SISTEM REM
C. Uraian Materi
8. Mendiagnosis Boster
10.2. Bantalan roda sealed
a. Prosedur untuk memeriksa bantalan sealed.
Gunakan alat angkat yang tepat untuk menaikkan kendaraan. PERHATIAN :
Saat mengangkat kendaraan , selalu menggunakan alat angkat yang tepat dan mengamati semua tindakan keselamatan.
Memutar roda. Roda harus berputar dengan bebas tanpa mengikat atau membuat suara apapun .
95
untuk bergerak dalam dan keluar . Roda harus bergerak sedikit (0 .001 sampai 0.005 diukur pada caliper atau tromol).
Jika roda berputar dengan tidak ada masalah , maka tidak ada pemeriksaan lain yang diperlukan . Jika bantalan berisik atau terlalu longgar atau macet , maka perlu mengganti bantalan.
b. Prosedur untuk melepas dan mengganti bantalan roda tipe sealed.
Prosedur untuk melepas dan mengganti bantalan roda tipe sealed sangat bervariasi. Catatan: Beberapa kendaraan front - wheel-drive mungkin memiliki bantalan roda yang dimasukkan ke dalam knuckle. Desain ini perlu melepas poros penggerak dan kunckle.
Catatan : bantalan roda tipe sealed adalah nonadjustable/tidak dapat disetel.
11. Mendiagnosis Kerusakan pada ABS
ABS adalah sistem four-wheel yang mencegah roda mengunci-up secara otomatis modulasi tekanan rem selama berhenti darurat. Dengan mencegah roda dari penguncian, ini memungkinkan pengemudi untuk mempertahankan kontrol kemudi dan menghentikan dalam jarak yang sesingkat mungkin di bawah kondisi yang paling ekstrim. Selama rem normal pengereman, ABS dan non-ABS pedal merasa akan sama. Selama operasi ABS, pulsa bisa dirasakan di pedal rem, disertai dengan jatuh dan kemudian kenaikan pedal rem tinggi dan mengeluarkan bunyi klik. Tentu saja karena ABS ini mengandalkan sensor dan perangkat elektronik tentu saja pastikan bahwa. Aki memiliki arus yang cukup, bisa saja kelainan disebabkan kekurangan arus. Hal tersebut sepele tetapi bisa menimbulkan masalah.
Gambar di atas normalnya adalah: menyala waktu kunci kontak di ON dan mati setelah 2 detik. Bila menyala terus berarti ada masalah, bila kedip-kedip / flashing
96 kemungkinan ada konektor di ABS Hydrolic Unit yang bermasalah atau bahkan ABS Hydrolic Unit itu sendiri.
Gambar 107, kondisi normalnya adalah : menyala waktu kunci kontak di ON dan mati setelah 2 detik atau bila Handrem ditarik. Bila kunci kontak menyala terus padahal handrem sudah dilepas berarti ada masalah pada EBD. Minyak rem yang kurang mencukupi di tabung reservoir juga bisa menjadi penyebabnya.
Dengan mengetahui komponen-komponen pada ABS, akan membantu kita melakukan trouble shooting dari kelainan yang ada di ABS ini.
Komponen ABS
Gambar 2. 8 Komponen ABS
1. ABS hydraulic unit (control module assembly) 2. Wheel speed sensors
3. Stop lamp switch 4. ABS warning lamp
5. EBD warning lamp (brake warning 6. Wheel speed sensor rings
7. Data link connector
97
Kode error yang dapat mungkin muncul diantaranya:
Tabel 5. Kode error
Pada table di atas terlihat dengan kelengkapan tools akan memudahkan mencari sumber permasalahan. Meskipun demikian ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk melakukan pengecekan sendiri.
98 Cek Aki, pastikan tegangannya mencukupi. Gunakan AVO untuk mengecek voltasenya, apabila di bawah 12 Volt coba charge atau ganti.
Cek ketinggian minyak rem pada tabung reservoir. Perhatikan pula switch minyak rem apakah terlepas atau putus kabelnya.
Pastikan konektor kabel ke ABS Hydrolic Unit tidak kendor / kotor / korosif yang menyebabkan gangguan kelistrikan. Perhatikan gambar 110, tarik tuas ke bawah untuk melepas (disconnect) dan ke atas untuk menyambung (connect), bersihkan soket dan pastikan koneksinya sempurna dan tidak goyang.
Perhatikan kondisi fisik sensor ABS yang menempel pada knukle di roda depan dan roda belakang apakah menempel sempurna atau tidak. Pastikan pula kabel dari sensor ABS tidak ada yang terkelupas / putus.
Amati ring sensor ABS, apakah hilang, apakah pas posisinya atau miring, apakah terdeformasi, apakah kotor. Bersihkan bila gigi-gigi pada ring tersebut kotor.
Gambar 2. 10 Sensor ABS (4) pada roda depan
99
Lepas socket conector kabel dari Sensor ABS yang menuju ke ABS Hydrolic
Unit / Control Unit. Untuk roda belakang Swift / Aerio, soket terdapat di
bawah bangku belakang. Hubungkan AVO dengan disetel ke Volt AC (arus bolak-balik), hubungkan ke konektor (gambar 14 no 5) untuk mengukur voltase output dari sensor ABS. Dengan roda yang terangkat, putar roda dengan tangan dengan kecepatan kira-kira 3/4 sampai 1 1/4 putaran per detik, baca AC Volt yang timbul dari sensor. Seharusnya terbaca 53 mV atau lebih. Bila ternyata pengukuran di luar spesifikasi, maka dugaan sensor bermasalah dan perlu penggantian.
Gambar 2. 12 Wheel speed sensor connector
Bila memiliki osiloskop dapat juga diukur dengan menggunakan osiloskop. Cek apakah voltase puncak ke puncak (peak) 140 mV atau lebih pada frekuensi 15 Hz bila roda diputar dengan kecepatan 1/2 sampai 1 putaran per detik, pastikan pula terbentuk gambar sinus yang sambung.
100
D. Aktivitas Pembelajaran
Aktifitas pembelajaran adalah kegiatan belajar yang seharusnya dilakukan oleh pembelajar dalam hal ini adalah guru yang bersangkutan. Beberapa hal yang perlu dilakukan oleh pembelajar dalam aktifitas pembelajaran adalah:
1 Guru seharusnya memantapkan NIAT yang kuat untuk belajar sendiri dengan serius dan sungguh-sungguh sehingga hasilnya bermanfaat. 2 Aktifitas pembelajaran ini bertujuan untuk menghasilkan kompetensi
pengetahuan, keterampilan dan sikap. Oleh karena aktifitas pembelajaran ini sifatnya belajar mandiri, maka pembelajar diharapkan membuat perencanaan sendiri untuk mencapai kompetensi yang diharapkan tersebut.
3 Perencanaan belajar mandiri yang perlu dibuat, paling tidak meliputi waktu, tempat, uraian tema materi yang dipelajari dan sumber belajar yang diperlukan.
4 Dalam mempelajari materi “Pengetahuan”, pembelajar diharapkan membaca uraian materi dalam modul dengan runtut dan bertahap sampai tuntas, mengerjakan latihan atau tugas, mengerjakan evaluasi mandiri sebagai umpan balik dan selanjutnya memperbaiki kembali belajar dari awal jika hasil belajar belum tuntas. Sebelum materi tertentu telah dipelajari dengan tuntas, maka tidak diperkenankan mempelajari materi berikutnya.
5 Untuk memperjelas pemahaman pengetahuan yang dipelajari, diharapkan pembelajar memanfaatkan secara maksimal sumber belajar yang diperlukan, misalnya mempelajari referensi pendukung, mengidentifikasi komponen asli yang terkait dengan tema. Belajar yang baik bukan hanya membaca saja, melainkan juga perlu membuat catatan sendiri, ringkasan sendiri dan bahkan siap untuk membuat power point sendiri untuk siap diajarkan.
6 Aktifitas pembelajaran “keterampilan” terkait dengan materi kendaraan ringan, khusus tentang materi ini, maka aspek sangat penting yang perlu diperhatikan adalah Keselamatan Kerja, baik yang menyangkut orang, peralatan dan bahan yang digunakan serta lingkungan belajar. Diharapkan pembelajar mengidentifikasi terlebih dahulu potensi
101
kecelakaan, kerusakan, kebakaran dan sebagainya yang mungkin bisa terjadi. Dengan demikian pembelajar akan dapat mengantisipasi dan melaksanakan pembelajaran “Keterampilan” dengan baik dan aman. 7 Ketuntasan pembelajaran “Keterampilan” adalah jika pembelajar dapat
melaksanakan materi keterampilan tertentu dengan hasil baik dan tepat waktu. Oleh karena itu diperlukan latihan keterampilan yang berulang-ulang untuk mencapai ketuntasan keterampilan tersebut.
E. Latihan
1. Jelaskan beberapa penyebab kerusakan tromol rem.
2. Sebutkan beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat memeriksa cakram.
3. Jelaskan prosedur untuk memeriksa kerja silinder master.
4. Jelaskan prosedur umum untuk menyetel bantalan tipe nonsealed ( front- wheel -drive).
5. Jelaskan kegiatan apa yang dilakukan gambar dibawah ini!
F. Rangkuman
Ketika mengukur rem tromol untuk menentukan apakah dapat digunakan kembali, ada dua spesifikasi yang harus dipahami.
Mengukur diameter maksimum.
Membubut permukaan gesek tromol.
Sebuah inspeksi visual adalah satu-satunya metode yang dapat diandalkan untuk menentukan kondisi komponen rem.
102 sebelum hub dipasangan kembali.
Secara berkala memeriksa kampas rem pada semua kendaraan. Peme-riksaan tahunan yang direkomendasikan untuk kendaraan dengan lebih dari 40.000 mil. Juga memeriksa materi gesekan jika ada suara yang tidak biasa saat pengereman atau jika kemampuan rem menurun, menarik, bergetar, atau kehilangan daya.
Periksa kampas rem dari retak, paku keling longgar, hilang atau kanvas yang rusak, atau masalah lainnya.
Setiap jangka waktu tertentu dilakukan pemeriksan semua komponen rem tromol yang meliputi :
1. Masa pakai.
2. Hot spot atau cek panas 3. Keolengan.
4. Perubahan bentuk. 5. Retak
Memeriksa sistem rem cakram secara visual.
1 Memeriksa ketinggian minyak rem dalam master silinder dan memeriksa sistem rem hidrolik .
2 Gunakan alat angkat yang tepat untuk menaikkan kendaraan . 3 Lepaskan roda.
4 Hati-hati memeriksa komponen rem dan mencatat setiap indikasi kebocoran .
5 Mengidentifikasi sumber manapun kebocoran. 6 Periksa kampas rem .
ABS adalah sistem four-wheel yang mencegah roda mengunci-up secara otomatis modulasi tekanan rem selama berhenti darurat. Dengan mencegah roda dari penguncian, ini memungkinkan pengemudi untuk mempertahankan kontrol kemudi dan menghentikan dalam jarak yang sesingkat mungkin di bawah kondisi yang paling ekstrim.
103
memeriksa kerusakan mekanis terlebih dahulu. Jika gangguan mekanis sudah teratasi, maka pemeriksaan dilanjutkan pada komponen elektronis. Pemeriksaan elektronis dilakukan dengan menggunakan scantool, osciloscop, dengan merujuk pada buku pedoman dari pabrik pembuat kendaraan.
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Modul yang baru Anda selesaikan ini bertujuan untuk mendapatkan umpan balik dari Anda. Perlu diketahui, bahwa dalam satu modul dapat terdiri atas beberapa unit. Informasi yang diperoleh memungkinkan penulis untuk menanggapi kebu-tuhan Anda dan melakukan perubahan perubahan yang dirasa perlu agar pelatihan ini lebih bermanfaat.
Berilah tanggapan untuk setiap pernyataan berikut ini dengan memberi tanda silang pada kolom yang disediakan.
Keterangan:
1: sangat tidak setuju 2: tidak setuju
3: setuju
4: sangat setuju
No Pernyataan 1 2 3 4
1 Modul ini mudah digunakan dan dimengerti
2 Bahasa yang digunakan pada Buku Kerja sesuai EYD 3 Buku kerja disiapkan dengan baik
4 Materi pelajaran sesuai dengan yang harus dipelajari 5 Sumber materi pelengkap tersedia
6 Materi pelengkap juga digunakan 7 Istilah-istilah teknik dijelaskan
8 Gambar tampak jelas dan dapat dimengerti 9 Ruang belajar nyaman
10 Penerangan di ruang kelas dan bengkel cukup baik 11 Bengkel dilengkapi dengan media yang memadai 12 Standar alat bantu pembelajaran cukup tinggi
104 13 Model yang digunakan mempermudah pemahaman
14 Informasi dalam bentuk media interaktif, mudah diikuti 15 Media interaktif membantu peserta diklat dalam
pembelajaran
16 Bengkel memiliki perlengkapan cukup baik 17 Media yang diperlukan selalu tersedia 18 Ruang kelas cukup luas
19 Trainer selalu tepat waktu 20 Trainer disiapkan dengan baik
21 Trainer menggunakanbahasa yang mudah dipahami 22 Alokasi untuk tiap unit cukup masuk akal
23 Trainer selalu memberi umpan balik yang berguna 24 Trainer selalu menjawab pertanyaan peserta diklat
25 Modul yang telah dipelajari memberi manfaat untuk peserta diklat
H. Kunci Jawaban
1. Penyebab kerusakan pada rem tromol : a. Masa pakai.
b. Hot spot atau cek panas c. Keolengan.
d. Perubahan bentuk. e. Retak
2. Hal yang perlu diperhatikan pada saat memeriksa cakram. a. Memeriksa sistem rem cakram secara visual.
b. Memeriksa ketebalan kampas rem. c. Memeriksa apakah cakram beralur. d. Memeriksa apakah cakram sejajar. e. mengukur run-out cakram.
3. Prosedur untuk memeriksa kerja silinder master : a. Buka tutup reservoir pada master silinder.
105
tahan tekanan.
c. Lepaskan tutup dari reservoir dan bebaskan pedal rem. Cairan harus menyembur sampai(sekitar 1/4 in) dari reservoir. Jika cairan tidak menyembur, berarti ada udara didalam sistem hidrolis, sehingga perlu di bleeeding.
PERHATIAN : Jauhkan wajah dari master silinder.
Catatan : Jika cairan masih tidak menyembur setelah sistem telah blending, berarti lubang kompensasi silindermaste tersumbat.
4. Prosedur umum menyetel bantalan tipe nonsealed (front wheel drive). Gunakan alat angkat yang tepat untuk menaikkan kendaraan.
PERHATIAN : Saat mengangkat kendaraan , selalu menggunakan alat angkat yang tepat dan mengamati semua tindakan keselamatan. Lepaskan penutup roda ( dop ) .
Lepaskan tutup debu dari hub roda . Lepaskan pasak dan / locking .
Kencangkan mur poros dengan spesifikasi pabrikan . Longgarkan mur pengunci untuk spesifikasi pabrik .
Menggunakan dial indicator, periksa free pley bantalan pada rotor atau hub . Pasang kembali pasak baru atau mur dan kemudian pasang juga penutup debu .
Pasang kembali komponen dari rem dan roda.
5. Kegiatan yang dilakukan seperti pada gambar di bawah ini adalah:
Pengecekan hubungan hambatan yang ada di sensor, apabila avo meter bergerak berati menandakan ada hubungan arus dan sensor dinyatakan baik, namun sebaliknya jika avo tidak bergerak berarti sensor mengalami masalah
106
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3: MEMPERBAIKI
SISTEM REM
A. Tujuan
Peserta diklat akan mampu melakukan perbaikan pada sistem rem.