untuk menyalin / menulis kata / kalimat dari huruf hijaiyah bersambung dan guru juga lebih aktif memberikan bimbingan kepada siswa terutama >ang mengalami kesulitan. 2) Memusatkan perhatian siswa pada pelajaran.

Penggunaan peraga kartu-kartu huruf hijaiyah sangat menarik bagi siswa, karena ada unsur belajar sambil bermain.

3) Merangsang motifasi belajar siswa.

Dengan digunakannya peraga kartu-kartu huruf hijaiyah sebagai alat peraga pembelajaran tentang menulis huruf hijaiyah bersambung, tercipta suasana belajar mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatian pada pelajaran secara penuh.

4) Pembelajaran lebih efektif.

Dalam pembahasan cara menulis huruf hijaiyah bersambung dengan menggunakan kartu huruf hijaiyah, siswa lebih cepat memahami konsep. Siswa menguasai keterampilan yang dibutuhkan. Guru lebih efektif dalam memberikan pembelajaran. 5) Menghindari kebosanan.

Karena pembelajaran dengan peraga kartu-kartu pecahan seakan- akan disajikan secara kongkrit, sehingga siswa dapat merasakan pembelajaran secara variatif dan dapat terhindar dari kebosanan.

6 ) M e m p e rje la s c a ra m e n y a m b u n g h u r u f h ija iy a h m e la lu i k a rtu h u r u f

Pengerjaan pecahan yang disajikan dengan alat peraga dapat memperjelas siswa tentang konsep penyambungan huruf hijaiyah

b. Kekurangan.

Kekurangan guru pada silkus 1 diakibatkan karena peneliti dalam memberikan penjelasan cara penggunaan alat peraga kurang memperhatikan kondisi kelas, sehingga perhatian siswa kurang terpusat pada penggunaan alat peraga kartu-kartu huruf hijaiyah. Namun hal ini bisa teratasi pada siklus II dan III.

Kekurangan siswa terutama terletak pada cara bagaimana menggunakan alat peraga kartu-kartu pecahan, serta adanya siswa yang memang lamban dalam menerima materi pembelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut peneliti mengadakan bimbingan secara individual.

2. Pada lembar pengamatan siswa siklus I menunjukkan aktifitas belajar siswa masih kurang memadai yaitu 88%. Kemudian diperbaiki pada siklius II dan menunjukkan peningkatan yaitu mencapai 93%. Perbaikan ini dilanjutkan pada siklus III dan menunjukkan peningkatan sangat baik yaitu mencapai 100% sesuai tujuan penelitian.

3. Day a se rap s i s wa.

a) Posi Tes pada siklus I rala-rata 5,2. Siklus II rata-rata 6,1 Dan siklus III rata-rata 6,2.

h) 'l es Formatif pada siklus I nilai > 6,5 ada 25 siswa dan <_6,5 ada 5 siswa, mencapai ketuntasan belajar 83,3 % secara klasikal, nilai rata- rata 7,1.

Pada siklus II mendapat nilai >6,5 ada 27 siswa dan < 6,5 ada 3 siswa, mencapai ketuntasan belajar 90% secara klasikal dengan nilai rata- rata 8 6. Silkus III nilai > 6,5 ada 30 siswa, mencapai ketuntasan belajar

100% secara klasikal dengan nilai rata-rata 8,0.

Dari hasil refleksi tindakan siklus I, II, dan III ada kenaikan ketuntasan belajar, yaitu dari 87% menjadi 90% dan pada siklus III mencapai 100%, walaupun nilai rata-rata tes formatif pada siklus III mengalami penurunan yaitu dari 8,6 pada silkus II menjaadi 8,0 karena materi lebih sulit. Hal tersebut dapat diartikan bahwa penggunaan alat peraga kartu-kartu huruf hijaiyah sebagai alat bantu proses pembelajaran cara menyambung/meangkai huruf hijaiyah pada pembelajaran membaca menulis huruf al qur’an di kias II SD Negeri Suruh 03 Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2007/2008 dipandang telah berhasil, dengan demikian hipotesis tindakan dapat tercapai.

memiliki kecerdasan yang tinggi dapat dimaksimalkan dan akhirnya potensi siswa dapat ditonjolkan.

2. Siswa kelas II SD Negeri Suruh 03 perlu semakin dipacu dengan model pembelajaran yang aktif, kreatif dan inofatif.

3. Alat peraga sangat efektif untuk membantu siswa dalam mengkonkritkan konsep, sehingga alat peraga kartu huruf hijaiyah memegang peranan penting dalam pembelajaran membaca dan menulis huruf A l-qur’an. Untuk itu guru sangat dianjurkan menggunakan alat peraga, apalagi pembelajaran membaca dan menulis huruf A l-qur’an.

Dokumen terkait